Share

BAB 20

last update publish date: 2026-08-21 09:27:28

Dengan gerakan cepat, tangan kokoh Adrian langsung terulur meraih pinggang Ayumi, menarik tubuh gadis itu merapat ke dalam dekapannya sebelum sempat membentur lantai semen halte yang keras.

Untuk sesaat, waktu seolah berhenti. Deru air hujan lebat di sekitar mereka mendadak tak terdengar.

Ayumi terpaku napasnya tertahan ketika wajahnya berada hanya beberapa sentimeter dari dada bidang Adrian.

Jantung Ayumi berdegup kencang saat merasakan dekapan tangan Adrian yang begitu erat di tubuhnya.

Adria
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 40

    “Karena dulu, saat pertama kali kamu masuk ke keluarga ini, yang mengajarimu etiket keluarga Lukito adalah ibu mertuamu.”Bahar menatap Anita dengan tenang.“Sekarang, tugas itu menjadi tanggung jawabmu untuk mengajari Ayumi. Bukankah memang seharusnya begitu?”Anita mengepalkan kedua tangannya di atas pangkuan. Rahangnya mengeras, menahan geram hingga gigi-giginya bergemeletuk pelan.“Tapi, ayah...” Anita masih mencoba mencari alasan.“Tidak ada tapi-tapian,” potong Bahar tegas.Pria tua itu kemudian mengalihkan pandangan kepada Ayumi.“Ayumi, mulai sekarang, dengarkan semua arahan ibu mertuamu. Belajarlah dengan sungguh-sungguh darinya.”Ayumi langsung mengangguk penuh semangat. Ia merasa lega karena mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dan membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi bagian dari keluarga Lukito.Ayumi tersenyum lebar lalu mengangguk mantap. "Terima kasih banyak, Kakek!" ucapnya bersemangat.Ia lalu menggeser posisi duduknya agar menghadap Anita. Dengan sop

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 39

    Ayumi berjalan pelan mengikuti langkah tegap Adrian menuju ruang kerja Kakek Bahar.Begitu langkah kaki mereka memasuki ruangan, suasana di dalam terasa sangat mencekam.Ayumi menarik napas dalam-dalam. Dadanya terasa sesak, seolah pasokan oksigen di dalam ruangan itu mendadak menipis. Ia berdiri kaku di samping Adrian dengan kepala yang sedikit menunduk, menyadari tatapan tajam dari semua orang tengah tertuju padanya.Melihat kedatangan Ayumi, emosi Lukman yang sudah membakar dada seketika meledak. Tanpa peringatan, ia menyambar cangkir porselen di hadapannya dan melemparnya kuat-kuat ke arah Ayumi!Cangkir porselen itu melayang cepat, nyaris mengenai dirinya jika saja Adrian tidak dengan cepat menarik pinggang Ayumi agar merapat ke dekapannya.Prang!Cangkir itu hancur berkeping-keping menghantam dinding tepat di belakang mereka."Pa! Apa yang Papa lakukan?!" tanya Adrian tajam, sorot matanya mendadak gelap dan memancarkan amarah."Dia!" bentak Lukman seraya menunjuk wajah Ayumi den

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 38

    Ayumi makin menundukkan kepala, jemarinya yang lentik mencengkeram erat pinggiran selimut. "Saya tidak tahu... Saat itu saya tersedak, dan Nona Jessica menyodorkan minuman itu." "Lalu?" tanya Adrian. "Lalu... saya tidak ingat apa-apa lagi," jawab Ayumi jujur, menatap ragu ke arah suaminya. "Kamu benar-benar tidak ingat sama sekali?" Adrian mengerutkan keningnya, menatap penuh selidik. Ayumi mengangguk pelan. "Bahkan saat kamu menggunakan kemeja custom milikku sebagai tisu, kamu tetap tidak ingat?" tanya Adrian dengan nada datar tanpa ekspresi. Deg! Napas Ayumi seketika tercekat di tenggorokan. Ia membelalak, bersusah payah menggali kembali ingatan kelam semalam. 'Bodoh! Sebenarnya apa yang sudah aku lakukan?!' jerit Ayumi merutuki dirinya sendiri di dalam hati. "M-maksud Bapak apa, ya? Saya kurang paham..." tanya Ayumi tergagap. "Semalam, karena masalah percintaan, kamu menangis sejadi-jadinya dan menggunakan kemejaku untuk menyeka ingusmu," ujar Adrian. Suaranya

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 37

    Brak!"Kurang ajar! Tidak tahu sopan santun!" hardik Lukman.Pria paruh baya itu menggebrak meja jati di hadapannya dengan kuat, membuat cangkir teh porselen di atasnya berdenging nyaring."Dia pikir dia siapa di rumah ini?! Cepat panggil mereka sekarang!" bentak Lukman dengan suara meninggi. "Jam segini belum bangun, dia pikir dia nyonya besar di sini?!"Pelayan paruh baya yang semula berniat melaporkan bahwa nyonya muda mereka belum juga terbangun seketika menciut ketakutan. Wajahnya pucat pasi, menundukkan kepala dalam-dalam saat berhadapan dengan amarah sang tuan besar."B-baik, Tuan," cicit pelayan itu panik. Tanpa berani menatap lawan bicaranya, ia buru-buru berbalik dan melangkah cepat meninggalkan ruangan.Pagi itu waktu menunjukkan pukul 09:30, atmosfer di dalam ruang kerja Kakek Bahar terasa begitu tegang dan mencekam. Seluruh anggota keluarga inti Lukito tengah berkumpul untuk membahas insiden kekacauan di pesta semalam.Lukman duduk berdampingan dengan istrinya, Anita. Waj

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 36

    Setelah mengatakan itu, tubuh Ayumi tiba-tiba limbung, dan ambruk tepat ke dada bidang Adrian.“Ayumi?”Adrian mengguncang bahunya pelan, tetapi wanita itu sama sekali tidak merespons. Matanya sudah terpejam, napasnya terdengar teratur, bahkan sesekali diselingi dengkuran halus.Adrian menatapnya selama beberapa detik, lalu tanpa sadar tersenyum tipis.“Sebanyak apa kamu minum sampai jadi seperti ini?” gumamnya sambil menggelengkan kepala.Pria itu lalu membaringkan tubuh Ayumi dengan hati-hati. Ia berniat mengganti pakaian gadis itu yang penuh noda. Namun, baru saja jemarinya menurunkan setengah ritsleting gaun Ayumi, menyingkap bahu mulusnya yang terekspos di bawah pendar lampu. Memori panas malam pertama mereka mendadak terlintas di benaknya.Adrian terpaku. Napasnya perlahan memberat, sementara jakunnya naik turun menahan gairah yang tiba-tiba merayapi tubuhnya.Tatapannya terkunci pada wajah Ayumi yang tertidur pulas. Wanita itu terlihat begitu tenang, sama sekali tidak menyadar

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 35

    “Jawab saja.” desak Ayumi menuntut jawaban."Kamu sedang mabuk, Ayumi.""Aku tidak mabuk!" bantah Ayumi cepat, tangannya terangkat menepuk dada Adrian dengan pelan. "Tinggal jawab apa susahnya, sih? Apa aku begitu jelek sampai orang-orang selalu membuangku?"Adrian menghela napas. Ia tahu seharusnya tidak meladeni pertanyaan Ayumi dalam kondisi seperti itu, tetapi tatapan wanita tersebut membuatnya sulit untuk berpaling.“Tidak ada yang salah dengan wajahmu,” jawab Adrian akhirnya.Ayumi mengerjapkan mata. “Itu bukan jawaban.”“Menurutku, kamu…” Adrian menggantung kalimatnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari yang seharusnya. Setelah menarik napas singkat, ia melanjutkan dengan suara lirih, “Cantik.”Hening sejenak menyelimuti kamar. Sampai akhirnya, kekehan lirih terdengar dari bibir Ayumi."Benar, kan? Aku juga merasa seperti itu," ucapnya dengan raut ceria yang mendadak terbit.Namun, keceriaan itu hanya bertahan sepersekian detik. Ayumi tiba-tiba mencengkeram kerah kemeja Adria

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status