공유

Di Tempat Parkir

작가: NaoMiura
last update 게시일: 2025-12-13 20:00:22

Pagi itu kantor hiruk pikuk seperti biasanya. Naomi fokus dengan tugasnya, begitu pun rekan yang lain. Kemudian, Claudia berdiri dari kursinya dan menepuk tangannya dua kali untuk meminta perhatian.

"Guys, rundown acara gathering Jumat ini sudah ada. Silakan cek di Slack ya."

Naomi memperhatikan Claudia sebentar lalu membuka slacknya. Naomi memindai bacaan itu sebentar. Jadwalnya benar-benar Jumat ini.  Dia menggigit tangannya karena masi

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bilur Bulir Bertaut   Batas yang Dilewati

    Langit sudah gelap ketika mobil memasuki area hotel. Naomi mengurus check-in di resepsionis, sementara Mareeq berdiri di dekat sofa sambil memegang ponselnya. Beberapa menit kemudian Naomi menghampirinya sambil membawa dua kartu kamar.“Lantai enam,” katanya. “Kamarmu di ujung koridor. Kamarku di sebelahnya.”Mareeq menerima kartu itu.“Kita makan malam tiga puluh menit lagi, kalau kamu tidak terlalu lelah.”Mareeq mengangguk. “Aku akan turun.”Kamar Naomi sederhana tapi nyaman. Jendela besar menghadap jalan utama kota, tempat lampu kendaraan bergerak seperti garis-garis kecil di kejauhan.Ia mandi lalu mengganti pakaian dengan mini dress santai. Gaun itu memeluk tubuhnya dengan pas, membingkai siluetnya dengan anggun namun tetap terlihat sopan. Detail tali kecil membentuk korset di bagian depan memberikan sentuhan manis. Seolah-olah Naomi baru saja keluar dari sebuah cerita klasik tentang gadi

  • Bilur Bulir Bertaut   Perkebunan

    Pagi itu kantor masih belum ramai ketika Naomi tiba sambil membawa tas kerja dan map berisi dokumen supplier. Lampu di beberapa ruangan sudah dinyalakan, udara gedung masih dingin dan tenang.Ia mengira dirinya datang paling awal, sampai melihat sosok Mareeq berdiri di pantry. Dia terlihat sedang memegang secangkir kopi hitam. Pria itu menoleh saat mendengar langkahnya.“Kamu datang lebih pagi,” ucap Mareeq singkat.Naomi melirik jam tangan. “Kamu datang dua puluh menit lebih cepat.”"Butuh kopi lebih dulu."Naomi mengangguk mengerti alasannya. Dia pun melangkah ke mejanya. Ia meletakkan tas di meja, lalu duduk sambil membuka kembali catatan perjalanan mereka hari ini. Dia harus mengecek ulang agar tidak ada yang tertinggal.Perusahaan mengirim mereka ke luar kota untuk meninjau pemasok bahan baku baru. Perkebunan leci dan persik calon mitra utama untuk rpoduk baru nanti. Biasanya tugas seperti ini dipegang Claudia. N

  • Bilur Bulir Bertaut   Perjalanan Bisnis

    Setelah rapat selesai, Naomi dan Mareeq berjalan keluar dari ruang meeting menuju lorong kantor. Naomi masih membawa map di dadanya. Langkahnya ringan, meski ia berusaha terlihat biasa saja.Saat melewati lorong, Mareeq justru berhenti di depan vending machine. Naomi ikut berhenti. Mareeq memasukkan uang ke mesin. Mareeq menekan tombol minuman.Mesin berdengung pelan, lalu satu kaleng jatuh ke rak bawah. Matcha. Naomi menatapnya beberapa detik.Mareeq mengambil kaleng itu dan menyerahkan ke Naomi."Ah!" ujar Mareeq yang membuat Naomi terheran. "Kebiasaanku membeli americano dan matcha." lebih terdengar seperti Mareeq sedang menggoda.Naomi menerima kaleng dingin itu dengan senyuman malu. Seolah Mareeq tahu apa yang pernah terjadi padanya.Saat itu dua staf dari divisi lain lewat dan melihat mereka berdiri berdua di depan vending machine. Mareeq tenang saja. Naomi langsung menurunkan senyum dan kembali datar.“Kita kembali kerja.

  • Bilur Bulir Bertaut   Rapat yang Menyenangkan

    Hari Senin datang dengan ritme kantor yang kembali sibuk. Suara printer, langkah cepat di koridor, dan dering notifikasi email sudah memenuhi pagi bahkan sebelum Naomi selesai meletakkan tas di mejanya.Ia menyalakan komputer sambil menyapu ruangan dengan pandangan sekilas. Lalu matanya berhenti pada satu meja. Meja Claudia kosong.Tidak ada tas bermerek yang biasa diletakkan di sudut. Tidak ada botol minum beningnya. Tidak ada suara hak sepatu yang biasanya terdengar lebih dulu daripada orangnya. Naomi mengernyit kecil. Aneh.Ia lalu menoleh ke meja sebelah tempat Flora sedang merapikan beberapa dokumen. “Flora.”Flora langsung mendongak. “Hmm.”Naomi menunjuk samar ke arah meja kosong itu. “Claudia tidak masuk?”Flora melirik ke arah meja Claudia, lalu mendekat sedikit seperti hendak bergosip meski tak ada orang lain yang benar-benar memperhatikan.“Cuti hari ini.”“Kenapa?&

  • Bilur Bulir Bertaut   Kemarahan yang Mereda

    Mobil Mareeq akhirnya kembali memasuki area apartemen. Naomi merasa napasnya sudah jauh lebih stabil. Tidak tenang sepenuhnya, tapi cukup untuk menghadapi apa pun yang menunggu di atas.“Naiklah,” kata Mareeq saat mobil berhenti.Naomi membuka sabuk pengaman. “Terima kasih.”Mareeq menoleh singkat. “Kalau kamu butuh kabur lagi, turun saja ke parkiran.”Naomi tersenyum tipis. “Aku tidak akan kabur.”"Naomi.."Tatapan mereka masih bertautan."Kamu tahu aku akan selalu ada untukmu."Naomi hanya membalas dengan senyuman, lalu menutup pintu.Apartemen gelap sebagian ketika ia masuk. Hanya lampu dapur yang menyala. Leon berdiri di dekat dapur, menuang air minum ke gelas. Ia menoleh saat mendengar pintu terbuka.“Kamu ke mana?” tanyanya santai. “Aku pikir kamu sudah tidur.”Naomi melepas sepatu perlahan, lalu meletakkan tas plastik berisi mie

  • Bilur Bulir Bertaut   Hening yang Menghibur

    “Pertanyaan yang sama.” ujar Mareeq bercanda.“Aku tinggal di sini.” jawab Naomi.“Aku tahu.” Mareeq mengatakan dengan nada datar.“Lalu kamu?”Mareeq mengangkat bahu kecil. “Kebetulan lewat.”Naomi menatapnya datar. “Tidak ada orang yang parkir di apartemen orang lain hanya karena kebetulan lewat.”Naomi tahu ia bohong. Dan Mareeq tahu Naomi tahu. Keheningan menggantung beberapa saat di parkiran yang sepi.Mareeq tidak ingin menjawab. Dia tersenyum, lalu Mareeq membuka kunci pintu penumpang dari dalam. Klik."Masuklah." pintanya.Naomi menatap Mareeq beberapa detik sebelum akhirnya membuka pintu penumpang dan masuk ke dalam mobil. Kantong plastik ia letakkan di pangkuan dengan gerakan sedikit kesal.Pintu tertutup. Suasana di dalam mobil langsung berbeda dari parkiran yang dingin dan sunyi. Kabin itu hangat, samar beraroma parfum Mareeq dan k

  • Bilur Bulir Bertaut   Kedok di Balik Kilau Sutra

    "Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan tinggal bersama orang yang tidak kamu cintai, Nak. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik," ujar Mama lembut namun tegas.Naomi menghela napas panjang, membiarkan uap hangat dari ruangan itu menyelimuti wajahnya. Ia memutuskan untuk sedikit membuka c

  • Bilur Bulir Bertaut   Deep Talk

    Kehadiran wanita di lobi Legacy menciptakan riak penasaran di seluruh ruangan. Ia berdiri dengan postur sempurna, mengenakan setelan silk berwarna earth tone yang memancarkan aura kelas atas yang tenang. Tak ada satu pun orang di kantor itu yang menyadari bahwa wanita elegan tersebut adalah mama

  • Bilur Bulir Bertaut   Topeng di Balik Senyum

    Udara di sky terrace siang itu terasa sejuk, kontras dengan hiruk-pikuk lantai kantor yang baru saja ditinggalkan Naomi. Ia duduk di salah satu kursi kayu panjang, kedua tangannya melingkari kaleng berisi matcha dingin yang baru saja ia beli dari vending machine.Pandanga

  • Bilur Bulir Bertaut   Hak untuk Menjadi Rapuh

    Vino bangkit dari kursinya, lalu menarik tangan adiknya agar ikut berdiri. Ia sengaja mengabaikan map hitam itu sejenak, seolah ingin memberikan ruang bagi Naomi untuk bernapas."Sudah, jangan dipikirkan lagi. Map ini urusan belakangan," ucap Vino sambil merapikan jasnya yang kini tampak s

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status