공유

Bab 469

작가: Ayesha
Baru saat itu Syahira tersadar. Astaga, menyebalkan sekali! Sahabatnya ini bosnya sendiri!

"Ah, nggak usah! Kamu mau bikin aku mati kelelahan?" jawab Syahira cepat, wajahnya langsung memerah.

Brielle tak bisa menahan tawa. "Masih muda, wajar saja begitu!"

"Oh, berani ngeledek aku ya?" Syahira langsung menjulurkan tangan, menggelitik Brielle tanpa ampun.

Keduanya tertawa terbahak-bahak di ruang makan kecil itu, sementara Anya yang duduk di sofa sambil bermain, ikut tertawa melihat tingkah lucu me
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
ibunya lambert skrg jg berharap brielle bs jd menantunya kok raline..plgi stlh tau pencapaian brielle n tmn2 sosialitanya bgtu memuji2 brielle..km salah ambil lawan raline krn km tdk selevel dg brielle yg cemerlang krn kepribadian n kegeniusannya.sdg km cmn nona dr klrg kaya yg bodo
goodnovel comment avatar
Suryat
kelakuan si Raline lama2 mirip si Faye sama sama kang iri..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1220

    Mobil melaju kencang. Di sepanjang jalan, Raka menelepon beberapa pihak. Dia langsung menghubungi jajaran tinggi pemerintah kota, meminta agar proses penanganan anjing-anjing yang ditangkap semalam dihentikan sementara.Siapa sangka, orang terkaya di Kota Amadeus akan mengerahkan kekuasaan dan sumber daya sebesar itu hanya demi seekor anjing.Mobil Zakie mengerem mendadak, berhenti di depan sebuah halaman tua di pinggiran kota. Tempat itu adalah lokasi penampungan sementara. Tanpa menunggu Zakie membukakan pintu, Raka sudah mendorong pintu mobil dan turun, melangkah cepat masuk ke dalam.Beberapa petugas yang sedang duduk minum teh di dalam langsung terpaku melihatnya.Melihat pria dengan setelan jas mahal dan wajah dingin itu, mereka sejenak tidak tahu harus bagaimana bereaksi.Penanggung jawab lokasi itu langsung teringat pada panggilan telepon yang diterimanya 20 menit lalu. Katanya ada seorang pengusaha kaya yang kehilangan anjing, kemungkinan ada di tempat penampungan ini.Tak dis

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1219

    Anya mengenakan tas sekolah kecil di punggungnya. Sepasang matanya yang besar berkedip-kedip melihat ayah dan ibunya. Meski masih kecil, dia sudah mulai peka membaca situasi.Dia mendongak dan bertanya, "Ma, tadi Mama mau bilang apa ke Papa?"Brielle mengusap kepalanya. "Mama mau ke Kyoza untuk rapat. Kamu ikut Papa dulu, ya?""Baik! Nanti Mama bawakan aku oleh-oleh dari Kyoza?" Anya bertanya penuh harap."Iya, pasti." Brielle mengangguk.Sejak kecil, Anya memang termasuk anak dengan kebutuhan tinggi. Setelah mulai mengenali orang, dia sangat menolak orang asing dan hanya mau dekat dengan ayah dan ibunya. Dulu sempat ada tiga pengasuh di rumah, tapi akhirnya diberhentikan oleh Brielle.Kalau sedang rewel, bahkan Lastri pun tidak bisa menggendongnya. Itu sebabnya Brielle dan Raka selalu turun tangan sendiri dalam segala hal untuk putri mereka. Brielle juga terbiasa secara mental, bahwa dia belum bisa benar-benar mempercayakan anaknya pada siapa pun selain Raka.Setelah Raka membawa Anya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1218

    Harapan Brielle kembali pupus. Rasa kecewa langsung menyelimuti hatinya. Dari belakang, Raka berkata dengan lembut, "Kita lanjut cari ke depan."Mereka kembali menyusuri area itu sekali lagi, lalu berputar kembali ke titik awal. Tetap tidak ada kabar sama sekali. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Raka melirik jam tangannya, lalu berkata pada Brielle, "Kamu pulang dulu, temani Anya istirahat. Aku yang lanjut cari."Jam segini, Anya memang sudah waktunya tidur. Apalagi hari ini baru hari Selasa, besok dia masih harus sekolah."Baik." Brielle mengangguk, lalu berjalan ke mobilnya dan masuk ke garasi.Sesampainya di rumah, Anya masih menunggunya di sofa. Dengan penasaran dia bertanya, "Mama, Papa nggak pulang bareng Mama?"Lastri menatap Brielle di samping. Brielle sedikit menggeleng, lalu berkata pada Anya, "Temani Mama ke atas. Mama mandi dulu, nanti Mama bacakan cerita."Anya berkedip sedikit bingung, lalu bertanya, "Ma, kenapa aku nggak lihat Gaga? Dia ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1217

    Di seberang telepon terdiam beberapa detik, lalu kembali dengan nada tenang seperti biasa, "Kamu naik dulu, aku yang turun cari."Brielle menoleh ke Lastri yang terlihat kelelahan. "Bi Lastri, kamu pulang dulu, jaga Anya. Kami lanjut cari."Sejak Gaga hilang, Lastri sudah bolak-balik entah berapa kali dan berjalan hampir satu jam. Wajahnya terlihat cemas, lelah, dan haus. Brielle juga tidak tega."Baik, Nyonya, saya naik dulu jaga Anya." Setelah berkata demikian, Lastri berjalan menuju gerbang kompleks.Tidak sampai lima menit, sosok Raka sudah muncul di pintu masuk kompleks. Dia berjalan cepat ke arah taman kecil di seberang. Zakie dan Brielle sudah menyisir area sekitar dan kembali ke titik awal.Raka berjalan ke sisi Brielle, pandangannya menyapu wajahnya yang penuh cemas, lalu bertanya dengan suara rendah, "Tepatnya hilang di mana?"Brielle menunjuk ke satu arah, "Kata Bi Lastri, dia lari ke sana.""Pak Raka, orang kami sudah menyisir dengan mobil di sekitar sini. Kalau ada kabar a

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1216

    Pekerjaan mereka sekarang hanya tinggal mengolah dan menyusun data, bukan bagian yang terlalu krusial.Meskipun pembimbingnya setiap hari menanyakan perkembangan dengan cemas, penelitian memang bukan sesuatu yang bisa selesai dalam satu dua hari. Mereka juga harus siap menghadapi proses jangka panjang.Brielle meraih tas dan jaketnya, lalu berlari keluar dari laboratorium. Dia masuk ke mobil, lalu langsung melaju ke arah rumah. Di belakangnya, dua mobil SUV hitam segera mengikuti.Brielle teringat bahwa Gaga memang agak penakut. Kalau bertemu anjing yang lebih besar biasanya dia akan takut. Namun, dia juga tahu Gaga sudah sangat familier dengan lingkungan sekitar, seharusnya tidak mudah tersesat.Selama tidak terjadi hal lain, seperti kecelakaan, atau ... ditemukan orang yang berniat jahat lalu dibawa pergi ....Brielle tidak berani melanjutkan pikirannya. Lebih baik cepat pulang dan mencarinya.Dia mengemudi hingga sampai di gerbang kompleks. Dari kejauhan dia melihat Lastri berdiri d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1215

    Devina segera menunjukkan wajah penuh keluhan, "Tapi di kontrak ada klausulnya, Winston. Kalau aku hamil, Raka masih bisa memaksaku donor darah, itu nggak baik untuk anak. Aku nggak mau anak kita sampai nggak bisa dipertahankan."Winston memang memilih Devina untuk melahirkan anaknya karena dia melihat kecerdasan dan kemampuannya. Menurutnya, wanita yang punya ambisi belum tentu buruk.Setelah menimbang beberapa detik, Winston merangkul Devina dan berkata, "Jangan takut, urusan ini serahkan padaku. Sehebat apa pun Raka, dia nggak mungkin bertindak semaunya. Aku akan cari tim pengacara terbaik untuk meneliti kontrak itu. Bagaimanapun caranya, aku akan membantumu lepas darinya."Di mata Devina sempat terlintas kegelisahan, teringat klausul tambahan dalam kontrak itu. Namun dia berpikir, di mata Winston, dia pasti sudah dianggap pernah tidur dengan Raka, jadi masa lalunya pun tidak akan dipedulikan.Kalau begitu, biarkan tim pengacara Winston berhadapan langsung dengan tim pengacara Raka.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 541

    Lambert menyadari gerakan Brielle. Dia seperti menangkap sesuatu dan pandangannya sedikit beralih ke arah ruang VIP.Makanan pun mulai dihidangkan. Lambert mengalihkan pembicaraan dengan topik anak-anak, membuat suasana seketika terasa lebih santai.Satu jam kemudian, Brielle dan Lambert selesai mak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 536

    Brielle memasang wajah dingin. Kilatan tidak setuju melintas di matanya. "Aku mau pergi atau nggak, nggak butuh persetujuanmu."Raka menatap tajam ke arahnya. "Brielle, jangan keras kepala. Apa yang bisa kuberikan padamu itu adalah sumber daya terbaik yang orang lain nggak akan bisa berikan."Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 529

    Brielle menggandeng tangan putrinya dan berkata kepada Raka, "Kamu lanjutkan pekerjaanmu! Anya ikut dengan aku."Anya bertanya dengan kaget, "Mama, kita nggak makan bersama Papa?"Brielle tersenyum lembut pada putrinya, "Nanti Mama ajak kamu jalan-jalan ke pusat kota, mau?""Tapi ... tapi aku ingin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 508

    "Paman Lambert!" seru Anya dengan riang.Syahira yang berdiri di samping langsung melirik Brielle dengan tatapan menggoda. Andai saja dia tahu Lambert akan menemani Brielle melihat mobil, dia pasti tidak akan ikut.Namun, Brielle sendiri agak bingung. Dia sama sekali tidak janjian dengan Lambert unt

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status