Compartir

Biarkan Aku Menikmati Momen Ini
Biarkan Aku Menikmati Momen Ini
Autor: Taeyon

Bab 1

Autor: Taeyon
Saat masuk ke ruang kerja presdir sambil membawa dokumen, suasananya sudah kacau balau.

Tubuh bagian atas Edy terbuka, memperlihatkan otot perutnya yang kencang dengan bekas kemerahan yang samar.

Begitu melihatku datang, wajah pria itu masih menyisakan kepuasan setelah bercinta. Dia malah menggodaku, “Mina, kamu sangat ingin menikah, ya?”

“Kamu bisa melihat rancangan pernikahannya kapan pun. Kenapa harus datang sekarang dan mengganggu urusanku?”

Aku membalikkan badan, suaraku terdengar berat, “Situasinya mendesak. Nenek tidak bisa menunggu selama itu ....”

Edy tertegun sejenak, lalu terkekeh, “Baguslah kalau kamu tidak cemburu.”

“Aku tahu kamu orang yang pengertian. Bahkan Viny juga sering bilang kamu punya sifat yang baik. Setelah menikah nanti, kamu pasti bisa menerimanya.”

Aku menggeleng, tetapi jantungku justru terasa sangat nyeri.

Selama bertahun-tahun, Edy terus berganti-ganti wanita demi balas dendam padaku, baginya perempuan seolah hanya seperti pakaian yang bisa diganti kapan saja.

Gadis yang bersembunyi di dalam pelukan Edy itu masih muda, cerah, dan begitu cantik hingga tampak seperti bunga teratai yang baru keluar dari air.

Gadis itu bangkit dan sorot lemah di matanya berubah menjadi sedikit tantangan.

“Edy, bukankah kamu belum memutuskan mau memberiku hadiah ulang tahun apa? Menurutku kalung yang dipakai Kak Mina ini lumayan bagus ....”

Wajah Edy berubah, dia langsung berdiri di depanku.

“Jangan macam-macam! Nanti kubelikan yang kualitasnya lebih bagus. Kamu tidak merasa kotor memakai barang yang sudah dipakai orang lain?”

Kotor?

Hatiku tiba-tiba terasa jatuh dan sakit.

Tanganku menyentuh perlahan kalung safir di leherku. Sosok pria di hadapanku perlahan bertumpang tindih dengan sosok pemuda dalam ingatanku.

Saat itu adalah musim panas. Edy yang baru berusia 18 tahun menyerahkan kalung safir warisan keluarganya kepadaku di hadapan semua orang di kompleks keluarga.

“Mulai sekarang, Mina adalah bagian dari Keluarga Cullen! Pikirkan dulu sanggup menanggung akibatnya atau tidak sebelum mengganggunya!”

Saat itu aku baru saja kehilangan kedua orang tuaku. Dengan berbagai tuduhan yang melekat padaku, aku diselamatkan Edy dari kehidupan yang penuh penderitaan.

Brak!

Suara dokumen yang dilempar membuatku kembali tersadar.

Tulisan tangan Edy yang besar dan tegas memenuhi dokumen itu. Dia melempar rancangan pernikahan yang sudah ditandatangani ke hadapanku.

“Kenapa? Belum mau pergi? Jangan-jangan kamu mau sekalian melihat bagaimana kami bersenang-senang?”

Kata-katanya terasa seperti pisau yang menggores tubuhku, mengiris hatiku sedikit demi sedikit.

Aku tersenyum pahit dan memungut dokumen di lantai.

Ternyata aku yang salah. Pemuda yang dulu kucintai itu sudah lama mati.

Mati pada saat ibu Edy yang berusaha menyelamatkanku, didorong para penculik dari tebing hingga jasadnya pun tidak pernah ditemukan.

Begitu keluar dari ruangan, asistenku mengikuti dari belakang.

Dia menggerutu pelan, “Selama Anda pergi dinas, Presdir Cullen selalu dibuat tergila-gila oleh wanita penggoda itu!”

“Di ruang presdir, pantry, ruang istirahat, bahkan di meja kerja Anda ... mereka melakukan hal seperti itu.”

“Kalau tidak terima, bertengkar saja dengannya. Kalian sudah bersama selama 7 tahun. Bagaimanapun, dia pasti masih peduli pada Anda!”

Menangis, membuat keributan, bahkan mengancam dengan berbagai cara ….

Dulu aku sering melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Tetapi yang kudapat justru pembalasan Edy yang semakin menjadi-jadi.

Aku menarik sudut bibirku, lalu melepas kalung safirnya dari leher. Suaraku justru terdengar sangat tenang.

“Tidak perlu. Tolong berikan kalung ini kepada Viny.”

“Kalau dia suka, akan kuberikan padanya. Katakan saja, aku berterima kasih karena dia sudah repot-repot menjaga Edy selama diriku tidak ada.”

Asistenku masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi setelah melihat ekspresiku, akhirnya dia menerima kalung itu.

Setelah meninggalkan perusahaan, aku membuka dokumen yang berada di tanganku.

Di sampulnya tertulis tiga kata besar ….

[Surat Pembatalan Pertunangan]

Bukannya cuma selingkuh? Pacar orang lain selingkuh, memangnya ada urusannya denganku?

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Biarkan Aku Menikmati Momen Ini   Bab 10

    Malam begitu sunyi ….Suaraku tidak keras, tetapi setiap katanya terdengar tegas.Di sampingku, Sean menggenggam erat tanganku. Aku bisa merasakan tangannya sedikit gemetar ….Karena terlalu bahagia.“Cukup sampai di sini. Kami berdua tidak akan menemanimu lagi.”Saat aku berbalik, tiba-tiba terdengar jeritan seorang wanita dari belakang. Entah sejak kapan Viny muncul di sini.Dia mengenakan seragam yang biasa dipakai para wanita pendamping minum di tempat hiburan malam. Riasannya tebal dan mencolok, sama sekali tidak terlihat seperti gadis polos dan pemalu yang dulu.Dia menunjuk ke arahku, nyaris kehilangan kendali.“Mina, semua ini gara-gara kamu! Kalau bukan karenamu, mana mungkin Edy meninggalkanku?”Aku mengangkat bahu, merasa semua ini begitu konyol.“Oh, kukira kamu sudah mendapatkan kebahagiaan yang kamu inginkan. Seharusnya kamu sudah puas.”Suara Viny tiba-tiba meninggi. Dia menunjuk Edy dengan penuh kebencian, “Setelah kamu pergi, dia seperti orang gila. Tidak mau makan ata

  • Biarkan Aku Menikmati Momen Ini   Bab 9

    Beberapa hari berikutnya, aku mendengar beberapa kabar besar yang terjadi di Kota Brooke.Di pantry kantor, orang-orang berkumpul sambil bergosip.“Kalian sudah dengar?”“Presdir Grup Cullen akhir-akhir ini seperti kehilangan akal. Tidak datang ke kantor, tidak mengurus pekerjaan, tidak makan dan minum. Setiap hari hanya menghabiskan waktu di klub malam atau bar dalam keadaan linglung. Tetapi dia tidak melakukan apa-apa, hanya duduk diam melamun.”“Kamu tidak tahu? Itu karena tunangannya kabur. Dia memang pantas mendapatkannya!”“Wanita kesayangannya itu hampir gila. Siang malam tidak bisa bertemu dengannya, tetapi juga tidak berani mengeluh. Katanya dia bahkan tidak mau pergi dari rumah Keluarga Cullen dan bersikeras ingin menikah dengannya. Tetapi malah dilempar ke jalan begitu saja oleh para pengawal. Benar-benar seru ….”Aku hanya tersenyum mendengar semua itu. Tidak lama kemudian, aku pun melupakannya.Sepulang kerja, aku membuat sup penawar mabuk dan sengaja berangkat tepat waktu

  • Biarkan Aku Menikmati Momen Ini   Bab 8

    Saat kami berpapasan, Edy tiba-tiba menarik ujung bajuku dengan lembut. Seolah sedang menyentuh sesuatu yang rapuh dan mudah hancur.Matanya hanya dipenuhi sikap obsesif, “Tetapi Mina, aku mencintaimu! Aku harus bagaimana? Bagaimana dengan masa depan kita?”Mendengar itu, aku hanya merasa lucu.“Edy, menurutmu setelah bertahun-tahun ini masih ada cinta di antara kita?”“Apa kamu masih ingat? Aku pernah bilang, barang yang sudah disentuh orang lain, membuatku merasa kotor.”“Sejak pertama kali kamu berselingkuh demi membalas dendam kepadaku, aku sudah bersumpah, seumur hidup ini tidak akan pernah memaafkanmu.”Urat terakhir kewarasan di mata Edy akhirnya putus. Yang tersisa hanyalah kekacauan merah di matanya.“Aku ingin kamu mengatakannya. Katakan bahwa kamu sudah tidak mencintaiku lagi, dan aku akan pergi!”“Mina, katakan!”Aku menghentikan langkah dan menatapnya lurus. Setiap kata kuucapkan dengan jeda yang jelas.“Edy, aku sudah tidak mencintaimu.”Setelah mengucapkan kalimat itu, a

  • Biarkan Aku Menikmati Momen Ini   Bab 7

    6 bulan berlalu begitu saja.Cuaca di Kota Pero cukup nyaman. Aku membawa Lisa kemari untuk mengembangkan bisnis dari nol dan mendirikan perusahaan milikku sendiri.Sean selalu mengutamakan keinginanku, bahkan sangat memanjakanku hinggga rasanya jika aku meminta bintang, dia tidak akan memberiku bulan sebagai gantinya.Lama-kelamaan, semua kejadian di Kota Brooke mulai kukubur jauh di dalam ingatan.Sampai hari di mana aku bertemu lagi dengan Edy ….Saat itu aku baru saja selesai membahas sebuah kerja sama bisnis.Entah bagaimana, dia berhasil mengetahui keberadaanku dan sudah menunggu di depan kafe, dengan sikap seolah-olah akulah yang telah mengkhianatinya.Selama ini, setiap kali aku tidak mau menemuinya, dia bahkan mengejarku sampai ke tempat Nenek dirawat.Katanya dia sudah berkali-kali diusir, tetapi tetap tidak peduli dengan harga dirinya.Namun kali ini, tatapanku begitu tenang.“Tuan Cullen, mari kita bicara.”Aku baru sadar, waktu memang sesuatu yang luar biasa, mampu menyemb

  • Biarkan Aku Menikmati Momen Ini   Bab 6

    Keramaian dan ucapan selamat di seluruh ruangan terhenti seketika.Di bawah tatapan semua orang, aku menatap Edy dengan tenang.Dia terlihat berantakan dan marah. Bibirnya sempat terbuka, tetapi tidak ada satu kata pun yang keluar.Wajahnya yang biasanya dingin, tenang, dan sulit ditebak kini dipenuhi kepanikan, kegelisahan, serta ketidakpercayaan.Aku menggandeng tangan pria di sampingku dan tersenyum dengan anggun.“Terima kasih Tuan Cullen sudah jauh-jauh datang kemari. Dengan restu Anda, kami pasti akan hidup bahagia sebagai suami istri.”Dia masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi aku tidak ingin berbicara lagi lalu berbalik dan pergi.Asistenku, Lisa, maju selangkah dan berdiri di hadapan Edy.“Presdir Cullen, ini adalah hari bahagia Nona Russel. Jika tetap ingin membuat keributan seperti ini, Anda hanya akan membuatnya malu!”Punggung Edy tetap tegak. Suaranya terdengar berat, “Malu? Tunanganku menikah dengan pria lain tanpa memberitahuku. Siapa yang sebenarnya dipermalukan?”Lis

  • Biarkan Aku Menikmati Momen Ini   Bab 5

    Edy membeku di tempat.Tatapannya kosong, seolah jiwanya meninggalkan tubuh dan yang tersisa hanya raga tanpa nyawa.Suara nyaring temannya masih terngiang di telinga.“Kak, sebenarnya apa yang terjadi antara dirimu dan Kakak Ipar?”“Jika bukan karena melihat sendiri dia menikah dengan orang lain, aku benar-benar tidak akan percaya!”“Yang menikahinya adalah Tuan Muda Keluarga Velloz! Kekuasaan dan pengaruhnya luar biasa, kelihatannya dingin tetapi ternyata sangat lembut. Aku sampai tidak berani bernapas terlalu keras di depannya ....”Viny yang ada di sampingnya tiba-tiba menyela dengan nada manja, “Edy, Kak Mina benar-benar hebat. Demi membuatmu panik, dia bahkan sampai menyuap begitu banyak orang untuk ikut berakting. Dia benar-benar memainkan trik tarik-ulur denganmu!”Ujung telepon hening sesaat, lalu suara temannya langsung meledak marah.“Edy, aku memberitahumu karena menganggapmu sahabat. Kalau kamu mau terus mendengarkan hasutan wanita itu, terserah!”“Aku sudah mengirim alama

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status