Share

Bab 40

Author: Ayesha
Memang benar, itu adalah Devina. Hari ini dia mengenakan setelan jas formal lengkap dengan kacamata berbingkai perak. Penampilannya tampak anggun dan dewasa, tetapi tetap memancarkan pesona feminin yang matang. Berdiri di sisi Raka, dia benar-benar menjadi pelengkap yang memikat.

Tadi malam Raka bilang akan menginap di kantor, tapi kenyataannya pasti di rumah Devina, 'kan? Ternyata, dia sudah lama membawa Devina ke berbagai acara sosial secara terang-terangan.

"Dia juga datang?" Suara Harvis ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
dasar cowok brengsek....sdh nya dingin di rmh..diluaran bw selingkuhan kesana kemari..bikin malu aja ..
goodnovel comment avatar
Renadwijo
idiihhh..amit amit..dev bener2 ga pnya malu yaa, nekad..ngepasin bgt jatuh dipelukan raka .raka jg oon, ga curiga blas. ngga bs jaga nama dpn umum, ga bs jaga prasaan istri..Cb Anya udh besar, hbs kamu sm anakmu..sayang Anya msh kecil blm ngeh klo dev itu ular, yg mau rebut pp nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 959

    "Baik, kalau begitu aku pergi dulu."Setelah Frederick bangkit dan pergi, ponsel Raka berbunyi. Itu telepon dari Raline. Dia segera mengangkatnya. "Halo, ada apa?""Kak! Tadi Mama pingsan dan jatuh di lantai. Aku sudah panggil ambulans dan langsung dibawa ke RSU Adam. Cepat ke sini!" Suara Raline terdengar panik.Raka meraih ponsel dan kunci mobilnya, lalu bergegas keluar.....Di laboratorium, Brielle sedang menyelesaikan eksperimen di tangannya ketika asisten tiba-tiba menyapa seseorang di luar pintu, "Bu Devina, kenapa tiba-tiba datang?"Brielle mengerutkan kening dan mengangkat kepala. Dari balik jendela kaca, pandangannya bertemu dengan Devina yang berdiri di luar.Devina tersenyum padanya dan melambaikan tangan, seolah-olah menyapa. Namun, itu lebih seperti sebuah provokasi tanpa suara.Tadi Brielle mendengar Frederick berkata bahwa Devina dan Raka sudah bertemu di Grup Pramudita. Sekarang melihat Devina muncul di sini, tampaknya Raka sudah menjelaskan situasi padanya. Dia tidak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 958

    Sopir melajukan mobil dengan stabil, memasuki arus lalu lintas.Devina bersandar di kursi belakang, mengeluarkan cermin kecil, memeriksa riasannya dengan teliti, lalu menambahkan sedikit lipstik.Mobil melaju hingga ke jalur depan gedung Grup Pramudita. Devina mengenakan kacamata hitam dan turun dari mobil.Resepsionis yang duduk di meja depan melihatnya lebih dulu dan segera menghampiri tanpa berani bersikap lamban. "Bu Devina."Di balik kacamata hitam, setengah wajah Devina yang halus terlihat jelas. Dia mengangguk singkat kepada resepsionis, lalu berjalan menuju lift khusus presdir.Dia tidak perlu membuat janji. Pihak resepsionis sudah lama menerima instruksi. Resepsionis itu segera berlari kecil menyusulnya, lalu dengan sigap membantu menggesek kartu serta menekan tombol lift untuknya.Resepsionis mengantar Devina sampai ke lantai kantor utama. Sekretaris pribadi Raka menyambutnya, "Bu Devina, Pak Raka masih rapat. Mohon tunggu sebentar ya. Aku antar Ibu ke ruang istirahat VIP.""

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 957

    Jadi, bisa dipastikan bahwa nyonya kaya yang satu lagi adalah ibu Siria. Ibu dan anak itu memang terlihat memiliki kemiripan wajah sekitar 50%.Kedua nyonya kaya itu berjalan sambil mengobrol, tidak memperhatikan ke arah Devina. Niat Devina yang sempat ingin menyapa pun ditahan kembali.Siria juga tenggelam dalam pikirannya sendiri, tidak menyadari keberadaan Devina.Saat itu, mobil Rolls-Royce pertama datang mendekat. Ibu Jay, Sunny, melambaikan tangan berpamitan kepada mereka. Ibu dan anak itu pun naik ke mobil dan pergi.Ketika Sunny sedang menunggu mobilnya, Devina melihat kesempatan. Dia tersenyum dan berjalan menghampiri. "Bu Sunny, sudah lama nggak bertemu."Sunny sedang menunggu sopirnya membawa mobil mendekat. Karena tiba-tiba disapa, dia pun menoleh. Saat melihat Devina, dia tersenyum sopan. "Oh, ternyata Devina! Sudah lama nggak bertemu.""Bu Sunny tetap terlihat muda dan begitu anggun," puji Devina dengan nada akrab tetapi tetap sopan.Di wajah Sunny yang terawat tampak sen

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 956

    Di restoran, setelah Devina dan Faye duduk, tatapan para pria di sekitar tanpa sadar tertuju kepada mereka.Faye juga menikmati perhatian itu, tetapi dia tahu sebagian besar tatapan tetap jatuh pada Devina.Aura seni pada diri Devina sangat kuat. Ditambah pesona yang terpancar dari sorot mata dan gerak-geriknya, benar-benar menghadirkan aura kecantikan memikat yang membuat semua pria tergila-gila.Dalam hal ini, Faye juga sedang belajar darinya. Hanya saja, karena kesehariannya bekerja di laboratorium, gaya berpakaian Faye cenderung konservatif dan sederhana, sulit untuk selalu tampil seanggun dan semenarik Devina setiap saat.Karena itu, ketika Faye memandang Devina, di dasar matanya tersirat sedikit rasa iri yang nyaris tak terlihat.Devina mengaduk kopinya dengan elegan. Dia sudah lama terbiasa menjadi pusat perhatian. Dibandingkan kepuasan ego semacam itu, kini dia lebih peduli pada hal-hal yang nyata."Gimana keadaan di laboratorium?" tanya Devina dengan santai.Wajah Faye sedikit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 955

    Smith tertegun.Ternyata Raka memang sangat memahami Brielle dan dia juga menduga Brielle pasti akan tetap melakukan tes itu. Mungkinkah Brielle benar-benar donor potensial kedua?Menjelang siang, Brielle secara pribadi menyerahkan sampel darahnya untuk dilakukan pencocokan, bahkan dia sendiri yang mengoperasikannya.Hasil analisis keluar.Sampel darah Brielle tidak memenuhi syarat untuk eksperimen.Smith terus memantau perkembangan itu dari komputernya. Saat melihat hasilnya, dia menghela napas pelan. Tingkat kecocokan darah Brielle hanya sekitar 60 persen. Jauh dari ambang yang dibutuhkan untuk efektivitas eksperimen.Brielle melakukan tes ulang tiga kali.Hasilnya tetap sama.Akhirnya, dia berhenti dan kembali ke kantornya. Di lipatan siku tangannya sudah tampak tiga bekas memar akibat pengambilan darah.Smith mengirim pesan kepada Raka.[ Bu Brielle memang melakukan pencocokan genetik. Tidak memenuhi syarat sebagai sampel eksperimen. ]Balasan di sana hanya satu kata.[ Terima kasi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 954

    "Perlu aku pergi membujuk Bu Brielle?" tanya Smith. Dia merasa Brielle mungkin masih mau mendengarkan dirinya."Nggak perlu. Biarkan dia menenangkan diri," jawab Raka dengan nada dingin.Dalam hati Smith berpikir, sampel donor ibu Brielle pasti memiliki kegunaan yang lebih penting. Kalau tidak, dalam kondisi ibunya yang sudah parah dan adiknya yang juga telah sakit, tidak mungkin Raka menolak menggunakannya.Smith lalu mulai menjelaskan secara rinci hasil eksperimen yang dilakukan terhadap sampel darah Devina tadi malam. Sementara itu, Brielle berdiri di balkon laboratorium, membiarkan angin menenangkan pikirannya.Dia tidak bisa memahami dan tidak bisa menerima keseluruhan situasi ini. Semua terasa menekan di dadanya, membuatnya sesak.Namun tak lama kemudian, dia menata kembali emosinya.Baiklah. Sampel donor ibunya akan disimpan sebagai opsi terakhir. Untuk saat ini, menggunakan sampel Devina sebagai arah penelitian tetap langkah yang benar.Di dalam ruang rapat, saat Smith sedang m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status