/ Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Jamuan yang Mencekam

공유

Jamuan yang Mencekam

작가: NaoMiura
last update 게시일: 2026-03-07 20:00:21

Cahaya matahari Sabtu pagi yang biasanya menenangkan kini terasa menyengat di mata Naomi. Ia masih bergelung di bawah selimut, menikmati aroma kopi yang sedang diseduh Leon di dapur, sampai getaran ponsel di atas nakas menghancurkan ketenangannya. Nama Mareeq berkedip di layar.

"Ya, Mareeq?" jawab Naomi dengan suara serak khas bangun tidur.

"Naomi..." Suara Mareeq terdengar ragu, ada kebisingan latar belakang yang terdengar seperti suara tawa anak kecil dan seorang wanita yang b

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bilur Bulir Bertaut   Proyek Besar

    Pagi itu kantor sudah cukup ramai meski jam kerja baru berjalan beberapa jam. Naomi baru saja selesai mengecek email ketika suara Claudia terdengar dari area pantry. Beberapa staf tampak berkumpul di sana.“…jadi akhirnya meeting langsung ditangani pihak pusat,” kata Claudia sambil menyandarkan tubuh santai di meja pantry. “Aku juga tidak menyangka bakal ditangani langsung olehnya.”Nada suaranya terdengar ringan. Tapi cukup keras untuk didengar sekitar. Naomi yang sedang membuat minum sempat melirik sekilas.Claudia tampak jauh lebih segar dibanding beberapa hari lalu. Make up-nya rapi, senyumnya percaya diri seperti biasa. Untuk orang yang habis sakit, dia terlalu senang menerima pekerjaan berat itu.“Serius?” tanya salah satu staf penasaran. “Bukannya proyek Gigantic biasanya susah ditembus?”Claudia tersenyum kecil. “Memang. Rahaal yang berusaha menembusnya. Tapi sebelumnya ditangani

  • Bilur Bulir Bertaut   Cemburu dan Marah

    Naomi masuk ke gedung. Koridor mulai sepi. Beberapa karyawan sudah bersiap pulang. Ia melangkah masuk dengan tenang, hingga langkahnya terhenti.Mareeq berdiri tidak jauh dari pintu masuk. Tatapannya langsung tertuju pada Naomi. Naomi sedikit terkejut, tapi segera tersenyum kecil.“Kamu belum pulang?” tanya Mareeq.“Baru saja dari sky terrace. Mencari udara segar.”Mareeq mengangguk pelan. Ia memperhatikan Naomi beberapa detik, terlalu lama untuk sekadar percakapan biasa."Bisa kita bicara?" tanya Mareeq kemudian."Tentu." jawab Naomi."Aku tunggu di mobil."Naomi pikir dia akan berbicara di sini atau sekitar sini. Jika Mareeq ingin bicara di mobil, pasti dia ingin mengatakan hal penting. Dia lalu mengangguk."Baiklah, aku ambil tasku dulu."Mereka pun berpisah. Naomi kembali ke ruang kerja untuk mengambil tas. Sementara Mareeq pergi ke tempat parkir.Area parkir sudah lebih lengang

  • Bilur Bulir Bertaut   Percakapan di Sky Terrace

    Rahaal menatapnya beberapa detik. Lalu berkata pelan,“Kalau kamu terus bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Orang akan terus memperlakukanmu seperti itu.”Naomi terdiam. Ia tidak menyangka itu. Bukan karena kata-katanya keras, tapi karena tidak ada yang pernah berbicara seperti itu padanya.“Aku hanya tidak ingin membuat semuanya terasa tidak adil,” jawab Naomi pelan. "Bagaimana denganku dan Mareeq?" Naomi menatap Rahaal."Apakah kalian berselingkuh?" tanya Rahaal.Naomi terdiam. Pertanyaan yang menusuk. Badannya terasa panas dan dingin bersamaan. Memikirkan perjalanan bisnis kemarin. Malam itu. Seolah Rahaal telah membaca semuanya, meskipun Naomi tahu bahwa Rahaal tidak tahu kejadian itu."Kami ada di posisi yang sama bukan?""Jika itu hanya perasaan saling menyukai atau mencintai itu bukan selingkuh." lanjut Rahaal.Naomi mengalihkan pandangannya. "Sama dengan mereka bukan? Mungkin mereka hanya be

  • Bilur Bulir Bertaut   Gosip

    Leon hanya mengangguk singkat. Naomi menatap Maya yang pergi, lalu kembali ke Leon. Beberapa detik hening.“Aku benar-benar mengganggu, kan?” tanya Naomi pelan.Leon menggeleng lagi, kali ini lebih santai. “Kamu hanya datang di waktu yang kebetulan.”Naomi tersenyum kecil. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda di baliknya. Bukan hanya sindiran ringan. Tapi juga sesuatu yang lebih dalam.Leon melirik jam tangannya, lalu kembali menatap Naomi. “Aku harus ke ruang meeting, Sayang.” katanya pelan. “Nanti kita bicara lagi.”Naomi mengangguk. “Iya.”Leon sempat menahan pandangannya sebentar, seolah ingin memastikan sesuatu. Lalu tersenyum tipis sambil mengusap pucuk kepala Naomi sebelum akhirnya pergi. Langkahnya menjauh di koridor. Dan Naomi tetap berdiri di tempatnya. Sendirian.“Naomi?”Suara lain menyapanya. Naomi menoleh dan melihat Diky berjalan me

  • Bilur Bulir Bertaut   Baik-baik Saja

    Pagi dengan ritme yang biasa. Suara keyboard, langkah kaki, dan percakapan ringan mengisi ruangan. Semua terlihat normal. Terlalu normal, jika dibandingkan dengan apa yang Naomi rasakan di dalam dirinya.Ia baru saja duduk ketika melihat sosok Claudia di mejanya. Naomi sedikit terkejut. Claudia terlihat seperti biasa, rapi, profesional, bahkan tersenyum tipis saat mata mereka bertemu.“Aku senang kamu sudah kembali. Kondisimu sudah membaik?” tanya Naomi lembut.“Yah, semuanya baik-baik saja.” Claudia menutup map di tangannya. “Sayang sekali aku melewatkan perjalanan itu.”Naomi tersenyum kecil. “Lain kali kamu bisa.”Claudia membalas senyuman itu. Rapi dan terukur. “Tapi tidak apa,” lanjutnya. “Sesekali kamu bisa merasakan perjalanan bisnis yang menyenangkan.”Naomi menoleh sedikit. Kalimat itu terdengar seperti ada sesuatu di baliknya yang tidak sepenuhnya hangat. Naomi

  • Bilur Bulir Bertaut   Garis Tegas

    Malam itu berlalu tanpa benar-benar mereka sadari kapan semuanya berhenti. Yang tersisa hanya keheningan. Lampu kamar sudah diredupkan. Kota di luar jendela hanya tinggal bayangan cahaya yang samar.Naomi terbangun lebih dulu. Perlahan. Seolah kesadarannya kembali satu per satu.Hal pertama yang ia rasakan adalah hangat yang masih tertinggal. Lalu kelembutan kasur yang bukan miliknya.Dan beberapa detik kemudian, kesadaran itu datang sepenuhnya. Ia membuka mata. Menutup matanya lagi berusaha mengingat sekaligus melupakan apa yang telah terjadi.Dia menoleh ke samping. Mareeq masih tertidur pulas. Napasnya terdengar halus. Wajahnya terlihat lebih tenang dari biasanya. Tidak ada garis tegang, tidak ada ekspresi yang selalu ia jaga di siang hari.Naomi menatapnya cukup lama. Ada perasaan yang sulit dijelaskan. Bukan hanya tentang apa yang telah terjadi. Tapi juga tentang dirinya sendiri.Perlahan, Naomi menarik napas dan duduk. Gerakannya hati-

  • Bilur Bulir Bertaut   Taman Hiburan

    Raya terdiam. Kalimat itu seperti cermin yang tiba-tiba dipasang tepat di depannya. Sepanjang hari ini, yang ia pikirkan hanyalah kemungkinan Naomi mengambil sesuatu darinya. Padahal perempuan itu bahkan sibuk menyalahkan dirinya sendiri. Raya menghembuskan napas pelan. Ia tiba-tiba merasa&hellip

  • Bilur Bulir Bertaut   Salon dan Tawa

    Naomi tersenyum kecil. “Itu hampir semua anak kecil.”“Iya,” Mareeq ikut tersenyum tipis. “Tapi akhir-akhir ini dia lebih suka menggambar.”“Menggambar?”“Dia bisa duduk berjam-jam hanya dengan krayon dan kertas.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Kebekuan yang Mencair

    "Mareeq mungkin juga sama. Dia tidak akan mengingat hal kecil," jawab Naomi, mencoba memberikan senyum paling profesional yang ia miliki. "Cheese cake dan matcha, Mareeq ingat karena aku sering memesannya setiap hari. Tidak lebih dari itu."Raya manggut-manggut. Namun kilatan di matanya me

  • Bilur Bulir Bertaut   Dessert yang Terasa Pahit

    Pertanyaan itu terdengar seperti pujian, namun bagi Naomi, itu adalah ujian paling berat. Ia bisa merasakan keringat dingin mulai muncul di tengkuknya.Naomi hanya menanggapi dengan senyuman. Naomi melirik ke arah Mareeq. Pria itu hanya diam dan fokus pada makanannya. Tapi tak berapa lama,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status