Share

Bab 169

Author: Ayesha
Sesampainya di restoran, Raka sudah duduk di dalam bersama dua pria paruh baya. Dia berada di kursi utama.

Brielle bertukar pandang sekilas dengannya, lalu memilih duduk di kursi paling jauh darinya. Faye dan Cherlina kemudian duduk berurutan di sampingnya.

Jared berdiri memperkenalkan, "Ini adalah Pak Raka, pemilik saham terbesar di perusahaan kami. Yang di sampingnya adalah Pak Laurence dan Pak Yohan, dua pilar utama perusahaan." Setelah itu, dia juga memperkenalkan Brielle dan ketiga orang la
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mega Sihombing
sangat suka dengan novel ini
goodnovel comment avatar
Neneng Rianah
Bah apa itu devina jd artis aja ngandelin laki2 , di sponsor di subsidi manalah cuma bs jd pianis ga punya kemampuan lain
goodnovel comment avatar
Renadwijo
hmm, gimana Fay? Masih mau fitnah bhwa prestasi Brielle selama ini hasil plagiat Pak Adam? Msh fitnah kalo Briell itu aslinya ga mampu? Teknologi AI itiu blm ada di jaman Pak Adam lhoo
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1200

    Sesampainya di rumah, kedua orang tuanya belum pulang. Faye masuk ke kamar mandi, menggosok tubuhnya dengan keras, seolah-olah ingin menghapus noda kotor yang menempel di tubuhnya.Untuk saat ini, dia hanya bisa melangkah dengan hati-hati. Selama belum benar-benar terdesak, dia tidak boleh berbalik melawan Thoriq.....Krisis Grup Datau terus meluas. Menjelang sore, kembali muncul berita buruk.Brielle sedang mengajak putrinya berjalan-jalan di mal. Anya berjalan di depan memilih barang, kuncir kudanya bergoyang, penampilannya tampak polos dan menggemaskan.Di belakang Brielle, Zakie membawa dua bawahannya yang menyamar di antara para pengunjung. Mereka terus mengawasi situasi sekitar.Berbelanja di supermarket adalah hal yang cukup santai. Tatapan Brielle yang lembut mengikuti gerak lincah putrinya. Si kecil kini berdiri di depan rak cokelat, matanya yang besar penuh harap.Dia menoleh ke arah ibunya. "Mama, aku boleh beli satu cokelat nggak?" Setelah itu, dia mengangkat satu jari kec

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1199

    Walaupun Faye sangat ingin mencabik-cabik Thoriq, saat mendengar ayahnya bisa dipenjara dan reputasinya akan hancur, dia tetap panik. Dia sama sekali tidak boleh membiarkan Thoriq menghancurkan sisa terakhir Keluarga Datau.Saat ini, di mata Thoriq selain kegilaan, masih ada sedikit rasa takut. Bagaimanapun, dia bukan orang yang benar-benar jahat. Dia berpendidikan tinggi, dulu juga seorang pemuda yang penuh impian. Hanya saja, keadaan memaksanya sampai ke titik ini.Ditambah lagi dia memegang bukti tentang Declan, membuat perasaannya terhadap Faye berubah menjadi cinta yang menyimpang.Saat ini, dia justru berharap Faye menyerah dan setuju menjadi pacarnya. Faye adalah gadis yang dia cintai diam-diam selama enam tahun. Dia masih dengan naif berharap bisa memiliki akhir bersama dengannya.Faye menggigit bibir bawahnya erat-erat. Situasi di hadapannya membuat amarahnya mereda dan kembali tenang. Dia tahu tidak boleh memancing emosi Thoriq, setidaknya untuk saat ini tidak.Untuk menenang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1198

    Gerakan Faye saat minum air tiba-tiba terhenti. Dia menghindari tatapan Thoriq, suaranya tanpa sadar mengecil. "Itu ... itu 'kan sudah lama sekali berlalu, kenapa masih dibahas?""Sudah berlalu?" Thoriq tertawa ringan, tubuhnya bersandar ke sofa. "Kamu tahu nggak? Awalnya aku punya masa depan yang cerah. Tapi demi kamu, aku melepaskan kesempatan menjadi peneliti, dikeluarkan dari kampus, dan riwayatku ternoda selamanya.""Sedangkan kamu, Nona Besar Faye, seolah-olah nggak merasa bersalah sedikit pun. Bahkan setelah itu, kamu berharap aku menjauh darimu, nggak lagi mengganggumu."Wajah Faye memerah. Dia meneguk air lagi, berusaha tenang. "Thoriq, aku memang berterima kasih padamu. Bukankah setelah itu aku juga membantumu masuk ke perusahaan ayahku? Kamu bahkan sudah jadi wakil direktur ....""Kamu tahu gimana perjuanganku untuk dapat posisi wakil direktur?" Suara Thoriq tiba-tiba meninggi. "Aku minum sampai muntah darah, sampai masuk rumah sakit. Di perusahaan ayahmu aku seperti anjing.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1197

    Raka berkata dengan suara dingin, "Mulai sekarang, semua telepon darinya nggak perlu diangkat.""Baik." Gavin langsung mematikan panggilan itu dan melanjutkan laporan pekerjaannya.Devina menatap telepon yang diputus oleh Gavin. Hatinya mencelos. Apakah Raka benar-benar tidak ingin menemuinya lagi?Air mata penuh penghinaan menggenang di matanya, tetapi wajahnya tetap menunjukkan sikap tidak mau kalah. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menelepon Ignas. Ini adalah harapan terakhirnya."Ignas, kamu lagi sibuk?" Suara Devina terdengar tercekat."Ada apa, Devina? Ada yang menindasmu?" Suara Ignas di seberang terdengar perhatian."Nggak ada yang menyakitiku. Hanya saja, perusahaan ayahku lagi dalam masalah. Kamu bisa bantu ayahku?""Grup Datau?" Jelas, Ignas sudah mengetahui situasinya."Ya, perusahaan ayahku mengalami masalah di pasar saham. Apa kamu bisa ...."Ignas langsung memotongnya, "Devina, bukan aku nggak mau bantu. Tapi siapa pun yang bantu Grup Datau pasti akan ikut terseret ma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1196

    Sekarang kalau dipikir kembali, sejak saat itu Raka sudah mulai menyusun rencana. Di permukaan dia membantu Grup Datau untuk go public, tetapi diam-diam sudah menanam benih yang mengarah pada kebangkrutan hari ini."Devina, kamu dengar nggak?" Dari seberang terdengar suara Declan yang sangat cemas. "Cepat datang ke sini, hari ini kita harus bertemu Pak Raka. Hanya dia yang bisa menyelamatkan kita."Hati Devina langsung jatuh ke dasar. Bagaimana mungkin Raka yang kejam itu masih akan membantu Keluarga Datau?Dia juga tidak menyangka, satu keputusan yang dia ambil dulu justru akan membuat Grup Datau hancur total."Ayah, dengarkan aku ...." Devina menarik napas dalam-dalam. "Raka nggak akan membantu kita lagi, percuma memohon padanya.""Mana mungkin? Bukannya selama ini dia selalu membantu kita?" Suara Declan penuh kebingungan. Bagaimanapun, dia memang pernah benar-benar mendapatkan manfaat dari Grup Pramudita. Seperti urusan pinjaman bank dan persetujuan sumber daya, semua dibantu oleh R

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1195

    Dari sisi Smith, pengembangan obat sudah berhasil diselesaikan. Tidak heran jika Raka mulai bergerak.Raka sudah menyiapkan sebuah skema yang rapi untuk Devina. Devina yang serakah mendapatkan 13 persen saham Grup Datau dari tangannya, sebagai "imbalan" atas kerja samanya dalam eksperimen.Ambisi Devina memang besar. Saham enam triliun itu cukup untuk memuaskan hasratnya. Bahkan sejak awal Raka membantu Grup Datau go public, semua itu memang dipersiapkan untuk hari ini.Sekarang eksperimen sudah selesai. Kendali Devina terhadap Raka selama 10 tahun ini berakhir dengan kebangkrutan Grup Datau, dan 13 persen saham yang dimilikinya langsung menjadi tidak bernilai.Krisis internal Grup Datau sebenarnya sudah lama dimulai. Namun demi menenangkan investor, Declan terus menutupinya dari publik. Namun pada akhirnya, kehancuran itu tidak bisa disembunyikan lagi.Di vila Devina, terdengar suara gelas pecah menghantam lantai.Anggur merah yang tumpah menyebar ke mana-mana. Dengan tangan gemetar,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 863

    Brielle segera membalas pesan itu.[ Kamu nggak pulang ke Kyoza, 'kan? ]Pesan itu baru saja terkirim. Bahkan belum sempat ada balasan, dari arah lift lorong kembali terdengar langkah kaki yang jelas dan penuh tenaga. Langkah itu semakin mendekat.Brielle refleks mengangkat kepala.Sebuah sosok yang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 880

    Madeline mengangguk. "Baik, lain kali saja kita jamu."Saat itu, Vonny menyembulkan kepala ke dalam. "Bu Madeline, Pak Raka datang menjenguk."Madeline tersenyum dan mengangguk. "Persilakan dia masuk."Tak lama kemudian, Vonny mempersilakan Raka masuk. Hari ini Raka mengenakan setelan jas abu-abu tu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 862

    Keselamatan hidupnya adalah tanggung jawabnya sendiri, tidak perlu melapor kepada orang luar.Mobil melaju stabil di jalan tol menuju Kyoza. Di luar jendela, deretan pohon poplar putih yang tegak lurus melintas cepat ke belakang. Langit di kejauhan sudah mulai berwarna abu-abu.Brielle bersandar di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 852

    Suaminya setampan itu dan putrinya secantik itu ... kelihatannya juga sangat kaya.Raka memang bukan figur publik. Orang biasa sulit mengenalinya sekilas, tetapi tetap mudah tertarik pada ketampanan dan aura yang dia miliki.Dengan pengaturan khusus dari staf, Anya mendapat kesempatan untuk berinter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status