แชร์

Bab 49 Rintihan Ariana

ผู้เขียน: Jackie Boyz
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-13 08:09:21

Ken Anyu melepaskan jasnya di ruang tengah lalu melemparkannya ke kursi. Ariana berdiri di tengah ruangan dengan gaun seksi yang menampilkan kedua bahu dan sebagian dadanya. Ken datang mendekat lalu mendesak dengan langkah kakinya. Ariana berjalan mundur menjauh sambil menelan ludah.

Dari sinar mata Ken Anyu, Ariana tahu apa yang diinginkan Ken. Kehangatan, rintihannya di ranjang, dan kepasrahan serta penyerahan diri sepenuhnya.

Langkah kaki Ariana terhenti di tepi meja samping ruan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 51 Apakah kamu tidak bisa bicara?

    Anfu sejak tadi berdiri di luar ruangan kerja Ariana, dia menahan tawanya mendengar semua percakapan antara Ariana dan Gea di dalam ruangan. “Ariana?” panggilnya. “Eh, Asisten An?”“Kamu ingin pergi? Aku berniat mengantarkan berkas ke ruangan kerjamu!” tanyanya.“Ya, berkas ini sudah hampir selesai. Jika Gea tidak mengganggu pasti sudah selesai sejak tadi, aku harus mengantarkannya ke ruangan kerja Presdir. Beliau memintanya untuk segera dikirim,” terangnya.Anfu mengikutinya pergi ke ruangan kerja Ken Anyu. Di dalam ruangan Ken Anyu, pria itu sudah berada di dalam ruangan. “Kenapa lama sekali? Kamu tahu berkas itu sangat penting?” tanyanya.Ken melihat Anfu masuk ke dalam ruangan tidak lama setelah Ariana masuk ke dalam.“Apakah aku sudah memanggilmu datang? Belum giliranmu masuk ke dalam ruanganku!” Anfu menganggukkan kepala lalu keluar dari dalam ruangan lagi.“Ariana, kenapa belum selesai? Aku memintamu menyelesaikannya segera kar

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 50 Luapan amarah Gea

    Di dalam mobil wajah Ken Anyu tampak serius memeriksa pekerjaan, sosok brutal di ranjang semalam seolah-olah ada sisi lain yang tersembunyi di balik ekspresinya. Sinar matanya terlihat dingin dan jernih. Ariana duduk di sampingnya, menatapnya dengan tidak berkedip. Ken terlihat seperti satu orang dengan dua sisi yang berbeda, terkadang dia seperti penindas di ranjang, terkadang seperti anak kecil yang pendendam selalu membahas semua detail kesalahanku di masa lalu, dan sekarang dia adalah sosok pria dewasa yang terisi penuh dengan sikap profesional dalam menangani pekerjaan. Ken Anyu menoleh dan mendapati Ariana tengah menatap ke arahnya dengan pandangan tidak berkedip. Ken mengukir senyum lalu melambaikan tangan tepat di depan wajah Ariana. “Ariana? Hei?” Ken mengejutkannya, Ariana buru-buru mengalihkan tatapan matanya. “Kamu menatapku seperti barusan, apa yang kamu pikirkan?” tanya Ken dengan penasaran. Ariana menggelen

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 49 Rintihan Ariana

    Ken Anyu melepaskan jasnya di ruang tengah lalu melemparkannya ke kursi. Ariana berdiri di tengah ruangan dengan gaun seksi yang menampilkan kedua bahu dan sebagian dadanya. Ken datang mendekat lalu mendesak dengan langkah kakinya. Ariana berjalan mundur menjauh sambil menelan ludah.Dari sinar mata Ken Anyu, Ariana tahu apa yang diinginkan Ken. Kehangatan, rintihannya di ranjang, dan kepasrahan serta penyerahan diri sepenuhnya. Langkah kaki Ariana terhenti di tepi meja samping ruangan.“Pernikahanmu masih belum diputuskan, kenapa begitu terburu-buru meminta hadiah?” Tanyanya sambil bersandar di tepi meja.Ken mengukir senyum lalu menarik sisi atas gaun Ariana ke bawah, buah dadanya langsung terpampang jelas dan telanjang di depan mata. Tidak hanya itu saja Ken juga menarik kancing di sisi belakang punggung Ariana. Gaun itu tidak bisa bertahan menutupi tubuhnya lagi. Ken membuat Ariana telanjang dan hanya mengenakan celana dalam kecil dengan kedua tali di sisi ping

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 48 Hadiah untuk Ken Anyu

    Dalam perjalanan pergi menuju ke tempat pertemuan, Ken Anyu beberapa kali melirik Ariana di sampingnya. Penampilan Ariana baru saja diubah beberapa menit yang lalu. Sekarang wanita di sampingnya itu terlihat sangat cantik dan elegan. Ken Anyu selalu mengaguminya sejak dulu, Ariana sangat cocok dengan penampilan berkelas. Dulu dia adalah putri dari pemilik perusahaan terbesar di kota, jika bukan karena sandungan yang menimpa Andi Gumilang mungkin pada saat ini perusahaan NEW masih berdiri dan setara kedudukannya dengan ENCEN.Ariana menyadari Ken Anyu sudah meliriknya beberapa kali. Ariana pikir ada yang tidak cocok dengan penampilannya.“Presdir Ken? Apakah ada yang salah dengan penampilanku?”Ken menoleh lalu menggelengkan kepalanya.“Tidak ada, kenapa masih memanggilku Presdir? Kita sudah sepakat untuk memanggil nama satu sama lain?” keluhnya.“Maaf, barusan .... kamu beberapa kali melirikku, mungkin ada yang tidak cocok dengan gaya sore ini? Apa anting panjang

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 47 Kamu tidak berhak

    Ken Anyu baru saja selesai bertemu dengan klien di luar, dia masuk ke dalam ruangan kerjanya lalu duduk di kursi. Dia berniat memanggil Ariana karena acara pertemuan sore nanti. Ken membutuhkan Ariana untuk mendampinginya sebagai sekretaris pribadi. Baru saja hendak mengambil gagang telepon, tatapan mata Ken tertuju ke arah selembar surat yang terselip di atas meja kerjanya. Surat tersebut diletakkan di meja dan tertimpa dokumen yang diletakkan oleh Lufi.Mata Ken Anyu terbelalak ketika melihat nama Ariana tertera di dalam surat tersebut.Ken Anyu meremas surat tersebut lalu berdiri dari kursinya. Dia berjalan dengan langkah lebar menuju ke ruangan kerja Ariana. Setibanya di dalam ruangan, tas dan semua barang-barang Ariana ternyata sudah dirapikan. Tidak ada tanda-tanda Ariana di sana.Ken mencoba menghubunginya tapi teleponnya tidak aktif. Dengan geram dia pergi mencari Lufi. Ken terus menggerutu karena tidak bisa menahan emosi.“Ariana! Apa aku terlalu member

  • Bos, Kamu Terlalu Panas   Bab 46 Kedatangan Andi di ENCEN

    ***Di sisi lain, karena Desakan Zaneta Andi terpaksa pergi ke ENCEN untuk menemui Ariana.Pria itu masuk ke dalam perusahaan dan melaporkan kedatangannya di meja resepsionis.“Ada yang bisa saya bantu, Pak?”“Aku ingin bertemu dengan Presdir Ken, em – maksudku Ariana!” “Boleh saya tahu siapa nama Anda?”“Andi, Andi-Gumilang!” Jawabnya gugup.“Apa Anda sudah membuat janji sebelumnya?”“Semalam, Presdir datang ke rumah kami untuk membahas kerja sama antar perusahaan. Gea – putriku, dia juga sering datang ke perusahaan ini untuk membicarakan bisnis. Hubungan putriku dengan Presdir cukup baik, bahkan kami juga ingin menjadikan Presdir sebagai calon menantu! Kedatanganku hari ini hanya untuk bertemu dengan Ariana apakah perlu membuat janji?” tanyanya dengan serius. Tangan Andi tampak gemetar, dia sebenarnya tidak ingin membahas kedekatan Gea dengan Ken Anyu karena tahu Gea selalu membesar-besarkan setiap hal sepele.Penjaga resepsionis langsung menga

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status