Share

Bab 269

Author: Ayesha
"Bu Brielle, boleh bicara sebentar?" Suara bariton yang dalam dan berwibawa terdengar dari belakangnya.

Brielle menoleh. Melihat itu Lambert, dia mengangguk sopan. "Pak Lambert."

Lambert mengambil alih institut milik Chiva. Di dunia farmasi, dia juga merupakan sosok berpengaruh. Ditambah lagi, aura menekan yang secara alami dia miliki membuat orang lain terintimidasi.

Orang-orang di sekeliling mereka pun tahu diri. Mereka perlahan menjauh dan menyisakan ruang pribadi untuk keduanya.

Lambert mena
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mantap brielle...libas aja tu pelakor yg ga tau malu itu dan manfan adek ipar yg bodo...sampai mau dimanfaatkan pelakor sangking bodohnya dia
goodnovel comment avatar
Iin Iin
benar bgt Brielle, kamu bersinar tanpa bantuan siapapun, ga kaya Davina yg perlu bantuan Raka..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1076

    [ Kalau begitu, nanti setelah kamu balik, aku traktir makan. ]Brielle membalas.[ Oke, tunggu aku pulang. ]Balasan Niro pun langsung masuk.Brielle kembali ke ruang kerja, meletakkan ponsel di samping, lalu membuka email di komputer untuk membacanya. Senin depan, Meira akan mulai datang untuk menerima suntikan obat. Kondisinya cukup serius, sehingga perlu dievaluasi melalui berbagai data.Sekitar pukul 7 malam, Lastri naik dan berkata, "Nyonya, makan malam sudah siap.""Bi Lastri, tolong panggil Anya ya," kata Brielle. Dia sendiri tidak turun.Lastri tersenyum. "Baik."Setelah berkata demikian, dia masih berdiri di depan pintu seolah-olah ingin mengatakan sesuatu.Brielle mengangkat kepala menatapnya. Dia bisa menebak apa yang ingin Lastri katakan. Dia mengerutkan kening dan berujar, "Nggak perlu mengundangnya."Senyuman Lastri sempat membeku, lalu dia mengangguk. "Baik."Lima menit kemudian, suara Anya terdengar dari ruang tamu di bawah. Brielle pun bangkit dan turun untuk menemani

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1075

    "Heh."Devina menatap dirinya di cermin dan mengeluarkan tawa yang penuh ejekan pada diri sendiri, tapi juga terasa konyol. Namun, dia tidak menyesal. Karena dia sudah mendapatkan jauh lebih banyak dari yang dulu dia dambakan.Uang, sumber daya, pamor, semua itu diberikan oleh Raka. Selama sepuluh tahun ini, selain tidak mendapatkan dirinya, Devina sudah memperoleh semua yang dia inginkan.Kalau begitu, dia akan menunggu dan melihat dengan jelas bagaimana Brielle akan menikah dengan pria lain dengan membawa serta putri dari Raka. Akan tetapi, sepertinya kandidatnya bukan Lambert, melainkan perwira yang bernama Niro itu.Membayangkan Brielle mengenakan gaun pengantin dan menikah dengan pria lain, sementara Raka hanya bisa menyaksikannya ... pada saat itu, ekspresi seperti apa yang akan muncul di wajah Raka? Tidak rela atau sakit hati? Penyesalan atau mati rasa?Devina merasa tidak sabar untuk melihatnya."Saat hari itu tiba, aku pasti akan datang memberi ucapan selamat, Brielle. Mendoak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1074

    Selama sepuluh tahun ini, Devina terus berusaha membuktikan bahwa dia tidak kalah dari Brielle, membuktikan bahwa pilihan Raka dulu adalah salah.Sekarang, dia berhasil.Dia berhasil membuat Brielle dan Raka bercerai, berhasil membuat Raka menjadi orang yang paling dibenci Brielle. Meskipun Devina sendiri tidak benar-benar berhasil duduk di posisi Nyonya Pramudita, tetap saja dia merasa puas saat melihat Brielle menderita dan Raka kehilangan keluarganya.Devina memanfaatkan semua yang bisa diperalatnya, membuat Raka menghancurkan kepercayaan dan cinta Brielle kepadanya sendiri."Brielle, kamu sudah merasakan gimana rasanya sakit?" Devina mencibir sambil bergumam. "Dulu waktu kamu merebut cintaku, aku sudah bersumpah akan membuat kalian sampai ke titik ini."Tentu saja, Devina belum benar-benar menang.Brielle masih punya anak, masih punya karier.Namun setidaknya, Raka sudah benar-benar kehilangan Brielle. Seumur hidup ini, mereka tidak mungkin lagi saling mencintai dan tidak mungkin l

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1073

    Dada Devina bergerak naik turun dengan hebat. Melihat kedua orang di depannya yang berdiri berdampingan dan kompak menghadapinya, rasa malu yang luar biasa langsung membanjiri hati Devina. Selain menatap mereka dengan tajam, Devina sudah tidak punya tenaga lagi untuk mengatakan apa pun. Hatinya seakan mati rasa, langkahnya goyah saat dia berjalan cepat menuju lift.Jay menatap Siria, sudut bibirnya muncul senyum getir. "Kamu sudah dengar semuanya?"Siria mengangguk. "Iya, aku dengar sebagian.""Aku terlihat konyol sekali, ya?" Nada bicara Jay penuh ejekan terhadap dirinya sendiri.Siria menggeleng sambil tersenyum dan menatapnya lembut. "Nggak konyol. Walaupun sebelumnya kamu memang agak bodoh, tapi untungnya kamu sadar tepat waktu. Itu hal yang baik."Kata-katanya menenangkan hati Jay yang gelisah. Tiba-tiba, Jay memeluk Siria dan menghela napas pelan. "Untung aku ketemu kamu."Siria bersandar di pelukannya, lalu tersenyum.....Devina masuk ke dalam mobil van. Freyna melihat wajah De

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1072

    Jay berdiri sambil memandang Devina dari atas, tatapannya tajam seolah bisa menembus segalanya."Kamu kira aku masih orang bodoh seperti dulu yang bisa kamu tipu cuma dengan beberapa tetes air mata? Air matamu sekarang bukan penyesalan, tapi takut kehilangan aku sebagai cadangan. Takut kehilangan sumber daya dan materi yang bisa aku kasih ke kamu."Air mata Devina masih menggenang di sudut matanya, tapi wajahnya sudah menunjukkan kepanikan karena isi hatinya terbongkar."Jay, kenapa kamu bisa bicara seperti itu ...."Jay langsung memotongnya, "Nggak usah akting. Jalani sendiri jalan yang kamu pilih. Soal waktu dan uang yang aku habiskan untuk kamu, aku anggap sudah selesai. Jadi, jangan pernah lagi muncul di depanku seumur hidup ini. Jangan datang lagi membuatku muak."Nada bicara Jay terdengar tenang, tapi setiap katanya seperti pisau yang menusuk hati Devina. Devina akhirnya benar-benar sadar bahwa semua kepura-puraan dan cara liciknya sudah tidak berguna lagi di hadapan Jay yang sud

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1071

    Devina membelalakkan mata. Terutama saat Jay menyebut Lambert, dia langsung panik seolah semua rahasia dan pikirannya sudah dibaca oleh Jay."Jay, kamu ini ngomong apa sih? Aku dan Lambert dari dulu cuma teman!""Sudah sampai sekarang, kamu masih pikir aku ini pantas jadi orang bodoh yang kamu permainkan seenaknya?"Tubuh Devina langsung terasa dingin. Apa sebenarnya yang sudah diketahui Jay? Kenapa dia bisa tiba-tiba melihat semuanya dengan jelas?"Bukan begitu, Jay, kamu dengarkan aku. Aku dan Raka hanya hubungan transaksi, aku dan Lambert juga cuma teman. Tapi kamu tahu perasaanku ke kamu itu sungguhan. Aku nggak pernah menyangkal kalau aku suka kamu."Devina buru-buru melangkah maju dan ingin meraih lengan Jay, ingin menjelaskan semua perasaannya. Namun, Jay menghindari sentuhannya dengan jijik."Jangan sentuh aku."Jay mundur satu langkah untuk menjaga jarak darinya. Rasa jijik di matanya hampir meluap."Devina, mulai sekarang aku nggak sudi lagi disukai kamu. Ke depannya, jangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 397

    Tatapan Raka mengikuti mobil Porsche Cayenne putih itu sampai benar-benar lenyap di balik hujan. Alisnya berkerut samar.Saat Devina berjalan mendekat, dia mencium samar aroma asap rokok yang belum sepenuhnya hilang dari tubuh Raka. Matanya menyipit sedikit.Raka hanya akan merokok dalam satu situas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 393

    "Untuk urusan risiko dan kerugian, kamu nggak perlu khawatir," ujar Jared sambil melambaikan tangan, mengisyaratkan agar Faye keluar. "Pak Raka akan mengawasinya langsung. Kamu boleh pergi sekarang."Faye keluar dari ruang Jared dengan wajah yang sulit ditebak, campuran antara marah, iri, dan ketaku

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 367

    Raka menatap mata Brielle yang keras kepala, terdiam sejenak. Udara di antara mereka seolah-olah membeku. Setelah beberapa saat, Raka baru berkata, "Baiklah. Kalau kamu merasa nggak masalah, terserah kamu."Langkah Raka menuju pintu tak berhenti. Hanya saja, dia kembali menambahkan tanpa menoleh, "S

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 395

    Syahira menyahut, "Hmm, sepertinya Raka memang lebih memilih keuntungan yang ada di depan mata ya!"Dia mengaduk kopinya pelan, lalu tiba-tiba teringat sesuatu. "Oh ya, kamu sudah lihat berita tentang Keluarga Seraphine belum?"Brielle mengangguk. "Sudah. Ayahnya Lambert dirawat di rumah sakit karen

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status