Mag-log in"Len! maaf yah hari ini aku tidak bisa pulang, aku dipanggil Kakek ku untuk pulang ke Rumah Tua" ucap Dion dengan dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Alena yang terasa sangat nyaman.
Alena menangkup salah satu pipi Dion dengan hangat, tidak perna ada yang memberikan kehangatan seperti Alena berikan, termasuk Neneknya.Hanya Alena dan Mendiang orang tua Dion yang memberikan cinta dan sayang yang sangat tulus pada Dion, tidak perna sekali saja Orang tua Dion merasa keberatan"Sayang!!""Sayang!!"Pekik Dion dengan berlari masuk ke dalam Rumah besar milik Alena, dia mencari keberadaan Alena yang saat ini entah ada dimana.Alena meninggalkan kantor Dion dengan perasaan sesak, dia tidak bisa mengatakan apapun, belum siap bertemu dengan Dion!.Dia takut, dia tidak tau harus mengatakan apa saat bertemu dengan kekasihnya, dia terasa sangat bingung saat ini.Alena juga mematikan ponselnya, agar Dion maupun Avia tidak bisa menghubungi dirinya yang tengah tidak baik-baik saja.Rasa sakit yang mulai sembuh, kembali terbuka, mendengar apa yang dikatakan perempuan yang belum dia ketahui siapa dan apa hubungannya dengan Dion.Kini Alena tau, apa yang Dion sembunyikan sejak dia pulang ke Rumah Kakeknya semalam! ternyata dia tidak boleh bersama dengan dirinya.Dion memang sangat mencintai Alena, tapi cinta Alena terhalang orang tua satu-satunya yang dimiliki Dion.Alena mengendarai mobiln
Dion tersenyum mengingat betapa manjanya Alena semalam! dia yang awalnya sangat kesal, pusing dan juga merasa lelah dengan semua yang dikatakan kakeknya, hilang seketika.Kelakuan Alena saat diatas ranjang bersama dengan Dion, membuat Dion sulit mencintai perempuan lain, sulit melihat perempuan yang sok polos didepannya."Bagaimana aku bisa pusing?? kalau kucing kecil terus manja!" batin Dion dengan menyandarkan punggungnya.Dion tengah asik memikirkan kejadian semalam bersama dengan Alena, tiba-tiba dia mendengar keributan didepan pintu ruang kerjanya.Dion menoleh ke arah pintu koko yang tidak jauh dari dia, Dion melihat pintu pintu terbuka dengan sangat kasar.Dion menaikan satu alisnya melihat perempuan yang masuk keruanganya dengan Alif yang menghalangi dia masuk mendekati Dion."Maaf Tuan! Nona menerobos masuk" lirih Alif dengan menyesalDion memberikan kode pada Alif agar dia meninggalkan Dia dengan Yovia ada didalam ruang kerjanya.Dion ingin tau apa yang dikatakan Yovia padan
Tokk Tokk Tokkk "Sayang!!" Ceklek Dion masuk ke dalam ruang kerja Alena, dia tersenyum melihat Alena tengah sibuk dengan pekerjaannya, sampai dia lupa waktu. Dion melangkah mendekati Alena yang fokus ke layar laptop yang ada didepannya dengan tampak sangat serius. "Sayang! ini sudah pukul 8 malam!" ucap Dion dengan mengusap pucuk kepala Alena dengan sayang Alena yang sadar akan kehadiran pria yang selalu saja membuatnya nyaman, dia menghentikan jari-jemarinya!. Alena mendongak menatap Dion yang ada disampingnya dengan senyum, dia tidak tau kapan kekasihnya pulang. "Kapan kamu pulang??" tanya Alena dengan menutup layar laptop nya. "Dari tadi sayang" bohong Dion Alena beranjak dari duduknya, dia menghadap ke Dion yang memegang pinggang rampingnya! Alena mengalungkan kedua tangannya ke arah leher Dion dengan manja. "Kamu kok sudah pulang??" tanya Alena "Kamu tidak senang aku pulang??" tanya Dion dengan menggosokkan hidung mancungnya ke hidung Alena dengan gemas. "Tidak! b
"Kenapa menyuru ku datang??" tanya Dion sangat to the poin dengan sang kakekHah..Kakek Dion menghela napas lelah, dia sudah tua! apa yang ingin dia katakan pada Dion hanya masa depan Dion yang belum sempurna.Kakek ingin melihat cucunya menikah dengan orang yang tepat, dia ingin menimang cucu sebelum dia meninggal nanti.Usia kakek Dion yang sudah masuk ke 70 tahun, dia sangat ingin melihat kebahagian memenuhi hidup Dion yang sudah lama kelam."Nak, apa yang diharapkan orang tua yang sudah tidak berdaya ini!! selain melihat cucunya bahagia" ucap Kakek"Kakek hanya ingin melihat kamu bahagia sebelum kakek menjemput ajal! ingin melihat cucu laki-laki semata wayang kakek menikah dengan orang yang tepat" lanjut Kakek"Dulu Kakek dan Nenek sudah sepakat menjodohkan kamu dengan cucu mendiang sahabat Nenek kamu! dia sangat cantik, lulusan terbaik di Amerika! dia seorang Desainer mudah yang sangat berbakat, dia dari keluarga kaya dan baik-baik! sepadan dengan kamu!" lanjut Kakek lagiDion m
"Len! maaf yah hari ini aku tidak bisa pulang, aku dipanggil Kakek ku untuk pulang ke Rumah Tua" ucap Dion dengan dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Alena yang terasa sangat nyaman.Alena menangkup salah satu pipi Dion dengan hangat, tidak perna ada yang memberikan kehangatan seperti Alena berikan, termasuk Neneknya.Hanya Alena dan Mendiang orang tua Dion yang memberikan cinta dan sayang yang sangat tulus pada Dion, tidak perna sekali saja Orang tua Dion merasa keberatan dengan kemanjaan Dion.Termasuk Alena yang memang dia punya sisi hangat, membuat dia memberikan kehangatan yang Dion butuhkan. "Pulang lah! aku akan menunggu kamu di Rumah" sahut Alena dengan senyum"Kamu tidak keberatan??" tanya Dion dengan menarik kepalanyaDion menoleh ke arah Alena dengan tatapan tidak percaya, dia sangat pengertian dengan Dion! pantas saja selama ini Alena di manfaatkan Angga.Sekarang Dion tau, selain Alena sangat sabar, penyayang, hang
"Bagaimana???" tanya Dion tanpa menatap Asisten pribadinya yang ada didepannya Alif memberikan tablet yang ada ditangannya pada Dion! Dion menerima tablet yang diberikan Alif padanya. Dia ingin tau bagaimana Yuda, Ero dan tentu saja Antok didalam penjara! bagaimana nasib mereka didalam penjara. Ero lebih manusiawi, dia tidak separah Yuda dan Antok yang sudah menjalankan pembunuhan berencana kedua kalinya. Ero dia seperti tahanan pada umumnya, makan, minum, kerja sampingan didalam tahanan, melayani tahan yang punya uang. Berbeda dengan Antok yang sejak masuk ke dalam penjara dia sudah dirundung, dibully, dihina, diperlakukan jauh dari kata manusia. Bahkan jata makan saja direbut tahanan yang memang sudah dibayar Alif untuk menyiksa Antok! bukan hanya itu saja Antok diminta untuk melayani semua tahanan yang tinggal bersama dengan dirinya. Kalau Antok menolak, teman satu selnya akan menghajar Antok habis-habisan! pertama kali masuk saja Antok sudah babak belur karena kesombonganny







