LOGIN'Married to a Man Who Hates Me' Girsa Widjaja tak pernah menyangka bahwa pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan. Istri yang terlihat begitu terobsesi padanya ternyata menyimpan kebencian dingin di balik senyum manisnya. *** Ayura tidak pernah menginginkan Girsa. Sejak awal, dirinya dipaksa paman dan bibinya untuk mendekati Brian—anak majikan mereka. Namun satu kesalahan fatal justru membawa hidup Ayura terjerumus lebih dalam. Ia menghabiskan satu malam dengan Girsa Widjaja, kakak Brian sekaligus pewaris utama perusahaan, dan berakhir terikat pernikahan dengan Pria paling dingin yang selalu membuatnya gemetar. *** Girsa merasa hidupnya berantakan sejak ia pulang. Dikhianati oleh tunangannya sendiri dan dihantam kegagalan bisnis, Girsa berubah menjadi pria dingin dan penuh amarah. Belum lagi paksaan menikah karena kesalahan satu malam. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, Ayura menjadi sasaran kebenciannya—dihina, diabaikan, dan diperlakukan kasar setiap hari. Namun Ayura tidak punya pilihan. Di bawah tekanan paman dan bibinya, ia harus membuat pria yang membencinya itu jatuh cinta...meski hatinya sendiri perlahan hancur. Akankah Ayura bertahan dalam pernikahan penuh luka ini? Atau Ayura memilih menyerah?
View MoreAyura terkekeh sinis. "Aku tahu, kepindahan paman dan bibiku sangat janggal, apa alasan mereka untuk pindah? Lalu tiba-tiba River bilang kalau dia dipaksa untuk tidak mengatakan kebenaran tentang ayahku. Aku tahu bahwa ini adalah ulah tuanmu yang tidak berperasaan," desis Ayura. Largo tidak bisa mengatakan apa pun sebagai bantahan, semua itu memang merupakan fakta. Sorot mata Ayura penuh dengan kekecewaan, Largo takut Ayura akan ikut membencinya hanya karena dia melaksanakan perintah Girsa. Jika Ayura membencinya, dia rela melakukan apa saja untuk dimaafkan lagi, bahkan jika itu mengkhianati Girsa selaku orang yang telah menyelamatkan kehidupannya. Ayura mengatupkan rahang, amarahnya begitu membumbung tinggi, tetapi entah bagaimana dia dapat menahannya meski tubuhnya gemetar. "Kapan?" tanya Ayura dengan suara yang bergetar. "Yuraaa-" Ayura menatap Largo murka. "Sejak kapan kalian tahu?! Sejak kapan Girsa tahu semua ini?!" desak Ayura dengan nada tinggi. Largo meneguk salivan
Ayura menyayangkan ponselnya yang rusak, padahal sebelumnya dia menerima pesan dari River yang belum sempat dia baca. Mungkin ada petunjuk tentang ayahnya, tapi pertama-tama dia harus memperbaiki ponselnya terlebih dahulu. Ayura diam-diam mengambil tasnya dan pergi dari rumah keesokan harinya, Girsa tidak akan mengetahuinya karena sekarang pria itu sedang ada di ruang kerjanya bersama Largo. Siang itu, ia berhasil keluar dari kediaman Widjaja, lalu setelahnya buru-buru memesan taksi karena dia tidak pergi dengan supir, dia keluar melewati gerbang kecil di taman samping. Ayura pergi ke tempat service ponsel. Sembari menunggu ponselnya diperbaiki, dia pergi ke rumah bibinya. Selagi tidak diketahui Girsa, dia bebas melakukan apa pun. Menurutnya ada yang aneh, karena Girsa melarangnya pergi ke rumah bibinya sendiri, padahal sebelumnya dia bebas pergi kesana. Ayura akhirnya sampai di rumah paman dan bibinya, hanya saja dia merasakan atmosfir yang berbeda dari rumah tersebut. Rumah t
Ayura heran dengan paman dan bibinya, perlahan keheranannya berubah menjadi perasaan curiga. Waktu itu bibinya menagih uang, tapi ketika dia hendak memberikannya, bibinya membalas pesannya bahwa dia tidak perlu datang ke sana lagi karena pamannya menggadaikan entah apa-harta milik mereka, dan mendapatkan uang banyak. Jadi, uang yang diberikan Girsa sekarang masih utuh. Hanya saja, Ayura justru curiga. Dia harus mengecek sendiri sesuatu yang janggal tersebut, perasaannya tidak enak. Ayura menyelempangkan tas di pundaknya dan melangkah menuju pintu ketika pintu kamar dibuka dari luar, menampilkan Girsa yang hendak masuk. Ayura mundur, ia segera memasang senyuman tipis. Tubuh Girsa berkeringat sehabis berolahraga, pria itu hanya memakai singlet putih yang menampilkan otot bugarnya. Namun, Girsa sendiri tidak yakin apa penampilannya dapat menggugah hati Ayura barang sedikit saja. Girsa menatap Ayura dari atas ke bawah. Keningnya berkerut tak suka melihat Ayura berdandan seperti he
Ruangan kerja Girsa penuh dengan bekas kekacauan di beberapa tempat, seperti sofa, meja, atau di dekat jendela. Beberapa barang jatuh ke bawah dan membuat ruangan tampak berantakan. Beberapa saat lalu, pergumulan sepasang suami-istri tersebut begitu intens setelah Girsa bertindak tanpa pertimbangan, menekan Ayura dengan kuat. Berhari-hari semenjak percakapan aneh Giraa sore itu tentang sumpah dan segala macamnya, Girsa menjadi aneh. Pria itu seakan tak ingin meninggalkannya barang sedetik pun, dengan intensitas yang hampir menyakitkan. girsa tak ingin berpisah sejengkal pun darinya. Ayura menjadi yang pertama bangun. Dia lantas memakai pakaiannya dan berjalan menuju pintu. Hari sudah malam, dia belum menampakkan diri pada makan malam kali ini pada keluarga Widjaja, mungkin itu sudah terlewatkan. Keningnya berkerut khawatir memikirkan Elena yang akan menjulidinya lagi. Namun, kala dia membuka pintu, sosok Largo yang mengangkat tangan hendak mengetuk pintu terpampang di depannya
Ayura ditinggalkan sendirian. Girsa, Heidy, dan tiga orang lainnya berbaur dengan kelompok lain, jauh di pojok. Masing-masing tangan mereka memegang gelas berisi wine mahal, tampak asyik mengobrol dan sesekali tertawa. Ayura hanya memandang mereka seraya menghela nafas pelan. Ia merasa bosan, d
Ayura melihat Girsa yang bertelanjang dada tengah memakai kausnya. Rambutnya masih meneteskan air. Harum sabun khas milik pria itu menggelitik hidungnya, entah mengapa membuatnya ingin mendekap pria itu. Ayura menggeleng menyadari pemikiran gilanya. Ia menyukai bau sabun Girsa. Sepertinya ia akan
"Jangan menyentuh ku!" desis Girsa. Netranya menyoroti Ayura tajam dan penuh rasa jijik. "Tuan, maafkan aku, tapi aku benar-benar sedang membutuhkannya. Aku akan membayarnya kembali, aku akan membayarnya dengan cepat." Alis Ayura menurun, matanya berkaca-kaca. Ayura benci saat-saat di mana diri
Elena melebarkan matanya ketika melihat Brian berlari sembari menggendong Ayura yang pingsan. Ia buru-buru mengejarnya. Wanita berkepala lima yang masih lincah karena sering yoga dan berolahraga itu menghentikan Brian dan bertanya dengan raut terkejut. “Ada apa ini, Brian? Apa yang terjadi pada Y






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore