Compartilhar

Bab 1279

Autor: Ayesha
Tiga hari kemudian, pernikahan Keluarga Holden dan Keluarga Adiratna digelar dengan megah di ballroom hotel paling mewah di Kota Amadeus.

Sebagai sahabat yang tumbuh besar bersama Jay sejak kecil, Raka dan Lambert datang ke hotel sejak pagi. Mereka berdiri di kedua sisi Jay sambil membantunya menyambut para tamu yang terus berdatangan.

Raka mengenakan setelan jas abu-abu gelap dengan potongan sempurna. Rambut abu-putihnya ditata sangat rapi dan berkelas. Wajah dinginnya hari ini juga tampak sedi
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
si Devina ratu drama dan ternyata si Ignas juga raja drama jd cocok deh mereka berjodoh..haha...
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1280

    Setelah berkata demikian, Devina menyandarkan wajahnya ke dada Ignas. Bahunya bergetar pelan seolah sedang menahan tangis."Ignas, cuma kamu yang baik sama aku, cuma kamu yang memberiku tempat bersandar. Kalau bukan karena dia masih mengikatku dengan kontrak itu, aku ingin menjauh sejauh mungkin darinya seumur hidup."Walaupun Ignas tahu kata-katanya tidak sepenuhnya tulus, setidaknya ucapan itu cukup enak didengar. Kemarahan di wajahnya pun berkurang cukup banyak. Dia menepuk punggung Devina lalu berkata dengan nada yang lebih lembut, "Sudahlah, kenapa nangis. Karena sekarang kamu ikut aku, kamu nggak perlu takut siapa pun. Aku akan membuat semua orang tahu bahwa kamu tetap bisa hidup mewah dan terhormat bersamaku."Devina diam-diam menggertakkan gigi. Sepertinya kali ini dia benar-benar tidak bisa menghindar. Mau tidak mau, dia tetap harus menghadiri pernikahan itu."Oke, aku dengar kata-katamu. Aku akan ganti gaun sekarang. Aku pasti nggak akan bikin kamu malu." Devina mengangkat ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1279

    Tiga hari kemudian, pernikahan Keluarga Holden dan Keluarga Adiratna digelar dengan megah di ballroom hotel paling mewah di Kota Amadeus.Sebagai sahabat yang tumbuh besar bersama Jay sejak kecil, Raka dan Lambert datang ke hotel sejak pagi. Mereka berdiri di kedua sisi Jay sambil membantunya menyambut para tamu yang terus berdatangan.Raka mengenakan setelan jas abu-abu gelap dengan potongan sempurna. Rambut abu-putihnya ditata sangat rapi dan berkelas. Wajah dinginnya hari ini juga tampak sedikit lebih lembut. Saat ada tamu yang mengajaknya berbincang, dia pun bersedia berbasa-basi beberapa kalimat. Walaupun obrolannya hanya singkat dan padat, tetapi tetap terasa sopan.Sementara Lambert tetap tampil lembut dan elegan seperti biasanya. Jas berwarna terang membuatnya terlihat semakin tampan dan berwibawa. Senyum hangatnya membuat orang merasa nyaman.Raka yang memiliki aura dingin dan Lambert yang tampak lembut, berdiri di samping mempelai pria yang sedang bersinar penuh semangat. Ket

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1278

    Lambert tahu dengan sangat jelas bahwa mulai sekarang, perasaannya terhadap Brielle hanya akan sebatas perhatian dan kepedulian seorang teman. Dia tidak akan lagi mengharapkan hal lain.Brielle menggandeng tangan putrinya masuk ke dalam lift. Raka juga melangkah masuk. Anya pergi menekan tombol lift, sementara Raka turut mengulurkan tangan menekan lantai 27."Terima kasih karena kamu mau memaafkan Jay hari ini. Dia memang selalu ingin mencari kesempatan untuk minta maaf sama kamu," ujar Raka dengan suara rendah. Di balik bulu matanya yang lebat, tatapannya tertuju kepada Brielle, seolah sedang mencoba membaca isi hatinya.Dengan nada tenang, Brielle berkata, "Aku sudah melupakan semua yang terjadi di masa lalu."Rasa bersalah melintas di mata Raka. Kalau Jay tidak memberitahunya, dia benar-benar tidak tahu bahwa dulu Brielle juga pernah punya masalah dengan Jay."Maaf. Dulu ... aku membuatmu mengalami banyak penderitaan." Suara Raka terdengar rendah, penuh penyesalan dan rasa bersalah.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1277

    Dari awal sampai akhir, Raka tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya diam memandang Brielle. Di matanya tidak ada rasa lega, melainkan rasa sakit hati. Dia tahu, di balik sikap lapang dada Brielle, tersembunyi semua penderitaan dan kepedihan yang dulu dia tanggung sendirian.Lambert yang berdiri di samping juga tidak ikut menyela. Dia sengaja memberi ruang bagi Jay dan Brielle untuk menyelesaikan kesalahpahaman di masa lalu.Tujuan Jay datang hari ini memang untuk meminta maaf secara resmi kepada Brielle. Saat datang tadi, dia sebenarnya sangat gugup. Sekarang setelah dimaafkan oleh Brielle, dia akhirnya merasa lega."Kalau begitu aku pergi dulu. Sebelum pernikahan masih banyak hal yang harus diurus," pamit Jay."Pergilah. Urus dulu semua persiapan pernikahanmu. Nanti aku dan Raka akan datang lebih awal," kata Lambert kepadanya.Jay mengangguk, lalu berbalik pergi.Saat itu Anya dan Vivian berlari menghampiri dengan wajah penuh keringat. Brielle berkata kepada putrinya, "Anya, sudah malam.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1276

    Dia mulai memikirkan cara supaya bisa menolak datang ke pesta pernikahan itu. Semua orang di lingkaran pergaulan Jay adalah orang-orang yang dikenalnya.Devina bisa membayangkan bagaimana tatapan meremehkan yang akan diterimanya saat muncul sambil menggandeng Ignas. Citra dirinya sebagai dewi piano yang dulu dibangunnya, akan langsung hancur seketika. Baginya, itu sama seperti disiksa hidup-hidup.Namun kalau tidak pergi, Ignas pasti akan merasa tidak senang. Untuk saat ini, dia masih belum bisa kehilangan penopang seperti Ignas. Jadi, dia hanya bisa menunggu sampai hari ketiga, lalu mencari alasan untuk membatalkannya.Apa pun yang terjadi, dia harus menemukan cara untuk menghindari penghinaan secara terang-terangan itu.Malam hari.Brielle pulang ke rumah pukul delapan lewat tiga puluh malam. Dia mendapati putrinya tidak ada di rumah. Lastri memberitahunya bahwa Raka membawa Anya bermain ke taman di bawah kompleks.Brielle pun mengirim pesan kepada Raka, menanyakan kapan dia akan mem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1275

    "Iya nggak, sih? Raka itu memang gerakannya cepat sekali." Jay berdecak di telepon, lalu dengan nada seperti sedang mencoba membaca reaksinya, dia berkata, "Tapi jujur saja, kalau mereka berdua benar-benar bisa mulai lagi dari awal, itu hal yang baik buat Anya.""Mm," jawab Lambert pelan. Tatapannya mengarah ke pemandangan di luar jendela yang terus mundur, sorot matanya tampak rumit. Dia tumbuh besar bersama Raka sejak kecil. Perubahan Raka terlihat sangat jelas dan Lambert juga paham apa arti di balik perubahan itu.Lagi pula, Brielle memang layak diperlakukan dengan baik. Baik sebagai teman maupun sebagai salah satu pria yang menyukainya, Lambert berharap Brielle bisa bahagia. Kalau kebahagiaan itu memang bisa diberikan oleh Raka dan Brielle juga bersedia menerimanya, Lambert juga tidak bisa berkomentar apa pun lagi selain memberikan restu.Hanya saja, tetap ada sedikit rasa hampa di dalam hatinya."Sudahlah, aku mengerti. Untuk pernikahanmu, aku akan datang lebih awal bantu nyambut

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 702

    Setelah berkata demikian, dia berbalik dan melangkah menuju ruang rapat.Di ruang istirahat, setelah melepas perlengkapan pelindung, Brielle mengambil selembar tisu untuk mengusap keringat. Harvis mengangkat lengan bajunya dan mengendusnya, lalu berkata, "Baunya cukup menyengat. Nanti malam pulang,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 722

    "Nggak ada pilihan, soalnya anaknya ada di tangannya. Dia juga menuntut kakakku membelikan kalung edisi terbatas yang dibuat khusus. Entah kakakku berutang apa padanya di kehidupan sebelumnya, sampai di kehidupan ini dia terus membayangi dan melekat pada kakakku."Tangan Brielle yang memegang gelas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 707

    Devina memang sangat menyukai berlian. Meski sekilas dia tampak tidak terlalu suka, dalam hatinya dia benar-benar menyukai berlian. Kalung tadi jelas-jelas edisi terbatas. Dia yakin, pada jamuan amal istri wali kota hari Sabtu nanti, kalung itu akan menjadi salah satu pusat perhatian di seluruh ruan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 712

    Sambil berbicara, Devina buru-buru berkata, "Aku ke toilet sebentar."Saat Devina berdiri, tubuhnya terasa goyah. Dia meninggalkan tempat duduknya dengan satu tangan mengangkat gaun malam berwarna sampanye, tangan lainnya mencengkeram kalung itu dengan erat. Keanggunan yang seharusnya dia miliki len

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status