分享

Bab 222

作者: Ayesha
"Jangan sampai ketemu mereka waktu keluar nanti, biar kamu nggak muak," kata Syahira.

Brielle sendiri tidak merasa muak, hanya saja dia tidak ingin putrinya melihat mereka.

Saat itu, Anya meletakkan mainannya dan berkata, "Mama, aku mau pipis."

Brielle mengangkatnya turun dari kursi makan anak, lalu membawanya ke toilet. Begitu masuk ke bilik toilet sambil menggendong putrinya, Brielle mendengar suara langkah kaki seseorang masuk. Lalu terdengar suara telepon, seorang wanita paruh baya sedang be
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (6)
goodnovel comment avatar
RaHmi
tau kaan alasan raka menekankan lab agar cepat mnghasilkan laporan yg memuaskannya...supaya brillie sibuk bekerja dan lembur agar tak ada waktu untuk kencan dg cowok baru... itu tu yg dimau raka...
goodnovel comment avatar
Renadwijo
kalo Raka nikahi dev, itu artinya Raka egois bgt.Brie ga boleh nikah smpe 5 thn stlh cerai
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
berharap endingnya si Raka ngejar ngejar Brielle dan hempaskan valakor..
查看全部評論

最新章節

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1527

    Melihat Brielle menangis, Harvis segera menghiburnya. "Nggak apa-apa. Sungguh, aku baik-baik saja.""Jangan bicara dulu, hemat tenagamu." Brielle menahan air matanya dan berusaha menenangkan diri.Di samping mereka, Cherlina sudah lebih dulu menghubungi polisi.Faye terduduk lemas di lantai. Dia mendongak menatap pria yang telah dicintainya diam-diam selama tiga tahun. Kini karena dirinya, tubuh Harvis berlumuran darah. Dunia seolah berputar di sekelilingnya. Jantungnya terasa seperti ikut ditembus garpu itu, begitu sakit hingga dia sulit bernapas."Kak Harvis ... Kak Harvis ... maaf ... maaf ...."Tanpa sadar dia merangkak mendekati Harvis, tetapi Cherlina mengulurkan tangan untuk menghalanginya. "Kamu masih berani manggil dia Kak Harvis? Kamu sudah nggak pantas mendekatinya lagi.""Maaf ... aku nggak sengaja ... aku benar-benar nggak ingin melukaimu ...."Faye menutupi wajahnya sambil menangis tersedu-sedu. Penyesalan yang begitu besar menelannya hingga tak mampu berpikir jernih.Tak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1526

    Brielle berbalik dan menatap Faye dengan dingin. "Kalau ada urusan, langsung saja katakan.""Aku dipecat karena kamu menghasut di depan Pak Raka, 'kan? Brielle, kamu benar benar licik. Mengandalkan kekuasaan mantan suamimu untuk seenaknya menindas karyawan Grup Pramudita. Kamu bangga sekali, ya?" Suara Faye menjadi tajam, wajahnya dipenuhi kebencian yang sudah lama terpendam terhadap Brielle."Faye, tolong jaga ucapanmu." Brielle berkata dengan dingin, "Kalau kamu nggak puas, silakan ajukan keberatan sesuai prosedur.""Memangnya ada gunanya? Seluruh Grup Pramudita milik mantan suamimu. Kalau dia mau memecatku, alasan apa pun bisa dipakai." Mata Faye dipenuhi rasa sakit dan kebencian."Brielle, berhenti berpura pura. Semua orang tahu sekarang kamu dekat lagi sama Raka. Mau mengandalkan putrimu untuk kembali jadi Nyonya Pramudita, ya? Kenapa? Mau balas dendam dengan memanfaatkan jabatan? Aku sudah nggak menghalangimu lagi, tapi kamu masih nggak mau melepaskanku? Masih ingin menendangku k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1525

    Keesokan paginya, suasana hati Anya sedang buruk. Dia tidak ingin pulang. Dia masih ingin terus bermain.Alhasil, ketiga orang dewasa itu pun bergantian membujuk si kecil.Setelah mereka naik ke pesawat, Anya akhirnya mau pulang karena teringat ingin bertemu kuda poni kesayangannya. Suasana hatinya pun kembali membaik.Tiga jam kemudian, Brielle tiba di rumah. Sementara itu, Anya diantar ke rumah Keluarga Pramudita.Liburan kali ini benar-benar membuat Brielle bisa mengosongkan pikirannya sejenak. Saat kembali bekerja, dia pun merasa jauh lebih segar dan ringan.Hari Senin, Brielle kembali menenggelamkan diri dalam pekerjaannya.Sementara itu, Raka juga terus memantau perkembangan proyek renovasi, ditambah dengan mengurus pekerjaan di kantor.Kali ini, bukan hanya dua unit rumah mereka yang direnovasi. Satu vila besar lain di kompleks yang sama juga sedang direnovasi untuk ditempati anggota Keluarga Pramudita.Rabu pagi, Brielle menerima pesan dari Harvis. Harvis mengajaknya bertemu sa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1524

    [ Ayo. Aku tunggu di lobi. ]Raka segera membalas pesannya.[ Oke, aku turun. ]Brielle pun menjawab dengan lugas.Tadi Raka tidak melihat fenomena air mata biru di kejauhan. Saat ini, dia mengira Brielle benar-benar ingin berjalan-jalan.Di lobi vila, Brielle sudah turun. Raka juga sudah menunggunya."Ayo," kata Brielle.Setelah selesai berbicara, dia langsung melangkah cepat ke depan, seolah terburu-buru ingin segera keluar.Raka pun segera menyusul langkahnya. Mereka melewati dek observasi sepanjang hampir 100 meter hingga tiba di pantai.Saat itulah Raka juga melihat fenomena ombak berwarna biru itu. Barulah dia mengerti mengapa Brielle mengajaknya ke luar. Ternyata Brielle mengajaknya sebagai teman untuk melihat pemandangan air mata biru.Benar saja, Brielle langsung berlari menuju bibir pantai. Di bawah sinar bulan, gaun panjangnya berkibar tertiup angin, membuatnya terlihat seperti bidadari yang turun ke bumi.Raka mengikuti di belakangnya. Untuk sesaat, dia sampai terpaku beber

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1523

    Melihat Raka baru saja selesai mandi, Brielle tahu pria itu pasti tidak akan bisa bersiap secepat itu.Dia pun langsung berkata, "Aku turun duluan."Melihat wanita itu melangkah pergi dengan tergesa-gesa, sudut bibir Raka sedikit terangkat. Seulas senyum melintas di bibirnya.Saat tiba di lobi lantai satu, Brielle melihat Gavin sedang memeluk laptop dan menyapanya, "Selamat pagi, Bu Brielle.""Selamat pagi." Brielle membalas dengan sebuah senyuman, lalu berjalan menuju pantai.Baru sekitar pukul 10 pagi, Raka akhirnya datang ke pantai. Dia sudah mengenakan setelan olahraga berwarna abu-abu muda. Senyum tipis yang nyaris tak terlihat menghiasi sudut bibirnya, menandakan suasana hatinya sedang sangat baik."Papa!" Anya berlari menghampirinya seperti seekor burung kecil.Raka langsung mengangkat putrinya dengan kedua tangan, lalu memutarnya satu kali di udara. Tawa renyah Anya terdengar hingga jauh.Brielle duduk di bawah payung pantai. Mendengar tawa putrinya, tanpa sadar sudut bibirnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1522

    Raka tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam-diam kembali berdiri di sisi Brielle. Cahaya api unggun yang menari di kejauhan membuat sorot matanya tampak makin dalam.Kali ini, dia tak lagi menghalangi pandangan Brielle. Pada akhirnya, tatapannya tertuju pada buket bunga yang dipeluk Brielle. Seolah dari sanalah dia memperoleh sedikit penghiburan."Dulu kamu jarang mengidolakan artis." Raka menunduk menatapnya.Brielle sedikit tertegun. Memang benar. Dahulu, hampir seluruh hidupnya dipenuhi oleh Raka dan putri mereka. Dia bahkan tidak punya waktu ataupun keinginan untuk mengidolakan selebritas."Orang pasti berubah," jawab Brielle. "Dulu aku nggak punya waktu, juga nggak punya suasana hati untuk itu."Hati Raka terasa seperti ditusuk jarum. Dia teringat, dahulu ketika beberapa foto dirinya menghadiri forum bisnis beredar di internet, banyak netizen perempuan meninggalkan komentar di bawahnya.Malam itu, ketika dia pulang ke rumah, Brielle langsung melingkarkan kedua tangan di lehernya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 683

    "Eh! Aku berencana merayakannya dengan sederhana di rumah," kata Brielle.Harvis tersenyum. "Sama anak?""Iya, temani anak makan kue kecil saja sudah cukup," jawab Brielle.Harvis mengangguk. "Baik. Kalau ada waktu, kita makan bersama."Brielle tersenyum menanggapi. "Oke."Pukul dua siang, Brielle s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 675

    Harvis berkata, "Kalau Brielle nggak ikut juga nggak masalah. Aku akan buat notulen rapat dan serahkan ke dia."Jared tertegun sejenak, lalu tidak memaksa lagi. "Baik, kalau begitu Brielle nggak perlu ikut."Siang hari, Brielle memesan satu keranjang buah dan sebuket bunga di pusat perbelanjaan sebe

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 658

    Ayah dan anak itu kembali tertawa. Lastri tak bisa menahan diri untuk memperhatikan. Pada saat ini, aura tegas dan dingin yang biasanya ada pada Raka benar-benar sirna. Dia terlihat seperti seorang ayah yang sabar dan lembut."Nyonya, makan malam sudah siap," kata Lastri.Raka menggendong putrinya d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 612

    "Aku mau ke ruang rapat," kata Cherlina."Itu tempat rapat pemegang saham, untuk apa kamu masuk ke sana?" Faye langsung menariknya."Nanti Brielle ada presentasi, aku mau masuk untuk bantu," jawab Cherlina, lalu balik bertanya, "Kamu nggak tahu kalau semua pemegang saham datang ke sini untuk mendeng

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status