Share

Bab 320

Author: Ayesha
Awalnya, Remus sempat khawatir dirinya akan diminta mencuri data penting. Namun akhirnya dia sadar, yang ditanyakan Lambert hanya hal-hal sepele seperti apakah Brielle sudah pulang kerja atau apakah dia sudah makan. Saat itu dia baru mengerti, rupanya Lambert hanya memintanya jadi "pengamat" agar bisa mendukung usahanya mendekati Brielle.

Ketika Brielle keluar ke ruang istirahat, di meja makan sudah ada kotak makan siang mewah yang dibungkus Lambert dari restoran bintang lima. Brielle benar-bena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
impas lah bajingan sama ulat bulu menjijikan Lambert menghormati dan sangat perhatian tulus ke brille dgn BW mkn siang KL bajingan dibeliin BRG berharga kalung ratusan milyard dilelang chiva juga dress puluhan milyard saking cintanya semoga cepat JD kere bajingan ya
goodnovel comment avatar
Suryat
kenapa Rak??cemburu???
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1048

    Saat itu, ponsel Brielle berdering. Dia mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah nomor tak dikenal, tetapi berasal dari kota yang sama.Brielle mengerutkan kening, lalu berjalan ke balkon untuk menjawabnya."Halo, siapa ini?" tanyanya dengan sopan terlebih dahulu."Brielle, ini aku. Bisa ngobrol sebentar?" Dari ujung telepon terdengar suara Devina yang sedikit bernada provokatif.Brielle sebenarnya tidak menyangka Devina masih punya keberanian untuk meneleponnya. Setiap kali menelepon, dia juga cukup pintar dengan mengganti nomor, karena nomor lamanya sudah masuk daftar blokir Brielle."Nggak ada yang ingin kubicarakan denganmu." Brielle mendengus dingin, tidak ingin membuang waktu berbicara omong kosong dengannya.Namun, Devina tetap berbicara seolah-olah tidak peduli."Brielle, kamu benar-benar percaya aku dan Raka sama sekali nggak punya hubungan apa-apa? Masih ingat hari konserku di dalam negeri? Kalau saja kamu nggak tiba-tiba masuk ke ruang istirahatku dan mengganggu kesenangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1047

    Lambert sesekali mengambilkan makanan untuk Brielle, tetapi dia selalu menggunakan sendok saji yang ada di samping. Saat melihat Brielle dengan senang hati memakan makanan yang dia ambilkan, suasana hatinya juga tanpa sadar menjadi sedikit lebih baik.Mereka selesai makan sekitar pukul 8 malam, lalu keluar setelah membayar. Begitu keluar dari aula restoran, Lambert memperhatikan bahwa meja Raka sudah dibereskan. Raka sudah pergi.Brielle juga melirik sekilas. Keduanya keluar dari restoran, lalu berjalan kaki kembali ke kompleks perumahan.Saat melewati zebra cross di lampu lalu lintas, Brielle baru saja melangkah ketika sebuah sepeda listrik yang melanggar aturan melaju melewati depan mereka. Lambert secara refleks melangkah maju, memegang pergelangan tangan Brielle, dan melindunginya ke sisi yang lebih jauh dari arus kendaraan, sekaligus menuntunnya menyeberangi zebra cross.Brielle tertegun sejenak. Lampu hijau untuk pejalan kaki di seberang hanya tersisa sembilan detik. Dia membiark

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1046

    Gavin segera tersadar. Dari reaksi Brielle dan Lambert barusan, sepertinya makan malam ini ditraktir oleh Brielle. Sedangkan hubungan Brielle dengan Raka ....Gavin merasa dirinya tadi terlalu banyak bicara. Dia segera memusatkan perhatian dan mulai melaporkan pekerjaan yang ada di tangannya.Yang ada di tangannya adalah perkembangan salah satu proyek akuisisi penting Grup Pramudita baru-baru ini. Dia mulai melaporkannya dengan runtut dan jelas.Dia sedang menatap data-data itu, tidak menyadari bahwa pandangan atasannya sama sekali tidak tertuju pada angka-angka yang dia tunjuk. Tatapan bosnya yang dalam justru tertuju pada lorong yang mengarah ke ruang privat, sementara ujung jarinya tanpa sadar mengusap dinding gelas."Jadi, saat ini harga yang ditawarkan pihak lawan masih relatif tinggi. Setelah evaluasi dari departemen proyek, mereka menilai masih ada sekitar 10% ruang untuk negosiasi harga ...."Ketika Gavin mengatakan ini, dia berhenti sejenak menunggu instruksi atasannya. Namun,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1045

    "Brielle." Lambert menatapnya dengan hangat. Melihat mata ibunya yang memerah, dia meletakkan jaket, lalu duduk di sampingnya. Savana segera bertanya dengan cemas, "Lambert, gimana situasinya?""Mereka kekeuh sekali. Aku sudah menunjuk pengacara dan bersiap menempuh jalur hukum." Lambert menggosok pelipisnya. Perusahaannya baru saja melewati masa sulit, sekarang muncul masalah baru lagi dalam kehidupan pribadinya.Brielle berkata dengan tulus kepada Lambert, "Kalau ada yang bisa aku bantu, jangan ragu untuk ngomong."Walaupun Brielle tidak tahu apakah dirinya benar-benar bisa membantu, jika ada yang membutuhkan bantuannya, dia pasti akan berusaha sebaik mungkin.Lambert menatap Brielle dengan penuh syukur. "Terima kasih."Pada saat yang sama, dia juga tidak ingin Brielle terlalu mengkhawatirkannya. "Aku sudah bicara sama seorang pengacara otoritatif yang menangani sengketa hak asuh internasional. Dia bilang, peluang kita sangat besar, hanya saja perlu waktu untuk menjalani prosedurnya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1044

    Brielle menoleh menatapnya. Walaupun dia tidak yakin apakah Raka benar-benar sedang flu, yang pasti dia memang tidak ingin menjemput anak bersama dengan Raka."Nggak perlu. Kamu pulang saja," tolak Brielle dengan datar.Tatapan mata Raka yang dalam sedikit meredup. Namun, dia tidak langsung pergi. Dia hanya mundur dua langkah sambil bersandar pada badan mobil, dan pandangannya tetap tertuju pada sisi wajah Brielle.Brielle bisa merasakan tatapannya. Beberapa detik kemudian, Brielle menoleh dan menatapnya dengan tajam.Ditatap seperti itu oleh Brielle, seulas senyum melintas di mata Raka. Barulah dia membuka pintu mobil, lalu membungkuk masuk ke dalam dan menyalakan mobil untuk pergi.Brielle merapikan rambut panjangnya. Bagaimanapun juga, suasana hatinya sedikit terpengaruh.Saat itu, gerbang sekolah sudah dibuka. Brielle berjalan menuju pintu sekolah bersama para orang tua lain. Ketika Anya keluar, kepalanya tertunduk seolah-olah sedang mengalami pukulan besar. Brielle segera berjongk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1043

    Madeline sedang berbicara dengan beberapa mahasiswa muda. Ketika mendengar suara Brielle, dia terkejut menoleh, lalu wajahnya langsung dipenuhi kegembiraan."Brielle, kenapa kamu kembali?"Madeline mengatakan beberapa hal kepada para mahasiswa itu, lalu berjalan ke arah mereka. Brielle memperhatikan wajahnya. Sepertinya pemulihan setelah operasinya berjalan cukup baik."Bu Madeline, kalau begitu kalian lanjut mengobrol. Aku kembali ke laboratorium dulu," kata Harvis dengan sopan.Setelah Harvis pergi, Madeline memperhatikan Brielle dengan saksama lalu bertanya pelan, "Brielle, gimana keadaanmu belakangan ini? Anakmu baik-baik saja?"Brielle teringat kejadian pingsan dan dirawat di rumah sakit sebelumnya. Tentu saja dia hanya menyampaikan kabar baik, "Aku baik-baik saja. Bu Madeline sendiri gimana? Gimana pemulihan tubuh Ibu?""Semua indikator sudah mencapai standar. Sekarang timku juga sudah dibubarkan. Setiap minggu aku hanya datang beberapa kali ke kampus untuk mengajar," kata Madeli

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 203

    Tatapan Raka menyelidik seolah bertanya apakah Brielle sudah memberi tahu putri mereka soal perceraian. Brielle menatapnya beberapa detik. Enam tahun menjadi suami istri, sorot matanya tetap bisa terbaca dengan mudah oleh Raka."Mama sedang sibuk dengan pekerjaannya belakangan ini, biarkan Mama beri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 163

    Harvis juga ingin memisahkan keduanya. Sebab, pria yang tengah memeluk Brielle itu adalah seniornya sendiri, Noah.Namun, Noah hanya memberikan pelukan sekadar tanda sopan santun. Dari diri Brielle pun terpancar keramahan yang tetap menjaga batas.Noah menatap Brielle lekat-lekat dan sorot matanya p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 205

    Brielle juga sudah memperhatikan konferensi itu. Itu adalah sebuah forum diskusi ilmiah yang diikuti banyak lembaga riset dalam negeri. Dia pun mengangguk. "Oke, setelah aku mengatur urusan anakku, kita bisa ikut bersama."....Grup Pramudita.Setelah mendapat kabar bahwa pemasok harus diganti dan k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 174

    "Ya, rangkumanmu sangat bagus. Nanti sore, luangkan waktu untuk melihat laboratorium baru. Kurang lebih bulan depan kita sudah akan pindah ke sana untuk bekerja," kata Madeline.Rapat berakhir dan Faye langsung menjadi orang pertama yang mengetuk pintu kantor Madeline."Bu, ada sesuatu yang ingin sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status