Share

29. Provokasi Ussy

Penulis: Freyaa
last update Tanggal publikasi: 2023-11-12 13:03:00

"Masuklah, Vanessa. Ada apa?"

Ussy membukakan pintu kamarnya untuk Vanessa dan bertanya sembari tersenyum ramah namun tidak mencapai matanya, memindai penampilan gadis pelayan yang sering melayani Lagertha tersebut.

"Terima kasih. aku tak akan lama. Nona Muda ingin kamu menghindari dan menjauhi Jordan." Vanessa berkata to the point setelah dia melangkah masuk ke dalam ruangan kamar Ussy.

Ussy tersenyum, duduk pada tepian ranjang dan mempersilakan Vanessa duduk pada kursi kayu, satu-satunya kur
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Boss Mafia Tak Terjamah   77.

    Mister Bough masih merasa tenang, mengira semua bisnisnya masih berada dalam kendali penuh. Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Tiger, [Viper sudah bergerak, kabar besar segera datang.]"Ha ha ha..."Tawa besar Mister Bough menggema di dalam ruangan kerjanya. Namun, mulutnya yang terbuka lebar, terkatup rapat begitu cepat saat pelayan di depan pintu memberitahukan kedatangan Zero.Mister Bough buru-buru duduk di balik meja kerjanya, memasang wajah sedingin dan seserius mungkin saat Zero melangkahkan kaki ringannya memasuki ruangan."Kau dari mana saja? Katanya mau membereskan Jordan, tapi...""Ada urusan!" potong Zero cepat.Tanpa menunggu dipersilakan, Zero langsung mendudukkan diri pada kursi seberang meja kerja Mister Bough."Tidak penting Anda tahu urusanku, juga tak ada hubungannya dengan Anda." tambah Zero melihat sorot tajam Mister Bough padanya, "Tapi ada dua hal yang perlu ku sampaikan..." Zero berhenti sejenak, matanya di balik masker yang menutupi wajahny

  • Boss Mafia Tak Terjamah   76.

    "Ada yang perlu aku diskusikan dengan Lagertha..." ucap Jordan pelan pada Maximus dan Marco, begitu mereka selesai dari melakukan rapat mendadak dengan semua anak buahnya di berbagai wilayah melalui panggilan video."Pergilah dan selesaikan diskusinya dengan baik," sahut Maximus santai, memasang wajah pura-pura serius. Namun, kalimat berikutnya sukses membuat Marco berusaha menahan tawanya mati-matian agar tidak mempermalukan sang bos di tempat."Jangan lupa kunci pintunya, dan tidak perlu membawa Joshua ke dalam ruangan saat kalian berdiskusi. Kasihan bayi itu, nanti ia bisa merekam suara 'menyenangkan' yang keluar akibat dari kalian berdebat dalam diskusi."Jordan hanya melirik sekilas dengan ujung matanya. Tanpa membalas godaan iseng Maximus, ia langsung melangkah meninggalkan ruangan menuju kamar tidurnya di lantai atas.Tak lama kemudian, Lagertha menyusul masuk ke dalam kamar, membawakan roti dan minuman untuk Jordan."Bagaimana pertemuannya tadi? Apakah ada masalah?" tanya Lage

  • Boss Mafia Tak Terjamah   75.

    Menteri Jonas terkesiap pelan, tidak menduga Jordan akan langsung menebak arah tujuannya setegas itu."Dengar, Tuan Jonas," lanjut Jordan, suaranya datar namun menusuk tajam, "aku dan kelompokku tidak mau bekerja untuk siapa pun, apalagi pemerintah. Jangan samakan kami dengan anjing peliharaan yang bisa dilepas untuk berburu, diberi tulang kalau berhasil, lalu dibiarkan mati ditembak ketika buruannya lepas."Suasana ruang tamu mendadak menegang. Menteri Jonas menelan ludahnya, merasakan tekanan luar biasa dari pemuda yang usianya jauh di bawahnya itu."Kami bukan kacung yang bisa diperintah sesuka hati, lalu pemerintah cuci tangan ketika apa yang kami lakukan tidak sesuai dengan rencana kalian," tandas Jordan tanpa ampun. "Jika kami bergerak, itu karena kepentinganku dan keluargaku, bukan demi lambang negara yang busuk di atas kertas."Di sebelah Jordan, Maximus mengulum senyum takjub. Pandangan matanya menyiratkan kekaguman yang teramat sangat pada keputusan tegas sang bos muda.Kete

  • Boss Mafia Tak Terjamah   74.

    Langit Swedia Utara perlahan mulai mengikis pekatnya malam, menyisakan bias kelabu di balik jendela kaca kediaman Jola yang membeku.Di dalam kamarnya yang temaram, setelah memastikan Lagertha dan Joshua masih terlelap dalam damai, Jordan berdiri sendiri di dekat jendela. Matanya menatap lurus ke arah hutan pinus yang masih tampak seperti barisan pasukan penjaga bayangan.Di sela-sela jari tangan Jordan, sebuah rosario kecil berkalung kayu salib tampak melingkar. Kebiasaan yang hampir tak pernah Jordan tinggalkan, meskipun sekarang ia sudah memilih menjalani kehidupan dunia mafia ini bersama Lagertha, yaitu berdoa pagi.“Tuhan... lindungi mereka dari badai yang kubawa,” gumam Jordan sangat pelan, nyaris tanpa suara, memanjatkan doa untuk dua orang kesayangannya.Bagi dunia luar, nama Jordan mungkin kini tak ubahnya bagaikan monster kejam yang ditakuti. Namun di hadapan sisa-sisa imannya yang tetap mengakar kuat dalam dirinya, Jordan adalah seorang pria yang mencoba bertahan hidup meng

  • Boss Mafia Tak Terjamah   73.

    Jordan semakin mengunci kedua tangan Zero di balik punggung pria itu dengan cengkeraman kuat, memastikan Zero tidak bisa bergerak bebas.Udara malam di dalam hutan terasa dingin membeku, namun ketegangan di antara mereka jauh lebih panas dari pada bara api.Dengan napas memburu dan rahang mengeras, Jordan melontarkan interogasinya."Kenapa kau menyiksa Kaye... dan sengaja melemparkan berita itu agar aku dituduh sebagai monster yang kejam?!" desis Jordan tajam, matanya menatap lekat-lekat wajah Zero menoleh menyeringai sinis padanya.Maximus yang memegang needle di leher Zero ikut menegang, menunggu jawaban dari sang ninja. Ujung needle telah menggores kulit leher Zero yang merembaskan sedikit darah, namun pria itu justru terkekeh rendah, sama sekali tidak merasa terancam meski posisinya sedang dikunci."Monster?" ulang Zero dengan nada mencemooh yang tenang, "Aku tidak pernah membuatmu jadi monster, Jordan. Aku hanya menyingkirkan salah satu hama yang dulu ikut andil menghancurkan hid

  • Boss Mafia Tak Terjamah   72. Adu Domba

    Malam di Las Vegas menyuguhkan gemerlap lampu neon yang menyilaukan mata, sangat kontras dengan ketegangan mencekam di dalam sebuah gudang logistik terbengkalai di pinggiran kota.Atas perintah langsung dari Mister Bough, Tiger mengawal sendiri pengiriman paket narkotika bernilai jutaan dolar untuk klien yang sering rewel dan terakhir kali memprotes pada Mister Bough jika kualitas vitamin mereka menurun sangat tidak bagus.Namun, baru saja koper-koper berisi barang haram tersebut diserahkan dan diterima oleh klien utama mereka, suasana berubah drastis dalam hitungan detik.Cklek! Cklek! Cklek!Puluhan laras senjata api dari berbagai sudut mendadak menodong kepala Tiger dan anak buahnya. Sebelum Tiger sempat menarik pelatuk senjatanya, tubuhnya sudah ditendang hingga tersungkur ke lantai beton yang dingin.Pria yang bertindak sebagai klien, yang baru saja menerima koper. perlahan merapikan jas rapi yang ia kenakan. Pria itu menyeringai tipis, lalu membuka penyamarannya. Elias, tangan k

  • Boss Mafia Tak Terjamah   1. Jebakan dan Fitnah

    Jordan terbangun saat mendengar suara langkah kaki dan keributan orang di luar pintu kamarnya. Namun betapa terkejutnya pria muda itu saat mendapati ada tubuh wanita telanjang di sebelahnya yang dia mendapati dirinya juga tanpa ada pakaian satu helai benangpun menutupi tubuhnya selain selimut tipis

  • Boss Mafia Tak Terjamah   9. Keturunan Ninja

    Langley mengambil pisau yang terselip di samping pahanya dan langsung melemparkannya ke arah Jordan. Namun ... Maximus yang sudah terlatih merasakan bahaya, menoleh dan menangkap pisau dengan telapak tangannya yang langsung dia genggam erat selama beberapa detik. Lalu membalikkan dan melemparkan p

  • Boss Mafia Tak Terjamah   8. Pembebasan

    Jordan kembali mendapat hadiah cambukan ke dua puluh tujuh. Ya, pria malang itu telah berada di penjara batu dalam pulau selama lima tahun. Langley semakin menggila mencambuki punggung Jordan. Tetapi Jordan sudah tidak berteriak lagi juga tidak melantunkan firman Tuhan. Sebaliknya Jordan justru te

  • Boss Mafia Tak Terjamah   2. Di Penjara

    Lukas Layton, salah satu Pastur yang sangat mengenal Jordan dan sering bertemu Mamanya, terkejut melihat Mary Helena dan Siggy didorong hingga terjatuh ke lantai. “Oh, kalian tidak apa-apa? Ayo berdirilah,” Lukas membantu menarik lengan Mary Helena dan Siggy yang bergegas bangkit membantu Nyonya m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status