LOGIN'Married to a Man Who Hates Me' Girsa Widjaja tak pernah menyangka bahwa pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan. Istri yang terlihat begitu terobsesi padanya ternyata menyimpan kebencian dingin di balik senyum manisnya. *** Ayura tidak pernah menginginkan Girsa. Sejak awal, dirinya dipaksa paman dan bibinya untuk mendekati Brian—anak majikan mereka. Namun satu kesalahan fatal justru membawa hidup Ayura terjerumus lebih dalam. Ia menghabiskan satu malam dengan Girsa Widjaja, kakak Brian sekaligus pewaris utama perusahaan, dan berakhir terikat pernikahan dengan Pria paling dingin yang selalu membuatnya gemetar. *** Girsa merasa hidupnya berantakan sejak ia pulang. Dikhianati oleh tunangannya sendiri dan dihantam kegagalan bisnis, Girsa berubah menjadi pria dingin dan penuh amarah. Belum lagi paksaan menikah karena kesalahan satu malam. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, Ayura menjadi sasaran kebenciannya—dihina, diabaikan, dan diperlakukan kasar setiap hari. Namun Ayura tidak punya pilihan. Di bawah tekanan paman dan bibinya, ia harus membuat pria yang membencinya itu jatuh cinta...meski hatinya sendiri perlahan hancur. Akankah Ayura bertahan dalam pernikahan penuh luka ini? Atau Ayura memilih menyerah?
View MoreHari ini Girsa pulang lebih awal, bahkan sebelum jam makan siang. Beberapa bulan terakhir keadaan perusahaannya jauh lebih stabil dibanding sebelumnya. Setelah melewati masa kerugian yang cukup berat, ritme kerja di kantor kini menjadi lebih fleksibel. Banyak urusan sudah dapat diselesaikan oleh para direktur divisi tanpa harus menunggunya turun tangan langsung. Begitu mobilnya berhenti di depan mansion Widjaja, suasana yang menyambutnya terasa terlalu sunyi. Rumah itu sangat besar—terlalu besar untuk terasa hidup ketika sebagian penghuninya tidak ada. Girsa berjalan melewati lorong panjang dengan langkah santai. Sepatunya berdetak pelan di lantai marmer yang mengilap. Para pelayan mungkin sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing. Ibunya kemungkinan sedang keluar bersama teman-teman sosialita nya untuk makan siang atau berbelanja. Bisa juga ia sedang tidur siang di kamarnya yang selalu tertutup. Ayahnya masih berada di luar negeri untuk urusan bisnis. Brian tent
Malamnya, Girsa pulang tepat waktu. Setelah makan malam bersama, sepasang suami istri tersebut kembali ke kamar. Ayura tidak melihat Largo disekeliling mereka, pria itu sudah menghilang sejak tadi, dia akan menghilang jika Girsa datang, dan muncul saat dibutuhkan. Keberadaannya tidak bermanfaat, nyatanya hanya dia yang diberi pengawasan sampai ke dalam rumah oleh Girsa, sedangkan yang lain tidak.Melihat Girsa keluar dari kamar mandi dan langsung duduk memangku laptop, membuat Ayura melangkah mendekat. "Apa kau ingin kupijat?" tanya Ayura berbasa-basi, padahal sebenarnya ia ingin lekas beristirahat. Namun demi membangun hubungan yang baik dengan Girsa, Ayura masih harus membuat ptia itu setidaknya menyukainya. "Mungkin aku bisa merilekskan tubuhmu yang kaku." Girsa mengalihkan pandangan dari laptopnya ke arah Ayura, lagi-lagi rautnya sulit dibaca. "Apa kau sengaja melakukannya?" Girsa menyipitkan mata, nada suaranya terasa merendahkan Ayura. . "Apa maksudmu?" Ayura gagal paha
Ayura sudah bersiap dengan pakaian formal paling bagus yang ia miliki. Wajahnya dipoles dengan riasan yang lebih tebal dari biasanya, merubah fitur murni nan lugunya menjadi lebih dewasa dan tajam. Setelah mempersiapkan berkas-berkas untuk melamar pekerjaan, ia melangkah keluar kamar. Ia membuka pintu dengan hati damai, tapi sepenuhnya terkejut ketika melihat Largo berdiri di samping pintu, tubuhnya terlonjak. "Kau mengagetkanku!" kesal Ayura. Largo menunduk sedikit. "Maafkan saya, Nona." Ayura hanya mendengus. Ia merapikan rambutnya sebentar sebelum melanjutkan langkahnya yang tertunda. Namun, Largo mengikutinya. Ayura berbalik dan menatapnya tegas. "Kali ini apa kau akan mengikutiku juga?" "Ya, Nona." Ayura mengetatkan rahangnya, menahan kekesalannya. Lagi-lagi dia harus menjaga emosi seseorang. Perkataan Girsa kembali terngiang di kepalanya. Largo adalah sosiopat, dia mungkin berbahaya jika lepas kendali. Pandangannya yang tenang dan emosinya yang seakan ter
Pagi itu suara dering ponsel berbunyi nyaring, membangunkan Ayura dari tidurnya. Dari celah matanya, Ayura melihat Girsa terbangun dan mengambil ponsel di atas nakas. Ia memilih untuk berpura-pura tidur, namun dalam diam memerhatikan Girsa yang berbicara dengan seseorang di seberang telepon. Pagi ini dia tidak mood bertingkah manis di depan Girsa—sejak subuh dia sudah berencana, lebih baik bangun setelah pria itu berangkat bekerja. Ayura mendengar Girsa menghela napas lelah. "Kukira ada apa, Heidy, ternyata hanya karena ini kau menghubungiku pagi-pagi buta." Ayura tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Heidy di seberang telepon—dia tidak peduli. "Ya, aku juga merindukanmu," kata Girsa, matanya melirik Ayura yang masih terlelap, napas gadis itu begitu teratur. Girsa turun dari kasur karena tidak ingin membangunkan Ayura. Girsa berhenti di dekat pintu kaca yang menghubungkan ke balkon, menaruh sebelah tangannya di atas pinggang. "Bersabarlah sebentar lagi. Jangan k












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore