Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 23 - Heartbeat

Share

BAB 23 - Heartbeat

Author: Isrrinya JENO
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-05 09:07:42
Deru mesin *Land Rover Defender MY26* terasa halus saat membelah jalanan menuju pusat kota. Di kursi belakang, Sean dan Fara masih bergelut dengan kecanggungan yang menyelimuti atmosfer kabin. Sean, yang biasanya vokal dan dominan, kini lebih banyak terdiam, meski sesekali matanya melirik Fara yang tampak cemas menatap jendela.

Setibanya di rumah sakit ibu kota, Sean menunjukkan sisi protektifnya. Tak tanggung-tanggung, ia telah memastikan seluruh jadwal 'dokter Ob-Gyn' di jam tersebut dikoson
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (16)
goodnovel comment avatar
Arz Kaf
beuh Giselle galak juga,,,
goodnovel comment avatar
Arz Kaf
awal yang baik
goodnovel comment avatar
ganispgr57
denger itu baik baik Sean, laki laki yg di pegang itu janjinya dan pembuktian, kalau kamu egk bakalan sakitin Fara lagi
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 139 - Hallo Babby!

    Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat membawa serta berbagai perubahan kecil yang manis di dalam kehidupan rumah tangga mereka. Tiga bulan lamanya, Sean benar-benar membuktikan keseriusannya untuk berbenah. Ia tidak lagi menjadi seorang pecandu kerja yang kerap menghabiskan malam di kantor. Pria itu menyusun ulang seluruh jadwal pekerjaannya dengan sangat disiplin, memastikan bahwa setiap detik waktu luangnya didedikasikan sepenuhnya untuk keluarga kecilnya. Bagi Sean, tawa kecil Fara dan celoteh aktif Sefan adalah rumah tempat ia selalu ingin kembali. Hari ini, suasana pagi di kediaman mereka terasa jauh lebih hidup dan berwarna dari biasanya. Sefan, buah hati mereka yang kini berusia satu tahun tiga bulan, berlari kecil mondar-mandir di ruang tamu sambil mengoceh riang tanpa henti. Bocah laki-laki berkaus biru cerah itu sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke rumah sakit. Hari ini adalah hari yang spesial, mereka akan pergi menjenguk sepupu baru Sefan yang lahir kemari

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 138 - Merajut Asa di Balik Kebahagiaan Sederhana

    Mentari pagi hari Minggu merangsek masuk melalui celah-celah tirai kamar utama, menghantarkan kehangatan yang perlahan membangunkan dua insan dan seorang bocah kecil di atas ranjang yang sama. Setelah malam penuh ketenangan menggantikan sisa-sisa isak tangis dan rasa takut sore sebelumnya, hari baru ini menyambut mereka dengan janji kebahagiaan yang utuh. Sean, Fara, dan putra kecil mereka, Sefan, masih meringkuk dalam dekapan kenyamanan rumah tangga yang kembali menemukan porosnya. Sesuai dengan janji yang terukir dalam hati Sean untuk menyeimbangkan waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan kewajibannya sebagai suami serta ayah, hari ini sepenuhnya didedikasikan untuk keluarga kecilnya. Tidak ada laptop yang terbuka, tidak ada dering ponsel kantor yang mencemaskan, dan tidak ada lagi bayang-bayang kesibukan duniawi yang merenggut kebersamaan mereka. Suasana ruang makan terasa begitu hidup. Pagi ini, mereka menikmati sarapan bersama-sama jauh lebih lama dari biasanya. Fa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 137 - Merajut Asa di Balik Lelahnya Kegelisahan

    Uap air hangat masih menempel di kulit Sean setelah ia keluar dari kamar mandi. Dengan handuk yang melilit di pinggang dan rambut yang masih basah, ia melangkah masuk ke kamar utama. Namun, pemandangan di atas tempat tidur membuatnya tertegun. Fara, istrinya, sudah berada di sana, lengkap dengan Sefan, jagoan kecil mereka yang tampaknya sudah terjaga. "Loh, Sefan di sini?" tanya Sean sedikit dramatis, matanya berbinar melihat anak dan istrinya berkumpul di tempat tidur. Fara menatapnya dengan senyum tipis, meski ada jejak kelelahan di sana. "Iya, kenapa? Masa iya kamu masih enggak mau ngalah sama anak sendiri, lagian sudah sebulan ini kalian berdua jarang banget ada waktu, kan? Gapapa lah Sefan disini, jangan pada rewel kalian berdua, pusing aku." "Sebulan sibuk banget, sampe kebawa mimpi kamu aneh-aneh terus meninggal," cletuk Fara lagi, suaranya terdengar sedikit parau. Mendengar itu, Sean teringat akan janji mereka. Jika sang istri sudah tenang, ia berharap Fara bisa mencerit

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 136 - Nightmare

    "MASSS!!!" Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Fara, disusul oleh hantaman kegelapan yang pekat. Tubuhnya terkulai lemas, seolah seluruh tulang di tubuhnya mendadak lenyap tak bersisa. Jeritan tertahan sempat lolos dari tenggorokan Mama Sarah dan Sella, sementara Alex langsung bergerak sigap menahan tubuh iparnya sebelum membentur lantai. Suasana di ruang persemayaman mendadak riuh oleh kepanikan yang teramat sangat. Isak tangis, suara panggilan panik, dan debaran jantung yang berlomba-lomba mencetak rekor ketakutan memenuhi udara. BRUG... "Fara... Hei, Fara... Bangun, Sayang. Kamu kenapa?" Sebuah suara bariton yang amat familier, hangat, dan sangat ia rindukan menerobos masuk ke dalam kesadaran Fara. Ada tepukan pelan namun konstan di pipinya, dibarengi dekapan kuat yang mengguncang tubuhnya secara perlahan. Fara mengerjap-ngerjap cepat, silau lampu kamar utama langsung menyergap retinanya. Tidak ada Mama Sarah, tdak ada Sella yang panik. tidak ada Alex, tidak

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 135 - MAS!

    Udara dingin di ruang persemayaman terasa menusuk tulang, seolah ikut meresapi kedukaan yang teramat dalam bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana. Setibanya Sean di rumah duka, seluruh kerabat bak dari keluarga Narendra sendiri maupun keluarga besar, sanak, saudara dan sahabat dari Sean sudah berkumpul membentuk lingkaran sunyi yang penuh dengan keheningan mencekam. Tangis pedih dari seluruh keluarga tumpah ruah di depan mendiang Sean, meratapi kepergian pria yang dikenal tegas dan penuh kasih itu terlalu cepat dari waktu yang seharusnya. Fara tetap setia di samping peti sang suami, menatap lekat kearah pria itu dengan seksama. Tidak ada air mata yang menetes di pipinya saat itu, bukan karena ia tidak sedih, melainkan karena ia ingin merekam setiap detail terakhir dari sosok yang paling ia cintai di dunia ini. Melihat setiap inchi pahatan indah wajah prianya, garis rahang yang tegas, bulu mata lentik yang kini tertutup selamanya, menyimpannya rapat-rapat di memori palin

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 134 - Titik Nadir

    Setelah mendapatkan kabar buruk melalui telepon beberapa menit yang lalu. Fara, Mama Sarah dan juga Sella langsung menuju ke rumah sakit yang disebutkan oleh Polisi sebelumnya. Sampainya di sana ternyata Papa Narendra dan juga Alex sudah berada di sana, kedua pria itu terduduk lemas di salah satu kursi tepat di depan ruang jenazah. Rasanya kaki Fara sudah tidak bisa berdiri lagi, namun sebisa mungkin wanita itu menguatkan diri. Putra mereka, Sefan. tak berhenti menangis sejak di rumah sampai sekarang. Melihat Kedatangan para wanita Alex langsung berdiri dari duduknya, tangannya langsung mengambil balita mungil itu dari gendongan Fara dan memeluk sang istri, Sella, untuk menenangkannya. "Kak Sean," cicit Sella pelan, wanita hamil itu tidak pernah sekalipun membayangkan kakak kandungnya akan pergi di usia mudanya, dengan meninggalkan istri dan anak yang masih balita. "Ikhlaskan, Kak Sean." bisik Alex mencoba menenangkan istrinya. Papa Narendra menuntun istrinya dan juga sa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 1 - Garis Dua di Ujung Kontrak

    "Nona, selamat. Anda positif hamil! Usia kandungannya *empat minggu*." Pernyataan itu, membuat dunia Fara seketika melenyap, matanya perlahan tetlihat kabur dan hampir gelap. Suara bising pendingin ruangan, aroma khas antiseptik, hingga hiruk-pikuk lorong rumah sakit di balik pintu kayu itu seolah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status