Share

Dunia Kecil

Author: NaoMiura
last update publish date: 2026-03-19 20:03:14

“Mereka cepat sekali akrab,” gumam Raya.

Mareeq mengangguk kecil. Mareeq memperhatikan mereka sebentar sebelum menjawab. “Dia memang suka anak-anak.”

Freya terlihat menunjuk ke sebuah kedai es krim di sisi jalan setapak. Aroma manis vanila dan cokelat langsung terasa bahkan dari beberapa meter jauhnya. Beberapa langkah kemudian, anak itu tiba-tiba berhenti dan menoleh ke belakang.

“Papa!”

Mareeq mengangkat alis. Freya berpikir se

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bilur Bulir Bertaut   Kencan Setelah Natal

    Udara kota masih terasa seperti sisa-sisa liburan Natal. Banyak orang masih berjalan santai di pusat perbelanjaan, membawa tas belanja atau sekadar menikmati hari libur yang belum sepenuhnya berakhir. Naomi duduk di kursi penumpang mobil sambil memainkan ponselnya ketika sebuah klakson pendek terdengar.“Kalau kau tidak masuk sekarang, aku pergi sendiri.”Naomi mendongak dan melihat kakaknya, Vino, bersandar di mobil dengan ekspresi sabar yang dibuat-buat. Naomi langsung tertawa kecil dan keluar dari apartemen.“Kau baru datang dua menit,” protesnya.Vino membuka pintu mobil untuknya. “Dua menit itu lama kalau aku menunggu orang yang selalu telat.”Naomi masuk ke mobil sambil memutar mata. “Lebih baik kakak bersyukur adek kakak ini masih mau jalan denganmu.”Vino menyalakan mobil sambil tertawa. “Kau yang mengajakku.”“Itu fitnah.”Naomi menyandarkan kepala

  • Bilur Bulir Bertaut   25 Desember

    Naomi terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dia melihat ke jendela kamar, matahari sudah sangat terik. Dia melihat ke arah jam di dinding, pukul 10.30. Dia terlalu lama tidur.Tubuhnya terasa berat. Taman hiburan, perjalanan malam, tangisan yang akhirnya keluar. Begitu kepalanya menyentuh bantal, ia hampir tidak ingat kapan tepatnya ia terlelap.Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka sedikit. “Naomi.” Suara Leon pelan membangunkannya. Naomi menggeliat kecil di bawah selimut.“Hmm…” gumamnya.“Bangun. Sarapan sudah siap.” tuturnya.Naomi membuka mata setengah saja. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya masih penuh rasa kantuk. Naomi mengerang pelan dan menarik selimut sampai dagu.Leon tertawa kecil dari pintu kamar. Beberapa detik kemudian Naomi akhirnya duduk juga di tempat tidur, mengusap wajahnya pelan. Tubuhnya terasa… pegal. Terutama kakinya.Naomi berjalan keluar kamar dengan

  • Bilur Bulir Bertaut   Hadiah dari Santa

    Tiba-tiba Mareeq menyalakan lampu sein dan membelokkan mobil ke sebuah pom bensin yang masih terang di tengah malam.Naomi menoleh sedikit. “Kamu ingin beli bensin?”Mareeq menggeleng. “Kamu ingin cuci muka agar lebih segar?” Mareeq menawari.Naomi melirik ke kaca spion. Matanya sedikit bengkak, pipinya masih menyisakan bekas air mata. Naomi menghela napas kecil, lalu tertawa pelan.“Baiklah.”Naomi membuka pintu mobil dan turun. Udara malam yang dingin langsung menyentuh wajahnya. Naomi berjalan ke arah toilet.Sementara itu Mareeq berjalan ke dalam minimarket. Rak-rak kecil masih tertata rapi. Kasir tampak ramah menyapa. Mareeq memesan dua minuman. Satu cup matcha dingin dan satu kopi untuk dirinya sendiri.Setelah mendapatkan pesanannya, Mareeq pun berjalan keluar. Dia melewati rak kecil yang dipenuhi barang-barang musiman. Ia berhenti sebentar untuk melihat. Lampu kecil berbentuk lonceng. Kartu

  • Bilur Bulir Bertaut   Brengsek!

    Naomi seperti menimbang apa yang harus dia jawab atau katakan pada Mareeq. Beberapa detik berlalu. Lalu ia menatap Mareeq dengan senyum tipis.“Freya anak yang manis.”Jawaban itu tidak seperti yang Mareeq harapkan. Itu bukan jawaban dari pertanyaannya. Tapi, pria itu tetap menatap Naomi seolah menunggu kalimat selanjutnya.Naomi melanjutkan dengan suara lembut. "Freya ataupun Raya tidak menyakitiku. Justru kita yang yang menyakiti mereka bukan?"Setelah mengatakan itu, Naomi menundukkan pandangannya. Senyum tipis yang tadi ada di wajahnya perlahan memudar. Gadis itu menatap ke arah kukunya yang cantik.Mareeq tidak menjawab. Begitulah adanya. Sebenarnya jika siapa menyakiti siapa. Maka mereka semua juga tersakiti. Tidak ada yang tidak tersakiti dalam hubungan ini.Naomi menarik napas kecil, seolah ingin terlihat baik-baik saja. Namun Mareeq tahu. Nada suara itu terlalu familiar baginya. Suara seseorang yang sedang berusaha tetap

  • Bilur Bulir Bertaut   Keheningan dalam Mobil

    Tak banyak percakapan di dalam mobil. Raya mengamati mata Mareeq yang terus melirik ke arah Naomi. Naomi sendiri berusaha tetap memandang ke luar jendela.Mobil akhirnya memasuki kompleks perumahan Mareeq dan Raya. Gerbang terbuka, lalu mobil berhenti di depan rumah. Mareeq mematikan mesin.Raya membuka pintu belakang perlahan, sangat hati-hati agar tidak mengganggu tidur Freya. Ia mengangkat tubuh kecil itu dengan lembut ke dalam pelukannya. Freya hanya mengerang kecil, lalu kembali tenggelam dalam tidur.Sebelum menutup pintu, Raya menoleh ke kursi depan. “Terima kasih sudah meluangkan waktumu,” katanya kepada Naomi.Naomi tersenyum tipis. “Seharusnya aku yang berterima kasih.”Raya mengangguk kecil, lalu menatap Mareeq. “Antar Naomi dengan selamat.”Mareeq hanya menjawab singkat. “Hm.”Raya menutup pintu mobil dan berjalan menuju pintu rumah sambil menggendong Freya. Lampu teras menya

  • Bilur Bulir Bertaut   Hari Penutupan

    Sore mulai turun perlahan di taman hiburan. Matahari tidak lagi seterang siang tadi, dan cahaya hangatnya membuat seluruh tempat itu terlihat lebih lembut. Lampu-lampu kecil yang tergantung di sepanjang jalan setapak satu per satu mulai menyala.Freya masih menggandeng tangan Mareeq, tangan lainnya memegang balon berbentuk bintang yang sejak tadi ia jaga dengan serius. Hari itu akhirnya mulai mengejar tubuh kecilnya.“Papa… aku capek,” gumamnya.“Iya,” jawab Mareeq lembut. “Kita sudah keliling hampir semua tempat.”Raya berjalan di samping mereka sambil memperhatikan Freya yang sudah setengah mengantuk. Naomi berjalan sedikit di belakang, langkahnya lebih tenang sekarang setelah seharian mengikuti energi Freya yang tidak ada habisnya. Mereka sampai di dekat pintu keluar taman hiburan.Di sana ada bangku panjang menghadap jalan, tempat beberapa keluarga berhenti sebelum pulang. Mareeq membimbing Freya agar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status