共有

Bab 39

作者: Ayesha
"Oh! Kenapa kamu bilang begitu?"

"Semalam aku menginap di rumah mereka. Dari pengamatanku, mereka bahkan sudah nggak ada keintiman yang paling dasar. Kakakku bersikap dingin padanya, dia juga terus memasang wajah masam dan bersikap angkuh sama kakakku. Pernikahan seperti itu cepat atau lambat pasti bubar."

Sudut bibir Devina terangkat. "Begitu, ya?"

"Kak Devina, semangat ya! Mulai sekarang aku cuma mengakui kamu sebagai kakak iparku."

Devina mengangkat cangkir kopi. "Sore nanti bawa Anya main ke
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kemana2 tu ular Keket nempel aja.....bikin muak
goodnovel comment avatar
Renadwijo
Trs trg klo Brie ga suka cara perlakuan Raka ke Dev, ga mau bilang dia cemburu..akhirnya ancurlah...raka anggapnya malah Bri suka ma Harvis..udh ga suka suami sendiri...wakakak..ancuurrr..mkin gampanglah pelakor bikin rusuh
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1168

    Devina baru duduk sebentar. Setelah mendapat izin dari manajer restoran, dia berjalan menuju piano dengan anggun. Dengan mengenakan gaun putih panjang, dia duduk di bangku piano. Jari-jarinya mendarat di atas tuts, lalu alunan merdu segera mengalir.Para tamu di restoran pun tertegun. Mereka tak menyangka bisa melihat seorang wanita cantik bermain piano secara langsung, bahkan bermain seindah itu. Banyak pria langsung menoleh, sampai terpaku.Tentu saja termasuk meja Ignas. Ignas jelas tertegun sejenak, lalu pandangannya tertuju ke arah piano.Devina menyadarinya dari sudut matanya. Dia mengangkat kepala pada saat yang tepat, matanya bertemu dengan tatapan Ignas. Kemudian, dia sedikit mengangguk, menampilkan senyuman yang sempurna.Ignas langsung merasa suasana hatinya membaik. Dia memanggil pelayan, membisikkan sesuatu, lalu kembali menikmati permainan piano itu.Satu lagu selesai. Saat Devina kembali ke tempat duduknya, seorang pelayan datang membawa segelas anggur merah. "Bu, anggur

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1167

    Faye menyesal tidak melihat jelas sifat Devina sejak awal. Dia pikir setelah Devina masuk ke Keluarga Pramudita dan menikmati kekayaan triliunan, Devina tidak akan lagi memikirkan bisnis Keluarga Datau. Tak disangka, bahkan sebelum Devina masuk ke Keluarga Pramudita, dia sudah membuat Raka merebut 13% saham Grup Datau untuknya.Faye sedang duduk di sofa sambil menggulir berita. Tiba-tiba, dia melihat laporan keuangan, juga melihat foto Brielle, Raka, serta para petinggi. Seketika, matanya membesar karena iri. Dia tak percaya melihat pencapaian Brielle sekarang.Dua tahun lalu, mereka masih sesama peneliti di laboratorium yang sama. Kini, Brielle mendapatkan 160 triliun dari harta perceraian dan kariernya juga berkembang pesat di dunia riset, menjadi sosok top di industri.Di foto itu, orang yang berbincang akrab dengan Brielle adalah ketua sebuah perusahaan farmasi besar. Apakah sekarang orang-orang yang dikenal Brielle sudah berada di lingkaran kelas atas seperti itu?Senyuman Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1166

    "Telepon dari Raka."Devina menarik napas dalam-dalam. Ujung jarinya sedikit gemetar saat mengangkat telepon. Suaranya sengaja dibuat lembut dan menggoda, "Raka, kenapa tiba-tiba terpikir meneleponku?"Sekarang bahkan untuk urusan seperti pengambilan darah pun pihak laboratorium sudah menghubunginya secara langsung. Dia pikir Raka tidak akan menghubunginya lagi.Dari seberang terdengar suara Raka yang dingin. "Laporan pemeriksaan kemarin menunjukkan ada kandungan alkohol dalam darahmu. Mulai hari ini sampai eksperimen selesai, kamu harus berhenti minum. Kalau progres eksperimen terganggu karena kamu, kamu tahu konsekuensinya."Devina buru-buru menjelaskan, "Aku cuma minum sedikit waktu menemani ayahku menghadiri jamuan semalam."Nada suara Raka terasa menusuk. "Aku ingatkan kamu, ke depannya kalau perilaku pribadimu menyebabkan masalah dalam eksperimen, kamu yang akan bertanggung jawab sepenuhnya."Devina menggenggam ponsel erat-erat. Kukunya menancap ke telapak tangan. "Raka, kamu men

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1165

    Devina tentu menjadi orang pertama yang memperhatikan berita itu. Di sekitar Freyna banyak orang media dan mereka semua tahu konflik antara Devina dan Brielle."Brielle memang pintar cari sandaran ya. Langsung naik lewat hubungan dengan Raka." Devina mencibir dingin, tetapi matanya dipenuhi rasa iri. Foto Brielle berjalan bersama para tokoh bisnis itu terasa sangat menyakitkan baginya.Freyna yang berada di sampingnya tidak bisa menahan diri untuk menebak, "Jangan-jangan Brielle mau balikan sama Pak Raka?"Devina menatap tajam foto di mana Raka menoleh melihat Brielle. Kukunya menggores layar ponsel dengan keras. Dia tahu, yang ingin rujuk sebenarnya adalah Raka.Melihat Devina tidak menjawab, Freyna pun segera mengerti dan tidak melanjutkan topik itu. Bagaimanapun, Brielle sekarang begitu menonjol dan Raka hampir seperti sosok yang tak tersentuh di dunia bisnis. Jika mereka benar-benar kembali bersama, itu sama sekali tidak menguntungkan bagi Devina."Mereka nggak akan rujuk," kutuk D

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1164

    Brielle menggenggam setir dengan fokus. Pemandangan di luar melintas cepat. Dia bisa merasakan tatapan dari sampingnya yang membara, tetapi Brielle berusaha mengabaikannya dan tetap berkonsentrasi menyetir.Mungkin Raka benar-benar lelah. Tak lama kemudian, dia memejamkan mata dan tertidur.Saat mobil sampai di parkiran terbuka laboratorium, Brielle menoleh melihat pria yang sudah tertidur pulas. Dia mencoba memanggilnya, "Raka, sudah sampai."Tidak ada respons. Brielle sedang terburu-buru kembali bekerja, dia tidak punya waktu untuk berlama-lama. Dia pun mengulurkan tangan dan mendorong bahunya. "Raka, bangun, sudah sampai."Saat dia hendak mendorongnya untuk kedua kali, tiba-tiba tangannya ditahan oleh kehangatan.Entah sejak kapan Raka sudah bangun. Saat membuka mata, dia juga menggenggam tangan Brielle dan menatapnya dengan sorot mata yang dalam dan terang.Brielle hampir secara refleks langsung menarik tangannya kembali. Dia kembali mengingatkan, "Sudah sampai, turun."Raka mengus

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1163

    Raka duduk tenang sambil memegang secangkir teh, menatap Brielle yang berbicara lancar tentang penelitiannya. Dalam momen seperti ini, Brielle tampak begitu bersinar hingga sulit untuk mengalihkan pandangan. Bahkan para tokoh bisnis yang hadir pun mendengarkan dengan sangat serius."Pak Raka benar-benar jeli dalam menilai orang," puji Danu. "Talenta seperti Doktor Brielle memang layak mendapat dukungan penuh."Raka mengangguk ringan. "Kemajuan teknologi adalah kunci negara dan talenta adalah fondasinya. Doktor Brielle memang pantas."Sebuah tatapan hangat tertuju ke arahnya. Brielle sedang menunduk sambil memegang cangkir teh dan meminumnya. Saat itu, pelayan datang membawa sebuah hidangan penutup khusus dan meletakkannya di depan Brielle.Raka memberi isyarat. "Ini kupesan khusus untuk Bu Brielle."Brielle sedikit tertegun.Semua orang yang hadir langsung mengerti. Raka jelas sedang berusaha menyenangkan Brielle. Bagaimanapun, semua orang tahu mereka pernah menjadi pasangan."Sepertin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 386

    Pada seminar teknis sore hari, perwakilan militer mengajukan banyak pertanyaan terkait proyek tersebut."Apakah teknologi ini bisa digunakan untuk menghentikan pendarahan dengan cepat dan memperbaiki kerusakan organ dalam di medan perang yang ekstrem?" tanya Calvin dengan ekspresi serius.Pertanyaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 335

    Makan malam berakhir dalam suasana yang menyenangkan.Dengan sikap seorang gentleman, Lambert menarikkan kursi untuk Brielle, sementara dua anak kecil itu berpegangan tangan sambil melompat-lompat riang di depan mereka. Di bawah cahaya lampu restoran yang lembut, bayangan keempatnya terlihat begitu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 315

    Setelah menutup telepon, Niro tersenyum. "Nenek sudah lama menanti kedatanganmu di rumah. Sepertinya dia sudah menyiapkan banyak makanan enak untuk menyambutmu."Kemudian, mereka memasuki kompleks perumahan bergaya villa. Niro mengajak Brielle masuk ke rumah dua lantai dengan halaman kecil di depann

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 334

    Lambert tersenyum tipis. "Itu berarti aku nggak salah memperkenalkan orang."Brielle ikut tersenyum, lalu berdiri sambil berkata, "Aku ke belakang sebentar. Mau suruh orang siapkan sedikit makanan, kamu duduk dulu."Setelah Brielle pergi, Lambert menatap pemandangan di luar jendela sambil memikirkan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status