Share

Bab 428

Penulis: Ayesha
Raka tidak yakin apakah Brielle bisa menangani situasi di depan mata, tetapi saat dia baru saja hendak berdiri, Brielle sudah naik ke panggung dan menerima mikrofon yang diberikan oleh Jared.

Dalam beberapa detik saat menyerahkan mikrofon itu, Jared mendekat. Dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Brielle, dia berkata, "Brielle, hanya kamu yang bisa menyelamatkan keadaan ini."

Brielle mengangguk ringan ke arahnya. Jared lantas menambahkan, "Harvis kasih aku satu file presentasi PPT. Aku akan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Oliva Loda
woyy faye,kau trima, tidak trima,, faktanya kau sudah gagal...haha
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
apa pula kau tak terima faye, sadari aja ketidak mampuan dirimu. jangan melimpahkan kesalahan ke brielle.
goodnovel comment avatar
Suryat
diih si faye aneh,berasa dia yg paling tersakiti di sini..dasar bodoh..haha..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1268

    Syahira sebenarnya sudah tidak berani bertanya lebih jauh lagi. Bagaimanapun, pekerjaan Brielle menyangkut rahasia tingkat tinggi.Dia pun bertanya, "Kalau kamu sudah nggak benci Raka lagi, terus ... kamu ... masih cinta dia?"Pertanyaan Syahira membuat Brielle tertegun beberapa detik. Namun, tatapannya segera kembali tenang dan jernih."Kamu mau dengar jawaban jujur?" tanya Brielle sambil tersenyum."Tentu saja. Aku mau dengar isi hatimu yang sebenarnya. Lagi pula semua masalah masa lalu Raka itu masih belum bisa kumaafkan." Syahira mendengus.Dalam benak Syahira, Raka masih tetap sosok pria berengsek yang selingkuh. Citra itu sama sekali belum bisa dibersihkan.Bagaimanapun, banyak hal yang terjadi pada Brielle selama hampir setahun terakhir juga tidak dia ceritakan kepada Syahira.Suara Brielle terdengar tenang tanpa sedikit pun keraguan. "Yang ada di kepalaku sekarang cuma jadwal eksperimen dan analisis data. Aku sudah sangat jelas dengan rencana masa depanku.""Jadi maksudmu di ma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1267

    Brielle lebih dulu naik untuk meletakkan laptopnya. Dia duduk sambil memeriksa email.Hari ini, Rowan dan Zondi kembali mendapatkan data baru. Brielle sudah tidak sabar membukanya untuk melihat hasilnya.Lima belas menit kemudian, sosok Raka muncul di depan pintu ruang kerja. "Minya sudah siap, turun makan dulu."Brielle mengangkat kepala dari layar komputer dan menatapnya. "Aku langsung turun."Brielle mengikuti Raka turun, satu di depan satu di belakang.Lastri sedang menghidangkan lauk kecil racikan spesialnya, sangat cocok disantap bersama mi. Di atas kedua mangkuk mi itu pun ada dua telur ceplok. Kuahnya kental dan harum, tampak sangat menggugah selera.Raka dan Brielle sudah makan masakan Lastri selama enam tahun, dan mereka sangat memuji kemampuan memasaknya.Dulu setelah Raka pulang dari perjalanan dinas, Lastri juga sering memasakkan makan malam untuknya, kebanyakan berupa mi.Setelah duduk, Brielle makan dengan tenang. Raka di seberangnya juga tidak mengajaknya berbicara. Ked

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1266

    Langkah Brielle tanpa sadar terhenti. Dia mendongak mencari Frederick, tetapi Raka sudah berjalan mendekatinya sambil mengingatkan dengan suara rendah, "Nggak usah cari lagi, aku memang datang untuk jemput kamu."Brielle mengernyit. "Kenapa kamu yang datang? Di mana Anya?""Anya dibawa Raline ke rumahku untuk makan malam." Raka mengulurkan tangan dengan alami, mengambil tas laptop dari tangan Brielle. Tas itu nyaris direbut paksa oleh Raka."Kamu sudah bertemu dengannya?" tanya Raka dengan suara rendah dan tenang."Mm." Brielle mengangguk. Raut lelah terlihat di wajahnya, tetapi di matanya juga ada ketegasan setelah semuanya menjadi jelas.Di tengah keramaian, kamera seorang paparazi sudah mengunci Brielle sejak dia muncul. Awalnya dia datang untuk menunggu seorang artis.Tak disangka, dia justru mendapat keberuntungan besar dengan menangkap momen diam-diam sang orang terkaya, Raka, menjemput mantan istrinya.Bahkan dari gerak-geriknya yang penuh perhatian terhadap mantan istrinya, tam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1265

    Brielle memandang Livia pergi, perasaannya campur aduk. Dia menarik kembali pandangannya, lalu menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya masuk ke ruang rawat Niro bersama Justin.Ruang rawat itu sangat sunyi, hanya terdengar bunyi teratur dari alat-alat medis.Niro terbaring dengan tenang di ranjang rumah sakit, seolah-olah hanya tertidur lelap. Namun, wajahnya yang pucat dan pipinya yang semakin kurus diam-diam menceritakan penderitaan yang sedang dia alami.Brielle mendekat sedikit demi sedikit, lalu duduk pelan di kursi di samping ranjangnya. Dia menatap wajah Niro yang sedang tertidur. Ribuan kata tersangkut di tenggorokannya, sementara hatinya terasa diremas kuat-kuat."Niro ...," panggil Brielle pelan, suaranya sedikit bergetar tanpa disadari. "Aku datang menjengukmu. Jangan khawatir, aku pasti akan mempercepat penelitian ini. Kamu harus bertahan .... Tunggu aku."Justin yang berdiri di samping perlahan mundur dan keluar, memberi mereka waktu berdua.Brielle tidak mengatakan apa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1264

    Baru saja turun dari pesawat, Brielle langsung dijemput menuju Universitas Medis. Dia berhasil menghadiri rapat tepat waktu.Enam pakar medis sedang berdiskusi mengenai penanganan lanjutan untuk Niro. Saat melihat foto yang muncul di layar, Brielle menahan air matanya sekuat tenaga.Di foto itu, Niro tampak seperti sedang tertidur. Dia mengenakan alat bantu pernapasan dan tubuhnya terlihat jauh lebih kurus."Brielle, kami sudah mendiskusikan situasinya. Sekarang kami ingin dengar pendapatmu." Suara Justin terdengar lembut.Dia juga bisa melihat emosi Brielle sedang bergejolak, tetapi dia berharap Brielle dapat memberikan saran yang memberi mereka harapan.Brielle menarik napas dalam-dalam, menekan rasa sesak yang bergulung di hatinya, lalu memusatkan perhatian pada rapat di hadapannya. Dia mulai menjelaskan perkembangan terbaru dan dasar teori dari proyek BCI dengan runtut dan jelas."Meskipun proyek kami masih agak jauh dari tahap klinis, kalau benar-benar diperlukan, kami tetap punya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1263

    Meskipun Raka berkata begitu, Brielle tetap refleks ingin mengatakan sesuatu lagi untuk menebus sikapnya yang berlebihan hari ini.Namun, saat dia mengangkat kepala, pandangannya justru bertemu dengan sepasang mata yang sedalam lautan. Di dalamnya samar-samar bergolak emosi yang rumit.Tatapan Raka terlalu terang-terangan, seolah-olah membawa suhu yang membakar. Brielle tanpa sadar memalingkan wajah, menghindari tatapan panas pria itu."Sudah malam, kamu juga pasti capek. Pulanglah dan istirahat."Raka menatap sorot mata Brielle yang menghindar. Dia segera menyembunyikan seluruh emosi di matanya dan kembali berbicara dengan tenang, "Kamu juga istirahat. Jangan terlalu banyak mikir."Setelah berkata begitu, dia tidak tinggal lebih lama lagi dan berjalan menuju pintu.Baru setelah mendengar suara pintu tertutup, Brielle perlahan menghela napas lega. Bahu yang semula tegang ikut mengendur. Dia bersandar di meja dapur sambil menghabiskan segelas air sebelum ke atas.Selesai mandi dan baru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 385

    Setibanya di restoran, meja jamuan sudah disiapkan dua baris penuh.Saat semua mulai duduk, Frans berjalan mendekati Brielle dengan senyum ramah. "Senang akhirnya bisa bertemu langsung, Bu Brielle. Niro sering sekali menyebut namamu di depanku."Wajah Brielle sedikit memanas. "Oh begitu? Jadi Pak Fr

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 389

    "Aku sudah meninjau ulang datamu semalam," kata Frans, menyerahkan sebuah flashdisk. "Beberapa data perlu disesuaikan dan aku sudah memperbaikinya.""Terima kasih, nanti aku lihat," jawab Brielle dengan nada tulus.Di luar restoran, Raka baru saja menyelesaikan panggilannya. Tepat pada saat itu, mat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 390

    Di laboratorium, Brielle melapor kepada Madeline bahwa dia akan pergi ke MD untuk menetap selama dua bulan. Hal ini membuat Madeline cukup terkejut."Bukankah Raka selalu mendesak agar proyek di tanganmu cepat selesai? Kenapa tiba-tiba kamu dipindahkan ke MD?" tanya Madeline dengan bingung."Kali in

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 379

    Tak lama kemudian, Raka keluar dari ruang rapat dengan langkah cepat menuju area lift. Wajahnya tampak tegang, ekspresinya menunjukkan bahwa pikirannya masih penuh dengan gelang giok itu.Begitu tiba di mobil, dia langsung memerintahkan Gavin untuk menelusuri rekaman CCTV hotel tempat dia turun mala

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status