Share

Bab 38

Author: Ayesha
Raline menduga bekas gigitan itu karena Brielle tidak mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dalam hal tertentu, jadi dia malah menggigit tangan kakaknya. Memang hanya kakaknya yang selalu memanjakannya dan membiarkan semuanya. Kalau diganti pria lain, mungkin mereka sudah cerai berkali-kali.

"Raline," tegur Raka.

"Yang kubilang nggak salah, kok!" Raline membalas dengan wajah tak senang.

Di meja makan malam, Raline bertanya pada Anya, "Anya, besok pagi bibi antar kamu ke sekolah, mau nggak?"

Anak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
heh monyet...bukan Krn keinginan brielle ga dipenuhi ...tp keinginan kakakmu yg ga mau brielle penuhi...trus blg Raka mau buang brielle...kebalik tau ..tunggu aja..kakakmu yg dibuang .biar byk uang tp kelakuan kaya setan buat apa..
goodnovel comment avatar
Ema Mahdalena
raka buang berlian, smbil baru x
goodnovel comment avatar
Ema Mahdalena
ibu raka menilai Braille, hnya dr penampilan, merasa tdk suka karna tidak tau kebenarannya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1168

    Devina baru duduk sebentar. Setelah mendapat izin dari manajer restoran, dia berjalan menuju piano dengan anggun. Dengan mengenakan gaun putih panjang, dia duduk di bangku piano. Jari-jarinya mendarat di atas tuts, lalu alunan merdu segera mengalir.Para tamu di restoran pun tertegun. Mereka tak menyangka bisa melihat seorang wanita cantik bermain piano secara langsung, bahkan bermain seindah itu. Banyak pria langsung menoleh, sampai terpaku.Tentu saja termasuk meja Ignas. Ignas jelas tertegun sejenak, lalu pandangannya tertuju ke arah piano.Devina menyadarinya dari sudut matanya. Dia mengangkat kepala pada saat yang tepat, matanya bertemu dengan tatapan Ignas. Kemudian, dia sedikit mengangguk, menampilkan senyuman yang sempurna.Ignas langsung merasa suasana hatinya membaik. Dia memanggil pelayan, membisikkan sesuatu, lalu kembali menikmati permainan piano itu.Satu lagu selesai. Saat Devina kembali ke tempat duduknya, seorang pelayan datang membawa segelas anggur merah. "Bu, anggur

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1167

    Faye menyesal tidak melihat jelas sifat Devina sejak awal. Dia pikir setelah Devina masuk ke Keluarga Pramudita dan menikmati kekayaan triliunan, Devina tidak akan lagi memikirkan bisnis Keluarga Datau. Tak disangka, bahkan sebelum Devina masuk ke Keluarga Pramudita, dia sudah membuat Raka merebut 13% saham Grup Datau untuknya.Faye sedang duduk di sofa sambil menggulir berita. Tiba-tiba, dia melihat laporan keuangan, juga melihat foto Brielle, Raka, serta para petinggi. Seketika, matanya membesar karena iri. Dia tak percaya melihat pencapaian Brielle sekarang.Dua tahun lalu, mereka masih sesama peneliti di laboratorium yang sama. Kini, Brielle mendapatkan 160 triliun dari harta perceraian dan kariernya juga berkembang pesat di dunia riset, menjadi sosok top di industri.Di foto itu, orang yang berbincang akrab dengan Brielle adalah ketua sebuah perusahaan farmasi besar. Apakah sekarang orang-orang yang dikenal Brielle sudah berada di lingkaran kelas atas seperti itu?Senyuman Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1166

    "Telepon dari Raka."Devina menarik napas dalam-dalam. Ujung jarinya sedikit gemetar saat mengangkat telepon. Suaranya sengaja dibuat lembut dan menggoda, "Raka, kenapa tiba-tiba terpikir meneleponku?"Sekarang bahkan untuk urusan seperti pengambilan darah pun pihak laboratorium sudah menghubunginya secara langsung. Dia pikir Raka tidak akan menghubunginya lagi.Dari seberang terdengar suara Raka yang dingin. "Laporan pemeriksaan kemarin menunjukkan ada kandungan alkohol dalam darahmu. Mulai hari ini sampai eksperimen selesai, kamu harus berhenti minum. Kalau progres eksperimen terganggu karena kamu, kamu tahu konsekuensinya."Devina buru-buru menjelaskan, "Aku cuma minum sedikit waktu menemani ayahku menghadiri jamuan semalam."Nada suara Raka terasa menusuk. "Aku ingatkan kamu, ke depannya kalau perilaku pribadimu menyebabkan masalah dalam eksperimen, kamu yang akan bertanggung jawab sepenuhnya."Devina menggenggam ponsel erat-erat. Kukunya menancap ke telapak tangan. "Raka, kamu men

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1165

    Devina tentu menjadi orang pertama yang memperhatikan berita itu. Di sekitar Freyna banyak orang media dan mereka semua tahu konflik antara Devina dan Brielle."Brielle memang pintar cari sandaran ya. Langsung naik lewat hubungan dengan Raka." Devina mencibir dingin, tetapi matanya dipenuhi rasa iri. Foto Brielle berjalan bersama para tokoh bisnis itu terasa sangat menyakitkan baginya.Freyna yang berada di sampingnya tidak bisa menahan diri untuk menebak, "Jangan-jangan Brielle mau balikan sama Pak Raka?"Devina menatap tajam foto di mana Raka menoleh melihat Brielle. Kukunya menggores layar ponsel dengan keras. Dia tahu, yang ingin rujuk sebenarnya adalah Raka.Melihat Devina tidak menjawab, Freyna pun segera mengerti dan tidak melanjutkan topik itu. Bagaimanapun, Brielle sekarang begitu menonjol dan Raka hampir seperti sosok yang tak tersentuh di dunia bisnis. Jika mereka benar-benar kembali bersama, itu sama sekali tidak menguntungkan bagi Devina."Mereka nggak akan rujuk," kutuk D

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1164

    Brielle menggenggam setir dengan fokus. Pemandangan di luar melintas cepat. Dia bisa merasakan tatapan dari sampingnya yang membara, tetapi Brielle berusaha mengabaikannya dan tetap berkonsentrasi menyetir.Mungkin Raka benar-benar lelah. Tak lama kemudian, dia memejamkan mata dan tertidur.Saat mobil sampai di parkiran terbuka laboratorium, Brielle menoleh melihat pria yang sudah tertidur pulas. Dia mencoba memanggilnya, "Raka, sudah sampai."Tidak ada respons. Brielle sedang terburu-buru kembali bekerja, dia tidak punya waktu untuk berlama-lama. Dia pun mengulurkan tangan dan mendorong bahunya. "Raka, bangun, sudah sampai."Saat dia hendak mendorongnya untuk kedua kali, tiba-tiba tangannya ditahan oleh kehangatan.Entah sejak kapan Raka sudah bangun. Saat membuka mata, dia juga menggenggam tangan Brielle dan menatapnya dengan sorot mata yang dalam dan terang.Brielle hampir secara refleks langsung menarik tangannya kembali. Dia kembali mengingatkan, "Sudah sampai, turun."Raka mengus

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1163

    Raka duduk tenang sambil memegang secangkir teh, menatap Brielle yang berbicara lancar tentang penelitiannya. Dalam momen seperti ini, Brielle tampak begitu bersinar hingga sulit untuk mengalihkan pandangan. Bahkan para tokoh bisnis yang hadir pun mendengarkan dengan sangat serius."Pak Raka benar-benar jeli dalam menilai orang," puji Danu. "Talenta seperti Doktor Brielle memang layak mendapat dukungan penuh."Raka mengangguk ringan. "Kemajuan teknologi adalah kunci negara dan talenta adalah fondasinya. Doktor Brielle memang pantas."Sebuah tatapan hangat tertuju ke arahnya. Brielle sedang menunduk sambil memegang cangkir teh dan meminumnya. Saat itu, pelayan datang membawa sebuah hidangan penutup khusus dan meletakkannya di depan Brielle.Raka memberi isyarat. "Ini kupesan khusus untuk Bu Brielle."Brielle sedikit tertegun.Semua orang yang hadir langsung mengerti. Raka jelas sedang berusaha menyenangkan Brielle. Bagaimanapun, semua orang tahu mereka pernah menjadi pasangan."Sepertin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 149

    Devina menggigit bibirnya, memegang cangkir teh dengan ekspresi sedikit canggung. Dialah guru piano pertama Anya, tetapi sekarang Anya sama sekali tidak menyebut namanya.Melihat Anya mengangkat dagu mungilnya yang bulat, menatap Brielle dengan penuh kekaguman, Devina tak kuasa mencaci dalam hati, '

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 142

    Akhir pekan, Brielle tetap tinggal di rumah. Raka pergi ke rumah Keluarga Pramudita untuk menemani Anya dan Brielle tidak ikut.Hari Senin.Setelah mengantar Anya, Brielle langsung menuju lokasi ujian di Fakultas Kedokteran. Jurusan utamanya adalah Ilmu Penyakit Dalam, tetapi ujian lulus percepatan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 145

    Brielle melirik sekilas tesis itu, lalu tersenyum tipis. "Menurut Profesor Madeline sendiri bagaimana?"Andai Brielle gagal lulus ujian kali ini, Madeline pasti akan mengira itu hanyalah peninggalan Adam. Namun dengan nilai yang begitu mencengangkan, dia benar-benar bisa memercayai bahwa itu adalah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 65

    "Aku rasa dia nggak punya latar belakang pendidikan yang layak. Seseorang yang bahkan nggak lulus kuliah, mana mungkin bisa racik obat khusus? Kalau publik tahu, bisa-bisa jadi takut minum obatnya!""Benar juga sih. Faye memang lebih cocok mewakili laboratorium kita."Kedua wanita itu keluar sambil

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status