Partager

Diam-diam Menyusup

Auteur: El Nurien
last update Date de publication: 2026-08-25 22:00:29

​“Lalu, apa sebenarnya tujuan utamamu membeli saham di perusahaan ini? Bahkan dengan sengaja tidak menggunakan namamu sendiri?” tanya Anqi dengan nada curiga, menatap lekat ke dalam kedua bola mata Gu Chen.

Gu Chen membuka mulutnya hendak menjawab, namun niatnya urung seketika saat terdengar ketukan pelan dari arah pintu.

“Masuk,” suruh Anqi dengan nada lelah.

Asisten Ming Yue melangkah masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah nampan berisi dua cangkir minuman h
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Bersemi di Musim Gugur   Menua Bersama, Mungkinkah?

    ​“Tentu saja, aku ingin kita sebagai suami istri seutuhnya. Menua bersama,” sahut Gu Chen cepat.​“Kalau begitu, mari kita terbuka soal keuangan. Aku akan memperlihatkan seluruh hartaku, begitu juga kamu, lalu kita hitung pengeluaran rumah tangga secara transparan,” sahut Anqi diplomatis.​Gu Chen terdiam.​“Kenapa?” tanya Anqi tajam. “Kau tidak percaya padaku?”​Gu Chen menggeleng pelan. Ia sempat menghela napas panjang, kemudian meraih kedua tangan Anqi dengan lembut.“Bukan aku tak mau atau tak percaya. Tapi ada situasi keuanganku yang benar-benar tidak bisa aku jelaskan padamu sekarang.”​“Situasi apa? Masalah pengobatan Tang Tang? Apa di matamu aku ini wanita sepelit itu?”​“Tidak. Bukan begitu. Dan bukan itu alasannya. Aku sungguh tak bisa menjelaskannya sekarang padamu.”​Anqi menarik kembali kedua tangannya dengan kasar. “Kalau begitu, kita tetap pada batasan awal. Hubungan ini hanya sebatas transaksi,” tegas Anqi memperjelas pendiriannya.​“Anqi, tidak bisakah kau beri aku se

  • Bersemi di Musim Gugur   Kepastian

    Anqi menggeleng pelan.“Lalu, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?” tanya Wang Meng cemas.Anqi hanya diam. Menatap jalanan yang benar-benar sepi.***“Sudah datang?” Senyum hangat Gu Chen menyambut kedatangannya. Pria itu masih memegang centong dan apron di badannya.Anqi hanya mengangguk, kemudian melepaskan sepatu dan meletakkannya ke rak.Gu Chen menghampiri dan membawanya ke arah dapur. “Aku memasakkan makanan favoritmu.”Anqi menatap meja yang kini sudah dipenuhi beberapa hidangan. Benar, semua itu adalah makanan kesukaannya.“Maaf, aku sudah makan tadi dengan Wang Meng.”“Aku tahu itu. Coba sedikit saja, ya. Aku tahu makanan di luar tidak akan senikmat saat kau makan masakanku,” sahut Gu Chen, masih dengan semangat.“Maafkan aku. Aku lelah. Aku ingin istirahat. Selamat malam,” ucap Anqi, kemudian berlalu, meninggalkan Gu Chen yang terbengong di tempat.Gu Chen menoleh ke semua masakannya yang sudah tersusun rapi di atas meja dan kini terlihat sia-sia.“Ini bukan Anqi,” gumamn

  • Bersemi di Musim Gugur   Arti Sebuah Hubungan

    “Kenapa aku di sini?” gumam Anqi. Dirinya tengah berada di selasar tempat Tang Tang dirawat.Ia menghela napas sebentar. Tidak mungkin ia berada di sini tiba-tiba. Ia memang mau ke sini, hanya saja ia tidak tahu jelas apa tujuannya.Dari balik kaca nako pintu ruang VIP yang sedikit terbuka, ia mencuri pandang ke dalam. Di sana, suasana hangat namun getir langsung menyergap indranya.Gu Chen tampak duduk di tepi ranjang, dengan sabar menyuapi bocah yang mengenakan kupluk itu sesendok bubur sambil menceritakan sebuah kisah ringan. Tang Tang tertawa kecil, wajah pucatnya tampak berbinar bahagia di dalam dekapan perhatian pria yang selama ini menjadi suaminya.Melihat pemandangan itu, dadanya mendadak sesak. Ada rasa haru yang mencuat, namun bersamaan dengan itu, rasa asing yang teramat kuat kembali menghantamnya. Ia merasa seperti seorang penonton asing yang mengintip kebahagiaan keluarga kecil milik orang lain, sebuah ruang utuh di mana ia sama sekali tidak memiliki tempat di dalamnya.

  • Bersemi di Musim Gugur   Anggap Saja Kompensasi

    “Gu Chen... seserius ini keadaannya, kenapa dari awal kau sembunyikan dariku?!” seru Anqi nyaris berteriak, suaranya bergetar hebat menahan gelombang emosi yang kembali menghantam dadanya.Gu Chen bergegas mendekat, tetapi Anqi mundur beberapa langkah. “Kau tidak pernah diskusi atau mengeluh platfrom padaku, aku mengerti karena aku tidak tahu apa-apa di dunia digital. Developer? Aku mengerti, walau bagaimanapun kita dari dua perusahaan yang bersaing.”“Tidak, Anqi. Aku tidak pernah berpikir begitu,” seru Gu Chen sambil meraih tangan Anqi, tetapi wanita itu bergerak mundur.“Lalu Tang Tang? Kenapa kau tidak cerita padaku? Menurutmu apa aku mampu bersaing dengan anak kecil?!” teriak Anqi, dengan napas tersengal dan mata memerah. Ia berpaling demi menutupi matanya yang mulai berair. Gu Chen memeluknya dari belakang. “Aku salah. Aku minta maaf. Maafkan aku.”“Lepaskan!”“Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memaafkanku.”“Gu Cheeen!” seru Anqi dengan napas tersengal. “Maafkan

  • Bersemi di Musim Gugur   Selalu Saja Ada Rahasia

    Gu Chen menggeleng perlahan. “Bohong jika aku mengaku tidak ingin punya anak sendiri,” lanjut Gu Chen, matanya kini menatap Anqi dengan sorot yang jauh lebih dalam. “Bagaimanapun juga, Tang Tang bukan darah dagingku. Aku pun mendambakan hadirnya seorang anak kecil yang berlari riang menyambut kita pulang ke rumah seusai lelah bekerja. Seseorang yang membawa napas serta sifat yang menyerupai kita berdua.”Gu Chen berhenti sejenak, membiarkan kalimatnya menggantung di udara. Anqi memilih tetap bergeming dalam diam, membiarkan suaminya itu menyuarakan isi hati yang paling dalam, meski pada detik yang sama hal itu justru terasa seperti mencabik-cabik perasaannya sendiri.“Tapi, aku bukan orang yang picik, Anqi. Aku sangat tahu kalau memiliki anak itu bukan sekadar urusan biologis semata. Itu sebuah perjuangan dan kesiapan mental yang luar biasa berat. Aku tidak bisa begitu saja memaksamu hanya dengan alasan status pernikahan kita, apalagi setelah aku tahu betapa besarnya trauma masa la

  • Bersemi di Musim Gugur   Sosok Seorang Anak di Kehidupan Gu Chen

    Dan ia jauh lebih marah lagi saat menyadari bahwa Gu Chen tidak pernah terbuka padanya sejak hari pertama pernikahan mereka. *** Perjalanan pulang di dalam mobil terasa begitu panjang dan menyesakkan. Keheningan yang tercipta di dalam kabin jauh lebih berisik daripada keributan di ruang rapat tadi. Bai Hao, asisten pribadi Gu Chen, berkali-kali mencuri pandang ke arah spion tengah, menangkap ketegangan yang menggantung di antara kedua majikannya. Ia tahu, ada badai yang sedang mengumpulkan kekuatannya di balik diamnya Anqi dan Gu Chen. “Tidak ada yang ingin kamu tanyakan?” pancing Gu Chen akhirnya, memecah kesunyian dengan nada suara yang sangat berhati-hati. “Diam. Perasaanku lagi buruk,” tukas Anqi dingin dengan tatapan yang masih lurus menatap ke luar jendela. Gu Chen menghela napas pasrah. Perang dingin ini sangat menyesakkan dada, tapi itu konsekuensi dari kesalahannya sendiri. Bai Hao kembali mengintip lewat kaca spion mobil, menangkap rupa tuannya yang tampak murung. Ada

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status