Share

Bab 1169

Author: Ayesha
Devina dan Freyna kembali ke dalam mobil. Freyna menghela napas lega. "Tadi aku lihat tatapan Ignas, dia sangat tertarik padamu. Rencanamu untuk mendekatinya berhasil."

Devina memegang dadanya, wajahnya menunjukkan sedikit rasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, pria tua itu berusia 60 tahun. Saat tadi mendekatinya, bau khas orang tua itu tetap saja tercium olehnya.

Dibandingkan dengan aroma kayu cedar yang bersih dan memikat dari tubuh Raka, Devina merasa sedikit mual.

Freyna melihat ketidaknyama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
semoga masih ada kesempatan untuk Raka Brielle rujuk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1292

    Brielle menggumam pelan, lalu berjalan mendekat. "Biar aku yang gendong dia."Raka menggeleng ringan. "Biar aku saja." Setelah mengatakan itu, dia berdiri dengan hati-hati, lalu menggendong Anya menuju kamar utama.Brielle mengikuti di belakang. Dia melihat Raka membaringkan Anya di atas tempat tidur dengan lembut. Baru saja gadis kecil itu dibaringkan, dia mulai mengucek mata dan menggesek-gesekkan kaki kecilnya, memperlihatkan sedikit rasa gelisah.Raka langsung berjongkok di samping tempat tidur. Telapak tangannya mengusap lembut kepala mungil itu agar Anya tetap merasakan kehangatan sang ayah.Baru setelah Anya kembali tidur nyenyak, Raka menyelimutinya dengan teliti. Setelah memastikan putrinya nyaman, Raka berbalik menatap Brielle. "Istirahatlah lebih awal."Brielle mengantarnya turun. Saat sampai di depan pintu, Raka menoleh menatapnya. Dalam cahaya remang-remang, tatapannya tampak dalam. "Menurutmu, seberapa besar kemungkinan dia bisa sadar?"Brielle sedikit tertegun. Setelah t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1291

    Saat itu juga, terdengar suara wanita dari belakang Raka. "Terima kasih."Raka terkejut, lalu menoleh. Tatapannya langsung bertemu dengan mata Brielle yang jernih, penuh rasa terima kasih yang tulus. Jelas sekali, dia telah mendengar seluruh percakapannya dengan Justin."Sama-sama," jawab Raka pelan."Alat itu sangat penting untuk pengobatan Niro. Aku wakili dia ucapkan terima kasih padamu."Raka menunduk. Bulu matanya yang lebat membentuk bayangan seperti kipas di bawah matanya. Ucapan Brielle tadi semakin menegaskan posisi Niro di hatinya. Mereka sudah seperti keluarga.Justin yang berdiri di samping pun berkata tepat waktu, "Brielle, dengan bantuan Raka, pengobatan Niro pasti akan berjalan lancar."Brielle mengangguk, lalu kembali menatap Raka. Alat itu sangat sulit didapatkan, jadi dia tahu Raka pasti sudah mengeluarkan banyak usaha.Justin melirik jam tangannya. "Aku harus pergi rapat dulu."Keduanya mengangguk bersamaan sambil melihatnya pergi. Setelah sosok Justin menghilang, Br

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1290

    Lift turun hingga lantai 27. Interior bernuansa dingin itu membuat suasana terasa semakin sepi dan sunyi. Raka melepaskan dasinya, lalu langsung berjalan ke ruang ganti, mengganti pakaian dengan celana olahraga sebelum menuju ruang gym.Gerahnya malam bercampur dengan kekosongan di hatinya, membuatnya sangat membutuhkan pelampiasan.Di tengah suara mesin treadmill, keringat segera membasahi punggungnya. Selama dua tahun sejak perceraian, malam seperti ini sudah menjadi hal biasa baginya.Di siang hari, dia adalah pemimpin bisnis yang mengendalikan segalanya dengan tenang. Namun di malam hari, dia hanya bisa menguras tenaga lewat olahraga.Terutama di malam musim panas seperti ini. Udara dipenuhi kegelisahan yang mengusik, semakin menggoda saraf paling sensitif di dalam dirinya.Bayangan Brielle malam ini terus memenuhi pikirannya. Hari-hari dan malam-malam yang dulu mereka lalui bersama kembali muncul begitu jelas.Setelah satu sesi latihan intensitas tinggi selesai, dia bertumpu pada

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1289

    Raka menoleh memandang Lambert. "Ke depannya, apa rencanamu?"Lambert langsung memahami maksud sebenarnya dari pertanyaan itu. Dia sedikit menunduk, lalu tersenyum lega. "Untuk sekarang, aku mau fokus jagain Vivian dan urus perusahaan dulu. Soal urusan pribadi ... nanti saja."Raka menatap Lambert dalam-dalam, suaranya rendah dan tulus. "Soal kejadian dua tahun lalu itu, aku belum pernah benar-benar mengucapkan terima kasih padamu."Lambert sedikit tertegun, lalu langsung mengerti bahwa yang dimaksud adalah kejadian saat Brielle jatuh ke kolam renang.Sorot mata Raka dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan yang kuat. "Kalau waktu itu bukan kamu yang langsung lompat menyelamatkannya ....""Itu memang sudah seharusnya kulakukan." Lambert menjawab pelan, "Siapa pun pasti akan melakukan hal yang sama dalam situasi seperti itu."Di bawah cahaya bulan, tatapan kedua pria itu saling bertemu. Jakun Raka bergerak pelan. "Aku akan selalu ingat kebaikan ini."Lambert mengangguk ringan. Ada rasa ter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1288

    Pukul 8 malam, kedua pria itu pun membawa anak-anak pulang, lalu menemani mereka bermain di taman bermain. Di bawah cahaya lampu malam, Lambert dan Raka berdiri di samping sambil membicarakan urusan bisnis.Sekitar pukul 8.30, Brielle pulang dari laboratorium. Lastri memberi tahu bahwa Anya masih belum kembali, jadi Brielle membawa Gaga turun untuk jalan-jalan. Seharian berada di laboratorium membuatnya juga ingin menghirup udara segar.Baru sampai di taman bermain, pandangannya langsung tertuju pada Anya dan Vivian. Brielle menggandeng Gaga mendekat, lalu melihat Raka dan Lambert berdiri di bawah bayangan pepohonan."Guk!" Gaga langsung mengeluarkan suara manja dengan antusias, membuat Brielle tak punya pilihan selain membawanya menghampiri mereka.Raka menoleh dan langsung melihat Brielle yang sedang mengajak anjing jalan-jalan. Napas Lambert juga sedikit tertahan karena Brielle berdiri tepat di belakangnya.Brielle turun setelah mandi. Tanpa riasan sedikit pun, wajahnya tampak putih

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1287

    Pukul 5 sore, Brielle menerima pesan dari Raka. Pria itu mengatakan malam ini dia akan membawa Anya menghadiri acara pernikahan, lalu menanyakan apakah Brielle ingin ikut.Brielle menolaknya dan meminta Raka cukup menjaga putri mereka saja. Jawaban itu memang sudah diduga oleh Raka.Malam itu, Lambert juga membawa Vivian. Dua gadis kecil itu duduk berdampingan, masing-masing ditemani wali mereka sendiri.Banyak orang memandang kedua gadis kecil itu sambil diam-diam menghela napas kagum. Bahkan ada yang mulai diam-diam punya niat lain, membayangkan apakah putra mereka kelak bisa merebut hati dua gadis kecil itu, lalu menjodohkan keluarga mereka dengan Keluarga Pramudita atau Keluarga Seraphine.Bagaimanapun, punya besan seperti Lambert dan Raka bisa membuat hidup anak mereka menjadi lebih mudah. Bahkan bukan cuma lebih mudah, itu adalah kekayaan yang mungkin tidak bisa didapatkan bahkan dalam beberapa generasi.Malam ini juga membuat banyak orang melihat sisi Raka saat merawat putrinya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 747

    Raka mengajari putrinya bermain ski. Anya meluncur dengan sangat baik. Tekniknya juga cukup bagus.Sementara itu, Vivian lebih penakut. Dia bergerak dengan sangat hati-hati dan pelan.Setelah Brielle terjatuh tiga kali berturut-turut, Anya merasa tak tega melihatnya. Dia mendorong ayahnya dan berkat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 724

    Tak lama kemudian, Raline menelepon Devina dan memberitahunya bahwa dia telah membeli satu unit lain di Cloudwave Residence."Hah? Raline? Bukannya kakakmu sudah punya satu unit di sana?""Aku nggak mau tinggal di rumahnya. Aku juga bukan nggak mampu beli sendiri." Nada bicara Raline masih mengandun

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 729

    Brielle mengernyit sejenak, lalu meletakkan ponselnya dan lanjut gosok gigi serta cuci muka.Belum sempat Brielle menghubungi Frederick, Frederick sudah lebih dulu menghubunginya."Bu Brielle sudah melihat berita soal Grup Pramudita?" Nada suara Frederick terdengar jelas agak cemas. Bagaimanapun jug

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 705

    Raline ikut terpengaruh oleh kisah pertemuan yang begitu romantis itu. Dia tersenyum dan berkata, "Ternyata kalian punya kenangan yang seindah itu. Sepertinya kakakku jatuh cinta pada pandangan pertama.""Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Raline penasaran."Lalu?" Devina berkata dengan sedikit malu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status