Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 141 - Keputusan

Share

BAB 141 - Keputusan

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-08-16 05:31:17

Pagi hari datang dengan cahaya matahari yang merangsek masuk melalui celah gorden kamar utama, menghangatkan ruangan tempat Sean dan Fara tidur. Udara pagi terasa sejuk, membawa serta sisa-sisa ketenangan dari percakapan mendalam mereka semalam.

Sefan, seperti biasa, adalah alarm alami keluarga kecil itu. Bocah laki-laki berusia tiga tahun tersebut sudah berdiri di samping tempat tidur dengan piyama bergambar mobil balap, mengetuk-ngetuk pelan paha papanya yang masih berbaring.

"Papa... ba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (15)
goodnovel comment avatar
Naumi Cantika
wahhenkk nehh yg mau punya adik lgii yaaaa
goodnovel comment avatar
Bintang Ihsan
alami ,tanpa target, tanpa paksaan akan lebih nyaman dijalani
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
yeee suami siaga smoga cepet louncing
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 193 - Kekuatan Pejuang Kecil

    Pagi harinya, sinar matahari hangat Chiang Rai menembus jendela kamar VIP tempat Fara dirawat. Kondisi Fara sudah jauh lebih stabil, meski rasa nyeri pascaoperasi sesar masih sesekali menyengat ketika ia mencoba mengubah posisi duduk. Di samping ranjang Fara, Sean dengan sangat telaten menyuapkan bubur hangat dan mengusap bibir istrinya dengan tisu.Sefan kecil yang menginap di kamar sebelah bersama Opa dan Omanya masuk sambil membawa gambar baru yang ia buat sendiri. Gambar itu menampilkan empat figur manusia dengan satu lingkaran kecil di dalam kotak berpendar, reka ulang sederhana versi Sefan tentang adik bayinya di dalam inkubator."Mama! Ini Sefan gambar Adik Bayi lagi tidur di dalam kotak ajaib!" seru Sefan bangga, menunjukkan kertas gambarnya dari tepi tempat tidur.Fara tersenyum haru, mengusap kepala putra sulungnya. "Bagus banget, Jagoan. Adik pasti senang kalau lihat gambar Kakak Sefan."Papa Narendra dan Mama Sarah melangkah masuk, tak lama kemudian membawa beberapa perle

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 192 - Kelahiran Prematur di Thailand

    Sore itu, penerbangan privat yang sejatinya dijadwalkan membawa keluarga kecil Sean kembali ke Jakarta terpaksa dibatalkan secara mendadak.Saat mereka baru saja selesai mengemas koper di vila. Fara, yang baru memasuki usia kehamilan delapan bulan atau 32 minggu usia kehamilan mendadak meremas lengan Sean dengan sangat kuat. Wajah Fara yang semula merona bahagia seketika pucat pasih, keringat dingin membasahi pelipisnya sewaktu gelombang nyeri yang luar biasa hebat dan teratur melilit perut bagian bawahnya."Mas... sakit banget..." ringis Fara memegangi perutnya, napasnya tersengal-sengal menahan kontraksi yang datang bertubi-tubi."Fara! Kamu kenapa, Sayang?!" jerit Sean panik luar biasa. Buku-buku jarinya memutih sewaktu menahan tubuh istrinya agar tidak merosot ke lantai."Kontraksi, Mas... ini bukan kram biasa... sakitnya berulang..." bisik Fara terengah-engah.Tanpa membuang waktu satu detik pun, Sean langsung menggendong Fara ke dalam mobil pendamping resor. Dengan kecepatan ti

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 191 - Puncak Kenanan di bumi Mae Salong

    Embun malam Mae Salong kian larut, membawa suhu udara pegunungan melorot hingga menyentuh angka belasan derajat Celsius. Namun, di sudut teras vila kayu yang tenang itu, kehangatan justru mengalir begitu pekat. Sean merapatkan selimut wol tebal yang membungkus tubuh Fara, menenggelamkan istrinya dalam dekapan protektif dari belakang. Kedua tangannya yang besar dan hangat saling menangkup di atas perut membuncit Fara, seolah menjadi benteng terdepan dari terpaan angin malam."Mas... dingin enggak?" bisik Fara lembut, mengusap punggung tangan Sean yang melingkari pinggangnya."Nggak dingin sama sekali. Pelukan kamu sama Adik Bayi ini jauh lebih hangat dari perapian mana pun, Sayang." sahut Sean di dekat telinga istrinya. Pria itu menyandarkan dagunya di bahu Fara, memandangi hamparan lembah kebun teh di bawah sana yang kini berhias pendar lampu-lampu kecil pemukiman lokal.Pikiran kacau dan perasaan tidak enak yang sempat menghantam dada Sean saat pertama kali kakinya menapak di tanah

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 190 - Mae Salong, Kami Datang Kembali

    Hari-hari menjelang keberangkatan menuju Thailand dipenuhi dengan kesibukan yang membahagiakan. Sean secara pribadi memastikan seluruh logistik perjalanan mereka berada dalam kondisi terbaik. Dari tiket penerbangan privat, izin dari jet pribadinya melintas udara, hingga akomodasi resor peristirahatan di kawasan pegunungan Mae Salong, Chiang Rai, semuanya diperiksa tanpa ada satu pun detail yang terlewat. ​Fara yang menyaksikan kesigapan suaminya hanya bisa tersenyum simpul. Ia tahu betul, bagi Sean, perjalanan kali ini bukan sekadar liburan keluarga biasa. Melainkan sebuah napak tilas emosional, sebuah perjalanan untuk menghormati tempat di mana takdir mengikat kembali hubungan mereka yang sempat terkoyak empat tahun lalu. ​Selama dua setengah jam berada di udara, penerbangan jet pribadi itu berlangsung sangat mulus. Sean bertindak persis seperti janji dan syarat dari dokter, menjadi pengawal pribadi yang amat protektif. Setiap tiga puluh menit sekali, Sean memastikan Fara memin

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 189 - Lampu Hijau untuk ke Mae Salong

    Keesokan harinya, lagit jakarta sore ini terlihat begitu cerah. Sebagai bentuk komitmennya untuk selalu hadir bagi keluarga, Sean secara khusus mengosongkan jadwal sore hingga malamnya untuk menikmati ’Family Day'. Pria itu pulang lebih awal dari kantor, membawa serta beberapa kotak camilan favorit Fara dan Sefan untuk dinikmati bersama di area ruang keluarga mereka yang lapang.Sefan sedang asyik mewarnai buku bergambar dinosaurus di atas karpet bulu, sementara Fara duduk bersandar di sofa empuk sambil menikmati potongan buah mangga segar yang sudah dikupas manis oleh Sean. Sang kepala keluarga sendiri duduk lesehan di bawah, tepat di samping kaki Fara, membiarkan jemari lembut istrinya memainkan helai demi helai rambut hitamnya.Di tengah keheningan sore yang nyaman dan diiringi alunan musik lembut dari pemutar suara, Sean mendongak menatap wajah anggun Fara. "Sayang..." panggil Sean pelan."Iya, Mas?" sahut Fara seraya mengusap pelipis suaminya."Soal rencana kita ke Thailand akh

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 188 - Tawa di Tengah Malam

    Keesokan harinya, kediaman utama keluarga Narendra diawali dengan suasana riuh yang penuh kehangatan. Sinar matahari pagi menembus celah-celah jendela ruang makan, menyinari meja besar yang telah dipenuhi berbagai menu sarapan khas Nusantara buatan Mama Sarah dan Mbok Nah.​Sefan sudah tampil tampan dan rapi mengenakan seragam sekolahnya. Pria kecil itu duduk bersila di kursi seraya menikmati sepiring bubur ayam dan segelas susu hangat. Di sebelahnya, Papa Narendra tampak telaten mengusap sudut bibir cucu kesayangannya yang berlepotan.​"Sefan nanti ke sekolah diantar Pak Ardi sama Opa, ya?" bujuk Papa Narendra lembut seraya merapikan kerah baju Sefan.​"Horree! Di antar sama Opa!" seru Sefan gembira, sambil bertepuk tangan riang.​Fara melangkah turun dari lantai dua dengan baluran gaun hamil yang longgar dan nyaman, wajahnya terlihat jauh lebih segar setelah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Di belakangnya, Sean berjalan mendekat seraya membawa tas sekolah Sefan dan cardigan h

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 1 - Garis Dua di Ujung Kontrak

    "Nona, selamat. Anda positif hamil! Usia kandungannya *empat minggu*." Pernyataan itu, membuat dunia Fara seketika melenyap, matanya perlahan tetlihat kabur dan hampir gelap. Suara bising pendingin ruangan, aroma khas antiseptik, hingga hiruk-pikuk lorong rumah sakit di balik pintu kayu itu seolah

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status