แชร์

Bab 469

ผู้เขียน: Ayesha
Baru saat itu Syahira tersadar. Astaga, menyebalkan sekali! Sahabatnya ini bosnya sendiri!

"Ah, nggak usah! Kamu mau bikin aku mati kelelahan?" jawab Syahira cepat, wajahnya langsung memerah.

Brielle tak bisa menahan tawa. "Masih muda, wajar saja begitu!"

"Oh, berani ngeledek aku ya?" Syahira langsung menjulurkan tangan, menggelitik Brielle tanpa ampun.

Keduanya tertawa terbahak-bahak di ruang makan kecil itu, sementara Anya yang duduk di sofa sambil bermain, ikut tertawa melihat tingkah lucu me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
ibunya lambert skrg jg berharap brielle bs jd menantunya kok raline..plgi stlh tau pencapaian brielle n tmn2 sosialitanya bgtu memuji2 brielle..km salah ambil lawan raline krn km tdk selevel dg brielle yg cemerlang krn kepribadian n kegeniusannya.sdg km cmn nona dr klrg kaya yg bodo
goodnovel comment avatar
Suryat
kelakuan si Raline lama2 mirip si Faye sama sama kang iri..
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1216

    Pekerjaan mereka sekarang hanya tinggal mengolah dan menyusun data, bukan bagian yang terlalu krusial.Meskipun pembimbingnya setiap hari menanyakan perkembangan dengan cemas, penelitian memang bukan sesuatu yang bisa selesai dalam satu dua hari. Mereka juga harus siap menghadapi proses jangka panjang.Brielle meraih tas dan jaketnya, lalu berlari keluar dari laboratorium. Dia masuk ke mobil, lalu langsung melaju ke arah rumah. Di belakangnya, dua mobil SUV hitam segera mengikuti.Brielle teringat bahwa Gaga memang agak penakut. Kalau bertemu anjing yang lebih besar biasanya dia akan takut. Namun, dia juga tahu Gaga sudah sangat familier dengan lingkungan sekitar, seharusnya tidak mudah tersesat.Selama tidak terjadi hal lain, seperti kecelakaan, atau ... ditemukan orang yang berniat jahat lalu dibawa pergi ....Brielle tidak berani melanjutkan pikirannya. Lebih baik cepat pulang dan mencarinya.Dia mengemudi hingga sampai di gerbang kompleks. Dari kejauhan dia melihat Lastri berdiri d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1215

    Devina segera menunjukkan wajah penuh keluhan, "Tapi di kontrak ada klausulnya, Winston. Kalau aku hamil, Raka masih bisa memaksaku donor darah, itu nggak baik untuk anak. Aku nggak mau anak kita sampai nggak bisa dipertahankan."Winston memang memilih Devina untuk melahirkan anaknya karena dia melihat kecerdasan dan kemampuannya. Menurutnya, wanita yang punya ambisi belum tentu buruk.Setelah menimbang beberapa detik, Winston merangkul Devina dan berkata, "Jangan takut, urusan ini serahkan padaku. Sehebat apa pun Raka, dia nggak mungkin bertindak semaunya. Aku akan cari tim pengacara terbaik untuk meneliti kontrak itu. Bagaimanapun caranya, aku akan membantumu lepas darinya."Di mata Devina sempat terlintas kegelisahan, teringat klausul tambahan dalam kontrak itu. Namun dia berpikir, di mata Winston, dia pasti sudah dianggap pernah tidur dengan Raka, jadi masa lalunya pun tidak akan dipedulikan.Kalau begitu, biarkan tim pengacara Winston berhadapan langsung dengan tim pengacara Raka.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1214

    Winston sudah kehilangan istrinya sejak tiga tahun lalu. Dia punya seorang anak laki-laki yang tinggal di luar negeri dan belum menikah lagi, jadi wanita di sisinya pun berganti-ganti.Devina seperti harta baru yang baru dia dapatkan, bisa dipamerkan sekaligus memberi nilai emosional yang baik. Untuk hal ini, Devina sangat paham cara memanfaatkannya.Sekarang, satu-satunya hal yang ingin Devina minta bantuan Winston adalah mencari pengacara untuk membatalkan kontraknya dengan Raka.Kondisi Keluarga Pramudita selalu dirahasiakan ke publik, Winston sama sekali tidak tahu situasi ibu Raka. Namun, dia pernah mendengar bahwa ibu Raka masih bergantung pada Devina untuk bertahan hidup. Mengingat posisi ketua kamar dagang yang direbut, dia tetap sulit menerima perasaan kesal itu.Di jamuan makan malam, Devina mengenakan gaun panjang tali tipis berwarna sampanye. Riasannya halus, gerak-geriknya anggun dan tetap memikat, membuat pasangan wanita lain terlihat kalah bersinar. Dia benar-benar membe

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1213

    Rapat kali ini juga mengundang tim BCI dari bawah naungan Star Tech, dianggap sebagai ajang pertukaran akademik antara dua pihak.Brielle mendorong pintu ruang rapat. Di dalam sudah duduk delapan anggota inti laboratorium dan Raka duduk di kursi utama samping.Dia mengenakan setelan jas abu-abu gelap. Sikapnya tenang dan mantap, sedang menunduk membolak-balik dokumen di tangannya. Rambut hitamnya di bawah cahaya tampak dingin dan tegas.Seolah mendengar langkah kaki, dia mengangkat pandangan. Namun, Brielle dengan alami menyapa para teknisi dari Star Tech tanpa menatapnya.Raka berkedip sejenak, lalu kembali menunduk pada dokumen. Entah apa yang dia pikirkan.Posisi Brielle tepat di kursi utama. Dia menghubungkan laptopnya ke proyektor, lalu rapat pun segera dimulai. Dia memimpin pemaparan tentang perkembangan kunci penelitian BCI belakangan ini. Seluruh ruangan hening, hanya terdengar suara miliknya dan bunyi halus pergantian slide.Raka bersandar di kursinya, pandangannya tertuju pad

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1212

    Yang dia inginkan hanyalah menyingkirkan pebisnis penuh catatan buruk seperti Declan, agar tidak lagi berbuat semena-mena di dunia bisnis. Kebangkrutan Keluarga Datau bukan sekadar hasil, tapi juga sebuah peringatan bagi pihak luar."Baik, Pak Raka. Untuk urusan selanjutnya, kami akan memproses sesuai prosedur bisnis normal.""Mm," jawab Raka singkat.Gavin juga paham, tujuan bosnya sudah tercapai. Sisa-sisa yang ditinggalkan Keluarga Datau sudah tidak layak lagi menarik perhatiannya. Badai yang menargetkan Grup Datau ini pun bisa dihentikan.....Pagi hari, berita utama di halaman depan berita finansial langsung diisi oleh kabar tentang likuidasi kebangkrutan Grup Datau. Laporan tersebut merinci kondisi Grup Datau dengan sangat detail dan pemilihan katanya pun sangat hati-hati.Namun, orang-orang berpengaruh di dunia bisnis semua langsung paham siapa yang menggerakkan semua ini di belakang layar. Untuk sesaat, arus bawah di dunia bisnis mulai bergejolak.Tanpa diragukan lagi, sosok it

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1211

    Sambil mengemudikan mobil, Faye melihat ayahnya lewat kaca spion. Di dalam hatinya, kebencian dan amarah terhadap Devina juga sangat kuat. Begitu teringat bahwa Devina telah menipu seluruh keluarga mereka, bahkan sampai menyebabkan Grup Datau bangkrut, dia benar-benar merasak menjijikkan.Kalau dari awal dia mengatakan bahwa Raka tidak bisa diandalkan, ayahnya tidak akan sampai jatuh ke titik ini. Bahkan dulu saat perusahaan belum go public, ayahnya masih tergolong kelas menengah.Saat mengingat bagaimana sikap Devina di depan dirinya, Faye semakin merasa menjijikkan dan konyol. Seolah-olah benar-benar menganggap Raka sebagai pacar, bahkan calon suami untuk dipamerkan.Padahal kenyataannya, Raka hanya memanfaatkan darah Devina untuk menyelamatkan keluarganya. Akting Devina benar-benar berhasil. Namun, kenapa pada akhirnya Raka juga bercerai dengan Brielle?Setelah berpikir beberapa saat, dia samar-samar mulai mengerti. Devina sangat mencintai Raka, bagaimana mungkin dia tidak ikut meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 128

    Brielle meliriknya dengan dingin. "Kenapa memangnya kalau iya?""Jangan terlalu memaksakan diri, kesehatan itu yang utama," kata Raka. Dia tahu Brielle tidak akan mampu.Brielle tidak mau menghiraukannya.Raka menatap tumpukan buku itu yang membentuk bayangan besar. Bayangan itu menutup tubuh Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 144

    "Faye, kamu nggak apa-apa, 'kan?" Cherlina bertanya dengan penuh perhatian. Bukan cuma dirinya yang merasa tidak puas, hati Faye juga pasti lebih kesal. Bagaimanapun, dia adalah orang yang paling tidak berharap Brielle bisa lulus ujian itu."Ujian saja, nggak bisa dijadikan patokan. Masih harus dili

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 118

    "Mulai sekarang, jangan pernah lagi ngomong seperti itu." Nada suara Raka dingin saat menegur.Di seberang sana, Raline mendengus kesal, lalu memutus sambungan telepon lebih dulu. Tak lama kemudian, telepon dari Meira masuk."Halo, Ibu." Raka berdiri, melangkah keluar dari pintu utama, lalu pergi ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 133

    Brielle tertegun, Lukas juga sedikit terkejut. Namun, mengingat kedua laboratorium memang menjalin kerja sama, Brielle masuk ke laboratorium mana pun tetap merupakan hal yang baik."Madam Chiva, terima kasih atas perhatiannya, tapi saat ini aku masih duduk di bangku kuliah semester dua. Aku belum me

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status