공유

203. Hang Out #2

작가: Dinis Selmara
last update 게시일: 2026-02-23 23:59:47
Sedanu keluar dari mobil untuk menyapa Ara yang menyunggingkan senyum kecil. Amalia sebelumnya sudah menyampaikan rencana sore itu, berburu makanan di kafe baru yang sedang ramai dibicarakan.

“Di dalam ada dua temanku,” ujar Sedanu ketika Ara mendekat.

Wajah Ara sempat berubah tipis saat melihat kursi depan sudah ditempati seorang lelaki. Sedanu membukakan pintu belakang tepat di belakang kursi kemudi.

Wanita itu masuk dan kembali tersenyum kecil ketika menyadari dua dokter yang duduk di dalam m
Dinis Selmara

Lanjut, ya. Aku udah up lagi

| 54
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
Suherni 123
anak ketua dokter kok gitu tingkah nya ya
goodnovel comment avatar
Kania Putri
sumpah ngeselin banget ini si ara astajim malu ih sama profesi dokter koq kelakuannya kaya gitu
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
heleehhh lagu lama lu ara. amit" ko ada yaaa dokter bgtu sifatnya
댓글 더 보기

최신 챕터

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   336. (Bukan) Cucu Pertama #1

    “Kita langsung ke rumah sakit, ‘kan, Mas?” tanya Serayu begitu mereka keluar dari pintu kedatangan.“Iya, Sayang.”Aksa dengan cekatan membukakan pintu mobil. Sopir keluarga sudah menunggu untuk menjemput mereka. Aksa duduk di kursi depan, sementara Abra dan Serayu menempati kursi belakang.“Bu Riani dan Pak Jay Wijaya masih di rumah sakit, Mang?” tanya Abra kepada sopir keluarga.“Ibu masih di sana, Den. Kalau Bapak, baru saja saya antar ke rumah kakaknya. Kakaknya baru datang dari Surabaya. Katanya, mereka sudah lama tidak bertemu dan ingin mengobrol.”Abra terdiam sejenak. Ia tidak lagi menanggapi ucapan sopir tersebut.Jay Wijaya merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Hubungannya dengan sang kakak bisa dibilang kurang harmonis, dipenuhi persaingan dan rivalitas. Berbeda dengan hubungannya bersama kedua adiknya, yang masing-masing merupakan ayah dari Sedanu dan Amalia.Ada yang terasa sedikit mengganjal dari kabar itu. Namun, Abra tidak punya waktu untuk memikirkannya. Saat in

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   365. Pulang

    “Benar kata kamu. Seharusnya kita langsung pulang,” gumam Abra sembari memeluk Serayu yang tengah memejamkan mata setelahi menangisi putra mereka. “Tadi sudah janji ‘kan untuk nggak saling menyalahkan diri sendiri?” balas Serayu lirih dalam pelukan Abra. “Maafkan saya, Sayang.” Abra mengecup puncak kepala istrinya. Entah sudah berapa kali kata maaf itu terucap. Serayu mengeratkan pelukannya, berusaha menyalurkan kehangatan yang dapat memenangkan hati Abra yang tengah hancur. Bagaimana tidak, Abra pernah dihadapkan dengan perjuangan untuk menyelamatkan putra mereka ketika Serayu menjalani persalinan. Kini, Abra harus dihadapkan dengan ketakutan yang sama, ketika Satria terbaring tak berdaya di rumah sakit. Satria saat ini dirawat di PICU. Kondisinya masih kritis dan membutuhkan pemantauan intensif serta dukungan pernapasan setelah jatuh hingga tak sadarkan diri. Bermula dari malam yang awalnya hangat di kediaman Jay Wijaya. Satria menikmati camilan di meja makan yang disiapkan Ria

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   364. Memanjakan Istri

    Makan malam berlangsung dalam suasana hangat, diselingi percakapan ringan dan pembahasan mengenai pemeriksaan lanjutan Abra. Meski kondisi Abra menunjukkan perkembangan yang baik, masih ada beberapa hal yang perlu dipastikan sebelum ia benar-benar diperbolehkan meninggalkan Malaysia. Kepala dokter yang setia menemani Abra dijadwalkan kembali ke Bandung besok. Sementara itu, Abra, Serayu, dan Aksa masih harus tinggal di Malaysia hingga pemeriksaan terakhir selesai dilakukan dan dokter yang menangani Abra memberikan izin untuknya kembali ke Indonesia. “Kalau begini saya tenang tinggalin Abra,” kata kepala dokter, menoleh ke arah Serayu yang duduk di samping suaminya. Serayu tersenyum tersipu seraya mengangguk sopan. Tangan kiri Abra terulur mengusap punggung kesayangannya, tatapannya jatuh pada wajah cantik di sampingnya seraya tersenyum tipis. “Pasiennya aman di tangan saya, Dok,” ujar Serayu mencairkan suasana. Terdengar gelak tawar yang menghangatkan suasana. Abra gemas sendiri

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   363. Dunia Milik Berdua

    Predikat pasien ternakal jatuh kepada dr. Abra. Bagaimana tidak? Seorang dokter yang seharusnya menjadi pasien penurut malah ngide, memaksa istrinya tidur di ranjang pasien tepat di sampingnya. Dengan tangan kanan yang terpasang penyangga dan tangan kiri malang melintang masih terinfus pun Abra masih menyempatkan lengannya menjadi bantalan untuk kepala kesayangannya. “Ini kalau ketahuan perawat atau dokter sekalian deh, bisa-bisa saya diusir,” gumam Serayu. Meski melayangkan protes, tangannya tetap memeluk tubuh suaminya. “Siapa yang berani usir istri dokter Abra, hm?” “Ini rumah sakit orang, ya. Kamu nggak berkuasa di sini,” tekan Serayu mengingatkan. “Hanya tidur bersama istri untuk melepas rindu saja masa tidak boleh?” Mereka bercakap tanpa saling menatap satu sama lain hingga Serayu mendongak dan hanya bisa menggeleng saja. Abra pun menunduk, menatap binar mata istrinya yang sangat ia rindukan. Lalu pandangan Abra jatuh pada bibir kesayangannya. Serayu menyadari arah pand

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   362. Suami Manja

    Apa-apaan itu tadi? Serayu menggeleng saat melihat brankar yang membawa Abra didorong masuk lebih jatuh ke ruangan lain. Ia yakin ruangan itu adalah ruangan persiapan operasi. Sempat-sempatnya menggoda, pikir Serayu. Begitu keluar dari ruangan tersebut, Serayu langsung disambut oleh Aksa yang setia menunggu. “Yang lain menunggu di ruang dokter. Ibu mau istirahat saja di ruang perawatan Bapak?” tawar Aksa. Serayu cepat menggeleng. “Saya mau ke kafetaria, lalu mau nunggu di sini lagi saja,” jawab Serayu. Aksa pun mengangguk paham. Sementara Abra berjuang di dalam ruang operasi, Serayu dan Aksa menunggu di luar sambil duduk di kursi yang telah disediakan. Tak banyak percakapan di antara mereka karena Serayu lebih banyak berdoa dalam diam. Ia sangat berharap yang terbaik atas keberhasilan operasi suaminya ini. Hingga akhirnya, saat dinanti pun tiba. “Keluarga dr. Abra?” Serayu cepat berdiri begitu mendengar panggilan itu. Tak lama kemudian, ia mendapatkan kabar bahwa operasi tela

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   361. Kejutan Untuk Suami

    “Sudah di Bandara, ya?” Suara Riani bertanya, meski kini layar ponsel Serayu dipenuhi wajah Satria. “Sudah, Ma. Ini lagi di ruang tunggu,” jawab Serayu. “Yakin Abra nggak tahu kedatangan kamu? Nggak cepu tuh si Aksa? Dia kan tangan kanan Abra banget.” Serayu terkekeh kecil. “Serayu percaya sih sama Mas Aksa, Ma.” Riani mengangguk saja. Saat ini, Serayu memang sedang bersiap menyusul Abra ke Malaysia. Keberangkatannya sengaja ia rahasiakan sejak jauh-jauh hari. Semua orang tahu rencananya, kecuali Abra. Ia hanya ingin memberikan kejutan pada suaminya. “Serayu masuk pesawat ya, Ma,” pamit Serayu. “Hati-hati, ya. Kabari Mama kalau kamu sudah sampai.” “Iya, Ma. Serayu langsung ke rumah sakit nanti di jemput Mas Aksa.” Panggilan itu pun terputus, dan Serayu sudah berjalan menuju pesawat. Ini adalah penerbangan pertamanya ke luar negeri tanpa ditemani suami. Jujur saja, ada sedikit rasa deg-degan, tapi juga antusias karena beberapa jam lagi ia akan bertemu dengan Abra. Se

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status