Share

Bab 681

Author: Ayesha
Perbaikan rumah jelas membutuhkan waktu. Brielle pun mengambil keputusan untuk pindah rumah.

Dia tidak bisa membiarkan putrinya tinggal di rumah yang memiliki potensi bahaya. Sudah saatnya berpindah ke tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Lagi pula, dengan kemampuan finansialnya sekarang, membeli rumah sama sekali bukan masalah.

Pagi itu juga, Brielle membuka aplikasi properti dan menelusuri rumah-rumah di sekitar. Pada akhirnya, dia tertarik pada kompleks hunian kelas atas tempat Lambert
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
wah...si mantan auto ikut2 an mau tinggal di kompleks yg sama gegara dgr Lambert jg disana....wah Anya andai ibu mu tau apa yg kau lakukan....hahaha
goodnovel comment avatar
Suryat
anya..kamu polos banget deh..mentang2 masih kecil..haha..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1084

    Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu. Brielle menengok dan berkata, "Silakan masuk."Raka mendorong pintu masuk. Mendengar suara itu, Brielle mengangkat kepala, sedikit mengerutkan alisnya.Melihat wanita yang duduk dengan tenang di depan meja kerjanya, hati Raka sedikit mencelos."Brielle," ucapnya dengan nada sedikit gugup. "Apa yang Devina katakan tadi, semuanya bisa kujelaskan.""Nggak perlu." Brielle menatapnya dengan tenang. "Biarkan semua yang terjadi dulu berlalu saja."Meskipun suaranya terdengar tenang, hati Raka seperti dicengkeram erat oleh sesuatu. Ketenangan Brielle jauh lebih menyakitkan daripada semua tuduhan.Brielle menutup dokumen di tangannya dan melanjutkan, "Dari posisimu, kamu nggak salah. Kamu hanya melakukan ini demi ibumu, adikmu, dan Anya yang berada di bawah tekanan. Aku ngerti. Tapi urusanmu dengan Devina nggak ada hubungannya denganku."Raka tiba-tiba melangkah maju, menatapnya dengan tajam, mencoba menemukan sedikit reaksi di matanya, sekadar sedikit gelomb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1083

    Seluruh tubuh Devina gemetar karena ancaman dalam kata-kata Raka. Apa maksudnya? Apakah dia akan membuat Grup Datau bangkrut suatu saat nanti?Kesadaran itu membuat Devina terguncang. Dia menatap pria di hadapannya dengan jelas. Dia tahu bahwa begitu Raka membuat keputusan, dia benar-benar bisa melakukannya."Raka, aku salah. Aku nggak seharusnya mengatakan hal-hal itu untuk memprovokasi Brielle, tolong jangan ganggu perusahaan ayahku ya?" Devina tiba-tiba meraih lengan Raka dengan ekspresi memohon.Raka menarik tangannya. Matanya tidak menunjukkan sedikit pun rasa tergerak, hanya muncul kilatan jijik sesaat.Pandangan Raka tertuju ke koridor tempat Brielle tadi menghilang. Suaranya dingin. "Singkirkan semua pikiran yang nggak pantas itu. Kalau kamu berani ikut campur dalam urusan aku dan Brielle lagi, aku pastikan Grup Datau akan lenyap total dari Kota Amadeus."Devina ketakutan oleh kata-katanya. Suaranya terdengar serak dan menahan tangis. "Raka, kamu nggak bisa begitu padaku. Aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1082

    Raka yang sebenarnya adalah sosok di hadapannya ini. Tenang, rasional, cerdik, memperlakukan segalanya sebagai alat transaksi.Sementara dia yang mengira dirinya adalah seorang pemburu tingkat tinggi, pada akhirnya hanyalah mangsa yang bodoh dan konyol."Raka ...." Devina tiba-tiba menggigit bibirnya. Matanya dipenuhi rasa sakit dan tak berdaya. "Sejak awal, kamu memang menipuku?"Raka menunduk ke arahnya, matanya tanpa emosi. Tidak ada rasa bangga, tidak ada rasa bersalah, hanya ketenangan yang dalam dan tak terlihat ujungnya."Itu hanyalah transaksi yang saling menguntungkan, di mana ada kesepakatan dan persetujuan. Di mana letak penipuannya?" sahut Raka dengan tenang. "Kamu mendapatkan sumber daya, reputasi, dan kekayaan yang kamu inginkan, sedangkan aku memastikan kesehatan ibuku. Sama-sama untung, transaksi selesai dengan baik.""Transaksi selesai dengan baik?" Suara Devina tiba-tiba meninggi, bercampur tangis dan kemarahan. "Kamu tahu aku mencintaimu. Aku mencintaimu selama sepul

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1081

    Devina bertopang pada tepi meja. Seluruh tubuhnya gemetar tak terkendali. Semua kebanggaan dan perhitungannya, di hadapan skema dingin Raka, tampak begitu konyol dan rapuh."Heh! Raka, kamu memang kejam sekali." Devina bergumam, dengan sedikit rasa tidak terima. Tiba-tiba, dia melihat kontrak di depannya. Dia pun meraihnya, berniat merobeknya habis-habisan.Namun, saat dia hendak merobeknya, sesuatu terlintas di pikirannya. Dia membuka kontrak dengan panik, matanya mencari-cari dengan tergesa-gesa. Akhirnya, jarinya berhenti pada sebuah klausul yang dicetak tebal.[ Klausul Kerahasiaan: Tanpa persetujuan pihak B, seluruh isi kontrak ini tidak boleh dibocorkan, dipublikasikan, atau ditunjukkan kepada pihak ketiga. Jika dilanggar, pihak A dianggap melanggar kontrak dan wajib menanggung tanggung jawab hukum serta mengganti kerugian pihak B. ]Mata Devina seketika menyala dengan kebencian.Raka telah melanggar. Tanpa izin Devina, dia telah memperlihatkan isi kontrak itu kepada Brielle.Dev

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1080

    'Lihatlah, Raka. Kamu sudah bersusah payah mengatur agar Brielle ikut terlibat, ingin menggunakan kontrak ini untuk membuktikan keterikatanmu, ingin memperjelas hubungan kita. Tapi hasilnya? Brielle sama sekali nggak peduli!'Sudut bibir Devina kuasa tersenyum. Akhirnya, dia menatap Raka dengan nada mengejek. "Raka, lihat? Meskipun kamu meletakkan bukti hubungan kita di atas meja, dia tetap nggak mau melirik sekali pun. Ngapain juga kamu sok perhatian sendiri?"Raka tiba-tiba menoleh. Matanya menatap dengan tajam sebagai peringatan. "Perhatikan ucapanmu."Devina mengangkat bahu, menunjukkan ekspresi polos. "Aku cuma bicara jujur."Setelah itu, dia menoleh ke Smith. "Doktor, bisa aku bicara dengan Raka secara pribadi?"Smith menatap Raka. Raka tidak memberikan jawaban, tetapi Smith tetap ingin memberi mereka ruang untuk bicara pribadi. Dia pun berdiri dan meninggalkan ruangan.Begitu pintu ruang rapat tertutup, Devina menggeser kursinya, mencoba mendekat ke Raka. Suaranya lembut saat be

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1079

    Smith mengambil tiga salinan kontrak dari samping. Salah satunya diserahkan ke depan Brielle, satu lagi diberikan kepada Devina."Bu Devina, harap tenang. Bukan maksud kami menyulitkan, tapi klausul kontrak ini mengikat kedua belah pihak. Ini adalah klausul yang dulu kamu sendiri ajukan dan bersikeras untuk dimasukkan."Brielle secara refleks meraih kontrak dan mulai membolak-balikkannya. Baru dua halaman dibuka, pandangan yang panas dan mendesak langsung tertuju padanya dari kursi utama.Raka hampir seketika duduk tegak. Matanya terkunci pada jari-jari Brielle yang membolak-balikkan kontrak. Dia seolah-olah sedang menunggu dengan penuh konsentrasi.Sementara itu, Devina menatap kontrak di depannya. Wajahnya langsung memerah. Dia menoleh ke arah Brielle yang sedang membolak-balikkan kontrak. Jantungnya berdebar kencang.Dia tak pernah menyangka, suatu hari kontrak itu akan berada di tangan Brielle, dan Brielle sendiri yang membacanya.Brielle jelas tidak tertarik pada kontrak ini. Deng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 78

    Brielle kembali tertidur dalam kondisi setengah sadar. Dia samar-samar merasakan ada tangan yang menyentuh lembut wajahnya. Dia tak punya tenaga untuk mengusirnya, hanya mengernyit dengan kesal.Di dekat telinganya, terdengar suara helaan napas panjang yang penuh ketidakberdayaan.Pagi hari, Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 104

    Keesokan sore, barulah Syahira mengantar Brielle dan Anya pulang. Anya yang bermain sepuasnya terlihat sangat gembira. Dia melompat-lompat sambil berseru, "Papa, Papa, aku pulang!"Brielle awalnya mengira Raka tidak ada di rumah. Namun, suara langkah dari lantai dua membuatnya menoleh. Raka berjalan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 107

    Harvis mengangkat kepala, sorot matanya penuh dengan pergulatan batin. Brielle berkedip, justru semakin penasaran menatapnya.Genggaman erat di tangan Harvis akhirnya mengendur. Dia menarik napas panjang dan berkata, "brie, sebaiknya ... aku kasih tahu kamu lain waktu saja."Namun, rasa ingin tahu B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 80

    Brielle juga merasa sangat senang bisa mendapatkan penghargaan. Setelah mengobrol sebentar dengan Harvis tentang situasi di Desa Mesha, dia pun menutup telepon.Di laboratorium, Cherlina yang memang gemar mengumpulkan gosip, kebetulan mendengar bahwa Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional akan mengadakan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status