Share

Bab 226

Author: Ayesha
"Aku hanya butuh data asli," Brielle menatap Faye dengan tenang. "Sekarang."

Udara seakan membeku.

Faye menggertakkan giginya, lalu berbalik. Dia menarik satu berkas dari map dan membantingnya ke atas meja. "Ambil saja."

Brielle memeriksa dengan teliti, setelah memastikan kebenarannya dia menyimpan berkas itu. "Terima kasih."

Saat berbalik, salah satu asisten Faye membela tuannya. "Sok serius, padahal dia juga bisa ada di sini cuma karena ayah dan mantan suaminya ...."

Langkah Brielle seketika b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kasian brielle.....sakit hatinya sdh telalu dlm...
goodnovel comment avatar
Arlina
Raka sdh sangat kelewatan, Lebih baik Brie sama lambert …
goodnovel comment avatar
Mujiah Ynwa
nah gini brille kalo ngomong sama raka terus terang saja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1024

    Selama bertahun-tahun seperti itu, Raline tenggelam dalam kebohongan yang dirancang oleh Devina, dengan sukarela menjadi pisau di tangan Devina.Di rumah, di depan ibu dan neneknya, dia mulai memuji-muji kebaikan Devina, mengatakan bahwa Devina baik hati dan berbakat.Pada saat yang sama, setiap tahun ketika Meira menjalani prosedur transplantasi sel punca, Devina juga berada di rumah sakit. Karena itu, dia sering mengambil kesempatan untuk mengunjungi Meira, menemani ibunya mengobrol. Dengan cara mendekati serta menyenangkan hati Meira, dia juga berhasil memenangkan hatinya.Raline ingat suatu kali setelah makan malam, dia mengatakan bahwa Anya ada di rumah. Devina lalu berkata ingin bertemu keponakannya. Raline berpikir Anya cukup dekat dengannya, jadi dia tidak terlalu memikirkannya dan membawa Devina pulang.Kemudian, Devina mengatakan bahwa dia merasa pusing. Tanpa ragu, Raline membiarkannya menginap di rumah Keluarga Pramudita.Hari itu, ketika Brielle datang, Devina yang awalnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1023

    "Kak, kalau begitu ... kalau begitu apa Kakak masih akan mengejar kembali Kak Brielle?" Raline mengangkat matanya yang penuh air mata saat bertanya. Saat ini, dia benar-benar merasa bahwa Brielle adalah kakak ipar terbaik di dunia.Sudut bibir Raka memperlihatkan sedikit kepahitan, tetapi dia tidak menjawab.Raline langsung menjadi cemas. "Tapi di antara kalian masih ada Anya!"Raka memegang bahu adiknya. Tatapannya menjadi jauh lebih tenang. "Raline, sekarang bukan waktunya membicarakan hal ini. Tugasmu yang paling penting adalah bekerja sama dengan pengobatan, cepat sembuh, dan jangan lagi nambah masalah bagi Brielle."Raline mengangguk. Semua kata yang ingin dia katakan akhirnya dia telan kembali. Benar, sekarang Brielle sepenuhnya fokus pada penelitian, memang tidak boleh mengganggu pikirannya pada saat seperti ini."Baik, Kak. Aku ngerti. Aku akan bekerja sama dengan baik." Raline mengangguk dengan patuh.Raline kembali ke ruang rawat. Seluruh tubuhnya masih menegang karena marah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1022

    Ketika sebuah telapak tangan besar menekan bagian belakang kepala Brielle, tubuhnya langsung membeku. Pupil matanya bergetar beberapa detik, tetapi dia tidak berusaha melepaskan diri, juga tidak memberi respons apa pun.Dia hanya membiarkan Raka memeluknya seperti itu. Selama beberapa detik, dia bahkan tidak sempat bereaksi.Setelah tersadar kembali, Brielle bertanya dengan nada dingin, "Sudah cukup peluknya?"Hanya tiga kata singkat, tetapi seolah-olah berubah menjadi pedang nyata yang menusuk keras jantung Raka.Kekuatan pelukannya tiba-tiba mengecil. Perasaan gembira dan rasa terima kasih yang bergolak di dalam dadanya langsung membeku. Dia bisa dengan jelas merasakan tubuh orang di dalam pelukannya yang kaku, sebuah penolakan yang bahkan lebih membuatnya putus asa daripada jika dirinya didorong menjauh.Raka menarik napas berat. Dengan lembut dan perlahan, dia melepaskan lengannya, lalu mundur satu langkah. Kegembiraan di matanya masih ada, tetapi kini bercampur dengan sedikit rasa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1021

    "Pak Raka sudah datang," sapa Smith. Setelah itu, dia menoleh kepada seorang perawat dan berkata, "Tolong panggil Profesor Brielle ke ruang rapat nomor satu.""Bu Raline, kamu juga ikut," kata Smith.Raline segera menggandeng lengan Raka. "Kak, apa Kak Brielle sudah menemukan cara lain?"Smith tidak bisa menahan diri untuk menoleh dan tersenyum. "Bu Raline, sebentar lagi kamu akan tahu."Di ruang rapat nomor satu, sebelum Brielle datang, Smith masih mempertahankan sikap misterius. Baru ketika Brielle masuk sambil membawa laptop, Smith berkata dengan bersemangat, "Pak Raka, sebentar lagi kamu akan tahu betapa hebatnya Brielle."Raka mengangkat kepala dan menatap Brielle. Dia mengenakan jas laboratorium putih, tanpa riasan, tetapi secara alami memancarkan pesona akademis yang membuatnya begitu memikat hingga Raka tidak bisa mengalihkan pandangan.Raline juga merasa Brielle dalam keadaan seperti ini sangat cantik. Dia tidak bisa menahan rasa bersemangatnya, bertanya-tanya kabar baik apa y

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1020

    Devina tidak suka masa lalunya diungkit. Dia menggenggam tas di tangannya lebih erat, lalu berkata, "Raline, aku sudah bilang, semua ini sudah nggak ada artinya lagi. Persahabatanku denganmu itu tulus."Setelah berkata begitu, Devina melewati Raline dan berjalan pergi. Raline langsung mengulurkan tangan hendak menangkap pergelangan tangannya. "Jangan pergi, jelaskan dulu semuanya."Namun, Devina menghindari tangan Raline dan melangkah cepat menuju arah lift. Raline masih gemetar karena marah. Dadanya naik turun. Setelah tersadar kembali, tiba-tiba dia berlari ke arah Brielle.Brielle juga baru saja berdiri hendak meninggalkan tempatnya. Ketika Raline memeluknya erat seperti itu, dia tertegun beberapa detik."Maaf, maaf, Kakak Ipar. Semua ini salahku. Aku salah, aku ...." Rasa bersalah di dalam hati Raline seperti banjir besar yang jebol dan meluap deras. Dia memeluk Brielle erat-erat dan tidak mau melepaskannya."Aku terlalu bodoh. Aku malah membantunya menindasmu. Aku bahkan mengataka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1019

    Wajah Devina seketika berubah sangat masam. Dia tidak menyangka Brielle langsung merobek semua penyamaran dan rencananya. Dengan marah dan malu, dia berkata, "Brielle, omong kosong apa yang kamu bicarakan? Perasaanku kepada Keluarga Pramudita itu tulus ....""Tulus?" Brielle memotongnya. Nada ejekannya semakin jelas. "Kalau bukan karena Raka memberimu saham Grup Datau, apa kamu akan setuju bekerja sama dengan eksperimen ini? Bicara soal ketulusan setelah menegosiasikan syarat dan meminta bayaran setinggi langit? Kamu nggak merasa itu lucu?"Kata-kata Brielle terdengar tegas dan sangat menyakitkan.Devina tiba-tiba tersulut amarah. Belakangan ini, emosinya memang mudah meledak. Dia berdiri mendadak dan menunjuk Brielle sambil berteriak, "Apa yang kamu mengerti? Dulu jelas aku yang jatuh cinta padanya duluan! Kenapa kamu yang merebutnya di tengah jalan? Kamu masih berani menyalahkanku?""Aku sudah mengorbankan sepuluh tahun masa muda dan kesehatanku. Ini adalah imbalan yang pantas untukk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 41

    Persepsi Cherlina seolah terguncang. Namun, begitu mengingat bahwa dunia para miliarder memang tidak mengenal nilai moral, dia pun diam-diam melirik ke arah Raka.Pria itu bertubuh tinggi tegap, berwajah tampan, dan elegan. Gerak-geriknya penuh wibawa, tutur katanya halus dan berkelas. Benar-benar p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 50

    Malam hari, Brielle sedang menemani Anya menonton televisi di rumah. Sekitar pukul 7 malam, pintu terbuka dan Raka melangkah masuk."Papa! Papa!" Anya berlari dengan gembira, memeluk kaki ayahnya."Sayang." Raka berjongkok, memeluk putrinya sambil mencium kepalanya, seolah-olah sangat merindukannya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 54

    Brielle mengangguk pelan."Kalian bahas apa?" tanya Raka, tampaknya tertarik."Nggak ada," jawab Brielle dengan nada datar.Raka mengerutkan alisnya, tetapi tidak bertanya lebih lanjut. Setelah menghabiskan supnya, Lastri menyendokkan sepiring nasi untuknya. Sambil makan, dia memanggil Gaga. Gaga pu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 16

    Napas Brielle sedikit memburu. Raka ingin berinvestasi di proyek eksperimennya? Dengan kekuatan finansial dan pengaruhnya, Raka memang jelas merupakan investor terbaik. Namun, dari dalam hatinya, Brielle sangat menolak.Dia sama sekali tidak ingin memiliki keterlibatan apa pun dengannya."Baik, Kak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status