Share

Part 69 Bayi Tabung

Author: Lisani
last update Last Updated: 2025-08-21 20:20:10
"Wah, bayinya aktif sekali. Aku juga nggak nyangka kalau prosedur bayi tabung kalian berhasil dengan sekali coba," ungkap Ayana dengan tatapan tertuju ke layar monitor. Bayi dalam kandungan Tari tampak menggerakkan kaki dan tangannya.

"Bayi tabung?" ulang Yudha menatap Ayana dan Tari bergantian.

Ayana menggigit bibir bawahnya. Wanita itu meringis merasa bersalah melirik Tari. Ia baru saja keceplosan.

"Apa maksud Dokter Ayana? Apa kami punya kelainan sampai kami harus program bayi tabung?" tanya Yudha.

"Yud. Sorry, tapi masalah ini ...." Ayana memejamkan mata sejenak lalu menatap Tari memelas.

"Jadi masalahnya ada padaku?" tanya Yudha merasa tidak percaya dirinya punya kekurangan. Apa yang salah dengan tubuhnya?

"Apa insiden fatal itu menyebabkan ku sulit punya anak?" batin Yudha menggeleng. Akal sehatnya tidak menerima.

Tari tidak tahu apakah Ayana benar-benar tidak sengaja keceplosan atau wanita itu justru sengaja mengungkapkannya. Melihat reaksi Yudha, hal yang Tar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 150 Ajakan Bulan Madu

    "Rian itu ... dia sebenarnya adiknya Kapten Hamdani. Sama seperti Mas Arbian, Rian juga paman dari bayi kami," jelas Yudha membuat kedua orang tuanya kembali terkejut."Rahasiakan hal ini!" pinta Tari menatap kedua mertuanya bergantian. Di sisi lain, ia tidak ingin mereka mencegah Rian mendekati keponakannya sendiri. Terutama Lusiana."Pantas saja anak itu sangat protektif terhadap Tari," batin Rudi teringat bagaimana usaha Rian selama ini. Setiap ada kesempatan, Rian akan keluar batalyon dan mencari keberadaan Tari. Dengan kecerdasan dan kepekaannya, Rian akhirnya menyadari jika dirinya terlibat dan mulai membuntutinya. Bukannya langsung memberitahu Yudha, Rian tetap berpikir panjang dan menimbang banyak hal.Tari beranjak ke dapur dan disaat itu Rudi berkata, "Pantas saja kamu tidak keberatan Kayla dekat dengan Rian. Ternyata kamu sudah lama mengenal Rian.""Dia jauh lebih baik dari Yudha, Pa. Kalau Rian tidak punya kontrol dan kesabaran yang besar, dia tidak akan meminta tolong Ka

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 149 Pilihan Untuk Lusiana

    'Boleh nggak, sekali ini saja aku egois, Mas?' Sepenggal kalimat itu sempat membuat Yudha bergeming beberapa hari yang lalu. Tari tidak minta berlian, rumah, atau saham. Istrinya hanya minta kesempatan untuk egois. Memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri, bukan karena memikirkan perasaan orang lain.Yudha saat itu mengangguk tanpa merasa keberatan. Kini, Yudha sudah mendapati jawaban dari rasa penasarannya. Tari melaporkan suaminya sendiri pada sang Danyon. Hal itu sama sekali tak pernah terlintas dalam benak Yudha.Bukan hanya Yudha saja yang terkejut. Keluarga Giriandra dan Tim Alfa pun demikian. Mereka sama sekali tidak menduga jika Tari akan mengambil tindakan setegas ini. Akibatnya, Yudha dikeluarkan dari daftar promosi kenaikan pangkat tahun ini."Tari! Apa kamu sudah gila?! Kenapa kamu malah laporin Yudha sama atasannya?! Dasar wanita tidak tahu diuntung!" cecar Lusiana yang sore ini datang ke rumdis putranya. Tari dengan santai menyuguhkan jus jeruk untuk kedua mertuanya. T

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 148 Menghadap Danyon

    Demi mendapatkan kembali surat gugatan cerainya yang berada di tangan Letkol Pasha, mau tidak mau Tari harus menghadap. Ia tidak ingin masalah gugatannya itu sampai ke telinga orang lain dan jadi bahan gosip. Saat ini, ia dan Yudha berada di rumah sang Danyon."Saya benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan Bu Tari ini. Saya terkejut sekali saat melihat surat ini ada di laci berkas rahasia suami saya," ucap Ibu Danyon.Letkol Pasha menghela napas panjang. Terakhir kali bertemu Tari di rumah tempat Yudha kabur, ia melihat sikap dingin wanita itu pada Yudha. Sebagai orang luar dan hanya merupakan atasan dari pasangan itu, ia sama sekali tidak tahu seluk-beluk dari masalah rumah tangga Yudha dan Tari. Akan tetapi, sebagai pimpinan ia harus memberi mereka sedikit pelajaran agar tidak mengulangi hal yang sama."Jadi kapan sidang cerai kalian?" tanya Letkol Pasha."Tidak akan ada sidang seperti itu. Saya sudah menarik kembali gugatan saya, Komandan. Saya menyesali perbuatan saya," ucap

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 147 Siapa Saja yang Tahu

    Setelah mendapatkan tanda tangan Tari, Kamil menghela napas panjang. Setidaknya, AG Tekstil tidak perlu melakukan PHK karyawan. Selama ini, ia membantu Rudi menjalankan perusahaan itu agar banyak kepala keluarga yang bisa memberi makan istri dan anak mereka. "Maaf ya, Om. Tari sama sekali tidak tahu kalau Mas Yudha alihkan sahamnya ke aku," ungkap Tari yang masih syok mengetahui kalau dirinya dalam sekejap menjadi salah satu wanita miliarder."Pantas saja ngeluarin duit 300 juta kayak ngasih jajan. Ternyata Mas Yudha memang sekaya ini," batin Tari yang baru tahu kalau suaminya punya aset saham AG Tekstil bernilai puluhan miliar. Kamil menatap puas berkas legal di tangannya. Dua pengacara yang hadir di rumah sakit itu tampak saling lirik. Satunya adalah pengacara AG Tekstil dan satunya lagi pengacara perceraian Tari. "Maaf ya, Pak. Saya udah nyusahin," ungkap Tari pada pengacara perceraiannya.Pria itu tersenyum dan mengangguk. "Sama-sama, Bu Tari. Saya justru senang karena Ibu mena

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 146 Ingin Egois

    Tari mengerjap dan matanya terperangkap pada pemandangan kota malam yang indah. Batinnya bertanya-tanya, apakah saat ini ia sudah mati? "Mas ...," lirih Tari yang terbangun karena mimpi buruk yang menghantuinya. "Aku di sini, Sayang," bisik Yudha dengan tangan kiri yang terus bergerak mengusap rambut istrinya. Tari menoleh dan menatap wajah tampan pria yang tersenyum padanya. "Tidurnya lama banget." Kalimat itu terdengar merajuk. "Kamu masih hidup, Mas?" tanya Tari linglung dan mencoba bangun dari tempat tidur. Rasa pusing yang mendera membuat Tari kembali merebahkan kepalanya. Ia baru menyadari jika bantalnya terasa hangat. Itu bukan bantal, melainkan lengan Yudha. "CK! Memangnya kamu mau jadi janda?" tanya Yudha cemberut. "Aku lihat kamu kena kaca, Mas." Yudha menggeleng dan berujar, "Bukan aku, tapi pelaku yang menculik kamu." "Pelaku?" gumam Tari teringat pria yang tiba-tiba muncul menyerang Yudha dengan pedang panjang. Tari kembali mendongak. Rasanya masih su

  • Benih Rahasia Kapten Yudha   Part 145 Anak Ingusan

    Kapten Raka menurunkan tangannya setelah Letkol Pasha menerima tanda hormatnya. Di belakangnya ada Tim Alfa dan Tim Charlie yang turut memberi hormat. "Lapor, Komandan. Misi penyelamatan selesai dan sandera saat ini berada di rumah sakit, dibawah pengawasan ketat tim medis. Satu anggota terluka parah dan dirawat di rumah sakit. Dua anggota tim luka ringan dan enam lainnya dalam kondisi baik. Korban dari pihak lawan, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia, lima luka ringan, dan sembilan belum sadarkan diri dari efek bius. Tiga peledak rakitan berhasil dijinakkan. Semua TKP disisir dan ditemukan barang bukti seperti yang terlampir dalam bukti laporan saya," ucap Kapten Raka. "Laporan diterima. Kerja bagus. Sekarang, kembali ke barak masing-masing dan lekas beristirahat. Saya tahu kalian penasaran dengan kondisi Kapten Yudha dan istrinya. Tapi saat ini, Tuan Giriandra tidak mengizinkan siapapun menjenguk putra dan menantunya. Saya harap kalian bisa mengerti," balas Letkol Pasha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status