Share

Bab 1130

Author: Ayesha
Brielle mengangguk. "Kalau ada waktu, aku memang ingin nanya beberapa hal sama dia."

Tatapan Niro menjadi lebih dalam. "Kebetulan Anya juga ingin pergi ke markas. Kalau kamu ada waktu libur, nggak ada salahnya datang lagi ke markasku untuk jalan-jalan."

Brielle berkedip. Waktu itu Brielle pergi ke markasnya karena urusan pekerjaan. Kalau hanya untuk bermain ke sana, dia malah merasa agak sungkan. Bagaimanapun, itu adalah area militer, bukan tempat yang bisa dikunjungi sembarangan kecuali keluarg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Nisa Nisa
bnr sekali
goodnovel comment avatar
Tiny Pratiwi
ayo jadikan Brielle dng Niro...
goodnovel comment avatar
Yantii Daok
eeeh malas baca,, aku bukan tim niro,, malas ah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1132

    Derrick menatap Brielle dengan makna yang dalam, "Waktu ayahmu masih hidup, yang paling dia khawatirkan adalah kamu dan cucu perempuannya."Brielle mengatupkan bibirnya lalu mengangguk, "Terima kasih sudah memberitahuku semua ini, Paman.""Penelitian yang dulu belum sempat diselesaikan ayahmu sekarang sudah kamu tuntaskan, itu juga bisa dianggap sebagai mewujudkan mimpi yang belum sempat dia capai. Kalau dia tahu di alam sana, dia pasti akan merasa lega."Setelah Derrick pergi, Brielle berjalan di koridor dengan pikiran yang tidak fokus. Dia mengangkat kepala dan melihat Smith sedang berbicara dengan kepala perawat. Dia pun menghampiri, "Dokter, aku ingin bertanya beberapa hal.""Oh? Silakan." Smith berbalik menatapnya."Boleh aku tahu siapa yang mendirikan laboratorium penyakit darah di Negara Danmark?""Ini ...." Smith memandangnya dan bertanya, "Pak Raka nggak kasih tahu kamu?""Ayahku, bukan?" tanya Brielle langsung.Smith mengangguk dan menjawabnya, "Benar. Ayahmu bukan hanya pene

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1131

    Saat Brielle melewati meja resepsionis, salah satu staf resepsionis yang ceria segera bertanya, "Dokter Brielle, itu pacarmu ya? Tampan sekali!""Iya! Dokter Brielle, pacarmu dari militer ya?"Brielle hanya tersenyum pada mereka, tanpa menjawab. Namun di dalam hati para resepsionis, itu sudah dianggap sebagai jawaban yang tersirat.Niro membuka pintu mobil dan masuk. Tatapannya tajam menyapu sebuah mobil off-road hitam. Tadi mobil itu mengikuti dirinya ke restoran dan sekarang kembali mengikuti hingga ke laboratorium. Hal itu membuatnya merasa ada yang mencurigakan.Apa Brielle sedang menghadapi masalah? Niro langsung waspada dan mengernyit.Brielle berjalan cepat kembali ke kantor dan mengenakan jas lab putih, lalu menekan interkom, "Dokter Derrick di ruang rapat nomor berapa?""Di ruang rapat tiga."Brielle menuju ruang rapat tiga. Lantaran sudah lama tidak bertemu, Derrick sedang berbincang serius dengan Smith. Brielle masuk dan menyapa dengan hangat, "Paman Derrick sudah datang, ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1130

    Brielle mengangguk. "Kalau ada waktu, aku memang ingin nanya beberapa hal sama dia."Tatapan Niro menjadi lebih dalam. "Kebetulan Anya juga ingin pergi ke markas. Kalau kamu ada waktu libur, nggak ada salahnya datang lagi ke markasku untuk jalan-jalan."Brielle berkedip. Waktu itu Brielle pergi ke markasnya karena urusan pekerjaan. Kalau hanya untuk bermain ke sana, dia malah merasa agak sungkan. Bagaimanapun, itu adalah area militer, bukan tempat yang bisa dikunjungi sembarangan kecuali keluarga."Anya hanya bicara sesuka hati, jangan terlalu kamu pikirkan," kata Brielle.Namun, tatapan Niro malah menjadi serius. "Di hatiku, kamu dan Anya adalah orang yang sangat istimewa."Brielle menatap mata Niro. Mana mungkin dia tidak memahami maksud Niro? Lagipula, dia bukan lagi gadis 20 tahunan yang polos."Niro." Brielle perlahan mengaduk kopi di tangannya. "Aku mengerti perasaanmu, tapi kamu juga harus tahu, di antara kita ... perbedaannya terlalu besar."Tatapan Niro tetap lembut saat berta

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1129

    Melihat ekspresi putrinya yang begitu fokus, Brielle lalu membalas.[ Lain kali kasih tahu aku dulu. ][ Raka: Oke, aku cuma bawa dia keluar untuk bersantai. ]Brielle tidak membalas lagi. Namun di kantor pusat Grup Pramudita, suasana hati seseorang sangat baik."Papa, aku sudah selesai menggambar." Anya mengangkat kertas gambarnya, sebuah diagram struktur perusahaan sederhana yang tampak lucu. Raka mengusap kepala kecilnya dan memuji, "Bagus sekali.""Aku mau bawa pulang untuk ditunjukkan ke Mama," kata Anya dengan senang.....Siang hari di depan laboratorium, sebuah mobil off-road berwarna hijau militer terparkir. Raline yang baru keluar ke lobi untuk mengambil paket, melihat mobil itu dengan penasaran. Tepat saat itu, dari kursi pengemudi turun sosok pria yang tampan dan tegas. Dia tidak masuk ke dalam, hanya berdiri sambil bersandar santai di kap mobil, seolah sedang menunggu seseorang.Beberapa resepsionis juga melihatnya dari balik kaca, langsung berbisik-bisik."Siapa pria itu?

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1128

    Malam hari, putrinya membawa buku cerita bergambar yang baru dibelikan oleh Raka.Saat membuka buku itu, ilustrasi yang hangat langsung memenuhi pandangan Brielle. Ceritanya tentang sepasang orang tua yang mencurahkan seluruh cinta mereka sejak anak mereka lahir.Anya bersandar di pelukannya, lalu menopang dagu dan bertanya, "Mama, waktu aku lahir, Mama dan Papa juga mencintaiku seperti ini?"Hati Brielle langsung melembut, "Tentu saja, Papa dan Mama paling mencintaimu."Anya menggesekkan tubuhnya di pelukan Brielle dengan senang. "Aku juga paling mencintai kalian."Setelah selesai membacakan cerita dan menidurkan putrinya, hati Brielle terasa campur aduk. Namun karena lelah bekerja, tak lama kemudian dia pun tertidur.Keesokan paginya, Brielle berniat mengantar putrinya ke sekolah. Namun begitu membuka pintu, Raka sudah berdiri tepat waktu di depan untuk menunggu.Anya menggandeng tangan ayahnya masuk ke lift. Tiba-tiba dia mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Papa, boleh nggak aku li

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1127

    Brielle merasakan dengan jelas tekanan di dalam mobil tiba-tiba menjadi lebih berat. Dia berkata dengan nada meminta maaf ke arah telepon, "Niro, malam ini sepertinya nggak terlalu memungkinkan, masih ada kerjaan yang harus kuselesaikan. Besok siang gimana?"Niro menjawab dengan penuh pengertian, "Nggak masalah, ikuti saja waktumu.""Ya, kamu temani nenekmu dulu. Dia pasti sangat merindukanmu.""Oke, kamu hubungi aku lagi setelah selesai." Suara Niro terdengar lembut."Ya, oke." Brielle menutup telepon. Suasana di dalam mobil langsung diliputi keheningan. Brielle menoleh ke arah jendela, menatap pemandangan di luar."Kamu sebenarnya bisa pergi." Raka tiba-tiba berkata, suaranya mengandung sedikit emosi yang ditekan, "Aku nggak akan mencampuri kehidupan pribadimu."Brielle tetap menatap ke luar, lalu menjawab dengan nada tenang, "Urusanku aku atur sendiri."Jari Raka mengetuk pelan setir mobil, itu adalah kebiasaannya saat berpikir. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Akhir pekan ini s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 292

    Raka jarang sekali turun langsung untuk memperhatikan detail proyek.Kening Jared mulai berkeringat. Dia menghela napas dan berkata, "Benar, saat ini efisiensi simulasi AI masih belum bisa ditembus. Kami sedang mencari cara untuk mengatasinya.""Brielle juga ada di sini?" tanya Raka tiba-tiba.Jared

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 274

    Cahaya lembut lampu pameran museum menyinari setiap karya, Brielle sebisa mungkin menghindari posisi Raka. Dia sedang bersama Justin, sepertinya kali ini Raka memang punya kerja sama tertentu dengan pihak Universitas Medis Militer, sehingga Justin sendiri yang menyambutnya.Mereka menghabiskan waktu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 242

    Brielle menatap mereka dengan tenang. "Aku nggak menyembunyikan apa pun.""Kalau begitu, katakan saja, alur penelitian dan inovasi yang sedang kamu lakukan sekarang, itu ide sendiri atau pandangan ayahmu?" Faye menanyakan dengan nada menekan.Faye melanjutkan, "Profesor Adam dulu juga punya peneliti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 246

    Hari itu, obrolan dengan Smith sangat bermanfaat bagi Brielle. Hingga pukul 12 siang, mereka bertiga baru pergi ke ruang makan.Ketika Brielle duduk bersama Smith untuk makan, Faye dan Devina juga ada di sana. Melihat Brielle sudah mulai berinteraksi dengan Smith, mata mereka menyiratkan rasa iri.B

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status