Share

Bab 1276

Author: Ayesha
Dia mulai memikirkan cara supaya bisa menolak datang ke pesta pernikahan itu. Semua orang di lingkaran pergaulan Jay adalah orang-orang yang dikenalnya.

Devina bisa membayangkan bagaimana tatapan meremehkan yang akan diterimanya saat muncul sambil menggandeng Ignas. Citra dirinya sebagai dewi piano yang dulu dibangunnya, akan langsung hancur seketika. Baginya, itu sama seperti disiksa hidup-hidup.

Namun kalau tidak pergi, Ignas pasti akan merasa tidak senang. Untuk saat ini, dia masih belum bisa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Cleopatra
wkwkwk ternyata devina malu juga. Makanya mandiri, Jangan selalu bergantung sama orang laina. Tapi dari awal udah salah jalan sih ya.
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
syukurlah si Jay sdh di maafkan sm Brielle, semoga akur terus yah kalian
goodnovel comment avatar
Herawati Wiria
iih ma raka aja nikahnya kasian anya...dunia niro ma brielle ber beda
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1280

    Setelah berkata demikian, Devina menyandarkan wajahnya ke dada Ignas. Bahunya bergetar pelan seolah sedang menahan tangis."Ignas, cuma kamu yang baik sama aku, cuma kamu yang memberiku tempat bersandar. Kalau bukan karena dia masih mengikatku dengan kontrak itu, aku ingin menjauh sejauh mungkin darinya seumur hidup."Walaupun Ignas tahu kata-katanya tidak sepenuhnya tulus, setidaknya ucapan itu cukup enak didengar. Kemarahan di wajahnya pun berkurang cukup banyak. Dia menepuk punggung Devina lalu berkata dengan nada yang lebih lembut, "Sudahlah, kenapa nangis. Karena sekarang kamu ikut aku, kamu nggak perlu takut siapa pun. Aku akan membuat semua orang tahu bahwa kamu tetap bisa hidup mewah dan terhormat bersamaku."Devina diam-diam menggertakkan gigi. Sepertinya kali ini dia benar-benar tidak bisa menghindar. Mau tidak mau, dia tetap harus menghadiri pernikahan itu."Oke, aku dengar kata-katamu. Aku akan ganti gaun sekarang. Aku pasti nggak akan bikin kamu malu." Devina mengangkat ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1279

    Tiga hari kemudian, pernikahan Keluarga Holden dan Keluarga Adiratna digelar dengan megah di ballroom hotel paling mewah di Kota Amadeus.Sebagai sahabat yang tumbuh besar bersama Jay sejak kecil, Raka dan Lambert datang ke hotel sejak pagi. Mereka berdiri di kedua sisi Jay sambil membantunya menyambut para tamu yang terus berdatangan.Raka mengenakan setelan jas abu-abu gelap dengan potongan sempurna. Rambut abu-putihnya ditata sangat rapi dan berkelas. Wajah dinginnya hari ini juga tampak sedikit lebih lembut. Saat ada tamu yang mengajaknya berbincang, dia pun bersedia berbasa-basi beberapa kalimat. Walaupun obrolannya hanya singkat dan padat, tetapi tetap terasa sopan.Sementara Lambert tetap tampil lembut dan elegan seperti biasanya. Jas berwarna terang membuatnya terlihat semakin tampan dan berwibawa. Senyum hangatnya membuat orang merasa nyaman.Raka yang memiliki aura dingin dan Lambert yang tampak lembut, berdiri di samping mempelai pria yang sedang bersinar penuh semangat. Ket

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1278

    Lambert tahu dengan sangat jelas bahwa mulai sekarang, perasaannya terhadap Brielle hanya akan sebatas perhatian dan kepedulian seorang teman. Dia tidak akan lagi mengharapkan hal lain.Brielle menggandeng tangan putrinya masuk ke dalam lift. Raka juga melangkah masuk. Anya pergi menekan tombol lift, sementara Raka turut mengulurkan tangan menekan lantai 27."Terima kasih karena kamu mau memaafkan Jay hari ini. Dia memang selalu ingin mencari kesempatan untuk minta maaf sama kamu," ujar Raka dengan suara rendah. Di balik bulu matanya yang lebat, tatapannya tertuju kepada Brielle, seolah sedang mencoba membaca isi hatinya.Dengan nada tenang, Brielle berkata, "Aku sudah melupakan semua yang terjadi di masa lalu."Rasa bersalah melintas di mata Raka. Kalau Jay tidak memberitahunya, dia benar-benar tidak tahu bahwa dulu Brielle juga pernah punya masalah dengan Jay."Maaf. Dulu ... aku membuatmu mengalami banyak penderitaan." Suara Raka terdengar rendah, penuh penyesalan dan rasa bersalah.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1277

    Dari awal sampai akhir, Raka tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya diam memandang Brielle. Di matanya tidak ada rasa lega, melainkan rasa sakit hati. Dia tahu, di balik sikap lapang dada Brielle, tersembunyi semua penderitaan dan kepedihan yang dulu dia tanggung sendirian.Lambert yang berdiri di samping juga tidak ikut menyela. Dia sengaja memberi ruang bagi Jay dan Brielle untuk menyelesaikan kesalahpahaman di masa lalu.Tujuan Jay datang hari ini memang untuk meminta maaf secara resmi kepada Brielle. Saat datang tadi, dia sebenarnya sangat gugup. Sekarang setelah dimaafkan oleh Brielle, dia akhirnya merasa lega."Kalau begitu aku pergi dulu. Sebelum pernikahan masih banyak hal yang harus diurus," pamit Jay."Pergilah. Urus dulu semua persiapan pernikahanmu. Nanti aku dan Raka akan datang lebih awal," kata Lambert kepadanya.Jay mengangguk, lalu berbalik pergi.Saat itu Anya dan Vivian berlari menghampiri dengan wajah penuh keringat. Brielle berkata kepada putrinya, "Anya, sudah malam.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1276

    Dia mulai memikirkan cara supaya bisa menolak datang ke pesta pernikahan itu. Semua orang di lingkaran pergaulan Jay adalah orang-orang yang dikenalnya.Devina bisa membayangkan bagaimana tatapan meremehkan yang akan diterimanya saat muncul sambil menggandeng Ignas. Citra dirinya sebagai dewi piano yang dulu dibangunnya, akan langsung hancur seketika. Baginya, itu sama seperti disiksa hidup-hidup.Namun kalau tidak pergi, Ignas pasti akan merasa tidak senang. Untuk saat ini, dia masih belum bisa kehilangan penopang seperti Ignas. Jadi, dia hanya bisa menunggu sampai hari ketiga, lalu mencari alasan untuk membatalkannya.Apa pun yang terjadi, dia harus menemukan cara untuk menghindari penghinaan secara terang-terangan itu.Malam hari.Brielle pulang ke rumah pukul delapan lewat tiga puluh malam. Dia mendapati putrinya tidak ada di rumah. Lastri memberitahunya bahwa Raka membawa Anya bermain ke taman di bawah kompleks.Brielle pun mengirim pesan kepada Raka, menanyakan kapan dia akan mem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1275

    "Iya nggak, sih? Raka itu memang gerakannya cepat sekali." Jay berdecak di telepon, lalu dengan nada seperti sedang mencoba membaca reaksinya, dia berkata, "Tapi jujur saja, kalau mereka berdua benar-benar bisa mulai lagi dari awal, itu hal yang baik buat Anya.""Mm," jawab Lambert pelan. Tatapannya mengarah ke pemandangan di luar jendela yang terus mundur, sorot matanya tampak rumit. Dia tumbuh besar bersama Raka sejak kecil. Perubahan Raka terlihat sangat jelas dan Lambert juga paham apa arti di balik perubahan itu.Lagi pula, Brielle memang layak diperlakukan dengan baik. Baik sebagai teman maupun sebagai salah satu pria yang menyukainya, Lambert berharap Brielle bisa bahagia. Kalau kebahagiaan itu memang bisa diberikan oleh Raka dan Brielle juga bersedia menerimanya, Lambert juga tidak bisa berkomentar apa pun lagi selain memberikan restu.Hanya saja, tetap ada sedikit rasa hampa di dalam hatinya."Sudahlah, aku mengerti. Untuk pernikahanmu, aku akan datang lebih awal bantu nyambut

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 29

    Brielle terkekeh dingin sambil berbalik, "Devina, ini kecelakaan atau bukan, kamu sendiri yang paling tahu.""Kak Brielle, maksudmu apa? Kamu masih mau memfitnah Kak Devina juga?" seru Raline dengan marah."Raline, cukup," sahut Raka dengan tenang. Dia berdiri dan berjalan mendekat.Raline terdiam s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 30

    Tatapan Brielle tiba-tiba berubah dingin. "Raka, aku nggak mau dengar penjelasan, apalagi bertengkar denganmu. Kalau kamu mau pergi, silakan pergi. Kepalaku sakit sekali, jangan ganggu aku lagi." Selesai bicara, Brielle langsung melangkah naik ke lantai atas.Pria di lantai bawah sempat terdiam, tap

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 26

    Raka pun segera berbalik dan pergi mengambil kotak P3K.Brielle menekan lukanya dengan tisu untuk menghentikan darah. Raka membawa kotak P3K, lalu berlutut di hadapannya dan mengambil kapas steril untuk menghentikan pendarahan.Saat telapak tangan besar itu hendak menggenggam pergelangan tangannya,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 21

    "Dia benar-benar menarik. Gerak-geriknya selalu berhasil menarik perhatianku. Aku nggak bisa nggak memperhatikannya. Setiap hari aku diam-diam buka blog-nya, sengaja ke gym biar bisa ketemu dia.""Kamu tahu nggak betapa memesonanya dia waktu pakai setelan jas? Aku benar-benar suka sama dia, tapi aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status