Share

Bab 1255

Penulis: Ayesha
Raka meletakkan cangkir tehnya. Tatapannya perlahan berubah semakin dalam. Setelah itu, dia mengambil ponsel di sampingnya, membuka nomor Brielle, lalu tanpa ragu meneleponnya.

"Halo? Ada apa?" Suara Brielle terdengar dari seberang sana.

"Aku dengar kamu mendapatkan penemuan besar." Raka berusaha menyampaikan dengan nada setenang mungkin. "Selamat."

"Dari mana kamu tahu?" tanya Brielle balik.

"Profesor Derrick baru saja datang menemuiku," jawab Raka jujur. "Soal pengajuan paten, aku akan mengatu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
kalau si Raline baik begini,aku doa'in Raline berjodoh dengan Lambert..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1489

    Devina menggigit bibir bawahnya, lalu memandang ke arah Lius yang sudah pergi dengan tatapan meremehkan. Dia juga bersiap meninggalkan tempat itu.Namun, saat itulah seorang pelayan menghampirinya. "Bu, Anda belum melakukan pembayaran."Tubuh Devina sedikit membeku. Dia berjalan menuju kasir, membayar tagihannya, lalu berbalik pergi.Beberapa hari terakhir, semua kebutuhan makan, tempat tinggal, dan transportasinya selalu diatur oleh orang lain. Dia memang sudah lama tidak mengeluarkan uang sendiri.Devina berjalan keluar dari arena berkuda dengan langkah gontai. Meski sekarang sudah memasuki bulan Agustus, dia justru merasakan dingin menusuk hingga ke tulang.Tanpa Lius, sementara Anwar juga sudah berhenti menanggung biaya hidupnya, tak ada lagi asisten, tak ada lagi manajer, bisa dibilang kini tak ada seorang pun di sisinya yang bersedia membantunya.Saat itu, ponselnya berdering. Devina melihat layar, lalu mengangkat telepon. "Halo.""Bu Devina, sesuai isi kontrak, hari ini adalah j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1488

    Raka bersikap begitu lembut hingga rasanya sulit dipercaya.Anya mendongak menatap ayahnya, menarik kerah bajunya, lalu bertanya dengan suara lantang, "Papa sayang nggak sama Mama?"Tadi Devina mengatakan bahwa ayahnya tidak mencintai ibunya. Karena itu, dia benar-benar ingin menanyakan pertanyaan ini langsung kepada sang ayah.Raka tertegun sejenak. Kemudian, dia menatap mata putrinya dengan sungguh-sungguh, mengusap rambutnya, dan menjawab dengan suara rendah, "Sayang. Papa sangat mencintai Mama.""Selain Mama, Papa pernah suka sama perempuan lain nggak?" Anya kembali bertanya dengan lantang.Raka mengecup kening putrinya, lalu kembali menjawab dengan serius, "Nggak pernah."Dua kata itu membuat wajah Devina seketika dipenuhi rasa pilu. Dia dipaksa mendengar Raka menyatakan cintanya kepada Brielle tepat di depan matanya.Mata Anya langsung berbinar. Dia memeluk leher ayahnya sambil berkata, "Hm, sekarang Anya sudah tahu."Raka memeluk kepala kecil putrinya. Kemudian, dia kembali meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1487

    Saat itu Devina melanjutkan ucapannya, "Benar. Aku memang sengaja mendekati Anya. Setiap melihatnya, aku seperti melihat Brielle, dan itu membuatku muak.""Aku pura-pura menyayanginya, menemaninya bermain, semua itu hanya untuk menyenangkan kakakmu. Tapi dia benar-benar anak yang nggak tahu berterima kasih. Sebaik apa pun aku berpura-pura memperlakukannya, dia sama sekali nggak pernah menghargainya.""Diam!" bentak Raline dengan marah. "Waktu itu Anya masih sekecil itu dan kamu tega memanfaatkannya sekejam itu. Kamu masih berani mengatakan semua ini?"Kebencian yang mendalam melintas di mata Devina. Dengan suara tajam dia berkata, "Kalau dulu Brielle nggak merebut kakakmu dariku, yang jadi kakak iparmu sekarang pasti aku. Mana mungkin masih ada giliran untuk Brielle?"Raline langsung mengangkat alis dan membalas, "Devina, dari mana datangnya kepercayaan dirimu itu? Memangnya kakakku bakal suka sama kamu? Aku beri tahu ya, seumur hidup kakakku hanya mencintai satu wanita, yaitu Kak Brie

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1486

    Devina tertawa sinis. "Kalau bukan karena aku, kamu dan ibumu nggak mungkin bisa hidup sampai sekarang. Beginikah cara Keluarga Pramudita memperlakukan penyelamat mereka?"Raline menatapnya dengan ekspresi dingin. "Devina, keuntungan yang kamu dapatkan jauh lebih besar daripada pengorbananmu. Jadi jangan bicara sembarangan di sini. Lagi pula, dulu kamu sengaja mendekati keluargaku dengan niat tersembunyi. Aku bahkan belum menghitung semua itu denganmu."Devina mendengus kesal. "Bukankah kamu sudah menghancurkan pertunjukanku? Kalau aku sampai jatuh ke titik seperti sekarang, semua ini berkat Nona Raline.""Apa salahnya aku melaporkanmu? Bagiku, seorang seniman adalah profesi yang mulia. Kamu nggak pantas menyandangnya," balas Raline dengan tajam.Devina menggertakkan giginya karena marah. "Kalau saja kamu nggak lahir di keluarga kaya, dengan otakmu itu, kurasa menghidupi diri sendiri saja bakal susah. Masih berani menghakimi orang lain?""Ya mau gimana lagi? Memang nasibku bagus." Rali

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1485

    Lius juga tahu bahwa untuk mendapatkan hati Devina, dia pasti harus mengeluarkan sejumlah uang. Lagi pula, dia memang ingin memamerkan kemampuan finansialnya agar Devina nantinya bersedia tetap berada di sisinya dengan sepenuh hati.Kebetulan ayah sahabatnya memiliki arena berkuda terbesar di Kota Amadeus. Dia pun berkata dengan murah hati, "Tentu saja boleh. Kebetulan akhir-akhir ini aku juga ingin memilih seekor kuda yang bagus. Kita bisa pergi melihatnya sekarang."Hati Devina langsung berbunga-bunga. Sepertinya kesungguhan Lius untuk mengejarnya memang cukup besar. Tadi dia bahkan sempat khawatir pria itu pelit.Senyum merekah di bibir merah Devina. "Terima kasih, Pak Lius. Kalau begitu, ayo kita berangkat."Saat Lius bangkit dan berjalan beberapa langkah, Devina dengan alami langsung menyelipkan lengannya ke lengan pria itu.Lius seketika merasa sangat senang.Kebetulan Devina memang tipe wanita yang paling dia sukai. Saat ini, meskipun wanita itu baru saja "berpindah tangan" dari

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1484

    Sudut bibir Raka sedikit terangkat, sementara sorot matanya seolah dipenuhi bintang. "Sama sekali nggak merepotkan."Begitu Brielle turun ke halaman rumput, Anya langsung berlari menghampiri dan memeluk kakinya. "Mama, nanti kita benar-benar akan tinggal di sini?"Melihat mata putrinya yang penuh harapan, Brielle tersenyum lembut. "Iya. Sebelum kamu mulai sekolah, kita akan pindah ke sini.""Yeay! Asyik sekali! Papa juga tinggal di sebelah, 'kan?" tanya Anya lagi."Iya." Brielle mengangguk. Dia harus mengakui bahwa pekerjaannya ke depan membutuhkan seseorang yang benar-benar bisa dipercaya. Raka akan menjadi rekan terbaik untuk bersama-sama merawat putri mereka.Saat itu, pria yang berdiri di balkon lantai dua mengeluarkan ponselnya dan menelepon."Segera minta tim renovasi masuk. Dalam seminggu, aku ingin tiga konsep desain interior.""Baik, Pak Raka."Sebelum pulang, Raka mengajukan izin untuk melihat-lihat sekolah. Lingkungan sekolah itu memang luar biasa, bahkan memiliki arena lati

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 811

    Jay teringat sesuatu, lalu lebih dulu turun untuk mengatur tempat duduk. Kursinya berada di baris kedua paling kanan. Dia sudah lebih dulu meminta staf menyiapkan tiga kursi kosong di sana.Setelah Raline dan Devina duduk, mereka mendongak dan melihat film promosi di layar. Isinya adalah potongan fo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 819

    Raline melempar ponselnya ke samping, bersandar di kursi sambil berkata, "Akhirnya aku nggak marah lagi, mood-ku juga jadi lebih baik."Devina tersenyum. "Kakakmu paling sayang sama kamu, pasti nggak akan mempermasalahkannya. Tapi ...."Devina tampak ragu untuk melanjutkan."Tapi apa?" Raline langsu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 801

    Raka menatap pesan dari Jay dengan sorot mata yang dalam. Jari-jarinya yang panjang berhenti sejenak di layar ponsel, lalu akhirnya dia hanya membalas satu kata.[ Oke. ]Dia menyimpan ponsel dan berbalik menuju lift. Gavin segera menyusul dengan langkah cepat dan bertanya pelan, "Pak Raka, apakah j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 767

    "Ayah!" seru Niro dengan nada tak berdaya, tetapi senyum di sudut mata dan alisnya sama sekali tidak bisa disembunyikan."Baik, baik, nggak akan kubahas lagi," ujar Faisal sambil tertawa lepas. "Brielle, keluarga kami nggak terlalu banyak aturan. Besok aku harus dinas ke luar kota. Aku minta Niro me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status