Blood bound: The legacy of the blood king

Blood bound: The legacy of the blood king

last updateHuling Na-update : 2025-10-07
By:  Lungiswa MpanzaOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
19Mga Kabanata
1.3Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

A mountain, once a towering monument to man's ambition, now sobbed rust and decay. Its skeletal skyscrapers clawed at a sky choked with ash, an endless darkness that reflected the desolation below. Here, where survival was a brutal equation of scavenged scraps and desperate violence, whispers clung to the crumbling ruins like the ever-present dust. Whispers of a legend, a shadow lurking in the deepest, forgotten heart of the mountain: a monster. They called him the Blood King, a name hissed with fear and reverence. Not just another vampire, but a predator whose power had once threatened to consume all of man-kind. He is said to be so great that no one was a match to his strength, his wrath so terrible, that the ancients themselves, the very inventors of their shadowed presence, had deemed him too dangerous to roam free. They imprisoned him, not in chains of iron, but in a cage of blood. A cage that could only be unlocked by the one whose essence was his destined key, his chosen one. A cruel contradiction, a punishment designed to bind him for eternity. Unknown to them all that the blood king’s chosen one was a human adventurer, who lived for the thrill and would do anything for a fearful adventure.

view more

Kabanata 1

The prize of perfection

Di dalam lingkaran sosial mereka, semua orang tahu bahwa Aura Tanjung adalah anjing penjilat Daffa Santosa. Wanita ini selalu bersikap rendah diri di hadapan Daffa.

Jadi, ketika Aura mengenakan gaun seksi dan mengetuk pintu kamar hotel Jose Alatas, pria itu pun mengangkat alisnya dengan heran.

"Kamu nggak takut Daffa tahu?" tanya Jose.

Aura terkekeh-kekeh sinis, lalu menarik Jose dan menciumnya dengan penuh inisiatif, bahkan terlalu berani. Tercium aroma samar tembakau yang cukup wangi.

Semua orang tahu Jose adalah seorang ahli dalam urusan ini. Aura memilihnya bukan tanpa alasan. Pertama karena latar belakang dan kemampuan Jose yang jauh lebih hebat daripada Daffa, jadi ini cukup untuk membuat Daffa marah.

Kedua karena Jose adalah tipe pria yang tidak pernah mempertahankan seorang wanita lebih dari sebulan. Habis manis sepah dibuang!

Aura yakin dengan tubuh dan parasnya. Jadi, ketika dia tahu Daffa berselingkuh dengan adik tirinya, dia segera mencari Jose.

Bukankah Daffa selalu menyombongkan kesetiaan Aura kepada orang-orang? Kini, dia akan membuktikan kepada semua orang bahwa dia tidak bergantung pada Daffa!

Jose hanya terkejut sesaat, lalu segera mengambil kendali. Tangannya yang besar memeluk pinggang ramping Aura dan menariknya masuk ke kamar.

Pintu tertutup. Jose menahan Aura di pintu, menyeringai nakal. "Jangan sampai menyesal."

"Tsk, kenapa kamu malah bertele-tele seperti ... mmm ...." Sebelum Aura sempat menyelesaikan kalimatnya, Jose membungkam mulutnya dengan ciuman dan melemparkannya ke tempat tidur.

Saat pria itu menindihnya, Aura sempat merasa sedikit gugup. Namun, Jose memang terlalu ahli dalam hal ini. Saat awal masuk memang sedikit menyakitkan, tetapi sisanya terasa cukup nyaman. Secara keseluruhan, pengalaman ini tidak buruk.

Anehnya, meskipun Jose sering digosipkan dengan banyak wanita, kali ini dia justru seperti serigala kelaparan. Setelah dua jam, dia akhirnya berhenti.

Aura kelelahan sampai malas bergerak. Namun, dia masih sempat melihat Jose menatap sesuatu di atas ranjang dengan ekspresi sedikit terkejut.

"Ini pertama kali bagimu?" Nada suaranya terdengar tidak percaya.

Aura tertawa sinis. "Kenapa? Takut harus bertanggung jawab?"

Jose mengangkat alisnya, lalu mengambil sebungkus rokok dari nakas dan menyalakan sebatang. Kemudian, dia mengembuskan asapnya sambil menatap Aura melalui kabut tipis.

Wanita ini memang cantik. Kalaupun dia masuk dunia hiburan, penampilannya masih bisa bersaing dengan para artis papan atas.

Aura tidak suka ditatap seperti itu. Dia pun bangkit, lalu masuk ke kamar mandi untuk mandi. Ketika keluar, penampilannya sudah rapi kembali.

"Dah, aku pergi dulu," kata Aura sambil melambaikan tangan, seolah-olah dia hanya mampir untuk makan.

Jose mengerutkan kening. "Habis manis sepah dibuang?"

"Oh, hampir lupa sesuatu." Aura mengambil ponselnya, lalu berjalan mendekat dan menggenggam tangan Jose untuk dipotret.

Klik! Di dalam foto itu, terlihat tangan mereka saling menggenggam dengan latar belakang ranjang yang berantakan. Siapa pun yang melihatnya pasti tahu apa yang baru saja terjadi.

Tangan Jose sangat khas. Jarinya panjang, tulang sendinya tegas, dan ada tahi lalat kecil di jari manisnya. Siapa pun yang mengenalnya bisa langsung mengenali tangan itu.

Aura sungguh puas dengan foto itu. Dia langsung mengunggahnya ke media sosialnya. Begitu diunggah, dia sudah mendapat banyak like.

Sebelum sempat melihat siapa saja yang menyukai unggahannya, tiba-tiba pria di belakangnya menariknya kembali ke ranjang.

"Ada harga tambahan untuk foto itu!" bisik Jose di telinganya. Napas panasnya bercampur dengan aroma khas tubuhnya, menggelitik hidung Aura.

Sekali atau dua kali itu tidak ada bedanya. Jadi, saat Jose kembali menindihnya, Aura tidak menolak.

Di luar, Jose terlihat dingin dan angkuh. Namun, dalam urusan ranjang, dia seperti binatang buas yang tak kenal lelah.

Pada akhirnya, Aura terlalu lelah hingga tak tahu bagaimana dirinya tertidur.

Keesokan pagi saat Aura bangun, Jose sudah pergi. Dia meraba tempat di sampingnya. Sudah dingin. Artinya, pria itu sudah pergi sejak lama.

Aura pun bangkit untuk ke kamar mandi. Sambil mandi, dia menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Namun, saat melihat bekas-bekas merah di tubuhnya, dia mengerutkan kening. Jose memang gila.

Setelah berpakaian rapi, Aura mengambil ponselnya dan baru menyadari bahwa baterainya habis. Begitu dicas, ponselnya langsung bergetar tanpa henti karena ada banyak pesan dan panggilan tak terjawab.

Seperti yang sudah diduganya, media sosialnya meledak dan orang yang paling banyak mengirim pesan adalah Daffa.

[ Kamu di mana? ]

[ Di mana? ]

[ Siapa pria itu? ]

[ Beri tahu aku lokasimu! ]

[ Aura, kamu sudah gila ya? ]

Daffa juga menelepon berkali-kali, tetapi tidak ada yang terangkat.

Aura menyeringai tipis. Sepertinya, kemarin Daffa dan Ghea juga menghabiskan malam dengan aktivitas yang melelahkan.

Aura mengangkat alis, lalu langsung memblokir dan menghapus kontak Daffa. Daffa selalu menganggapnya sebagai anjing penjilat yang setia, tetapi dia lupa zodiak Aura adalah skorpio. Mereka sangat pendendam.

Jadi, masalah ini belum selesai!

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Walang Komento
19 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status