共有

Bab 67

作者: macaroonie
last update 公開日: 2026-06-17 14:57:38

"Lama amat," keluh Vino menyambut kedatangan Martin.

Dengan wajah penat, dan keringat membanjiri sekujur tubuh, Martin membanting setumpuk buku tebal di hadapan Vino lalu menghempaskan pantatnya di kursi. "Lo kira gue dapat semua buku pesenan lo ini pake mantra ajaib simsalabim langsung ketemu? Ampe mata gue juling nyarinya tau nggak!"

Vino tidak langsung menanggapi. Tangannya lebih dulu menarik tumpukan buku-buku referensi kuliah yang tebal-tebal dan membosankan itu satu p
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 228

    Pria itu cukup tinggi, dengan rambut kecokelatan dan sepasang mata biru yang mencolok di antara keramaian.Bita mengerjapkan mata sebelum melirik ke sekitar, memastikan pria itu memang sedang berbicara dengannya. Setelah itu, ia kembali menatap pemilik mata biru tersebut. “You’re talking to me?” tanyanya menunjuk dirinya sendiri.Pria itu tertawa kecil. “Yeah. Who else could be the cutest and sweetest person here besides you?”Bukannya tersipu, Bita justru meringis. Ia sama sekali tidak tahu harus menanggapi pujian itu bagaimana, terlebih ketika pria tersebut tiba-tiba mengulurkan tangan.“Aiden.”Bita menatap tangan yang terulur itu beberapa saat. Ia bahkan belum sempat membalasnya ketika—“Hey, what’s going on, babe?”Sebuah tangan melingkar di pinggangnya, membuat Bita tersentak dan spontan menoleh. Vino sudah berdiri di sampingnya.Laki-laki itu menarik Bita sedikit mendekat, lalu menatap Aiden dengan sorot

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 227

    Wedding Ceremony Meta akan dilangsungkan pukul sebelas siang di grand ballroom hotel tempatnya menginap. Karena itu, sekitar pukul sembilan pagi Bita sudah berada di depan meja rias, mempersiapkan diri.Kini, setelah hampir satu jam berkutat di depan cermin, Bita memasang sepasang anting kecil sebagai sentuhan terakhir penampilannya.Bita mengenakan dress panjang berwarna sage green dengan potongan sederhana yang tetap terlihat elegan. Rambutnya ditata setengah tergerai, sementara beberapa helai dibiarkan jatuh lembut di sekitar wajah. Makeup-nya dibuat tipis dan natural. Base ringan, blush lembut, sedikit maskara, serta lip tint bernuansa peach yang membuat wajahnya terlihat segar.Tinggal satu anting lagi yang belum terpasang ketika terdengar bunyi bel dari balik pintu. Gerakan Bita seketika terhenti.Bita yakin, di balik pintu itu pasti Vino, entah datang sendirian atau bersama Aksa. Memikirkan laki-laki itu membuat Bita kembali terin

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 226

    “Nggak, Ta. Aku nggak mau,” tolak Vino tegas.Bita mendecak. Wajahnya sudah memelas. “Ayo, dong. Sekali aja di sini. Mas Aksa juga nggak bakal tiba-tiba datang. Dia pasti masih di kamar hotel buat ngurus kerjaannya. Itu juga yang bikin Mas Aksa nggak bisa nemenin aku dan akhirnya nyuruh kamu.”Aksa sempat menjelaskan bahwa ada kendala teknis di salah satu proyek yang sedang ditanganinya di Indonesia. Beberapa pekerjaan di lapangan ditemukan tidak sepenuhnya sesuai dengan gambar kerja sehingga tim membutuhkan arahan dan koordinasi darinya sebelum pekerjaan dilanjutkan.Meski sedang mengambil cuti, Aksa tetap harus turun tangan. Karena itu, ia memutuskan untuk tinggal di hotel dan menangani semuanya dari sana. Aksa bahkan sudah berpesan kepada Vino untuk menemani Bita berkeliling London.Jadi, untuk hari ini, praktis hanya ada mereka berdua. Dan Bita merasa seharusnya itu menjadi kesempatan yang sempurna.Bita memandangi Vino yang masih ter

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 225

    Beberapa detik kemudian, keheningan di antara mereka terpecah oleh bunyi ting yang menandakan lift telah tiba. Mereka turun menuju lantai dasar tempat restoran hotel berada. Begitu pintu lift kembali terbuka, Bita melangkah keluar bersama Vino. Namun, baru beberapa langkah memasuki area restoran, langkah Bita mendadak terhenti. Matanya membelalak. Restoran itu ternyata sudah cukup ramai. Beberapa tamu hotel terlihat duduk menikmati sarapan, sementara sebagian lainnya berjalan mengitari area buffet sambil membawa piring. Seketika itu pula Bita merasakan malu yang luar biasa. Ia ingin sekali berbalik dan melesat kembali ke kamar untuk bersolek sebaik mungkin. Bagaimana tidak? Penampilannya benar-benar khas orang yang baru bangun tidur, lengkap dengan rambut awut-awutan dan piyama kusut. Sementara hampir semua tamu di restoran tampak begitu segar dan rapi. Menyadari Bita yang masih mematung di tempat, Vino segera bertanya, “K

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 224

    Bita sudah bangun sejak tadi, tetapi masih enggan beranjak dari tempat tidurnya. Selimut masih menutupi sebagian tubuhnya, sementara pandangannya kosong menatap langit-langit kamar. Mood-nya benar-benar anjlok sejak Vino kembali mengingatkannya untuk menjaga jarak, tepat setelah ia mencuri kecupan singkat darinya. Yang membuat Bita kesal bukan cuma karena Vino melarangnya, tetapi juga caranya. Ia masih ingat bagaimana tatapan laki-laki itu kemarin mendadak menajam ketika menegurnya. Bita tidak suka ditatap seperti itu. Padahal mereka sedang berada di lantai delapan dengan pemandangan kota London yang terbentang penuh cahaya di balik kaca. Suasananya sudah romantis, pemandangannya juga indah, lalu entah bagaimana Bita terbawa suasana dan spontan memberikan kecupan singkat. Tapi respons Vino? Bukannya ikut menikmati momen, laki-laki itu malah mengingatkannya soal batasan. Iya, Bita tahu. Ia tahu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 223

    Tak lama kemudian, lift berhenti di lantai delapan. Pintu terbuka, dan mereka bertiga keluar sambil membawa barang masing-masing. Khusus Bita, kopernya bergantian dibawa Vino dan Aksa.Aksa berjalan beberapa langkah di depan, lalu berhenti di sebuah pintu kamar. “Ini kamar kamu, Ta.” Ia menunjuk pintu di hadapannya, kemudian menggeser pandangan ke pintu di sebelahnya. “Kalau kamar Mas sama Vino yang itu.”Aksa kemudian menyerahkan kartu akses kamar kepada Bita. “Nih, simpan baik-baik. Kalau ada apa-apa, langsung bilang Mas atau Vino, ya.”Bita menerima kartu itu, tetapi wajahnya masih tampak lesu. “Ini aku beneran tidur sendirian?”Vino memperhatikannya beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum lembut. “Yaudah, ayo. Aku sama Mas Aksa antar kamu masuk dulu.” Ia menoleh kepada Aksa. “Ayo, Mas. Kita antar putri kecil yang takut bobok sendiri padahal udah gede ini ke kamarnya.”“Jangan ngejek aku!” seru Bita pura-pura kesal. Dengan wajah sumri

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 4

    "Ati-ati, Mas!" Vino berseru pendek sembari melambaikan tangan, menatap sedan hitam Aksa yang mulai bergerak membelah jalanan kampus. Bita yang masih termenung setengah mati akibat pembicaraan tadi hanya sanggup memandangi mobil itu sampai tidak terlihat, lalu melangkah gontai memasuki koridor fa

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 3

    "Kamu ngapain?!"Saat keluar dari rumahnya, Bita dikejutkan dengan kedatangan Vino. Pasalnya pria itu tidak datang dengan motor yang biasanya mereka pakai untuk berangkat sekolah. Melainkan Toyota Sedan warna hitam yang sangat Bita kenali milik siapa terparkir didepan rumah.Vino menyandarkan pung

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 2

    "Bercinta? Kamu gila?!" Vino tidak langsung menjawab. Laki-laki itu justru mengulurkan tangan, menjepit kedua pipi Bita dengan telapak tangannya yang terasa hangat. "Lo kapan gedenya, sih? Hal begini aja harus dijelasin." Bita menepis tangan Vino dengan gusar. "Nggak usah pegang-pegang!" Vino

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 1

    "Lo naksir abang gue?" Bita tersentak. Selang air di tangannya terlepas begitu saja, membasahi ujung sandal rumahnya sebelum ia sempat mematikan keran. Niatnya berpura-pura menyiram tanaman siang-siang begini hanya agar bisa melihat Aksa yang baru pulang kuliah. Meskipun Aksa terpaut usia be

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status