ホーム / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Dessert yang Terasa Pahit

共有

Dessert yang Terasa Pahit

作者: NaoMiura
last update 公開日: 2026-03-08 20:00:13

Pertanyaan itu terdengar seperti pujian, namun bagi Naomi, itu adalah ujian paling berat. Ia bisa merasakan keringat dingin mulai muncul di tengkuknya.

Naomi hanya menanggapi dengan senyuman. Naomi melirik ke arah Mareeq. Pria itu hanya diam dan fokus pada makanannya. Tapi tak berapa lama, Mareeq melihat tatapan Naomi yang seolah meminta bantuan.

Mareeq berdehem keras, mencoba mengalihkan pembicaraan. "Aku sudah memesan dessert untuk kalian."

"Benarkah? Apakah kamu memesa

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bilur Bulir Bertaut   Salah Transfer

    Pukul sembilan pagi, divisi pemasaran sudah seperti pasar pagi yang dikasih WiFi . Rame, berisik, dan semua orang pura-pura sibuk saat atasan lewat. Naomi melihat sebuah undangan di atas mejanya. Dia membaca sekilas. Undangan pernikahan Fadlan.Naomi baru saja duduk sambil menyalakan komputer ketika Claudia berdiri dramatis di tengah ruangan.“Teman-teman!” katanya sambil tepuk tangan sekali. “Kita harus kasih hadiah nikahan yang bagus buat Fadlan.”Fadlan yang duduk di pojok langsung nyengir malu-malu sambil memeluk map presentasi seperti pengantin pria versi korporat.“Iya dong,” sahut Rio. “Masa cuma kasih amplop isi doa.”“Doa juga penting,” bela Fadlan.“Kalau doa doang, nikahnya di grup WhatsApp aja,” jawab Claudia cepat.Ruangan pecah ketawa. Claudia lalu menoleh ke arah Naomi.“Karena Naomi paling ngerti barang lucu dan estetik, kita transfer

  • Bilur Bulir Bertaut   Pembicaraan Masa Depan

    Malam itu apartemen terasa sangat sunyi. Pintu kamar tertutup rapat sejak Naomi masuk tanpa mengatakan apa pun lagi. Sementara di ruang tengah, Leon duduk diam di sofa sambil menatap layar ponselnya yang gelap.Pertengkaran mereka masih terngiang jelas di kepalanya.“Kakakmu lagi! Keluargamu lagi!”Leon mengusap wajahnya pelan. Ia tahu kata-katanya keterlaluan. Tapi setiap kali emosi menguasainya, ia selalu mengatakan hal-hal paling tajam kepada Naomi. Dan anehnya, setelah semua itu selesai, rasa bersalah selalu datang terlambat.Sekitar satu jam kemudian, Leon akhirnya berdiri dan berjalan ke dapur. Ia membuka kulkas, mengambil beberapa bahan makanan, lalu mulai memasak dalam diam.Ini selalu seperti siklus yang berulang. Mereka bertengkar. Leon melukai Naomi dengan kata-kata. Naomi menangis atau menghindar. Lalu Leon berubah menjadi lembut seolah ingin menghapus semuanya. Dan Naomi… selalu luluh pada sisi lembut itu.Sua

  • Bilur Bulir Bertaut   Pertengkaran di Lantai Lima Belas

    Naomi akhirnya tersenyum kecil meski matanya terlihat lelah. “Aku berencana memeras kakakku hari ini.”Kalimat itu terdengar seperti candaan yang meyakinkan Mareeq untuk tidak khawatir."Aku akan mengantarmu." ujar Mareeq.Naomi menahan lengan Mareeq. Naomi langsung menggeleng. “Nggak usah.”“Aku cuma antar sampai depan.”“Mareeq.”Nada suara Naomi melembut, tapi justru terdengar lebih serius. Naomi lalu menatap Mareeq lembut.“Tidak ada yang tahu kakakku.”Mareeq sedikit mengernyit sebelum akhirnya memahami maksud Naomi. Di luar sana masih ada Flora dan Claudia. Dan jika Vino datang menjemput sekarang, kemungkinan besar mereka akan melihat Naomi pergi bersama kakaknya.“Bisakah kamu memastikan mereka tidak melihat kakakku?” pinta Naomi pelan.Mareeq diam. Sebentulnya Naomi tidak peduli Flora atau pun Claudia melihat kakaknya. Itu hanya alasan.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mundur Selangkah

    "Kita bisa memesan makanan ke sini." ujar Mareeq.Mareeq melihat ke arah pantai. Claudia dan Flora mendapatkan teman bermain voli dan terlihat lebih bersemangat bermain."Sepertinya mereka masih lama bermain."Naomi melihat ke arah yang dimaksud Mareeq. Ada beberapa orang yang bergabung dan terlihat menyenangkan."Aku setuju." jawab Naomi. "Kalau begitu aku akan pesan makanan."Mareeq refleks. “Aku ikut.”Naomi menoleh sebentar. “Kamu tidak akan membiarkanku sendiri?”"Aku akan memastikan kamu tidak memesan udang."Jawaban dari Mareeq membuat Naomi hanya menggeleng kecil. Mereka lalu berjalan menuju restoran. Berjalan beriringan melewati pasir yang masih lembut dan sedikit basah. Angin pantai meniup rambut Naomi berulang kali hingga menutupi wajahnya.Gadis itu sibuk menyingkirkan rambutnya saat kakinya tiba-tiba tersangkut sedikit pada permukaan pasir yang tidak rata. Tubuhnya limbung ke depan. B

  • Bilur Bulir Bertaut   Permainan di Pantai

    Claudia bicara lebih pelan. “Terima kasih sudah datang semalam.”Mareeq tidak langsung menjawab. Ada jeda sebentar seolah dia lebih fokus ke arah lain.“Kamu tidak perlu memikirkan itu.”Claudia tersenyum kecil hambar. “Aku sangat lega kamu tetap datang.”Tatapannya turun ke dress yang ia pakai pagi itu. Dress santai berwarna lembut yang nyaman dan jauh berbeda dari pakaian pestanya semalam.“Dan… terima kasih untuk ini juga.”Mareeq mengikuti arah pandangnya. Lalu berkata tenang, “Naomi yang membelinya.”Claudia terdiam.“Dia yang ingin membelikan untukmu. Aku cuma bayar.”Kalimat itu sederhana. Namun Claudia langsung menangkap maksudnya. Mareeq sengaja. Sengaja ingin Claudia tahu bahwa perhatian itu datang dari Naomi. Anehnya itu membuat dada Claudia terasa sesak.Claudia tersenyum kecil, tapi senyumnya tidak benar-benar sampai ke mat

  • Bilur Bulir Bertaut   Liburan Dadakan

    "Tunggu, tunggu ..." sela Flora. "Jangan bilang Leon pergi dengan Maya?" tebak FLora."Aku menduga seperti itu." ujar Naomi lesu."Aku sudah bilang kan?" ujar Flora dengan suara sedikit gemas dan kesal bercampur. "Baiklah, kamu dan Mareeq bertemu. Lalu?""Claudia menghubungi Mareeq. Lalu sampailah kami di sini." Naomi menggidikkan bahu."Aku tidak bisa bayangkan jika tidak ada kamu apa yang akan dilakukan Claudia.""Mareeq bilang ini bukan pertama kalinya.""Sudah sering?" Flora terbelalak."Aku tidak tahu.""Kalian berdua menghubungi Mareeq ketika sedang ada masalah?" gumam Flora. "Kalian seharusnya sadar bahwa Mareeq sudah memiliki anak dan istri."Flora hanya melihat Naomi terdiam."Ya, baiklah. Aku tahu kalian sangat dekat. Tapi, kamu harus hati-hati.""Kenapa?""Aku merasa perasaan Mareeq padamu lebih dari seorang sahabat." ujar Flora mengambil makanan di meja."Kalau pun itu benar. Aku b

  • Bilur Bulir Bertaut   Mama

    "Itu karena aku mencintaimu." Suara Mareeq terdengar serak dan putus asa.Itu bukan penjelasan. Itu adalah ratapan. Pengakuan itu bukan lagi rahasia terpendam, melainkan kesakitan yang terbuka. Naomi terdiam. Dia tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Bahkan untuk menoleh pada Mareeq dia t

  • Bilur Bulir Bertaut   Pengakuan

    Naomi berjalan kembali ke mejanya, dengan rasa bersalah yang menusuk. Dia menyadari bahwa semakin Mareeq peduli padanya semakin keras ia akan menghukum dirinya dengan jarak yang kejam. Apa yang harus Naomi lakukan?Begitu melihat Naomi, Flora langsung menyeretnya untuk melihat pengumuman.

  • Bilur Bulir Bertaut   Ambivalen

    Naomi jadi bingung. Matcha itu selalu ada di tempat persediaan. Jika itu punya seseorang pasti akan diberi nama dan sudah pasti diletakkan di laci khusus yang sudah disediakan.Naomi pun memilih membuat latte. Dia tidak ingin ternyata selama ini dia meminum milik orang la

  • Bilur Bulir Bertaut   Menjauh

    "Naomi," Lanjut Rahaal.Naomi sedikit terkejut. Baru kali ini Rahaal menyebut namanya. Dia menyebut dengan intonasi lembut. Mungkin sebenarnya terdengar biasa saja, tapi bagi Naomi yang baru kali ini mendengar terasa aneh.Naomi memandang ke Rahaal. Dia ingin tahu dengan wajah seper

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status