Share

Bab 540

Penulis: Ayesha
Brielle tertegun sesaat. Namun, tidak aneh kalau Lambert tahu soal ini. Bagaimanapun, di sini ada beberapa peneliti dari Laboratorium Kasih.

[ Ya, tiga bulan lagi aku pergi. ]

[ Kamu memang harus istirahat untuk sementara waktu. ]

[ Mm, aku memang ingin istirahat sebentar. ]

[ Baik. Kalau begitu, aku tunggu kabar kapan kamu ada waktu untuk traktir aku makan. ]

Barulah Brielle teringat bahwa dia sudah berutang dua kali makan pada Lambert. Memang harus mencari waktu untuk mentraktirnya.

[ Kalau be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
pd akhirnya para readers akan tau jg jk raka g selingkuh tp ada sesuatu hal penting yg sdg diperjuangkan raka shgga bersikap spt itu pd devina.bhkn raka t sekalipun pernah tdr dg devina..readers slh phm sm spt brielle
goodnovel comment avatar
Ummu Zayna
c Raka sama si Devina emang selingkuh ngaoain mereka suka cek in dihotel.coba?? 2 orang dewasa di satu kamar hotel
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ngapain coba ngurusin urusan asmara mantan istri....suka2 dia lah..mau sama siapa...semua nya msh status teman...cemburu ye...maap kamu gak level...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1264

    Baru saja turun dari pesawat, Brielle langsung dijemput menuju Universitas Medis. Dia berhasil menghadiri rapat tepat waktu.Enam pakar medis sedang berdiskusi mengenai penanganan lanjutan untuk Niro. Saat melihat foto yang muncul di layar, Brielle menahan air matanya sekuat tenaga.Di foto itu, Niro tampak seperti sedang tertidur. Dia mengenakan alat bantu pernapasan dan tubuhnya terlihat jauh lebih kurus."Brielle, kami sudah mendiskusikan situasinya. Sekarang kami ingin dengar pendapatmu." Suara Justin terdengar lembut.Dia juga bisa melihat emosi Brielle sedang bergejolak, tetapi dia berharap Brielle dapat memberikan saran yang memberi mereka harapan.Brielle menarik napas dalam-dalam, menekan rasa sesak yang bergulung di hatinya, lalu memusatkan perhatian pada rapat di hadapannya. Dia mulai menjelaskan perkembangan terbaru dan dasar teori dari proyek BCI dengan runtut dan jelas."Meskipun proyek kami masih agak jauh dari tahap klinis, kalau benar-benar diperlukan, kami tetap punya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1263

    Meskipun Raka berkata begitu, Brielle tetap refleks ingin mengatakan sesuatu lagi untuk menebus sikapnya yang berlebihan hari ini.Namun, saat dia mengangkat kepala, pandangannya justru bertemu dengan sepasang mata yang sedalam lautan. Di dalamnya samar-samar bergolak emosi yang rumit.Tatapan Raka terlalu terang-terangan, seolah-olah membawa suhu yang membakar. Brielle tanpa sadar memalingkan wajah, menghindari tatapan panas pria itu."Sudah malam, kamu juga pasti capek. Pulanglah dan istirahat."Raka menatap sorot mata Brielle yang menghindar. Dia segera menyembunyikan seluruh emosi di matanya dan kembali berbicara dengan tenang, "Kamu juga istirahat. Jangan terlalu banyak mikir."Setelah berkata begitu, dia tidak tinggal lebih lama lagi dan berjalan menuju pintu.Baru setelah mendengar suara pintu tertutup, Brielle perlahan menghela napas lega. Bahu yang semula tegang ikut mengendur. Dia bersandar di meja dapur sambil menghabiskan segelas air sebelum ke atas.Selesai mandi dan baru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1262

    "Aku ngerti kesulitan Bapak." Brielle menahan emosinya dan berusaha menjawab dengan tenang."Terutama Raka, dia menanggung tekanan yang sangat besar. Dia bukan hanya harus mengoordinasikan sumber daya untuk mendorong proyek ini, tapi juga terus mendesak kemajuan penelitian.""Aku harap kamu jangan melampiaskan kemarahanmu padanya karena hal ini. Meskipun dia mantan suamimu, dia juga mitra yang layak dipercaya. Demi urusan Niro, kali ini dia sudah banyak berkorban."Sorot mata Brielle dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan. Dalam masalah ini, dia memang sudah terlalu berlebihan terhadap Raka."Tenang saja. Sekarang aku sudah mengetahui kebenarannya dan aku juga akan berusaha sekuat tenaga mempercepat perkembangan penelitian supaya proyek ini bisa segera memasuki tahap klinis.""Bagus, bagus. Aku jadi lega kalau kamu bilang begitu." Faisal terdengar sangat terhibur. "Kalian semua sudah bekerja keras.""Niro terluka demi negara. Semua ini memang sudah seharusnya kulakukan.""Baiklah, aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1261

    Tatapan Raka sedikit bergerak, dia menatap Brielle dengan terkejut.Brielle kembali meminta maaf, "Aku seharusnya nggak mempertanyakanmu seperti tadi. Aku tahu menyembunyikan semua ini dariku bukan keputusanmu, tapi perintah Pak Faisal."Raka menatap wanita di sampingnya. Tatapannya jernih dan tulus, membawa pengertian yang sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi dia lihat. Dadanya terasa sesak."Terima kasih sudah menanggung tekanan demi menarikku kembali ke proyek ini. Terima kasih juga atas investasi yang kamu berikan untuk proyek ini. Keluarga Niro juga seharusnya berterima kasih atas semua yang sudah kamu lakukan untuk mereka. Kalau Niro masih bisa selamat ...."Brielle menggigit bibir merahnya. Tenggorokannya tercekat hingga dia tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. Hanya air mata yang berputar di pelupuk matanya.Jantung Raka terasa diremas. Ada rasa pahit dan kelegaan yang sulit dijelaskan bercampur di dadanya. Dia menghela napas pelan."Janji padaku, kita harus menyelamatkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1260

    "Dia masih bisa bertahan?" tanya Raka dengan suara berat."Tim kami sudah berhasil menstabilkan kondisinya, tapi kami juga nggak tahu dia bisa bertahan sampai kapan. Penelitian ini harus dipercepat.""Baiklah, aku sudah tahu." Raka memijat pelipisnya.Dari seberang, Justin terdengar sedikit lega. "Kalau begitu ... aku serahkan Brielle padamu."Setelah telepon ditutup, Raka menoleh menatap pintu ruang istirahat yang tertutup rapat. Sorot matanya dalam.Wajah marah Brielle tadi terasa seperti jarum kecil yang menusuk hatinya. Dia tahu, kepercayaan di antara mereka yang semula sudah rapuh kini semakin hancur setelah kejadian ini.Sepuluh menit kemudian, Raka mendengar pintu ruang istirahat terbuka dari dalam. Brielle sedang menunduk merapikan kerah bajunya dan rambutnya yang sedikit berantakan. Emosinya tampak tenang setelah sempat runtuh, tetapi itu hanya di permukaan. Di matanya masih terlihat jelas kecemasan dan kegelisahan yang pekat."Kepalamu sudah nggak pusing?" Raka segera melangk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1259

    Lengan di pinggang memeluknya dengan kuat, menopang tubuhnya yang hampir jatuh."Ada apa?" Suara rendah Raka terdengar sedikit tegang. "Pusing atau bagian jantung sakit?""Pusing." Brielle memejamkan mata. Suaranya serak karena habis menangis. Sensasi pusing membuatnya merasa langit dan bumi ikut berputar setiap kali bergerak sedikit.Saat ini, Brielle sebenarnya masih ingin mendorongnya menjauh. Namun, dia sadar sekarang bahkan untuk berdiri tegak saja dia sudah tidak punya tenaga.Guncangan emosi yang besar ditambah pekerjaan intens beberapa hari terakhir akhirnya membuat tubuhnya memberi perlawanan.Raka mengernyit. Tanpa banyak bicara lagi, dia sedikit membungkuk, menyelipkan lengannya ke bawah lutut Brielle, lalu langsung menggendongnya."Lepaskan aku ...." Brielle meronta.Namun, Raka sama sekali tidak memedulikannya. Dia menggendong Brielle menuju sebuah pintu tersembunyi yang menyatu dengan rak buku di sisi dalam kantor.Di balik pintu itu ternyata ada ruang istirahat pribadi d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 419

    Brielle semula mengira Devina tidak datang, tetapi ternyata wanita itu hadir sebagai salah satu pengiring pengantin wanita.Devina jelas juga melihat Brielle. Saat pandangannya melintas ke arah Lambert yang duduk di sisi Brielle, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman samar yang sulit ditebak.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 410

    Faye marah besar hingga wajahnya memerah. "Brielle cuma manfaatin kamu! Begitu dia sudah sukses dan terkenal, kamu nggak akan dapat apa-apa!"Zondi yang baru sampai di pintu, berhenti melangkah. Dia menoleh dan menatap Faye dengan tatapan penuh iba. "Faye, dulu kamu bukan orang seperti ini. Kenapa s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 412

    "Kalau begitu, datanglah sedikit lebih malam. Kebetulan aku juga ingin menentukan jadwal dan frekuensi kunjungan setiap bulannya," kata Brielle sambil menatapnya.Raka mengerutkan alis. "Perlu sampai seperti itu?""Perlu sekali," jawab Brielle tegas.Saat itu, Lastri membuka pintu dan Gaga berlari k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 434

    Pesawat lepas landas dengan tenang. Sepanjang perjalanan, Brielle menemani Anya membaca komik di kursi mereka, sementara Brody memanfaatkan waktu untuk menulis kode di laptopnya.Empat jam kemudian, pesawat mendarat di bandara markas militer yang dikelilingi pegunungan. Begitu pintu kabin terbuka, B

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status