Accueil / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Makan Malam Keluarga

Partager

Makan Malam Keluarga

Auteur: NaoMiura
last update Date de publication: 2025-12-04 20:00:44

Pertanyaan itu menggantung di udara, penuh beban penyesalan dan harapan yang memaksa Naomi untuk memilih. Jawaban Naomi sudah jelas. Sudah sangat terlambat di usia mereka yang sudah dewasa. Pengharapan mamanya yang sia-sia.

***

Malam minggu, Naomi sudah siap-siap berdandan karena ada makan malam keluarga. Dia tidak mengajak Leon karena dia harus mengunjungi keluarganya juga. Jadi, tidak ada menghabiskan waktu bersama.

Naomi menunggu di halte depan apartemen. Begitu sebuah

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Bilur Bulir Bertaut   Usaha Leon

    Claudia menatapnya tanpa berkedip. “Saling menggoda?”Leon mengangguk kecil, terlihat tidak nyaman dengan pengakuannya sendiri.“Awalnya cuma bercanda. Kami bicara, saling menggoda. Lalu waktu itu kami ada di apartemen dan…” Ia menghela napas. “Semuanya terjadi begitu saja.”Claudia tertawa pendek, tetapi sama sekali tidak terdengar lucu.“Di luar kendali?”Leon kembali diam."Aku tidak menyangka Naomi akan pulang hari itu. Biasanya aman.""Biasanya?" selidik Claudia.Jika ada biasanya itu berarti kejadian itu bukan pertama kalinya."Kamu gila, Leon!" maki Claudia yang ikut kesal.Leon menatap Claudia dengan frustrasi."Aku sebenarnya ingin membantumu. Tapi, entahlah jika ternyata kamu segila ini.""Berhentilah jika tidak ingin membantuku. Aku sudah sangat stres."Claudia memandangnya beberapa detik, lalu menghela napas. Dia benar-benar ha

  • Bilur Bulir Bertaut   Kegelisahan Claudia

    Suasana ruangan kembali seperti semula. Beberapa orang mulai kembali fokus ke pekerjaan masing-masing. Meskipun mereka sempat saling pandang.Tidak berapa lama, pintu ruangan kembali terbuka. Naomi secara refleks mengangkat kepala. Mareeq baru datang.Mareeq mengenakan pakaian kerja dan membawa tas di satu tangan. Begitu melangkah masuk, pandangannya langsung menyapu ruangan seperti biasa. Kemudian ia melihat Naomi, membuat langkahnya sedikit melambat.Naomi sudah kembali. Beberapa hari terakhir, kursi itu kosong. Dan pagi ini, perempuan itu akhirnya duduk di sana lagi.Mareeq tidak langsung menghampirinya. Namun senyum kecil muncul di wajahnya. Senyum yang begitu tipis sehingga mungkin tidak semua orang akan menyadarinya.Naomi melihat kedatangannya. Dia membalas senyuman itu. Hanya sebentar. Sederhana. Seolah-olah mereka sedang mengatakan sesuatu tanpa perlu mengucapkannya. Bahwa dirinya baik-baik saja.Mareeq kemudian berjalan menuju ruan

  • Bilur Bulir Bertaut   Putus

    Pada saat yang sama, pintu ruang marketing terbuka. Flora keluar sambil membawa beberapa dokumen. Langkahnya langsung terhenti ketika melihat mereka.Di dalam pancangan Flora, Naomi dan Leon berdiri berhadapan di tengah lorong. Dan dari ekspresi Leon, jelas sekali pria itu sedang memohon sesuatu. Flora mengernyit.“Naomi?”Naomi menoleh ke sumber suara.Flora berjalan mendekat.“Ada apa?” tanya Flora.Naomi menatap Flora. Kemudian ia melirik Leon. Seolah memberi tahu bahwa dia malas menjawab dan meminta jawaban pada Leon saja.“Kalau kamu ingin tahu, tanya dia.” ujar Naomi.Flora melihat Leon. “Apa yang terjadi?”Leon diam.“Leon?” suara Flora terdengar menuntut jawaban.Leon tetap diam.Flora mulai merasa tidak nyaman.Naomi kemudian berkata pelan, “Kalau dia tidak mau bicara, mungkin kamu bisa bertanya pada Maya.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Berakhir

    “Dia belum masuk kerja.” ujar Claudia.“Dia sedang cuti.”“Aku tahu.” Claudia menatapnya lekat-lekat. “Tapi Leon juga kelihatan seperti orang kehilangan arah.”Mareeq tidak menjawab. Dia memilih kembali fokus membaca dokumen di depannya. Penolakan halus yang seharusnya Claudia pahami.“Sepertinya mereka bertengkar.” ujar Claudia mengamati reaksi Mareeq.Mareeq tidak menghiraukan Claudia. “Mungkin.”Claudia tersenyum kecil. “Sepertinya kamu tahu kenapa.”“Itu urusan mereka.”Claudia menyilangkan tangan. “Apa yang terjadi?”Mareeq terdiam. Lalu menarik napas pelan dan memandang Claudia. “Aku tidak tahu apa-apa.”Claudia tidak percaya. “Jangan bohong.”Mareeq menggeleng. “Claudia, aku tidak punya hak untuk menceritakan masalah pribadi mereka.”Claudia semakin me

  • Bilur Bulir Bertaut   Kebungkaman Mareeq

    “Kamu tahu di mana rumah Naomi?”Flora mengernyit. “Rumah?” Flora menggeleng. “Aku tahunya Naomi tinggal di apartemenmu.”Jawaban itu membuat Leon menundukkan kepala. Suasana menjadi semakin canggung. Mereka menyadari satu hal di sini. Mereka yang merasa dekat dengan Naomi, tidak ada satu pun yang tahu di mana rumah Naomi. Tidak tahu keluarga Naomi.Tidak lama kemudian, pintu ruangan kembali terbuka. Mareeq datang. Ia langsung melihat Leon.Langkahnya sempat berhenti sepersekian detik. Namun hanya itu. Mareeq tidak menunjukkan reaksi apa pun. Ia berjalan melewati Leon dan Flora seperti biasa.“Pagi.” sapa Flora.“Pagi.” balas Mareeq.Mareeq berlalu dari pandangan mereka. Leon memperhatikannya. Mareeq pasti tahu keberadaan Naomi.“Mareeq.” panggil Leon.Mareeq berhenti. Ia menoleh. “Ya?”“Naomi menghubungimu?” tanya Leon

  • Bilur Bulir Bertaut   Kesalahan dan Kebebasan

    Naomi menatap lantai. Killa bersandar di sandaran kursi melihat sahabatnya itu murung. Dia tidak ingin menyalahkan sahabatnya itu.“Setidaknya dia yang membuat kesalahan.” ujar Killa.Naomi mengangkat wajah. Dia tidak mengerti apa yang dikataka Killa. Kenapa seolah bersyukur Leon selingkuh.Killa melanjutkan dengan gaya ceplas-ceplosnya, “Kalau bukan karena itu, kamu mungkin akan terus terjerat dengannya.”Naomi terdiam. Tepat. Killa mengenalnya cukup baik. Naomi memang bingung bagaimana cara mengakhiri hubungan ini."Segera putus darinya dan jangan mau diajak balikan."Naomi tersenyum kecil. “Aku memang ingin putus.”“Bagus.” Jawaban Killa terlalu cepat sampai Naomi tertawa kecil“Kamu tidak pernah menyukai Leon.”"Aku yang heran sama kamu. Apa yang kamu sukai darinya?"Naomi kembali tertawa. Namun setelah itu Killa menjadi lebih serius.“Ta

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status