Home / Rumah Tangga / Benih Rahasia Kapten Yudha / Part 137 Dari Hari ke Hati

Share

Part 137 Dari Hari ke Hati

Author: Lisani
last update Last Updated: 2025-12-18 02:41:00
Arbian menghadang langkah Rian yang hendak masuk. Pria itu memberi isyarat agar Keyla masuk lebih dulu. Meski cemberut, Kayla tetap beranjak.

"Prof. Sovie meninggal dunia," ucap Arbian dan sontak Rian membelalak.

"Kau tidak penasaran mengapa dia meninggal? Bukankah, kau sempat bertemu dengannya, sebelum dia memutuskan keluar negri dan mengganti kewarganegaraannya?" tanya Arbian lagi.

Rian melirik kolam ikan dan mengajak Arbian pindah ke sana. Rian tidak ingin ada yang mendengarkan obrolan mereka. Apalagi topik yang pria itu bahas adalah masalah sensitif.

"Sebenarnya, apa yang ingin Anda ketahui?" tanya Rian tanpa basa-basi.

Arbian tersenyum dan kembali berkata, "Saya ingin tahu sejauh mana adik saya bertindak. Ayana pernah memberitahu saya, kalau Yudha juga pernah beberapa kali berkomunikasi dengan Prof. Sovie. Tepatnya, konsultasi program bayi tabung."

"Itu masalah pribadi Kapten Yudha. Saya tidak berhak mengatakannya, sekalipun saya mengetahuinya," ucap Rian.

"Tapi kam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 151 Merasa Istimewa

    Kembali terbangun dengan menghirup udara segar Pulau Dewata sudah pernah dirasakan Yudha. Akan tetapi, berbeda dengan beberapa hari terakhir. Ia tidak terbangun sendirian, melainkan di sampingnya ada bidadari bumi yang membuatnya betah bergelayut di bawah selimut.Rencana bulan madunya sudah berhasil ia realisasikan sejak tiga hari lalu. Janjinya sudah Yudha penuhi. Terekam jelas senyum bahagia Tari saat menikmati harinya di tempat ini.Yudha tersenyum mengenang ucapan Tari dulu. Meski Pulau Bali cukup dekat dengan Surabaya, tapi istrinya belum pernah sekalipun menginjak pulau ini. Tari mengaku tidak pernah punya kesempatan berlibur karena sibuk mencari uang untuk makan. Kini, wanitanya itu tidak perlu lagi hawatir akan uang. Dengan sifat Tari, Yudha yakin jika uang yang ia siapkan untuk istrinya itu tidak akan habis hingga saat tiba waktunya menghembuskan napas terakhir."Sayang," bisik Yudha mengecup pundak polos istrinya. "

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 150 Ajakan Bulan Madu

    "Rian itu ... dia sebenarnya adiknya Kapten Hamdani. Sama seperti Mas Arbian, Rian juga paman dari bayi kami," jelas Yudha membuat kedua orang tuanya kembali terkejut."Rahasiakan hal ini!" pinta Tari menatap kedua mertuanya bergantian. Di sisi lain, ia tidak ingin mereka mencegah Rian mendekati keponakannya sendiri. Terutama Lusiana."Pantas saja anak itu sangat protektif terhadap Tari," batin Rudi teringat bagaimana usaha Rian selama ini. Setiap ada kesempatan, Rian akan keluar batalyon dan mencari keberadaan Tari. Dengan kecerdasan dan kepekaannya, Rian akhirnya menyadari jika dirinya terlibat dan mulai membuntutinya. Bukannya langsung memberitahu Yudha, Rian tetap berpikir panjang dan menimbang banyak hal.Tari beranjak ke dapur dan disaat itu Rudi berkata, "Pantas saja kamu tidak keberatan Kayla dekat dengan Rian. Ternyata kamu sudah lama mengenal Rian.""Dia jauh lebih baik dari Yudha, Pa. Kalau Rian tidak punya kontrol dan kesabaran yang besar, dia tidak akan meminta tolong Ka

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 149 Pilihan Untuk Lusiana

    'Boleh nggak, sekali ini saja aku egois, Mas?' Sepenggal kalimat itu sempat membuat Yudha bergeming beberapa hari yang lalu. Tari tidak minta berlian, rumah, atau saham. Istrinya hanya minta kesempatan untuk egois. Memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri, bukan karena memikirkan perasaan orang lain.Yudha saat itu mengangguk tanpa merasa keberatan. Kini, Yudha sudah mendapati jawaban dari rasa penasarannya. Tari melaporkan suaminya sendiri pada sang Danyon. Hal itu sama sekali tak pernah terlintas dalam benak Yudha.Bukan hanya Yudha saja yang terkejut. Keluarga Giriandra dan Tim Alfa pun demikian. Mereka sama sekali tidak menduga jika Tari akan mengambil tindakan setegas ini. Akibatnya, Yudha dikeluarkan dari daftar promosi kenaikan pangkat tahun ini."Tari! Apa kamu sudah gila?! Kenapa kamu malah laporin Yudha sama atasannya?! Dasar wanita tidak tahu diuntung!" cecar Lusiana yang sore ini datang ke rumdis putranya. Tari dengan santai menyuguhkan jus jeruk untuk kedua mertuanya. T

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 148 Menghadap Danyon

    Demi mendapatkan kembali surat gugatan cerainya yang berada di tangan Letkol Pasha, mau tidak mau Tari harus menghadap. Ia tidak ingin masalah gugatannya itu sampai ke telinga orang lain dan jadi bahan gosip. Saat ini, ia dan Yudha berada di rumah sang Danyon."Saya benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan Bu Tari ini. Saya terkejut sekali saat melihat surat ini ada di laci berkas rahasia suami saya," ucap Ibu Danyon.Letkol Pasha menghela napas panjang. Terakhir kali bertemu Tari di rumah tempat Yudha kabur, ia melihat sikap dingin wanita itu pada Yudha. Sebagai orang luar dan hanya merupakan atasan dari pasangan itu, ia sama sekali tidak tahu seluk-beluk dari masalah rumah tangga Yudha dan Tari. Akan tetapi, sebagai pimpinan ia harus memberi mereka sedikit pelajaran agar tidak mengulangi hal yang sama."Jadi kapan sidang cerai kalian?" tanya Letkol Pasha."Tidak akan ada sidang seperti itu. Saya sudah menarik kembali gugatan saya, Komandan. Saya menyesali perbuatan saya," ucap

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 147 Siapa Saja yang Tahu

    Setelah mendapatkan tanda tangan Tari, Kamil menghela napas panjang. Setidaknya, AG Tekstil tidak perlu melakukan PHK karyawan. Selama ini, ia membantu Rudi menjalankan perusahaan itu agar banyak kepala keluarga yang bisa memberi makan istri dan anak mereka. "Maaf ya, Om. Tari sama sekali tidak tahu kalau Mas Yudha alihkan sahamnya ke aku," ungkap Tari yang masih syok mengetahui kalau dirinya dalam sekejap menjadi salah satu wanita miliarder. "Pantas saja ngeluarin duit 300 juta kayak ngasih jajan. Ternyata Mas Yudha memang sekaya ini," batin Tari yang baru tahu kalau suaminya punya aset saham AG Tekstil bernilai puluhan miliar. Kamil menatap puas berkas legal di tangannya. Dua pengacara yang hadir di rumah sakit itu tampak saling lirik. Satunya adalah pengacara AG Tekstil dan satunya lagi pengacara perceraian Tari. "Maaf ya, Pak. Saya udah nyusahin," ungkap Tari pada pengacara perceraiannya. Pria itu tersenyum dan mengangguk. "Sama-sama, Bu Tari. Saya justru senang karena Ibu

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 146 Ingin Egois

    Tari mengerjap dan matanya terperangkap pada pemandangan kota malam yang indah. Batinnya bertanya-tanya, apakah saat ini ia sudah mati? "Mas ...," lirih Tari yang terbangun karena mimpi buruk yang menghantuinya. "Aku di sini, Sayang," bisik Yudha dengan tangan kiri yang terus bergerak mengusap rambut istrinya. Tari menoleh dan menatap wajah tampan pria yang tersenyum padanya. "Tidurnya lama banget." Kalimat itu terdengar merajuk. "Kamu masih hidup, Mas?" tanya Tari linglung dan mencoba bangun dari tempat tidur. Rasa pusing yang mendera membuat Tari kembali merebahkan kepalanya. Ia baru menyadari jika bantalnya terasa hangat. Itu bukan bantal, melainkan lengan Yudha. "CK! Memangnya kamu mau jadi janda?" tanya Yudha cemberut. "Aku lihat kamu kena kaca, Mas." Yudha menggeleng dan berujar, "Bukan aku, tapi pelaku yang menculik kamu." "Pelaku?" gumam Tari teringat pria yang tiba-tiba muncul menyerang Yudha dengan pedang panjang. Tari kembali mendongak. Rasanya masih sulit percay

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status