Share

Bab 56

last update publish date: 2026-10-16 21:40:31

Mobil mewah itu akhirnya berhenti di pelataran rumah sakit. Namun setelah memarkirkan kendaraannya, mereka tak langsung turun. Ayumi masih terpaku di tempatnya, telapak tangannya terasa dingin sementara jari-jemarinya saling meremas erat, berusaha meredakan kegelisahan yang memuncak.

Ia tak tahu apa yang akan dikatakan Adrian nanti. Bagaimanapun juga, ia merasa malu jika pria itu sampai melihat betapa buruknya perlakuan keluarganya selama ini.

"Ada apa?"

Suara berat Adrian mendadak membuyarkan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 60

    Adrian tidak menggubris panggilan lirih Ayumi. Ia hanya melirik istrinya sekilas sebelum mengalihkan pandangan kepada orang-orang yang masih duduk di meja makan. “Kami naik dulu,” katanya tenang. “Ayumi perlu membersihkan diri dan beristirahat.” Anita langsung mengangkat alisnya. “Makan malam baru saja dimulai. Kalian mau makan di kamar?” “Iya. Ayumi tadi terjatuh. Kasihan kalau dia harus naik turun tangga,” jawab Adrian santai, tanpa ragu sedikit pun. Ayumi tertegun. Ia mendongak, hendak membantah, karena dirinya baik-baik saja, dan Adrian tak perlu menambahkan kebohongan baru. Tapi sebelum Ayumi sempat bersuara, Adrian sudah mempererat pelukannya di pinggang gadis itu, membuat Ayumi menelan kembali kata-katanya. Lukman, yang sejak tadi memilih diam, akhirnya ikut angkat bicara. Tatapannya tertuju kepada Adrian dengan raut serius. “Apa yang ibumu katakan memang benar, Adrian. Kamu terlalu memanjakan istrimu. Kalau kamu melewatkan makan malam keluarga hanya untuk menemaniny

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 59

    Hari mulai gelap ketika mobil Adrian melaju membelah jalanan kota. Lampu-lampu kendaraan berderet di sepanjang jalan, sementara para pekerja yang baru pulang membuat lalu lintas semakin padat.Di kursi penumpang, Ayumi hanya diam menatap keluar jendela. Jemarinya mencengkeram sabuk pengaman dengan erat mencoba menekan rasa malu yang masih mengganjal di dadanya. Kini Adrian tahu semuanya, tahu betapa rakusnya keluarganya terhadap uang.Ayumi menarik napas dalam-dalam. Berkali-kali ia menyusun kata-kata di benaknya, tetapi semuanya terasa salah. Namun, setelah beberapa saat bergulat dengan pikirannya, ia akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara."Pak... Adrian," panggilnya lirih, suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin mobil."Hmm?" sahut Adrian pendek tanpa menoleh."Terima kasih untuk yang tadi. Tapi..." Ayumi menggantungkan kalimatnya. Ia ragu, lidahnya mendadak terasa kelu.Adrian melirik sekilas dari sudut matanya, menyadari keraguan di wajah wanita di sampingnya, sebelum k

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 58

    Desi menegang seketika. Ia merasa panik, takut kalau Adrian tahu bahwa dialah yang menampar Ayumi tadi, bisa-bisa uang mahar yang ia harapkan tidak akan pernah ia miliki."Itu..." Desi mencari alasan secepat mungkin. "Ibu hanya ingin memberinya pelajaran, agar bersikap sopan kepada orang tua.”Desi menghela napas, lalu memasang wajah sedih. “Sejak menikah dengan keluarga kaya, dia seperti tidak mau mengakui kami lagi. Dia sudah membuang keluarganya sendiri.”Ia menyeka sudut matanya, tampak seperti sedang menahan tangis. “Lihat saja. Ayahnya masuk rumah sakit, tapi dia tidak peduli.”Ardian menatap mata Ayumi yang basah. "Benar begitu, Ayumi?"Ayumi menggeleng lemah. "Tidak... tidak seperti itu," bisiknya hampir tak terdengar.Ardian kembali menatap kedua orang tua di hadapannya. "Apapun yang istri saya lakukan, saya yakin dia punya alasan kuat untuk itu. Tapi sebagai suaminya..." Ardian jeda sejenak, menekankan setiap kata."...saya jelas tidak terima jika istri saya diperlakukan ka

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 57

    Arman yang sejak tadi terbaring lemah perlahan berusaha bangkit. Dengan susah payah, ia menyandarkan punggung pada bantal. Pandangannya tertuju kepada pria yang berdiri di belakang Ayumi.“Ayumi…” Suaranya lirih. Jari-jarinya yang gemetar menunjuk kearah Adrian. “Siapa pria itu?”Sebelum Ayumi sempat menjawab, Ardian sudah lebih dulu maju satu langkah. Pria itu berdiri tegap tepat di samping Ayumi, membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda hormat.“Perkenalkan, nama saya Adrian. Saya suami Ayumi.”Ruangan itu seketika hening. Arman tertegun. Desi yang duduk di samping ranjang pun tak kalah terkejut, sedangkan Ayumi menoleh cepat ke arah Adrian dengan tatapan tak percaya, jantungnya berdegup kencang mendengar ucapan itu.'Apa yang dia katakan? Suami?'Ayumi tidak pernah menyangka Adrian akan mengungkapkan pernikahan mereka secara langsung seperti ini. Bukankah sejak awal mereka sepakat untuk merahasiakannya?“Apa maksudmu?” Arman menatap Adrian, lalu mengalihkan pandangannya kepada

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 56

    Mobil mewah itu akhirnya berhenti di pelataran rumah sakit. Namun setelah memarkirkan kendaraannya, mereka tak langsung turun. Ayumi masih terpaku di tempatnya, telapak tangannya terasa dingin sementara jari-jemarinya saling meremas erat, berusaha meredakan kegelisahan yang memuncak.Ia tak tahu apa yang akan dikatakan Adrian nanti. Bagaimanapun juga, ia merasa malu jika pria itu sampai melihat betapa buruknya perlakuan keluarganya selama ini."Ada apa?"Suara berat Adrian mendadak membuyarkan lamunan Ayumi.Ayumi tersentak kecil, lalu buru-buru menggelengkan kepala. "Nggak... nggak apa-apa, Pak," ucapnya lirih, berusaha mengatur nada suaranya agar terdengar biasa saja.Adrian meliriknya sekilas, menyadari keresahan yang tersirat dari raut wajah wanita di sampingnya itu. "Kamu takut mereka bakal memarahimu lagi?" tanyanya tenang seraya melepas sabuk pengaman.Ayumi yang tak ingin terlihat gugup pun memaksakan senyum tipis, meski terasa kaku di wajahnya."Tidak... Ayo kita turun," uca

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 55

    Leo dan Melani buru-buru menegakkan tubuh. Keduanya menundukkan kepala memberi hormat kepada atasan mereka yang kini berdiri tepat di hadapan mereka dengan wajah dingin.“Se... selamat siang, Pak,” sapa Melani gugup. Pelukannya pada tumpukan dokumen di dada mengencang.Adrian menatap mereka bergantian. Keheningan sejenak memenuhi ruangan sebelum akhirnya ia bertanya.“Tidak ada yang mau menjawab?” Suaranya datar, tetapi cukup membuat Melani menelan ludah.“Anu... itu, Pak.... Saya....” Melani tergagap, berusaha menyusun kata-kata di tengah kepanikannya.Ia tahu betul bagaimana watak Adrian. Atasan mereka itu bukan tipe orang yang suka melihat karyawannya bermain-main saat jam kerja. Bahkan kesalahan kecil saja bisa membuat mereka menerima teguran panjang.“Saya ingin mengantarkan dokumen ini, Pak,” lanjut Melani cepat sambil sedikit mengangkat berkas di tangannya.Kali ini, ia tidak sepenuhnya berbohong. Memang itulah tujuan awal kedatangannya, meskipun rasa penasaran telah membuatnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status