Short
Biarkan Aku Menikmati Momen Ini

Biarkan Aku Menikmati Momen Ini

By:  TaeyonCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat menelepon Edy untuk mengecek keberadaannya, ternyata gadis muda di sampingnya sedang tidak mau diam. “Rancangan pernikahannya sudah dikirim ke emailmu. Asistenmu bilang sampai sekarang belum diterima.” “Kamu ... sedang apa?” Tiba-tiba, terdengar suara gesekan kain dari seberang telepon. Gadis itu sengaja menggodanya dari bawah, Edy mendengus pelan dan nyaris tidak mampu menahan diri. “Sedang berolahraga.” “Anak baik, nanti saja bahas soal pernikahannya.” Setelah menutup telepon, aku terdiam cukup lama sebelum akhirnya membalas email yang sudah menunggu selama seminggu. Yang Edy tidak tahu adalah…. Tidak akan ada kata “nanti” lagi. Tanggal pernikahanku dimajukan.

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat masuk ke ruang kerja presdir sambil membawa dokumen, suasananya sudah kacau balau.

Tubuh bagian atas Edy terbuka, memperlihatkan otot perutnya yang kencang dengan bekas kemerahan yang samar.

Begitu melihatku datang, wajah pria itu masih menyisakan kepuasan setelah bercinta. Dia malah menggodaku, “Mina, kamu sangat ingin menikah, ya?”

“Kamu bisa melihat rancangan pernikahannya kapan pun. Kenapa harus datang sekarang dan mengganggu urusanku?”

Aku membalikkan badan, suaraku terdengar berat, “Situasinya mendesak. Nenek tidak bisa menunggu selama itu ....”

Edy tertegun sejenak, lalu terkekeh, “Baguslah kalau kamu tidak cemburu.”

“Aku tahu kamu orang yang pengertian. Bahkan Viny juga sering bilang kamu punya sifat yang baik. Setelah menikah nanti, kamu pasti bisa menerimanya.”

Aku menggeleng, tetapi jantungku justru terasa sangat nyeri.

Selama bertahun-tahun, Edy terus berganti-ganti wanita demi balas dendam padaku, baginya perempuan seolah hanya seperti pakaian yang bisa diganti kapan saja.

Gadis yang bersembunyi di dalam pelukan Edy itu masih muda, cerah, dan begitu cantik hingga tampak seperti bunga teratai yang baru keluar dari air.

Gadis itu bangkit dan sorot lemah di matanya berubah menjadi sedikit tantangan.

“Edy, bukankah kamu belum memutuskan mau memberiku hadiah ulang tahun apa? Menurutku kalung yang dipakai Kak Mina ini lumayan bagus ....”

Wajah Edy berubah, dia langsung berdiri di depanku.

“Jangan macam-macam! Nanti kubelikan yang kualitasnya lebih bagus. Kamu tidak merasa kotor memakai barang yang sudah dipakai orang lain?”

Kotor?

Hatiku tiba-tiba terasa jatuh dan sakit.

Tanganku menyentuh perlahan kalung safir di leherku. Sosok pria di hadapanku perlahan bertumpang tindih dengan sosok pemuda dalam ingatanku.

Saat itu adalah musim panas. Edy yang baru berusia 18 tahun menyerahkan kalung safir warisan keluarganya kepadaku di hadapan semua orang di kompleks keluarga.

“Mulai sekarang, Mina adalah bagian dari Keluarga Cullen! Pikirkan dulu sanggup menanggung akibatnya atau tidak sebelum mengganggunya!”

Saat itu aku baru saja kehilangan kedua orang tuaku. Dengan berbagai tuduhan yang melekat padaku, aku diselamatkan Edy dari kehidupan yang penuh penderitaan.

Brak!

Suara dokumen yang dilempar membuatku kembali tersadar.

Tulisan tangan Edy yang besar dan tegas memenuhi dokumen itu. Dia melempar rancangan pernikahan yang sudah ditandatangani ke hadapanku.

“Kenapa? Belum mau pergi? Jangan-jangan kamu mau sekalian melihat bagaimana kami bersenang-senang?”

Kata-katanya terasa seperti pisau yang menggores tubuhku, mengiris hatiku sedikit demi sedikit.

Aku tersenyum pahit dan memungut dokumen di lantai.

Ternyata aku yang salah. Pemuda yang dulu kucintai itu sudah lama mati.

Mati pada saat ibu Edy yang berusaha menyelamatkanku, didorong para penculik dari tebing hingga jasadnya pun tidak pernah ditemukan.

Begitu keluar dari ruangan, asistenku mengikuti dari belakang.

Dia menggerutu pelan, “Selama Anda pergi dinas, Presdir Cullen selalu dibuat tergila-gila oleh wanita penggoda itu!”

“Di ruang presdir, pantry, ruang istirahat, bahkan di meja kerja Anda ... mereka melakukan hal seperti itu.”

“Kalau tidak terima, bertengkar saja dengannya. Kalian sudah bersama selama 7 tahun. Bagaimanapun, dia pasti masih peduli pada Anda!”

Menangis, membuat keributan, bahkan mengancam dengan berbagai cara ….

Dulu aku sering melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Tetapi yang kudapat justru pembalasan Edy yang semakin menjadi-jadi.

Aku menarik sudut bibirku, lalu melepas kalung safirnya dari leher. Suaraku justru terdengar sangat tenang.

“Tidak perlu. Tolong berikan kalung ini kepada Viny.”

“Kalau dia suka, akan kuberikan padanya. Katakan saja, aku berterima kasih karena dia sudah repot-repot menjaga Edy selama diriku tidak ada.”

Asistenku masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi setelah melihat ekspresiku, akhirnya dia menerima kalung itu.

Setelah meninggalkan perusahaan, aku membuka dokumen yang berada di tanganku.

Di sampulnya tertulis tiga kata besar ….

[Surat Pembatalan Pertunangan]

Bukannya cuma selingkuh? Pacar orang lain selingkuh, memangnya ada urusannya denganku?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Yoo Sera
Yoo Sera
bagus ceritanya...
2026-10-11 23:11:17
0
0
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status