Share

Bab 16

Pagi itu Satya tampak termenung di depan jendela ruang kerjanya. Seperti biasa dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya, pria tampan itu terlihat berdiri menatap hamparan langit dan awan putih yang terlihat indah di balik jendela kaca.

"Kenapa kamu?" tanya Dirga yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerjanya.

Seketika Satya menoleh ke arah pria itu.

"Syukur kamu datang, aku memang ingin bicara denganmu," kata Satya.

"Apa ini soal pembangunan beutik Clarissa?"

"Tidak," jawab Satya dengan melangkah ke kursinya untuk duduk.

"Lalu?"

"Duduklah dulu!"

Satya mempersilahkan temannya tersebut untuk duduk.

"Ada masalah apa?" tanya Dirga penasaran.

"Mmm... Aku sudah putuskan, untuk tidak menemui Hilya sampai tuntutan perceraianku dilayangkan. Saat ini pernikahanku sudah memasuki dua bulan. Tinggal dua atau tiga bulan lagi tuntutan ceraiku akan dilayangkan. Jadi, selama dua atau tiga bulan ini aku tidak akan menem

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status