Share

Bab 3 Sangat cemas

Penulis: Jackie Boyz
last update Tanggal publikasi: 2026-02-16 19:05:31

Tubuh Ariana membeku di tempat, dia takut bergerak, wajah Ken Anyu begitu dekat dengan wajahnya sekarang. Salah bergerak sedikit saja mungkin bibirnya bisa tinggal lebih lama dan tidak hanya kecupan biasa yang akan dia terima. Degup jantungnya berdetak semakin kencang. Ariana mengepalkan tangannya dan dia memutuskan untuk memejamkan kedua matanya.

Di dalam hati, dia menyerah untuk saat ini. Tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Ken.

“Ariana! Apa kamu kira kamu masih pantas untukku? Apa yang kamu tunggu dengan berdiri sambil memejamkan mata di sana? Apa sentuhan yang tidak sengaja tadi sungguh membuatmu berpikir aku sengaja ingin mencium bibirmu? Kemarilah, kamu datang untuk wawancara bukan untuk menggoda pria!”

Ariana gagal memahami situasi dan dia dipermalukan oleh Ken. Wajah Ariana langsung memerah mendengar cibiran Ken Anyu.

Ken mengambil berkas dan membawanya menuju ke kursi sofa. Dia membuka lembarannya dan mulai meninjaunya.

Ariana merasa kata-kata Ken Anyu begitu pedas. Entah kenapa dia ingin sekali memukul wajah tampannya itu. Penampilan Ken Anyu lebih tampan dan semakin terlihat tampan dan dewasa, hanya saja sikapnya masih sedikit kekanakan dan pendendam. Memang seperti itulah Ken Anyu yang dia kenal.

Ragu-ragu Ariana berjalan ke sofa dan duduk di seberang meja Ken. Ken membuka lembar demi lembar dan bertanya padanya. Di dalam berkas tertulis bahwa Ariana tidak pernah bekerja di instansi mana pun.

“Jadi kamu belum pernah bekerja sebelumnya?”

Lagi-lagi Ariana melihat senyum penuh ejekan di bibir tipis Ken Anyu.

“Ya, benar.”

Ken Anyu melihat Ariana memasang wajah masam, kening wanita itu berkerut seolah-olah dia sudah menindasnya. Di bidang yang Ken Anyu tekuni pada saat ini, semua orang harus tahan banting untuk bisa tetap berdiri di posisinya. Jangankan cemoohan, penghinaan, perebutan posisi juga pasti akan datang jika mereka tidak berhati-hati suatu hari nanti.

“Jika kamu tidak siap untuk bekerja di sini tarik saja surat lamaranmu!” Ken menyodorkan berkas milik Ariana kembali ke arahnya.

Ariana melotot kaget. “Aku siap!” jawabnya cepat. Apa pun yang terjadi Ariana tidak akan mundur, dia sudah bertekad untuk masuk ke perusahaan untuk merintis kariernya. Untuk mengangkat status keluarganya yang sudah lama tenggelam ke dasar dan tidak diakui lagi.

Ken Anyu menghela napas panjang lalu berdiri dari sofa untuk menghubungi Lufi dengan telepon di meja kerjanya.

“Lufi, datanglah ke ruanganku, bawakan berkas yang belum aku selesaikan kemarin ke sini!” perintahnya.

Tidak lama setelah itu Lufi datang ke ruangan Ken Anyu dengan berkas yang diminta.

“Ini, Tuan!”

Ken mengambilnya lalu menyerahkan pada Ariana. “Kamu tinjau berkasnya, lalu kerjakan! Jika ada pertanyaan yang tidak kamu mengerti di dalam berkas ini, kamu bisa bertanya padaku!”

Ariana mendengarnya dan dia menganggukkan kepala. Ariana membuka berkas itu, masalah di dalamnya secara umum sudah dia pelajari dan dia ketahui sebelumnya, hanya saja masalah di dalam perusahaan ENCEN tidak banyak yang dia ketahui.

“Presdir, aku perlu meninjau masalah pembukuan inti untuk mengerjakannya,” ujarnya dengan ragu-ragu. Ariana menunjukkan poin yang tidak dia mengerti, sebelum mengambil keputusan untuk mengisinya dia harus tahu masalahnya.

Pikir Ken Anyu, Ariana hanya membesar-besarkan diri sendiri dan mencoba melamar di ENCEN ternyata Ariana memang mengetahui poin-poin masalah dan karena itu adalah berkas yang tidak bisa dia isi dengan asal-asalan tanpa mengetahui permasalahannya dengan jelas Ariana memintanya untuk diberikan izin meninjau berkas pembukuan inti.

“Mulai sekarang kamu akan mengurus masalah seperti ini!” Ken Anyu menatapnya dan berkata dengan serius. “Lufi, Ariana akan membantumu!”

Lufi mengukir senyum senang, karena biasanya dia akan menyelesaikan semua ini seorang diri, belum lagi dia harus menemani Ken Anyu ke mana pun pria itu pergi.

Lufi segera pergi untuk mengambil dua tumpuk berkas lalu dia letakkan di meja tepat di depan Ariana.

Ariana menatap dua pria itu dengan lega. Akhirnya dia diterima dan berhasil mendapatkan pekerjaan. Ariana sangat bersyukur di dalam hati.

“Nona, ini berkas yang harus Anda kerjakan hari ini, dan ini adalah pembukuan yang Anda minta sebelumnya. Semua yang ingin Anda gunakan sebagai acuan sudah ada di sini, jika ada hal lain yang Anda butuh kan, di sebelah ruangan ini ada ruang asisten. Nona bisa meminta berkas pada karyawan di sana!”

Senyum di bibir Ariana langsung sirna, dia menatap begitu banyak berkas di meja.

Ken Anyu berdiri dari kursinya, dia harus memenuhi jadwal pertemuan dengan klien.

Lufi segera mengambil berkas lain dari meja Ken Anyu.

“Nona, kami akan pergi memenuhi jadwal hari ini. Sebelum kami tiba setelah jam makan siang Nona harus menyelesaikannya dan meletakkannya di meja Presdir!”

Ariana menganggukkan kepalanya, dia datang memang untuk bekerja jadi dia tidak mengeluh dengan pekerjaan yang diberikan oleh Ken Anyu. Ariana mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, dia membutuhkan beberapa berkas lain jadi dia keluar dan memintanya di ruangan yang dikatakan oleh Lufi sebelumnya. Dari sana Ariana diambilkan berkas oleh karyawan yang bertugas pada pagi hari. Saat siang hari petugas lain memintanya untuk mencarinya sendiri.

Pekerjaannya masih tersisa sedikit dan dia harus menyelesaikannya sebelum Ken Anyu dan asistennya tiba di kantor.

Ariana tidak ingin mundur dari pekerjaan ini. Ini adalah hari pertamanya bekerja, dia harus memberikan kesal baik pada atasannya.

***

Di sisi lain, Ken Anyu dan Lufi sudah kembali dari pertemuan. Keduanya masih berada di dalam mobil dalam perjalanan kembali ke ENCEN.

“Apa kamu sudah menemukan informasi yang aku minta kemarin?”

“Sudah, Tuan!”

Lufi menyerahkan map berisi informasi terkait tentang Ariana. Di sana tercatat bahwa Ariana memang pindah ke kota lain pada beberapa tahun lalu, kuliahnya sempat tertunda selama beberapa tahun. Dan setelah Ariana memutuskan untuk putus di masa lalu mereka memang tidak pernah melakukan kontak apa pun lagi. Ariana menghilang bersama keluarganya dari Kota Bulan. Dan di sana juga tercatat Ariana telah kembali tiga bulan lalu. Ariana juga menghubungi beberapa instansi untuk melamar pekerjaan tapi belum diterima. Perusahaan tempat Ariana melamar, semuanya merupakan perusahaan kelas menengah ke atas salah satunya adalah ENCEN.

Melihat Ariana saat bertemu kembali kemarin, Ken Anyu menduga sepertinya Ariana tidak tahu kalau ENCEN adalah perusahaan milik keluarga Ken Anyu.

Di dalam dokumen itu juga tercatat bahwa keluarga Ariana sebelumnya adalah pemilik NEW, gedung tersebut telah diakuisisi karena bangkrut dan ENCEN adalah salah satu perusahaan yang menjadi pembeli saham terbesar. Sejak NEW bangkrut ENCEN mulai berkembang pesat dan mendirikan banyak anak cabang di ibukota.

Sementara perusahaan cabang NEW sekarang telah berpindah tangan menjadi milik Zaneta– ibu Gea.

“Papa Ariana kenapa mewariskan anak cabang pada Nyonya Zaneta? Bukankah dia saudara iparnya? Adik dari ibu Ariana?”

Lufi membisikkan jawabannya di telinga Ken Anyu.

“Mereka sebenarnya berselingkuh di belakang, Papa dari Nona Ariana memberikan anak cabang perusahaan di masa lalu karena Nyonya Zaneta memintanya.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Shally Aliasamadul
klu LAH Ariana tahu sbb NEW family nya bankrupt .........
goodnovel comment avatar
Shally Aliasamadul
NAAA...UJIAN TAHAN BANTING ARIANA HARI Ke-2...........................
goodnovel comment avatar
Shally Aliasamadul
TAPI msk hospital IBUNYA, ARIANA mendapat PELUANG UTK MENCARI kje dgn ENCEN & PERTEMUAN ARIANA & KEN BERMULA
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 53 End

    Di sisi lain, Ariana mendengar kabar tentang kejatuhan MEF. Dia tidak berkomentar sama sekali karena dia tahu ENCEN ikut menanggung kerugian yang tidak sedikit. Semua karyawan di perusahaan membicarakan masalah ini. Di dapur perusahaan, semua orang berkerumun dan mulai membahasnya.“Apa kalian tahu perusahaan yang dikelola Nona Gea sudah jatuh bangkrut?”“Aku dengar semua itu karena proposal proyek yang dikerjakan bersama dengan ENCEN,”“Lalu bagaimana dengan kondisi perusahaan ini?”“Apa benar-benar dikerjakan oleh Nona Gea?”“Sejak kapan Nona Gea bisa mengerjakan dokumen? Setahuku dia hanya pergi untuk bersenang-senang lalu datang ke ENCEN untuk merayu Presdir.”“Jadi, pertunangan yang pernah dikabarkan satu tahun lalu apakah masih akan tetap dilaksanakan?”“Berhentilah membicarakan masalah hubungan Presdir dengan Nona Gea, Sekretaris Ariana sangat dekat dengan Presdir. Bahkan Presdir memintanya untuk menggantikan pergi menemui klien penting. Menur

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 52 Bangkrut

    Gea melihat kemarahan begitu jelas di kedua mata Ken Anyu. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi. “Kakak, aku serius, aku tidak berbohong padamu!”“Sebenarnya apa niatmu datang ke sini?” tanya Ken sambil mengepalkan tangannya. “Tentu saja untuk urusan bisnis!” jawab Gea seolah-olah dia datang memang hanya untuk menangani urusan proyek. Dia berusaha menahan emosinya karena pengerjaan proyek masih belum dilaksanakan. Jika perkembangan bisnis kerja sama antara ENCEN dengan MEF tidak membuahkan hasil maka akan sesuai dengan keinginan Ken. Mengambil alih MEF untuk dikembalikan pada Ariana. Itulah tujuan Ken Anyu. Namun, jika hasilnya sebaliknya dia tidak bisa lepas tangan dengan mudah.Ariana sudah menjelaskan pada Ken sebelum Ken memulai proyek kerja sama dengan Gea bahwa proyek tersebut sudah sangat ketinggalan zaman, dan jika dikerjakan pada tahun-tahun ini mungkin hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan. Ariana sudah memprediksinya saat Ken meminta p

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 51 Apakah kamu tidak bisa bicara?

    Anfu sejak tadi berdiri di luar ruangan kerja Ariana, dia menahan tawanya mendengar semua percakapan antara Ariana dan Gea di dalam ruangan. “Ariana?” panggilnya. “Eh, Asisten An?”“Kamu ingin pergi? Aku berniat mengantarkan berkas ke ruangan kerjamu!” tanyanya.“Ya, berkas ini sudah hampir selesai. Jika Gea tidak mengganggu pasti sudah selesai sejak tadi, aku harus mengantarkannya ke ruangan kerja Presdir. Beliau memintanya untuk segera dikirim,” terangnya.Anfu mengikutinya pergi ke ruangan kerja Ken Anyu. Di dalam ruangan Ken Anyu, pria itu sudah berada di dalam ruangan. “Kenapa lama sekali? Kamu tahu berkas itu sangat penting?” tanyanya.Ken melihat Anfu masuk ke dalam ruangan tidak lama setelah Ariana masuk ke dalam.“Apakah aku sudah memanggilmu datang? Belum giliranmu masuk ke dalam ruanganku!” Anfu menganggukkan kepala lalu keluar dari dalam ruangan lagi.“Ariana, kenapa belum selesai? Aku memintamu menyelesaikannya segera kar

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 50 Luapan amarah Gea

    Di dalam mobil wajah Ken Anyu tampak serius memeriksa pekerjaan, sosok brutal di ranjang semalam seolah-olah ada sisi lain yang tersembunyi di balik ekspresinya. Sinar matanya terlihat dingin dan jernih. Ariana duduk di sampingnya, menatapnya dengan tidak berkedip. Ken terlihat seperti satu orang dengan dua sisi yang berbeda, terkadang dia seperti penindas di ranjang, terkadang seperti anak kecil yang pendendam selalu membahas semua detail kesalahanku di masa lalu, dan sekarang dia adalah sosok pria dewasa yang terisi penuh dengan sikap profesional dalam menangani pekerjaan. Ken Anyu menoleh dan mendapati Ariana tengah menatap ke arahnya dengan pandangan tidak berkedip. Ken mengukir senyum lalu melambaikan tangan tepat di depan wajah Ariana. “Ariana? Hei?” Ken mengejutkannya, Ariana buru-buru mengalihkan tatapan matanya. “Kamu menatapku seperti barusan, apa yang kamu pikirkan?” tanya Ken dengan penasaran. Ariana menggelen

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 49 Rintihan Ariana

    Ken Anyu melepaskan jasnya di ruang tengah lalu melemparkannya ke kursi. Ariana berdiri di tengah ruangan dengan gaun seksi yang menampilkan kedua bahu dan sebagian dadanya. Ken datang mendekat lalu mendesak dengan langkah kakinya. Ariana berjalan mundur menjauh sambil menelan ludah.Dari sinar mata Ken Anyu, Ariana tahu apa yang diinginkan Ken. Kehangatan, rintihannya di ranjang, dan kepasrahan serta penyerahan diri sepenuhnya. Langkah kaki Ariana terhenti di tepi meja samping ruangan.“Pernikahanmu masih belum diputuskan, kenapa begitu terburu-buru meminta hadiah?” Tanyanya sambil bersandar di tepi meja.Ken mengukir senyum lalu menarik sisi atas gaun Ariana ke bawah, buah dadanya langsung terpampang jelas dan telanjang di depan mata. Tidak hanya itu saja Ken juga menarik kancing di sisi belakang punggung Ariana. Gaun itu tidak bisa bertahan menutupi tubuhnya lagi. Ken membuat Ariana telanjang dan hanya mengenakan celana dalam kecil dengan kedua tali di sisi ping

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 48 Hadiah untuk Ken Anyu

    Dalam perjalanan pergi menuju ke tempat pertemuan, Ken Anyu beberapa kali melirik Ariana di sampingnya. Penampilan Ariana baru saja diubah beberapa menit yang lalu. Sekarang wanita di sampingnya itu terlihat sangat cantik dan elegan. Ken Anyu selalu mengaguminya sejak dulu, Ariana sangat cocok dengan penampilan berkelas. Dulu dia adalah putri dari pemilik perusahaan terbesar di kota, jika bukan karena sandungan yang menimpa Andi Gumilang mungkin pada saat ini perusahaan NEW masih berdiri dan setara kedudukannya dengan ENCEN.Ariana menyadari Ken Anyu sudah meliriknya beberapa kali. Ariana pikir ada yang tidak cocok dengan penampilannya.“Presdir Ken? Apakah ada yang salah dengan penampilanku?”Ken menoleh lalu menggelengkan kepalanya.“Tidak ada, kenapa masih memanggilku Presdir? Kita sudah sepakat untuk memanggil nama satu sama lain?” keluhnya.“Maaf, barusan .... kamu beberapa kali melirikku, mungkin ada yang tidak cocok dengan gaya sore ini? Apa anting panjang

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 1 Bertemu Kembali di kota Bulan

    22 Januari, ENCEN grup. Ariana berdiri menatap gedung tinggi menjulang tepat di depan matanya. Dokumen untuk melamar pekerjaan digenggamnya dengan erat dalam pelukan. Keringatnya mengucur di pelipisnya, matahari bersinar terlalu terik dan menyengat kulit. “Mereka pernah bilang di media, perusahaa

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 5 Bos, Ampuni aku!

    Gea yang sudah dibutakan dengan cinta sama sekali tidak tahu kalau Ken Anyu hanya bersandiwara dan sengaja menunjukkan kemesraan itu di depan Ariana. “Kakak Ken ... kenapa Kakak menerimanya bekerja di sini? Kakak harus memecatnya! Aku tidak suka dengan wanita ini!” protesnya.“Sayang, aku butuh ka

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 4 Aku masih peduli

    Semuanya tertulis jelas di sana bahwa penyebab utama kebangkrutan perusahaan NEW pada beberapa tahun yang lalu adalah keluarga Wibisono. Zaneta Wibisono – ibu Gea berselingkuh dengan Andi Gumilang ayah Ariana. Sejak perselingkuhan itu, Nyonya Sukesi – ibu Ariana mulai sakit-sakitan karena memikirka

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 2 Apa Salahku?

    Setelah tiba di parkiran, Ken Anyu segera menarik lengannya dari genggaman Gea.“Nona Gea, urusan pekerjaan jangan dicampur adukkan dengan masalah pribadi,” ujarnya seraya menatap penampilan Gea di sampingnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ken Anyu tidak tahan terus berjalan di sisinya, wanit

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status