แชร์

Bab 252

ผู้เขียน: Hare Ra
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-07 09:53:36

“Papa ternyata sangat kejam!” teriak Tyas.

Pak Benny menggeleng. “Kalau tidak seperti ini, ada anak Papa yang terinjak-injak oleh kamu. Bukan tidak mungkin hari ini Selena, besok bisa jadi Ara yang kamu perlakukan seperti ini.”

Tyas menggeleng dengan air mata yang mulai jatuh.

Sejatinya, dia tetaplah anak-anak yang cengeng. Sebeba, melihat keadaan dan kemarahan sang ayah dia langsung menangis. Tapi, kebencian yang telah dipupuk dan terus disiram selama ini membuatnya masih ingin menyalahkan Sel
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 662

    “Menjaga apanya? Yang ada mereka ini membuat aku stres dengan orang yang pura-pura baik,” ucap Tyas.Pak Benny menggeleng.“Tidak ada yang pura-pura baik, Tyas. Kak Selena maupun Ara, keduanya sama-sama peduli dan sayang sama kamu.”“Sudahlah, Pa. Aku yang merasakannya. Papa tidak perlu sok tahu. Aku yang merasakan bagaimana sebenarnya aslinya mereka berdua.”Pak Benny ingin kembali membuka mulutnya, namun tiba-tiba saja dadanya terasa sakit. Ia seperti mendapat serangan mendadak.“Pa, ada apa?” tanya Selena panik dan langsung memegang tangan sang ayah.Pak Benny tidak menjawab, namun wajahnya pucat dan di dahinya keluar keringat sebesar biji jagung. Napasnya sesak dan tersengal-sengal. Pak Benny memegang dadanya.Ara langsung memencet bel, memanggil perawat, sedangkan Tyas terdiam. Tubuhnya mematung melihat kondisi sang ayah yang ternyata benar-benar mengkhawatirkan.“Papa...” panggil Tyas gugup.Pak Benny mengulurkan tangannya ke arah Tyas, namun gadis itu tidak menyambutnya, sehing

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 661

    Semua mata sontak menoleh ke arah Tyas, termasuk Pak Benny.Meskipun kata-kata Tyas cukup kasar, mata Pak Benny berbinar melihat kehadiran putri bungsunya itu.“Tyas,” panggil Pak Benny.“Kenapa? Papa mau meninggalkan wasiat sampai aku dipaksa ke rumah sakit?” tanya Tyas.Plak!Baru saja Tyas menyelesaikan ucapannya, sebuah tangan melayang dengan keras ke wajahnya. Ara tidak bisa menahan dirinya. Ia langsung menampar Tyas.“Aku rasa sejak kecil tidak ada orang yang pernah mengajarimu. Begitu kurang ajar seperti ini, Tyas.”Tyas memegang wajahnya dengan kesal. Ia menatap Ara sambil mencebik.“Apaan sih, Kak Ara? Mau pura-pura jadi orang baik? Sudahlah, Kak. Aku pun sudah tahu seperti apa Kakak dulunya. Kalau Kakak memang baik, Kakak tidak akan mungkin pernah hamil tanpa suami.”Ara ingin kembali menampar Tyas, namun tangannya ditahan oleh Yuda.“Kenapa, Kak Ara? Merasa hebat sekarang sudah berani menamparku karena aku tidak punya Mama yang bisa membelaku?” tanya Tyas sambil tersenyum s

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 660

    “Nanti coba ajak Ara bicara lagi, tapi jangan sekarang. Karena pastinya sekarang fokus kita pada kesehatan Papa,” ucap Haris.Yuda kembali menghela nafas berat. “Aku tidak paham, kenapa Mama dan Papaku tiba-tiba saja ngide ingin berobat keluar negeri. Padahal selama ini tidak pernah ada cerita seperti ini. Apalagi katanya sudah antri dari lama. Aku tidak percaya itu.”“Tapi, sebenarnya bagaimana kondisi Papa kamu yang sesungguhnya? Apakah ini hanya alasan belaka, atau memang keadaan Papa kamu sedang mengkhawatirkan? Meskipun sebenarnya tidak bisa dibenarkan juga, karena saat disampaikan posisi Papa juga sedang di rawat di rumah sakit. Mama kamu seolah ingin menyelamatkan Papa kamu tapi tidak memikirkan keadaan Papa disini,” ujar Haris.Yuda tidak membantah, karena dia pun berpikir seperti itu. Ibunya sangat egois, tidak memikirkan keadaan Pak Benny. Padahal sudah jelas di depan matanya kalau Pak Benny di rawat. Tapi, tetap saja mengatakan ingin menunda pernikahan.“Semuanya dalam kead

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 659

    “Pa, sehat lagi ya. Kita jalan-jalan setelah ini, aku belum pernah liburan sama Papa,” ucap Selena.Meskipun dia terlihat tegar dan kuat, tapi hatinya remuk redam melihat kondisi sang ayah. Rasanya juga tidak tega melihat Pak Benny sangat kesulitan bernafas.Meskipun dalam keadaan lemah, Pak Benny tersenyum lalu mengangguk. “Iya.”Selena mundur, dokter dan perawat akan memeriksa kondisi Pak Benny, dan beruntungnya tidak berapa lama kondisi Pak Benny kembali normal.Haris memeluk Selena erat, dia tahu istrinya itu begitu sedih. Dia bisa melihat Selena berkali-kali menghela nafas berat, mengalihkan pandangannya agar tidak terlihat air matanya jatuh di depan sang ayah.Selena tidak ingin Pak Benny tahu kesedihannya. Melihat kondisi sang ayah yang sedang berjuang ini, dia sangat takut kehilangan. Dia belum sanggup menghadapi kehilangan, sekalipun Pak Benny dulu pernah membuangnya, tapi ia tahu setiap orang berhak berubah.Pak Benny sudah menyesali semua yang ia lakukan, beliau sudah memin

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 658

    “Untuk apa kamu mau menemuinya?” tanya Selena.“Untuk memberinya pelajaran.”Selena menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu, Sayang. Nanti katanya kita yang memohon-mohon agar Yuda dan Ara menikah. Dan saat ada masalah, kita yang disalahkan. Aku tidak mau lagi ada masalah, aku ingin kita bahagia.”Haris menggenggam tangan Selena. “Tidak memaksanya, aku hanya ingin mendengar dari mulut ibunya Yuda, apa alasannya meminta penundaan padahal beliau sendiri tahu kalau Yuda dan Ara sudah menyiapkan semuanya. Bahkan bisa dikatakan sudah seratus persen.”“Mungkin seperti yang Papa katakan, sebenarnya mereka tidak ingin Yuda dan Ara menikah.”“Kalau begitu, harusnya dari awal katakan kalau tidak setuju.”“Kan dari awal memang keberatan, hanya saja Yuda memaksa. Akhirnya begini.”Disaat itu, dari kejauhan Yuda datang dengan setengah berlari. Nafasnya tersengal-sengal, sepertinya ia baru membaca pesan yang dikirimkan oleh Haris. Pastinya dia panik, sebab keadaan Pak Benny memburuk itu karena ulah i

  • Bos, Jangan! Nanti Ketahuan   Bab 657

    “Aku tidak gila, Kak. Memang seperti itu adanya,” jawab Ara lemah.Selena menggelengkan kepalanya. Ia memegang tangan Ara dan menatap adiknya itu lekat.“Kakak tidak mengerti. Yang Kakak tahu, kalian tidak lama lagi akan menikah. Kalian sudah menyiapkan semuanya.”“Itu permintaan Papa, Kak. Dan aku akan mengembalikan semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh Yuda untuk persiapan ini.”“Ara, jangan main-main.”“Kak, aku tidak main-main. Aku yang membatalkan pernikahan kami dan akulah yang menyebabkan Papa semakin parah seperti ini.”“Apa yang terjadi, Ara? Kenapa seperti ini?” tanya Selena.Ara kemudian menceritakan dengan suara begitu pelan tentang maksud kedatangan ibunya Yuda dan akhirnya Pak Benny memutuskan untuk membatalkan pernikahan Ara dan Yuda.Suara Ara begitu tenang, datar, dan penuh dengan keputusasaan.Tatapan matanya menerawang. Saat ini, bukan hanya Ara yang sakit. Semuanya pasti sakit. Pak Benny sakit, begitu juga Yuda pasti sakit.Selena hanya bisa menghela nafas berat.

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status