Share

Bab 1220

Author: Ayesha
Mobil melaju kencang. Di sepanjang jalan, Raka menelepon beberapa pihak. Dia langsung menghubungi jajaran tinggi pemerintah kota, meminta agar proses penanganan anjing-anjing yang ditangkap semalam dihentikan sementara.

Siapa sangka, orang terkaya di Kota Amadeus akan mengerahkan kekuasaan dan sumber daya sebesar itu hanya demi seekor anjing.

Mobil Zakie mengerem mendadak, berhenti di depan sebuah halaman tua di pinggiran kota. Tempat itu adalah lokasi penampungan sementara. Tanpa menunggu Zakie
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Angga Dimas
beruntung bngt jd s gaga wkwkwk
goodnovel comment avatar
Herawati Wiria
heu euh.....cape deeeh
goodnovel comment avatar
Ber Nike
selamat berkumpul lagi 'gaga' dgn tuanmu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1424

    Di seberang sana, Freyna tampak terkejut selama beberapa detik. Namun tak lama kemudian, suaranya kembali terdengar. "Devina, bahkan saudara kandung sekalipun harus jelas soal urusan uang, bukan? Bukannya sudah saatnya kita juga menghitung-hitung semuanya?"Sejak melihat tagihan itu, Devina memang sudah sangat kesal. Kini mendengar nada bicara Freyna yang begitu profesional dan tanpa perasaan, amarahnya semakin meledak.Keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Freyna seketika lenyap. Dia bisa mendengar dengan jelas bahwa Freyna sudah benar-benar memutuskan untuk pergi. Kalau begitu, Devina juga bukan orang yang mau dirugikan begitu saja."Kak Freyna, kamu mau hitung-hitungan sama aku? Baiklah! Kalau begitu mari kita hitung dengan benar. Selama bertahun-tahun ini, tas, perhiasan, dan barang-barang mewah yang kuberikan kepadamu kalau diuangkan nilainya nggak kurang dari dua miliar, 'kan?""Apa itu bukan uang? Lalu persentase komisi yang kuberikan kepadamu, bukankah lima persen lebih t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1423

    Akhirnya, gilirannya tiba untuk naik taksi.Baru setelah duduk di dalam mobil, Devina menghela napas lega. Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor asisten Freyna."Sisi, kamu bisa hubungi Freyna?"Asisten di seberang sana masih cukup baik kepadanya. "Kak Freyna sudah pulang ke rumah. Kak Devina, apa kamu juga sudah kembali ke dalam negeri?""Aku sudah kembali. Aku ingin ketemu dia. Tolong bantu atur janji untukku," kata Devina."Maaf, Kak Freyna bilang dia nggak ingin bertemu Kak Devina saat ini. Selain itu, dia juga bilang ....""Apa lagi yang dia katakan?""Dia bilang mulai hari ini dia bukan lagi manajermu dan nggak akan menerima pekerjaan promosi maupun urusan bisnis apa pun yang berkaitan denganmu. Kak Devina, kalian bertengkar?"Wajah Devina langsung menjadi suram.Serangkaian kejadian yang dialaminya sepanjang perjalanan sudah cukup membuat suasana hatinya buruk. Kini Freyna malah langsung berhenti bekerja begitu saja?Bahkan tidak memberitahunya terlebih dahulu."Nggak."

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1422

    Dia mengenakan kemeja putih dan celana panjang formal. Rambutnya juga ditata rapi dan berkelas, seolah baru saja menyempatkan diri keluar dari sebuah rapat penting."Raka, baru pulang?" sapa Lambert.Sementara itu, Brielle melirik jam tangannya lalu berkata kepada Raka, "Tolong jaga Anya sebentar. Aku mau naik dulu."Raka mengangguk. "Baik. Pergilah, selesaikan urusanmu."Brielle lalu berkata kepada Lambert, "Kalian ngobrol saja, aku kembali dulu."Memang ada laporan penting yang harus diselesaikannya. Dia pun segera melangkah cepat menuju gedung apartemen.Lambert menarik kembali pandangannya yang mengikuti kepergian Brielle. Dari percakapan singkat dan alami yang baru saja terjadi, dia bisa melihat bahwa jarak di antara mereka berdua sudah jauh berkurang.Sikap Brielle terhadap Raka juga tidak lagi seantagonis dan sedingin dulu.Di antara mereka tampaknya telah terbentuk keseimbangan baru. Keseimbangan itu dibangun atas dasar membesarkan putri mereka bersama, serta perhatian dan duku

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1421

    Freyna dan Devina sebenarnya sudah lama tidak terikat kontrak apa pun. Alasan dia tetap berada di sisi Devina, pertama karena melihat nilai yang dimilikinya, dan kedua karena persahabatan mereka yang telah terjalin selama bertahun-tahun.Mulai hari ini, dia akan benar-benar meninggalkan sosok Devina.....Di dalam negeri, pukul tujuh malam.Brielle menemani Anya turun ke taman bermain untuk bermain. Saat itu, Brielle masih tenggelam dalam pikirannya ketika suara Anya tiba-tiba terdengar penuh kegembiraan, "Vivian!"Brielle segera mengangkat kepala dan melihat Vivian berada di dekat perosotan. Tak lama kemudian, dia juga menoleh dan melihat Lambert sedang menelepon di area tempat para orang tua berkumpul.Brielle juga tidak menyangka akan bertemu mereka di sini secara kebetulan. Saat ini, Lambert pun sudah melihatnya dan langsung berjalan menghampirinya."Brielle, lama nggak ketemu." Lambert tersenyum kepadanya.Brielle mengangguk. "Iya. Sibuk?""Lumayan," jawab Lambert singkat.Tiba-ti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1420

    "Devina, jadi manusia harus punya hati nurani. Apa yang sudah kulakukan untukmu masih kurang?" kata Freyna dengan penuh kekecewaan. "Aku sudah mengeluarkan uang, tenaga, dan waktu untuk menemanimu sampai sejauh ini. Pernahkah aku mengeluh?"Di dalam hatinya, Freyna juga merasa sangat dirugikan. Dia pun berharap bisa mendapatkan keuntungan dari Devina di kemudian hari.Namun sampai sekarang, jangankan mendapatkan keuntungan, dia sudah menghabiskan begitu banyak uang, tenaga, dan waktu untuk mendampinginya, tetapi balasan yang diterimanya justru seperti ini?Saat ini, Devina sama sekali tidak punya energi untuk memikirkan perasaan Freyna. Dia masih tenggelam dalam kemarahan dan keputusasaannya sendiri.Dengan nada penuh keluhan, dia melanjutkan, "Di mata Ignas hanya ada putrinya itu. Semua usahaku sia-sia. Aku menahan rasa jijik dan melayaninya selama itu, tapi pada akhirnya aku nggak mendapatkan apa-apa."Devina terus meluapkan kekesalannya di depan hotel di negeri asing itu. Dia tidak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1419

    Melihat anak yang wajahnya 80% mirip dengannya itu, Ignas makin puas dan makin terharu. Makin lama dia memandang, makin bersemangat pula dirinya. Rasanya, hidupnya benar-benar berarti."Bagus, bagus sekali. Putriku ternyata begitu hebat." Dia begitu bersemangat hingga kata-katanya menjadi tidak teratur.Tanpa sadar, dia kembali menggenggam tangan putrinya. Kali ini, Yola tidak menarik tangannya."Yola, ada yang kamu inginkan? Ayah akan kasih ke kamu. Mulai sekarang, semua yang Ayah miliki adalah milikmu." Ignas sudah tidak sabar menunjukkan kasih sayangnya sebagai seorang ayah."Jurusan apa yang kamu pelajari? Apa yang kamu minati? Ayah bisa berinvestasi untukmu, mendirikan perusahaan untukmu, atau membiayai pendidikanmu lebih lanjut. Ayah bisa mengirimmu ke sekolah terbaik di dunia. Ayah akan mendukungmu sepenuhnya."Pada saat ini, di hati Ignas, Devina maupun wanita-wanita lainnya sudah tidak penting lagi. Yang terpenting hanyalah putri luar biasa yang tiba-tiba muncul dalam hidupnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 702

    Setelah berkata demikian, dia berbalik dan melangkah menuju ruang rapat.Di ruang istirahat, setelah melepas perlengkapan pelindung, Brielle mengambil selembar tisu untuk mengusap keringat. Harvis mengangkat lengan bajunya dan mengendusnya, lalu berkata, "Baunya cukup menyengat. Nanti malam pulang,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 722

    "Nggak ada pilihan, soalnya anaknya ada di tangannya. Dia juga menuntut kakakku membelikan kalung edisi terbatas yang dibuat khusus. Entah kakakku berutang apa padanya di kehidupan sebelumnya, sampai di kehidupan ini dia terus membayangi dan melekat pada kakakku."Tangan Brielle yang memegang gelas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 707

    Devina memang sangat menyukai berlian. Meski sekilas dia tampak tidak terlalu suka, dalam hatinya dia benar-benar menyukai berlian. Kalung tadi jelas-jelas edisi terbatas. Dia yakin, pada jamuan amal istri wali kota hari Sabtu nanti, kalung itu akan menjadi salah satu pusat perhatian di seluruh ruan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 712

    Sambil berbicara, Devina buru-buru berkata, "Aku ke toilet sebentar."Saat Devina berdiri, tubuhnya terasa goyah. Dia meninggalkan tempat duduknya dengan satu tangan mengangkat gaun malam berwarna sampanye, tangan lainnya mencengkeram kalung itu dengan erat. Keanggunan yang seharusnya dia miliki len

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status