공유

Bab 1260

작가: Ayesha
"Dia masih bisa bertahan?" tanya Raka dengan suara berat.

"Tim kami sudah berhasil menstabilkan kondisinya, tapi kami juga nggak tahu dia bisa bertahan sampai kapan. Penelitian ini harus dipercepat."

"Baiklah, aku sudah tahu." Raka memijat pelipisnya.

Dari seberang, Justin terdengar sedikit lega. "Kalau begitu ... aku serahkan Brielle padamu."

Setelah telepon ditutup, Raka menoleh menatap pintu ruang istirahat yang tertutup rapat. Sorot matanya dalam.

Wajah marah Brielle tadi terasa seperti jaru
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (12)
goodnovel comment avatar
AnicaroRawi
bener² gk tau isi cerita ini si sepertibya si elvira
goodnovel comment avatar
Yeni Herlin
skrng Niro di tlong raka, gmna dong
goodnovel comment avatar
Yeni Herlin
lo bkin cerita sndri, ngatur lgi sesuai keinginan sndri, ini tuh novel translate dri cina, di sana sudah tamat dan jdi sama raka lgi
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1555

    Brielle kembali duduk di kursinya. Saat itu, para pelayan mulai menghidangkan makanan penutup. Di depan setiap orang diletakkan semangkuk kecil mango sago.Tampilannya begitu menggugah selera.Namun, Raka tidak menyentuh bagiannya. Dia hanya mendorong mangkuk itu perlahan ke depan Brielle. "Buat kamu saja."Suaranya rendah, dengan nada yang samar-samar terdengar seperti sedang membujuk.Brielle menatapnya beberapa saat, lalu mengambil sendok dan mulai menyantapnya. Tiba-tiba, sebuah pikiran muncul di benaknya. Apa tadi sikapnya sedikit keterlaluan?Bagaimanapun juga, hari ini Raka adalah salah satu tokoh utama dalam pesta perayaan ini sekaligus presdir Pramudita Biotech. Kalau dipikir-pikir, semua sikap anehnya tadi mungkin juga karena ....Brielle menghentikan pikirannya di situ. Dia menghabiskan mango sago miliknya dalam beberapa suapan. Setelah itu, dia mengambil mangkuk milik Raka dan ikut menghabiskannya.Raka menatapnya. Kesuraman di matanya perlahan menghilang, sementara sudut b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1554

    Melihat hidangan mulai disajikan, Brielle baru menyadari bahwa dia memang sudah lapar.Dia mengangguk. "Baiklah, kita makan dulu saja. Jangan sampai perut kosong."Brielle sedang berpikir ingin mengambil lauk apa, ketika Raka mengangkat sendok saji dan mengambil bagian perut ikan kukus yang paling lembut, lalu meletakkannya ke piring Brielle dengan alami.Bersamaan dengan itu, dia berkata kepada Harvis, "Profesor Harvis memang sosok berbakat di bidang ini. Cara berpikirmu selalu visioner. Aku benar-benar kagum."Brielle mengedip pelan, lalu menoleh ke arah pria di sampingnya.Nada bicara Raka terdengar tenang, tak ada yang aneh. Namun entah mengapa, Brielle merasa ada makna lain yang tersirat di balik ucapannya.Harvis tersenyum tipis sambil mendorong kacamatanya. "Pak Raka terlalu memujiku. Aku hanya berusaha menjalankan pekerjaanku sebaik mungkin."Brielle kembali menatap Raka dengan sorot mata yang seolah sedang mengamatinya.Raka menyadari tatapannya, tetapi tidak membalas pandanga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1553

    Siang harinya, Raka mentraktir seluruh anggota tim proyek makan bersama di aula perjamuan. Malam harinya, dia juga telah menyiapkan sebuah pesta perayaan berskala besar.Tim Harvis kini telah berkembang menjadi lebih dari 30 orang. Ditambah para asisten dan staf dari berbagai divisi, total ada lima meja yang terisi di aula perjamuan.Brielle duduk bersama tim Harvis di salah satu meja.Raka datang sedikit lebih lambat, tetapi kursi di samping Brielle sengaja dibiarkan kosong untuknya. Seolah semua orang sudah memiliki kesepahaman bahwa tempat di sebelah Brielle memang disediakan bagi Raka.Brielle tidak menyadari hal itu. Dia sedang mendengarkan Harvis menjelaskan rencana proyek berikutnya. Saat membahas topik yang berkaitan dengan bidang mereka, Brielle dan Harvis memang memiliki perasaan seolah menemukan seseorang yang benar-benar memahami diri masing-masing.Seakan ada hal-hal yang tak perlu Brielle ucapkan karena Harvis sudah bisa menebaknya. Begitu pula sebaliknya. Harvis kadang h

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1552

    Brielle tidak menghampirinya, melainkan berjalan ke arah Harvis yang sedang berada di samping panggung.Tatapan Raka mengikuti langkahnya. Saat melihat Brielle menyapa dan mengobrol dengan Harvis, dia mendorong pelan kacamata di pangkal hidungnya. Di balik wajahnya yang tampak tenang dan elegan, tersirat gejolak yang sulit disembunyikan.Kemudian, Raka berkata kepada para tamu di sampingnya, "Permisi sebentar."Dengan satu tangan dimasukkan ke saku celana, dia melangkah ke arah Brielle.Brielle sedang menanyakan kondisi Harvis ketika sebuah suara pria yang rendah terdengar dari belakangnya. "Kamu cantik sekali."Brielle menoleh. Tatapan Raka tertuju lurus kepadanya."Terima kasih." Brielle menatapnya sejenak. Kacamata yang dipakainya hari ini ternyata adalah kacamata yang dulu pernah dia hadiahkan kepada Raka.Harvis berkata kepada Brielle, "Brielle, kalian ke tempat duduk kalian saja. Acara akan segera dimulai."Brielle mengangguk. Dia tidak ingin mengganggu persiapan terakhir Harvis,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1551

    Di balik jendela kaca besar, panorama cakrawala kota terbentang luas.Harvis telah pulih dengan sangat baik. Dia mengenakan pakaian rumahan yang nyaman. Wajahnya tampak segar seperti biasa, sorot matanya masih memancarkan kelembutan yang khas.Dibandingkan tiga tahun lalu, kini dia terlihat jauh lebih dewasa."Silakan duduk," kata Harvis. "Mau minum apa? Teh, kopi, atau jus?""Biar aku ambil sendiri." Brielle tidak ingin merepotkannya. Dia kemudian membawa dua gelas air hangat dan kembali duduk.Tatapannya penuh perhatian saat mengamati Harvis. "Gimana keadaanmu? Masih sakit?""Jauh lebih baik. Hanya lukanya mulai terasa gatal karena sedang tumbuh jaringan baru." Harvis tersenyum sambil menggenggam gelasnya. "Jangan khawatir. Dokter bilang pemulihanku berjalan sangat baik."Mendengar itu, Brielle pun merasa lega.Tak lama kemudian, ponsel Harvis berdering. Ternyata telepon dari pengacaranya. Setelah menyelesaikan panggilan itu, dia menoleh kepada Brielle."Vonis untuk Faye kemungkinan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1550

    Tetap saja, dia terlalu gegabah. Padahal dia sudah berkali-kali mengingatkan dirinya untuk melangkah perlahan.Namun barusan, saat melihat Brielle memejamkan mata, dengan sudut mata yang berkilau oleh cairan obat sehingga membuatnya tampak begitu rapuh, kebanggaannya atas akal sehat dan pengendalian dirinya seketika runtuh.Yang dia inginkan hanyalah mendekati Brielle dan menyentuhnya, meski hanya dengan sentuhan yang sangat ringan.Kini, dia justru mulai menyesal. Kenapa tadi dia tidak memastikan lebih dulu apakah Brielle masih merasa jijik padanya atau masih menolaknya?Dia bisa merasakan setiap perubahan emosi Brielle terhadap dirinya. Dari rasa benci dan penolakan sebelum perceraian, lalu kebencian setelah mereka resmi bercerai, hingga setahun yang lalu ketika tatapan Brielle akhirnya kembali tenang.Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi keluhan. Yang tersisa hanyalah sikap acuh tak acuh. Ekspresi itu jauh lebih membuatnya gelisah daripada kebencian. Seolah dirinya benar-benar telah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 154

    Setengah bulan pun berlalu dengan cepat. Pesawat dari Negara Danmark mendarat dengan selamat.Rombongan penjemputan sudah tiba di depan pintu bandara. Setelah Meira naik ke mobil, dia langsung memejamkan mata untuk beristirahat. Devina menatap Raka yang sudah masuk ke mobil, lalu dia pun naik mobil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 130

    "Hari ini aku menerima telepon dari Brielle. Katanya waktu dalam perjalanan pulang, dia beberapa kali disalip oleh sebuah mobil off-road hitam. Situasinya sangat bahaya ...."Raka memotong dengan nada penuh makna, "Sepertinya Dokter Harvis sangat peduli pada istriku."Harvis menjawab dengan serius,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 149

    Devina menggigit bibirnya, memegang cangkir teh dengan ekspresi sedikit canggung. Dialah guru piano pertama Anya, tetapi sekarang Anya sama sekali tidak menyebut namanya.Melihat Anya mengangkat dagu mungilnya yang bulat, menatap Brielle dengan penuh kekaguman, Devina tak kuasa mencaci dalam hati, '

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 81

    Syahira khawatir akan menyakiti perasaan Brielle, jadi dia cepat-cepat mengalihkan topik pembicaraan. Namun, Brielle sangat tenang. Kini, baginya semua hal terasa ringan dan tak berarti lagi.Setelah makan malam selesai, Syahira mengantar Brielle pulang. Di perjalanan, Syahira menghibur,"Brielle, j

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status