Share

Bab 695

Penulis: Ayesha
Di depan konter sebuah toko perhiasan mewah di pusat kota, tampak sesosok pria berpakaian kasual sedang membungkuk memilih sesuatu.

Sejak dia masuk, seluruh pramuniaga di toko itu langsung terpikat oleh auranya. Bukan hanya tampan, posturnya juga tegap, dengan kesan gagah dan maskulin yang terbentuk secara alami.

"Ganteng banget! Benar-benar kualitas premium," bisik salah satu pramuniaga.

"Jangan-jangan dia aktor?"

"Sepertinya bukan. Dia malah jauh lebih tampan dari aktor papan atas."

Niro seola
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Iin Iin
Faye belom kena batu ny nih, semua orang d sinisin sama dia..
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
briele selama menikah dgn Raka dicuekin TDK dianggap bahkan Raka jarang pulang rmh sedikit sekali waktunya banyak u memanjakan dan ajak jln2 keluar negeri dan KL pertemuan penting yg diajak Davina briele seperti istri simpanan TDK dihargai sama sekali dihina Meira dan Raline Kel Raka sayang davina
goodnovel comment avatar
indina
ini orang nyinyirnya tingkat dewa ya..huh sungguh menyebalkan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1276

    Dia mulai memikirkan cara supaya bisa menolak datang ke pesta pernikahan itu. Semua orang di lingkaran pergaulan Jay adalah orang-orang yang dikenalnya.Devina bisa membayangkan bagaimana tatapan meremehkan yang akan diterimanya saat muncul sambil menggandeng Ignas. Citra dirinya sebagai dewi piano yang dulu dibangunnya, akan langsung hancur seketika. Baginya, itu sama seperti disiksa hidup-hidup.Namun kalau tidak pergi, Ignas pasti akan merasa tidak senang. Untuk saat ini, dia masih belum bisa kehilangan penopang seperti Ignas. Jadi, dia hanya bisa menunggu sampai hari ketiga, lalu mencari alasan untuk membatalkannya.Apa pun yang terjadi, dia harus menemukan cara untuk menghindari penghinaan secara terang-terangan itu.Malam hari.Brielle pulang ke rumah pukul delapan lewat tiga puluh malam. Dia mendapati putrinya tidak ada di rumah. Lastri memberitahunya bahwa Raka membawa Anya bermain ke taman di bawah kompleks.Brielle pun mengirim pesan kepada Raka, menanyakan kapan dia akan mem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1275

    "Iya nggak, sih? Raka itu memang gerakannya cepat sekali." Jay berdecak di telepon, lalu dengan nada seperti sedang mencoba membaca reaksinya, dia berkata, "Tapi jujur saja, kalau mereka berdua benar-benar bisa mulai lagi dari awal, itu hal yang baik buat Anya.""Mm," jawab Lambert pelan. Tatapannya mengarah ke pemandangan di luar jendela yang terus mundur, sorot matanya tampak rumit. Dia tumbuh besar bersama Raka sejak kecil. Perubahan Raka terlihat sangat jelas dan Lambert juga paham apa arti di balik perubahan itu.Lagi pula, Brielle memang layak diperlakukan dengan baik. Baik sebagai teman maupun sebagai salah satu pria yang menyukainya, Lambert berharap Brielle bisa bahagia. Kalau kebahagiaan itu memang bisa diberikan oleh Raka dan Brielle juga bersedia menerimanya, Lambert juga tidak bisa berkomentar apa pun lagi selain memberikan restu.Hanya saja, tetap ada sedikit rasa hampa di dalam hatinya."Sudahlah, aku mengerti. Untuk pernikahanmu, aku akan datang lebih awal bantu nyambut

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1274

    Sekarang, dia akan menikahi wanita lain.Devina sendiri yang telah membina pria setia seperti Jay. Sekarang, hasil didikannya malah menjadi milik orang lain. Dia benar-benar tidak rela.Harus diketahui, Jay dulu hanyalah seorang anak orang kaya yang hidup seenaknya. Devinalah yang membuat Jay menjadi pria yang setia dan penuh ketulusan. Dia juga yang membentuk Jay menjadi sosok pangeran hangat dan perhatian.Namun sekarang, semua itu malah menguntungkan Siria.Kalau dulu dia tidak terlalu terobsesi dengan posisi sebagai Nyonya Pramudita, seharusnya posisi Nyonya Holden sudah lama menjadi miliknya.Semua ini salah Raka.Pria itu seperti gunung es yang tidak bisa dijangkau, selalu memberinya harapan tanpa pernah benar-benar mendekat. Dia membuat Devina terus mengejarnya tanpa pernah bisa memilikinya. Seolah memberi kesempatan, tetapi selamanya hanya bisa dilihat tanpa bisa didapatkan.Demi dirinya, Devina mati-matian masuk ke lingkaran kelas atas, belajar bersikap anggun, belajar menjadi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1273

    Ucapan Devina barusan benar-benar tepat mengenai ketidakpuasan Ignas terhadap Raka. Ini mungkin sebuah kesempatan. Kesempatan untuk mengacaukan dewan direksi Grup Pramudita, membuat para pemegang saham bersama-sama menentang keputusan Raka berikutnya dan memengaruhi seluruh rencananya. Ini jelas bisa menjadi cara yang efektif untuk menghambat perkembangan Raka ke depannya.Ignas mengulurkan tangan lalu menepuk Devina. "Devina, pengingatmu sangat tepat. Aku akan perhatikan soal ini."Devina menundukkan kepala. Kilatan puas melintas di matanya. Dia tahu Ignas pasti akan membantunya menimbulkan masalah bagi Raka dan Brielle.Saat nanti Raka terjebak di bawah tekanan dan keraguan para direktur serta pemegang saham, apakah dia akan tetap melindungi penelitian Brielle, atau memilih menyenangkan dewan direksi demi mempertahankan wibawanya di perusahaan?Beberapa saat kemudian, Ignas kembali pergi karena urusan lain. Devina duduk di sofa sambil membaca berita di ponselnya. Tiba-tiba di halaman

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1272

    Runtuhnya kepercayaan sering kali dimulai dari retakan-retakan kecil. Diamnya Raka dan keengganannya untuk menjelaskan, sama saja seperti pengakuan dan perlakuan dingin di mata Brielle. Dia mulai curiga, gelisah, dan meninjau kembali segala hal di antara mereka. Semua kemanisan dan keyakinan yang dulu dimilikinya, perlahan-lahan terkikis habis oleh rasa curiga dan kecewa.Dalam hal memahami hati manusia, Devina memang sangat tepat sasaran. Dia memanfaatkan sikap Raka yang tidak pernah menjelaskan dan rasa terlalu pedulinya Brielle, lalu merangkai kebohongan dan kesalahpahaman dengan sabar, hingga akhirnya membunuh cinta Brielle terhadap Raka."Devina, lagi mikirin apa?" panggil Freyna yang berada di sampingnya karena penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan wanita ini lagi.Devina tersadar, lalu memandang ke luar jendela. Tatapan matanya semakin dingin. Anya, yang dulu pernah dia manfaatkan sebagai alat, kini sudah tumbuh besar. Semua senjata yang dulu digunakan Devina juga kini tel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1271

    Perkataan Freyna memang cukup menghibur Devina, tetapi hatinya tetap terasa sesak. Dia terlalu mengenal Raka. Lelaki seangkuh itu, kalau tidak benar-benar peduli, mana mungkin mau merendahkan diri melakukan hal kecil seperti menjemput di bandara atau membawakan tas?Selama sepuluh tahun ini, Devina hanya pernah sekali meminta Raka membawakan tasnya. Waktu itu, Jay mengundangnya ke sebuah jamuan para konglomerat. Di ruang VIP ada dua pasangan keluarga kaya.Devina ingin berbaur dengan kelompok para nyonya kaya itu, jadi setelah sengaja menciptakan pertemuan "kebetulan" dengan Raka di parkiran, sebelum masuk ke ruang VIP, dia meminta Raka membawakan tasnya karena dia ingin merapikan rambut.Setelah Raka menerima tasnya, Devina pura-pura sibuk merapikan rambut dan sengaja tidak mengambil kembali tas itu, sampai mereka masuk ke ruang VIP dan kedua nyonya kaya tersebut melihat Raka membawakan tasnya masuk.Benar saja, malam itu kedua nyonya kaya tersebut langsung mendekatinya dengan ramah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 255

    Brielle baru saja duduk di mobil ketika panggilan dari Raka masuk. Dia langsung menolaknya. Kalau pria itu ingin membela Devina, Brielle sama sekali tidak akan memberi muka. Dia langsung mengemudi menuju sekolah dan meminta Alice untuk berbicara berduaan.Di kafe. Setelah mendengarkan penjelasan Bri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 241

    Lalu, ponsel Brielle tiba-tiba berbunyi. Dia mengangkatnya dan melihat nama Harvis, lalu segera menjawab, "Halo, Kak Harvis.""Brie, data yang kamu minta sudah kukirim ke email-mu.""Baik, terima kasih banyak." Brielle menoleh pada pria di belakangnya. "Kamu pergi sana. Jangan ganggu hidupku lagi."

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 253

    Brielle kerap memanfaatkan urusan pekerjaan untuk muncul di sisi Raka, maksudnya jelas sekali."Bu Devina, saya antar Anda ke atas." Resepsionis menyambutnya dengan ramah.Devina tersenyum tipis, lalu menenteng tas dan melangkah menuju lift pribadi milik Raka.Sore harinya, Brielle menghadiri rapat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 248

    Brielle mengangguk. "Ayo!"Brielle juga ingin mencari tempat yang tenang sebentar.Keduanya berjalan menuju balkon sambil mengobrol. Tak jauh dari sana, Raka melihat pemandangan itu. Tangannya yang memegang gelas pun menegang.Devina menyadari perhatian Raka teralihkan. Dia bertanya dengan lembut, "

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status