Share

Benih Dao Kekacauan
Benih Dao Kekacauan
Author: Mr. Mystery

Transmigrasi

Author: Mr. Mystery
last update Last Updated: 2026-01-08 04:29:21

Di malam hari yang gelap.

Sebuah kilatan petir menyambar di atas pegunungan. Samar-samar menerangi pepohonan di hutan, dan suasana yang gelap serta suara kegelisahan serangga menambah kesuraman di gelapnya malam.

"Cling"

Pilar petir tiba-tiba menyambar ke tanah dan suara guntur segera menghentikan kegilaan suara serangga dalam hutan.

Di antara pepohonan dan suara rintikan hujan yang berjatuhan, seorang bocah berusia sekitar empat belas sampai lima belas tahun berdiri terdiam di antara genangan mayat, darah dan tumpukan tubuh dingin yang tergeletak di tanah.

Wajahnya yang tampak kekanakan pucat. Tapi anehnya, tidak ada kegelisahan di matanya. Tidak ada ketakutan. Tidak ada kecanggungan seperti bocah seusianya yang melihat kematian pertama kali. Menyaksikan puluhan mayat, tua, muda, pria dan wanita yang tidak lagi bernyawa di sekelilingnya, bocah itu hanya menunjukkan ekspresi kosong dan bingung.

Bahkan ada sedikit... kesenangan?

"Dimana aku..?"

Dalam kebingungan, alisnya tiba-tiba berkerut. Rasa sakit menghantam kepalanya seperti palu.

"Argh.."

Sambil memegangi kepalanya, kenangan dan berbagai informasi membanjiri pikirannya. Kenangan yang bukan miliknya. Sejak bocah itu bisa mengingat sampai umur lima belas tahun, semua masuk ke kepalanya dalam sekejap.

Dan itu malah membuatnya semakin bingung.

"Benarkah?"

Memilah semua hal dalam ingatannya, akhirnya dia harus mengakui sesuatu yang tidak masuk akal.

Dia telah melakukan perjalanan waktu. Atau lebih tepatnya, transmigasi.

Ye Chen, bocah berusia lima belas tahun yang saat ini dia tempati adalah orang dengan nama yang sama, tapi tubuh dan jiwa yang berbeda. Dua kehidupan, dua dunia, tapi nasib yang sama-sama tragis.

Sebagai anak tunggal dengan kedua orang tua yang lengkap dan menyanginya, lima belas tahun kehidupan bocah Ye Chen terbilang cukup memuaskan. Meskipun dia tinggal di desa terpencil dan terisolasi di pegunungan, meskipun hidup pas-pasan, keluarganya bahagia. Sayangnya kedamaian dan ketenangan itu hancur saat sekelompok bandit tiba-tiba datang. Tanpa sebab dan akibat, mereka mulai menjarah, membunuh, dan bahkan memperkosa penduduk desa Siqing yang tak berdosa.

Dalam kepanikan, Ye Chen dan kedua orangtuanya segera berlari keluar desa untuk menyelamatkan diri. Tapi naas, dalam pelariannya, beberapa bandit berhasil mengejarnya.

Hasilnya bisa dibayangkan.

Sementara Ye Chen yang sekarang, jiwa yang menempati tubuh bocah ini adalah manusia modern dari bumi. Seorang tentara pasukan khusus yang sedang melakukan misi di Afrika, tapi kecelakaan yang tidak diharapkan tiba-tiba terjadi. Ledakan dahsyat yang seharusnya membunuhnya malah mengiriminya kemari.

Melakukan perjalanan waktu yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan.

"Sungguh...."

Menghela nafas dengan sedikit ketidakberdayaan, Ye Chen hanya bisa pasrah. Tapi otaknya tetap bekerja, menganalisis situasi, mencari cara bertahan hidup, dan memikirkan langkah selanjutnya.

Tanpa sadar, dia menoleh kearah dua orang, pria dan wanita yang tergeletak tak bernyawa beberapa langkah darinya.

Hatinya tiba-tiba berdenyut.

Ibu.. ayah..

Dua orang ini adalah kedua orang tua Ye Chen di dunia ini. Dua orang yang selama lima belas tahun ini menyayangi dan merawat bocah Ye Chen dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Bahkan jika mereka hidup pas-pasan, keduanya tidak pernah memukul ataupun membentaknya. Tidak pernah mengabaikan kebutuhannya. Selalu ada kehangatan di rumah kecil mereka.

Ye Chen dari bumibadalah anak yatim piatu. Dibesarkan di panti asuhan militer. Tidak pernah merasakan pelukan ibu atau tawa bersama ayah. Kematian dan kehilangan sudah jadi bagian hidupnya.

Tapi kenangan bocah ini... kenangan tentang lima belas tahun kebahagiaan sederhana itu sekarang jadi miliknya juga. Dan dadanya terasa sesak karena hal itu.

"Mereka bukan orangtuaku. Tapi kenapa rasanya begini?"

Sungguh kehidupan yang indah.

Sayangnya...

Dia kembali menghela nafas, berusaha menenangkan hatinya yang tampak sedih. Sebagai tentara, dia sudah terbiasa dengan kematian. Tapi sebagai Ye Chen yang berusia lima belas tahun, ini adalah kehilangan yang tidak bisa diabaikan.

Setidaknya dia harus menguburkan mereka sebagai penebusan dan obsesi terakhir tubuh ini.

"Bom!"

Sebuah ledakan tiba-tiba terdengar dari kejauhan, dan menghentikan gerakan Ye Chen.

Refleks tentaranya langsung aktif. Tubuhnya jongkok. Mata menyapu sekeliling dengan telinga menajam.

"Apakah ada orang yang masih hidup?"

Alis Ye Chen berkerut. Dengan sebuah tebakan di benaknya, dia mulai mempertimbangkan untuk melihatnya.

Tapi...

Dia menatap tangannya yang kecil. Lengan yang kurus. Tubuh bocah lima belas tahun yang tidak terlatih sama sekali. Bahkan dengan pengalaman tempunya, apa gunanya kalau tubuhnya seperti ini?

Saat itu, suara tiba-tiba terdengar dari kejauhan.

"Iblis Jahat! Aku akan membunuhmu!"

Suara yang tampaknya sangat keras itu mengejutkannya. Ye Chen berhenti sejenak, memandang ke arah hutan yang gelap dan mencekam, tampak ragu-ragu untuk terus melanjutkan langkahnya.

Dia yakin bahwa itu memang suara manusia. Dia bahkan bisa mengerti bahasanya dengan jelas karena bahasa itu tidak berbeda dengan apa yang dia ucapkan di bumi. Dia juga yakin, bahwa dari suara yang terjadi, pasti ada sebuah pertempuran yang terjadi di sana.

Sebagai seorang tentara, tentu dia tahu bahwa muncul secara tiba-tiba dan mengagetkan orang lain bisa berakibat fatal. Apalagi dia juga tidak tahu dunia macam apa ini.

Selain itu, dia juga tidak tahu, apakah orang itu adalah sekelompok bandit sebelumnya, atau orang lain.

Dari kata-kata yang terdengar 'Iblis Jahat' sebelumnya tampaknya orang lain. Tapi, apakah orang itu datang kemari untuk menyelamatkan warga desa masih harus diperdebatkan. Terlebih lagi, jika memang ada pertarungan, bisakah dia ikut bertarung dengan tubuhnya yang saat ini?

Dengan tubuh muda, yang tampak lemah dan sama sekali tidak terlatih ini?

Tapi informasi adalah segalanya. Untuk memenangkan pertempuran, ketahui kawanmu dan dirimu sendiri.

"Bom!"

Sementara Ye Chen berpikir, ledakan kembali terjadi dari tempat kejadian. Selain suara ledakan, sebenarnya juga ada sebuah cahaya dan kilatan yang samar-samar terlihat—oranye, putih, biru.

Pertempuran macam apa yang bisa mengakibatkan ledakan keras dan kilatan cahaya seperti itu? Apakah itu sebuah pertemuan tank dan artileri?

Ye Chen penuh keraguan, tapi dengan rasa penasarannya dan naluri tentaranya, dia akhirnya memutuskan untuk melihatnya lebih dekat.

Hanya untuk informasi. Lihat, lalu mundur.

Dia bergerak perlahan, menempel pada bayangan, menggunakan pepohonan sebagai perlindungan. Gerakan yang sudah jadi refleks setelah bertahun-tahun misi infiltrasi.

Ketika jaraknya semakin dekat ke sumber suara, Ye Chen menemukan bahwa suara itu ternyata semakin intens. Bahkan dedaunan dan pepohonan di sekelilingnya tampak bergoyang dan bergetar. Dilihat dari gelombang suara yang ditimbulkan, tampaknya pertarungan sengit itu memang tidak mungkin ditimbulkan oleh manusia biasa.

"Ada yang tidak beres."

Akhirnya, ketika dia berjarak sepuluh meter dari tempat kejadian, tubuh Ye Chen seketika berhenti. Matanya terbuka melebar.

"Tidak mungkin!"

Terkejut, mata dan mulut Ye Chen melebar, tercengang dengan apa yang dilihatnya!

Dua orang atau yang dia kira orang sebenarnya sedang bertarung di udara.

Melayang di udara!

Tidak ada kabel. Tidak ada jet pack. Tidak ada trik apapun. Mereka hanya... melayang.

Keduanya tampak sedang bertarung dengan sengit. Sebenarnya Ye Chen sama sekali tidak bisa melihat gerakan mereka dengan jelas karena terlalu cepat, tapi samar-samar dia bisa melihat siluet keduanya karena tiba-tiba ada bola api, petir, atau cahaya putih yang muncul entah dari mana dan menerangi mereka.

Dan yang lebih gila lagi, ada pedang terbang.

Benar-benar pedang terbang!

Sebuah pedang bercahaya kuning pucat yang terus menerus berbenturan dengan senjata lawan, palu hitam raksasa yang juga terbang dan bergerak sendiri!

Semua logika yang dia ketahui, semua pengetahuan tentang fisika, tentang realitas, runtuh dalam sekejap.

ABADI...

Dia tidak ingin mempercayainya, tapi sebuah pemikiran tiba-tiba muncul dalam ingatannya.

Keduanya adalah mahkluk Abadi!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Benih Dao Kekacauan    Sumberdaya yang menipis

    Malam hari.Di salah satu tebing dengan pemandangan seluruh hamparan gunung bambu. Setengah hari sejak pertama kali keduanya minum, Ye Chen yang sudah banyak berbicara dengan Gua Lin tidak lagi memiliki banyak keluhan seperti sebelumnya.Karena pada dasarnya, Gua Lin memang jarang berada di Sekte Bambu Muda. Sepanjang hidupnya, dia selalu bepergian dan kembali ke Sekte Bambu Muda lima tahun sekali. Jadi wajar jika dia tidak tahu jika Ye Chen adalah murid baru Sekte Bambu Muda.Gua Lin ini juga murid generasi terakhir yang masuk ke Sekte Bambu Muda seratus tahun yang lalu, jadi dia sangat senang saat mengetahui ada murid lain selain dirinya. Terlebih lagi, Gua Lin bercerita bahwa sejak seratus tahun dia menjadi murid Sekte Bambu Muda, dia tidak memiliki saudara seperguruan sama sekali."Jadi, Kakak Senior Gua Lin, kenapa kamu kembali hari ini?" Ye Chen bertanya sambil meminum gelas berisi anggur di tangannya."Untuk mengambil Pil Pembangun Pondasi." Jawab Gua Lin, dan membuat Ye Chen b

  • Benih Dao Kekacauan    Gua Lin

    "Dia," Lin Xinglan kembali berbalik dan menjawab dengan nada yang agak ragu-ragu, "Dari berita yang saya peroleh, dia memang dari keluarga kecil di suatu desa kecil yang bernama Siqing. Dia juga memiliki marga "Ye" yang sama dengan keluarga "Daun", tapi murid tidak yakin bahwa dialah yang kita cari selama ini.""Kita sudah mencarinya selama ribuan tahun terakhir dan tidak pernah mendapatkan petunjuk sama sekali. Jadi wajar jika kamu tidak merasakannya, aku pikir juga tidak akan mudah untuk menemukannya, jika tidak, orang-orang dari jalan iblis akan menemukannya lebih awal. Terlebih lagi, aku dengar bahwa selama beberapa tahun terakhir ini, jalan iblis mulai mencari ribuan pemuda di wilayah kita, tapi mereka masih belum mengumumkan keberhasilannya."Lin Xinglan tiba-tiba mengerutkan keningnya saat mendengar kata-kata itu. Saat mencoba untuk memikirkannya, dia juga merasa hal itu masuk akal."Hhh..." Menghela napas, pria misterius itu kembali berkata tanpa daya, "Lupakan saja, kita tida

  • Benih Dao Kekacauan    Permulaan dan pertanda

    "Oh, sial! Apakah kamu sudah jauh-jauh hari memikirkannya?"Lin Xinglan mengambil kertas pemberian Ye Chen dan tak lama kemudian kedua matanya yang sedikit menyipit mulai melihat antara Ye Chen dan kertas di tangannya."Bajingan kecil, apakah kamu sebenarnya seorang alkemis atau ahli perwayangan? Kenapa kamu meminta hal-hal seperti ramuan roh dan besi sebagai permintaan?""Hehehe, Kakak Senior Xinglan, aku sebenarnya seorang alkemis. Sedangkan untuk bahan-bahan boneka yang aku inginkan, itu hanya karena aku ingin membuat boneka. Entah aku bisa membuatnya atau tidak, aku telah memperoleh Teknik wayang, jadi aku berharap Kakak Senior Xinglan akan membantuku. Akan lebih baik jika Kakak Senior memberikan masing-masing bahan yang aku inginkan sebanyak tiga kali lipat.""Tiga kali lipat?" Lin Xinglan mulai melihat ke arah Ye Chen dengan jijik. "Bajingan licik, apakah menurutmu aku sangat kaya dan bisa memberikan apa pun sesuai keinginanmu? Jangan bermimpi, sekalipun aku berjanji, aku tidak

  • Benih Dao Kekacauan    Tak berdaya

    "Hahahaha!!"Lin Xinglan tiba-tiba tertawa sangat puas saat berhasil menggoda Ye Chen, tapi dia memang tidak berbohong dan menjelaskan, "Jika sepuluh ribu tahun yang lalu, Sekte Bambu Muda memang salah satu yang terbaik dan terbesar di Benua Giok Merah, tapi itu adalah masa lalu. Jadi, terima saja kenyataan bahwa kini hanya ada tiga orang yang tersisa.""Tapi, Senior..." Ye Chen ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tidak tahu harus berkata apa.Sekte yang hanya memiliki tiga orang belaka, apakah itu masih bisa disebut sebagai Sekte?"Kamu mungkin kecewa setelah mengetahui kebenaran Sekte Bambu Muda, tapi apakah kamu lupa, dengan akar roh lima elemen yang kamu miliki, apakah kamu bisa bergabung dengan sekte lainnya?" Saat bertanya tentang ini, nada suara Lin Xinglan menjadi agak serius.Ketika Ye Chen mendengar pertanyaan itu, dia juga tahu bagaimana akhirnya. Dia tidak lagi memiliki pilihan dan hanya bisa menghela napas."Maaf, Senior. Junior hanya sedikit terkejut." Dengan mengatakan i

  • Benih Dao Kekacauan    Sekte Bambu Muda

    "Ingat baik-baik. Ini adalah pertama dan terakhir kalinya, jika keluarga kalian masih tidak belajar...." Lin Xinglan tidak melanjutkan kata-katanya, tapi ketiga Keluarga Wei tahu maksudnya dan buru-buru mengangguk serius."Terima kasih atas pengampunan Senior.""Mulai hari ini, kami, Keluarga Wei berjanji akan mulai mendisplinkan para junior di dalam Keluarga.""Harap Senior percaya, bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi."Tiga orang Keluarga Wei segera berterima kasih dan berjanji pada Lin Xinglan.Mendengar janji itu, meskipun Lin Xinglan tidak yakin, dia tidak bisa lagi melakukan apa pun dan menoleh ke arah Ye Chen, sebelum membawanya kembali ke kapal terbang di awal.Ketika kembali ke kapal, Lin Xinglan yang melihat rasa terima kasih di antara kedua mata Ye Chen hanya tersenyum ringan dan kembali merenggangkan kedua tangannya. Dia juga mulai menguap dan berjalan ke arah kabin kapal."Perjalanan ke Sekte Bambu Muda setidaknya masih butuh waktu beberapa hari lagi untuk

  • Benih Dao Kekacauan    Hukum mutlak Dunia Abadi

    "Siapa yang berani sombong di kediaman keluargaku?!"Suara yang terdengar agung dengan penuh tekanan ini seakan-akan membuat jantung Ye Chen berdegup kencang, dan bahkan dadanya mulai terasa sesak.Akan tetapi, dengan suara dengusan pelan dari Lin Xinglan, semua hal yang membuatnya kesulitan tiba-tiba menghilang begitu saja. Tempat itu juga menjadi sunyi selama beberapa waktu sebelum tiga sosok tiba-tiba terbang dari arah gunung menuju ke arahnya.Satu wanita dan dua pria, seorang pria yang berusia sekitar enam puluh tahun, dan terlihat sebagai pemimpin dari ketiganya buru-buru datang ke arah Lin Xinglan."Senior, maafkan kami karena tidak menyambut kedatangan Anda." Berkata dengan nada yang bermartabat, pria tua itu segera memberikan hormat dan postur merendah."Apakah kamu yang bernama Wei Changqi?" Tanya Lin Xinglan langsung tanpa basa-basi.Ketika Ye Chen mendengar pertanyaan itu, dia segera mengubah wajahnya dan melihat tiga orang di depannya. Terutama pada pria tua yang menjadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status