Share

Kasar

Author: Nic Arhsy
last update publish date: 2026-09-07 22:13:28

Ddrrrrtt… ddrrrtt…

Suara getaran keras berpadu nyaringnya dering ponsel memecah keheningan kamar utama yang masih terkurung dalam kegelapan remang. Sean mengerang pelan, menggerakkan lengannya yang terasa berat untuk meraba-raba nakas di samping ranjang. Matanya masih tertutup rapat, kepalanya terasa pening luar biasa akibat pengaruh sisa alkohol dan rasa lelah hebat yang menguras tenaganya semalam.

Tanpa melihat siapa yang memanggil, Sean menggeser layar dan menempelkan benda tipis itu ke teli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (29)
goodnovel comment avatar
E❤️‍🩹A
astagfirullah slama baca cerita ini aku jdi smkin sering beristighfar karna ulah Sean
goodnovel comment avatar
Sri Yati
ucapan sean pedes banget... sudahlah .. mending pis4h saja dari pada makan hati setiap hari
goodnovel comment avatar
Sri Yati
sean...kamu yang keterlaluan... malam sampai subuh mengempur stella, giliran bangun telat stella yang disalahkan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Nyesal

    "Chelsea... beraninya dia justru mencoreng nama baik Sean dan menghancurkan Sean dengan masa lalunya. Dia yang selama ini mengaku bahwa dia adalah korban, ternyata dia adalah penjahatnya!" geram Nyonya Anderson karena selama ini salah memahami sang menantu."Sudah, Ma. Lagian Mama juga, bukannya mengenal Kak Stella dulu di awal masuk, malah langsung nyerang hanya karena Kak Stella punya keluarga yang bangkrut dan papanya di bawah tanggungan Kak Sean," sahut Clarissa menyalahkan ibunya yang tidak bijaksana dalam menilai orang."Mama hanya percaya kata-kata Sean, bahwa Chelsea-lah yang menjadi penyelamat hidup Sean. Apa salahnya Mama juga ingin menjadikan Chelsea yang Mama pikir benar-benar sudah dirusak oleh Sean menjadi mantu Mama? Mama hanya memikirkan Mama punya anak perempuan. Bagaimana perasaan Mama kalau anak perempuan Mama dirusak oleh anak laki-laki orang lain? Mama pasti akan sedih, kecewa, mungkin bunuh diri karena merasa hancur.""Nah! Buktinya ternyata yang dirusak itu Kak

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Paris!

    "Seret dia ke hadapanku malam ini juga! Aku tidak mau tahu bagaimana caranya!" gertak Sean dengan urat leher menegang keras. Pria itu baru saja membanting pintu ruangan kerjanya di lantai paling atas Anderson Group Tower, memecah keheningan malam kota yang sepi."Tenang dulu, Sean! Dengarkan aku!" sela Samuel seraya menahan dada sahabatnya agar tidak bertindak lebih gila lagi. "Detektif swasta terbaik yang kita sewa baru saja mengirimkan laporan resmi beberapa menit lalu. Data lokasi ini seratus persen akurat!""Di mana Julian?!" desak Sean penuh desakan liar, mencengkeram kemeja Samuel hingga kancing atasnya terlepas."Julian ada di Paris, Sean!" sahut Leonel setengah berteriak, menunjukkan layar tablet pintarnya tepat di depan wajah Sean. "Pria itu sedang menghadiri konferensi tingkat tinggi bersama rekan-rekan bisnis farmasinya di Hotel Ritz, Paris! Titik koordinat GPS dan geotagging ponsel pribadinya aktif di sana sejak delapan jam yang lalu. Dia sama sekali tidak berada di Indo

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Terlacak

    Suasana di area lobi dan koridor Anderson Hotel berubah menjadi kekacauan massal. Puluhan pengawal berjas hitam berlarian menyisir setiap sudut gedung, sementara sirene sistem keamanan internal meraung-raung memecah keheningan malam. Tamu-tamu undangan yang tersisa di ballroom mulai berbisik-bisik panik, menyaksikan kepanikan luar biasa yang melanda keluarga penguasa Anderson Group.Di dalam ruang IT yang pengap, bau anyir darah menyengat udara. Sean masih berdiri mematung di depan monitor yang retak bergaris-garis merah. Kepalan tangan kanannya yang robek terus meneteskan darah segar membasahi lantai marmer putih, namun tatapan matanya yang kosong dan memerah terlihat bagaikan iblis yang kehilangan jiwanya."Sean, cukup! Kamu bisa kehabisan darah kalau begini!" bentak Samuel seraya merenggut paksa lengan Sean, menariknya keluar dari ruang IT. Pria itu menyuruh dua pengawal memegangi bahu Sean yang kaku untuk membawanya ke area ruang medis darurat di lantai dasar.Dokter Fiona yang le

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Jenius

    Seorang wanita melangkah keluar dari pintu toilet dengan gerakan yang amat cepat. Ia mengenakan celana leging hitam tipis, atasan kaos lengan panjang berwarna gelap yang sedikit kelonggaran, serta topi baseball yang ditarik rendah menutupi separuh wajahnya. Kepalanya terus menunduk dalam-dalam, menyusuri sudut tembok lorong seolah menghindari jangkauan sudut pandang kamera pengawas."STOP! Kembalikan lima detik!" teriak Sean histeris hingga suaranya pecah di dalam ruangan IT yang sesak itu.Operator dengan cepat menekan tombol rewind. Gambar bergerak mundur lalu berhenti tepat saat sosok wanita berpakaian gelap itu melangkah keluar melewati bingkai pintu kayu toilet."Perbesar gambar wanita itu! Enhance sekarang!" gertak Sean seraya mencengkeram bahu kursi operator hingga plastik pelapisnya retak dan berderit nyaring.Gambar diperbesar secara digital. Meski wajahnya tertutup rapat oleh lidah topi dan masker kain hitam, Sean sama sekali tidak bisa dibodohi. Langkah kaki yang halus namu

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Cek CCTV

    "Ta-tadi... saya bertemu Nyonya Muda di lorong," jawab Dokter Fiona terbata-bata seraya memegangi leher belakangnya yang terasa begitu nyeri dan pening. Matanya menyiratkan ketakutan saat menatap raut wajah Sean yang memerah murka. "Nyonya pamit mau ke toilet... tapi saat saya bilang arah toilet bukan ke sana melainkan ke sebelah kiri, tiba-tiba pandangan saya gelap. Saya tidak ingat apa-apa lagi, Tuan. Bangun-bangun saya sudah tergeletak di atas sofa ini..."Dada Sean bergemuruh hebat mendengar kesaksian itu. Pria itu melepaskan cengkeramannya dari bahu Dokter Fiona, membuat sang dokter terduduk lemas di atas sofa dekorasi."Periksa ke semua area toilet!!" Perintah Sean dengan raut wajah mengerikan."Baik, Tuan!" Mereka langsung bergerak menuju toilet dan tak lama kemudian mereka kembali sambil menggeleng."Tidak ada, Tuan."Sean langsung mengepalkan kedua tangannya. Lalu teringat akan kalimat dokter Fiona yang mengatakan dia dipukul dari belakang sampai pingsan. "Artinya ada skenari

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Klarifikasi

    "Aku tidak butuh panggung itu! Aku cuma butuh istriku!" racau Sean histeris. Pria itu menyapu seluruh piring kristal di meja VIP hingga hancur berkeping-keping di lantai, menimbulkan suara dentangan kencang yang memotong kasak-kusuk ratusan tamu."Sean, sadar! Kamu mau bikin Stella makin dicap buruk di depan ribuan pasang mata?!" bentak Samuel seraya mencengkeram erat kedua bahu Sean, menahan sahabatnya yang sudah bagai orang gila. "Naik ke atas panggung sekarang! Buka suara! Tegaskan ke semua orang kalau wanita yang ada di video itu adalah istri sah kamu, cinta pertama kamu yang selama ini kamu cari! Tebus kesalahan kamu sebelum kamu melangkah keluar dari ruangan ini!"Kalimat Samuel menghantam kesadaran Sean bagai pukulan yang langsung menyadarkan jiwanya. Pria itu menahan napasnya yang memburu, matanya yang merah dan bersimbah air mata menatap panggung utama yang kini diselimuti keheningan mencekam. Ratusan pasang mata tamu undangan, alumni, komisaris, hingga investor asing, menata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status