แชร์

Bab 283

ผู้เขียน: Ayesha
Karena ini pertama kalinya dia memberikan hadiah pada seseorang, jika ditolak memang akan cukup menyakitkan hati. Niro pun tertawa, "Ya, sebelum tahun baru aku akan cuti untuk pulang menjenguk keluarga. Saat itu kita bisa bertemu lagi."

"Baik, kamu lanjutkan pekerjaanmu dulu," sahut Brielle.

Setelah menutup telepon, Brielle membawa bunga itu ke mobil. Dia berencana menjemput putrinya, tetapi Lambert menelepon mengatakan dia akan menjemput Anya dan langsung membawanya ke Hotel Muse.

Brielle mengi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Imas Siti Aisah
kasian raka gak di undang haha
goodnovel comment avatar
Suryat
yah..padahal pengennya Brie sm Lambert..
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
Lambert kayaknya terdiskualifikasi jadi pasangan masa depan nih.... hanya berteman....
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1499

    "Kalau soal yang lain sih nggak usah dibahas. Devina memang kejam. Bahkan Raka saja bisa dia kendalikan hampir sepuluh tahun. Sudah dapat uang, masih ingin menghancurkan pernikahan kalian. Pada akhirnya dia berakhir setragis itu. Sebenarnya apa yang dia inginkan?"Brielle mengangkat kepala menatapnya. "Dulu dia mencintai Raka sama seperti aku."Syahira langsung mengerti.Raka di usia 19 tahun memang benar-benar sosok pangeran impian bagi semua wanita. Sekali jatuh hati padanya, rasanya bisa dikenang seumur hidup."Entah bertemu Raka itu berkah atau malah malapetaka baginya. Benar juga pepatah itu, jangan bertemu seseorang yang terlalu memukau saat masih terlalu muda." Setelah berkata demikian, Syahira memandang Brielle. "Jadi, selama dua tahun terakhir itu Raka benar-benar cemburu padamu dan Harvis?""Katanya dia salah paham." Brielle mengangguk."Tapi kalau dipikir dari sudut pandangnya, selama tiga tahun setelah kalian bercerai, kamu dekat dengan Lambert, Niro, dan Harvis. Wajar saja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1498

    Brielle mengangguk. "Iya, dia.""Keadaannya di sana baik-baik saja, 'kan?" Raline juga tampak khawatir."Dia sedang menanganinya. Jangan khawatir," hibur Brielle.Hati Raline terasa hangat. Sejak Brielle pulang dari program pertukaran akademik di luar negeri, hubungan Raka dengan Brielle benar-benar berubah. Rasanya seperti kembali ke masa ketika mereka masih menjadi suami istri.Ketika Raka mengusulkan untuk tinggal di rumah deret yang berdampingan, Brielle juga langsung menyetujuinya. Itu berarti, selain hanya dipisahkan oleh satu dinding, mereka akan berbagi taman, garasi, bersama-sama mengurus anak, bahkan mungkin juga makan bersama.Kalau saja kakaknya mau berusaha lebih keras lagi ....Bisa jadi, Raka akan berhasil merebut hati Brielle kembali dan membuat Brielle menjadi kakak iparnya lagi.Setelah makan malam di rumah Keluarga Pramudita, Brielle membawa Anya pulang. Besok adalah akhir pekan dan dia berencana menghabiskan waktu di rumah menemani putrinya.Saat akhir pekan tiba, S

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1497

    Malam itu, Brielle menemani putrinya tidur. Anya yang berada dalam pelukannya sudah tertidur pulas, tetapi Brielle sama sekali belum mengantuk. Dia mengambil ponselnya, memasang earphone, lalu membuka video-video terbaru di aplikasi media sosial.Karena informasi yang diunggah masih sangat sedikit, belum ada berita lebih lanjut mengenai kebakaran tersebut. Brielle pun meletakkan ponselnya dan memejamkan mata untuk beristirahat.Keesokan paginya pukul delapan tepat, Raline datang menjemput Anya. Karena Brielle harus bekerja dan sekarang sedang libur musim panas, Keluarga Pramudita berinisiatif mengambil alih kegiatan Anya selama masa liburan.Melihat putrinya menggandeng tangan Raline dengan riang hendak keluar, Brielle berkata, "Raline, terima kasih."Raline tertegun sejenak, lalu tersenyum sambil mengatupkan bibir. "Kak Brielle, jangan sungkan. Di antara kita nggak perlu saling berterima kasih."Setelah berkata demimkian, dia menggandeng Anya dan pergi.Pukul tujuh malam, Brielle berg

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1496

    Dia tersenyum lalu lebih dulu berkata kepada putrinya, "Anya, malam ini Papa ada kerjaan yang harus diurus, jadi mungkin nggak bisa menemani kalian."Anya berkata dengan sedikit kecewa, "Kalau begitu, lain kali Papa bisa menginap di rumah kami?"Kali ini, giliran tatapan Raka beralih ke Brielle. Alisnya sedikit terangkat dan senyumnya seolah menyiratkan pertanyaan. Brielle berpura-pura tidak mendengarnya.....Sesampainya di depan rumah Brielle, tentu saja Raka tidak masuk karena harus bekerja."Papa, jangan kerja sampai terlalu malam ya!" ujar Anya penuh perhatian.Hati Raka terasa hangat. Dia mengusap lembut kepala kecil putrinya. "Iya, Papa tahu. Papa akan istirahat yang cukup."Saat itu, Gaga menyelinap keluar dari pintu dan langsung mengibas-ngibaskan ekornya ke arah Raka, seolah ingin ikut turun ke bawah bersamanya.Raka berkata kepada Brielle, "Aku bawa Gaga turun dulu."Brielle pun tidak bisa keberatan. Sekarang Gaga memang semakin suka ke rumah Raka. Entah merek makanan anjing

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1495

    "Besok kami juga akan pergi melihat sebuah vila. Biar nanti kami lebih mudah merawat Anya," kata Emily."Nenek, kalau Nenek memang lebih suka tinggal di sini, sebenarnya nggak perlu buru-buru pindah," ujar Brielle. Dia tahu Emily menyukai rumah-rumah tua yang penuh nilai sejarah.Emily langsung tersenyum. "Tentu harus pindah. Rumah seperti apa yang kusukai itu nggak penting. Yang penting, kami bisa lebih mudah merawat Anya."Hati Brielle terasa hangat. Dalam urusan Anya, Keluarga Pramudita memang tidak pernah sekali pun memperlakukannya dengan setengah hati.Meira kemudian meminta pelayan menyajikan buah potong. Setelah Brielle duduk dan mengobrol sebentar, dia pun mengajak putrinya pulang.Di perjalanan, Anya sedang asyik memainkan mainan kecilnya. Tiba-tiba, dia berkata dengan lantang, "Mama, aku mau cerita sesuatu."Hati Brielle langsung menegang. Dia sudah bisa menebak apa yang akan diceritakan putrinya."Aku dan Bibi Raline tadi ketemu Bibi Devina di arena berkuda. Bibi Devina ber

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1494

    Tangan Brielle yang berada di atas lututnya perlahan mengepal. Mungkin Anya belum benar-benar memahami ucapan Devina, tetapi dia pasti bisa merasakan kebencian yang tersirat di balik kata-kata itu."Mulai sekarang, tolong pastikan dia menghilang. Jangan biarkan dia menyakiti putriku lagi." Nada suara Brielle dipenuhi rasa muak yang tak lagi bisa disembunyikan.Raka membelokkan setir ke bahu jalan dan menghentikan mobil. Tatapannya yang penuh perhatian tertuju pada wajah Brielle."Maaf. Semua ini salahku. Aku janji, mulai sekarang dia nggak akan pernah muncul lagi di hadapan Anya ataupun di hadapanmu."Brielle memalingkan wajah dan tidak berkata apa-apa lagi. Putrinya adalah batas yang tidak boleh disentuh. Siapa pun yang menyakitinya, tidak akan pernah bisa dia maafkan.Suasana di dalam mobil seketika hening.Raka tidak langsung menjalankan mobil. Dia tahu semua ini berawal darinya. Rasa sakit yang dialami Brielle pun muncul karena dirinya."Maaf ... semua ini salahku." Suara Raka terd

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 404

    Anya bertanya pada pelayan itu dengan berani, "Kak, kue ini buat siapa ya? Ada yang ulang tahun di sini?"Melihat gadis kecil yang berpakaian rapi dan mahal, pelayan itu langsung paham bahwa anak ini pasti berasal dari keluarga berada. Dia tersenyum ramah dan menjawab, "Ada seorang wanita cantik yan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 401

    "Nggak ganggu kamu lagi, sampai jumpa.""Sampai jumpa." Brielle menunggu sampai pihak sana menutup telepon lebih dulu, tapi siapa sangka Niro juga menunggu dia yang menutup lebih dulu. Akhirnya, pria itu terkekeh pelan. "Kamu duluan tutup."Brielle tertegun sejenak, lalu kemudian menutup telepon.Ca

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 364

    Tidak jauh dari sana, Raka sedang berbincang dengan beberapa tamu. Setelan jas hitamnya tampak rapi sempurna. Setiap gerak-gerik dan senyumannya menunjukkan wibawa seorang pemimpin sejati.Entah karena firasat atau naluri, dia tiba-tiba mengangkat pandangan ke arah pintu. Pandangannya langsung tertu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 382

    Kali ini, demi tidak menyeret Devina ke dalam masalah, Raline sengaja menanggung seluruh kesalahan sendiri.Saat itu, Raka turun ke bawah untuk mengambil air minum. Raline yang duduk di ruang tamu menatapnya dengan wajah penuh rasa bersalah, tapi Raka sama sekali tidak menanggapinya.Semakin diabaik

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status