Short
Bayang Asmara yang Pudar

Bayang Asmara yang Pudar

By:  FesCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
17Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Yulia duduk di sudut bar, menatap para pria dan wanita di bawah remang lampu, merasa dirinya benar-benar sudah gila. Hanya karena mendengar ucapan, "Alasan sebenarnya pernikahan Hendra sama Yulia ditunda itu gara-gara mantan Hendra diculik orang. Dia bahkan rela batal nikah demi menyelamatkan cewek itu." Dia benar-benar terbang ke Kota Tirta demi mencari tahu kebenarannya. Namun, pemuda terpandang seperti Hendra, yang wajahnya sering terpampang di sampul majalah bisnis dan dikenal sebagai pengusaha santun di malam amal, mana mungkin benar-benar muncul di tempat seperti ini. Dia bersiap pergi, tapi saat gelasnya baru saja ditaruh .... Duar! Suara tembakan mendadak menggema.

View More

Chapter 1

Bab 1

Pintu bar didobrak, beberapa anak buah bernoda darah merangkak masuk sambil berteriak marah, "Hendra! Kamu udah pensiun belasan tahun dan hari ini melanggar pantangan demi cewek, apa nggak takut kena karma?"

Hendra berdiri di ambang pintu, menatap mereka dengan sombong.

"Takutlah. Udah sumpah nggak bakal main darah lagi dan mau jadi pengusaha baik-baik."

"Tapi kamu udah tahu Reni itu bekas cewekku, masih berani usik dia dan maksa aku turun tangan?"

Hendra di depannya terasa sangat asing, hingga meskipun suasana bar hening mencekam, telinga Yulia justru terasa berdengung.

"Reni kerja nggak pakai aturan! Udah memutus tiga jalur rezeki kami!" Pria di barisan depan memaki menahan sakit, "Hendra, kamu keparat malah bela kejahatan! Demi cewek kayak gini kamu bikin heboh, apa nggak takut kedengaran sama wartawan yang mau kamu nikahi itu?"

Hendra mengangkat tangan tanpa ekspresi. Orang-orang di belakangnya langsung maju. Setelah beberapa suara benturan keras, kekacauan pun berakhir.

"Bawa beberapa orang ini, serahkan ke Reni buat diurus," perintahnya sambil menoleh.

Tepat saat dia berbalik hendak pergi, pandangannya terhenti ketika menyapu sudut ruangan.

Yulia mengira Hendra melihatnya.

Namun, seseorang di samping Hendra justru datang melapor.

"Kak Reni udah sadar, tapi emosinya histeris dan megang pecahan kaca mau melukai diri sendiri!"

Hendra seketika memindahkan pandangannya, lalu buru-buru melangkah pergi.

Musik kembali terdengar, orang-orang di lantai dansa mulai menggoyangkan tubuh lagi.

Hanya Yulia yang berdiri di tempatnya, menatap punggung Hendra yang telah menghilang, dengan seluruh tubuh terasa dingin.

"Nona, kamu nggak apa-apa?" tanya bartender dengan niat baik.

Dia menggelengkan kepala.

Bartender itu tersenyum dan berkata, "Baru pertama kali datang terus ketakutan itu wajar. Tapi udah lama juga nggak lihat Kak Hendra bikin keributan sebesar ini. Kami kira hubungan cinta masa kecil mereka udah beneran putus, nggak nyangka ya."

Ujung jarinya gemetar. "Cinta masa kecil?"

"Iya." Bartender itu mengelap gelas. "Kak Hendra sama Kak Reni itu dulu berjuang bareng dari dunia mafia. Habis itu mereka bagi kekuasaan, bahkan Kak Hendra rela pensiun demi Kak Reni."

Dia menghela napas. "Cuma sayangnya, dua-duanya terlalu gengsi. Waktu berantem, nggak ada yang mau ngalah. Belakangan Kak Hendra pergi dan nggak pernah balik lagi. Nggak nyangka kali ini begitu Kak Reni bahaya, dia malah rela ninggalin tunangannya demi ke sini."

Tenggorokan Yulia terasa tercekat.

Bartender itu membungkuk dan mencari-cari di bawah meja kasir, lalu mengeluarkan sebuah foto lama.

"Nih, tempat kami masih simpan foto waktu Kak Hendra lamar dulu. Coba lihat, cocok banget, 'kan?"

Di tengah foto itu, Hendra berlutut dengan satu kaki. Kaos hitam polosnya memancarkan jiwa muda yang liar dan bebas. Dia mendongak menatap Reni, dengan senyuman lebar yang tampak lepas dan menyala-nyala.

Sangat berbeda dengan "Pak Hendra" yang dia kenal, yang kancing kemejanya selalu terpasang rapi sampai atas, lengan bajunya tak berkerut sedikit pun, sudut senyumnya selalu terukur sempurna.

Dan wajah perempuan itu .…

Dia mendadak mengalihkan pandangan, sementara tangannya yang memegang gelas agak gemetar.

Tatapan bartender bolak-balik antara wajahnya dan foto tersebut. "Kamu sama Kak Reni lumayan mirip ya. Tapi pembawaannya beda banget. Kak Reni itu galak berduri, kalau kamu kelihatan banget kayak orang terpelajar."

Malam itu, dia duduk di depan meja bar, mendengarkan masa lalu Hendra dan Reni dari bartender secara bertubi-tubi hingga menyakiti dirinya sendiri. Saat itulah dia baru menyadari, ternyata begini rasanya kalau Hendra benar-benar menyukai seseorang.

Bukannya seperti saat memperlakukannya, yang ramah dan lembut, tapi tidak pernah memasukkannya ke dalam hati.

Fajar menyingsing, Yulia berjalan keluar ke gang belakang. Ponselnya bergetar, menampilkan panggilan dari ayahnya, Arif Andria.

Cecaran omelan langsung menyergapnya, "Kamu gimana sih, jaga cowok aja nggak becus? Udah dikejar-kejar sekian lama, pas hari pernikahan malah ditinggal gitu aja. Muka Keluarga Andria udah habis kamu permalukan!"

"Kamu cepat suruh Pak Hendra balik buat bereskan pernikahan, kalau nggak, Ayah anggap nggak punya anak kayak kamu!"

"Aku nggak mau nikah lagi."

Setelah mengucapkan hal itu, tanpa peduli pada makian ayahnya, Yulia langsung mematikan telepon.

Saat menyeberang jalan, dari kejauhan dia melihat kedai bubur di pinggir jalan. Tampak Hendra dan seorang wanita duduk di dekat jendela.

Rambut wanita itu terurai panjang, dialah Reni yang ada di dalam foto. Dia sedang menyantap buburnya perlahan, sementara Hendra merobek-robek cakwe di piring menjadi potongan kecil dengan telaten, lalu menggesernya ke dekat tangan wanita itu.

Ini adalah kebiasaan yang hanya bisa terbentuk setelah bertahun-tahun bersama.

Yulia mendadak teringat, saat dia demam tinggi tahun lalu dan merasa sangat menderita, dia tidak tahan untuk menelepon Hendra, tapi yang didapatkannya hanyalah kalimat untuk beristirahat dengan baik.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
17 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status