Pak Kades, Nikah, Yuk!

Pak Kades, Nikah, Yuk!

last updateLast Updated : 2026-04-02
By:  Kharamiza Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Berharap hidup tenang di setelah pernikahannya gagal secara tragis, Eca justru dihadapkan dengan masalah yang lebih rumit. Satu-satunya rumah peninggalan ayahnya terancam digusur untuk proyek desa wisata. Syarat mempertahankannya, salah satunya adalah menjadi warga tetap yang sudah berkeluarga. Di saat yang sama, juragan mesum menawarkan posisi istri keempat. Eca menolak dan malah memilih jalan nekat, nikah kontrak dengan Ihsan—sahabat masa kecilnya. Meski tanpa cinta dan tanpa perasaan, tinggal serumah dengan Ihsan justru lebih berbahaya dari yang ia kira.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Kamu hanya pembawa sial! Sejak kamu datang ke hidup anak saya, nasibnya jadi begini!”

Eca tersentak ketika kalimat tajam itu tiba-tiba terlintas kembali di kepalanya.

Tangannya yang sejak tadi mengelap sofa ruang tengah langsung terhenti, kain lap itu menggantung kaku di ujung jemarinya.

Seharusnya, minggu ini ia sudah jadi pengantin.

Namun, rencana tetaplah rencana. Satu minggu sebelum pernikahan, calon suaminya justru mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang kakinya patah. Eca sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan mengalami musibah tepat sebelum pernikahannya. 

Ia tentu saja tidak menginginkan ini, namun musibah sama sekali tidak bisa diduga. 

Eca sebenarnya bersedia menerima keadaan itu, bahkan dalam hati ia sudah berjanji akan merawat pria itu sampai benar-benar pulih.

Sayangnya, keluarga calon suaminya justru menganggap semua musibah itu terjadi karena Eca membawa kesialan. 

Lebih menyakitkan lagi, pria yang sudah tiga tahun bersamanya hanya diam saat Eca dimaki-maki. 

Tak satu pun kalimat keluar dari mulutnya untuk sekadar membela, seolah hubungan mereka tak pernah berarti apa-apa. Eca pun hanya bisa diam ketika menerima semua cacian dan cemooh untuk sesuatu yang bahkan bukan kesalahannya.

 Tidak ada pembelaan sedikit pun bagi dirinya. Setelah memutuskan matang-matang meski sungguh berat, pada akhirnya, Eca menyerah. Ia sadar, tak lagi punya tempat di hati pria itu, apalagi di keluarganya. 

Eca memilih mundur dan pulang ke desa, berharap hidupnya perlahan bisa melupakan kejadian menyakitkan itu.

Untuk apa juga bertahan sama orang yang sudah tidak mengharapkannya?

Eca mengembuskan napas panjang, lalu kembali menepuk-nepuk permukaan sofa. Debu tipis beterbangan sebelum jatuh ke lantai yang belum disapu.

Setelah itu, ia mengambil sapu dan mulai membersihkan lantai sampai teras.

Rumah ini memang sudah lama kosong, jadi hampir semua sudutnya dipenuhi debu dan bau lembap samar yang menyambutnya sejak ia tiba kemarin.

Di depan rumah, beberapa ibu-ibu sudah berkumpul di sekitar gerobak sayur yang baru datang.

Pedagang sayur itu sesekali meneriakkan dagangannya dengan suara lantang.

“Ikan asin! Kangkung! Tomat murah!”

Plastik kresek berkeresek saat ibu-ibu sibuk memilih sayur di atas gerobak, sesekali juga terdengar suara tawar menawar yang tak kalah lantang.

Ayam milik tetangga berkokok dari halaman sebelah, seakan ikut meramaikan suasana pagi.

“Eh, Neng Eca, kapan datang?”

Salah satu Ibu menoleh ke arahnya. Namanya Bi Lastri. Ia berdiri di dekat pagar rumah Eca yang sudah mulai keropos dimakan usia.

Walau sudah lama meninggalkan desa, Eca tentu masih hafal nama-nama tetangganya di sini.

“Baru kemarin, Bi.”

“Oh, mau berapa lama nginapnya, Neng?” tanya Bi Lastri sambil berjalan ke arah gerobak sayur yang tak jauh dari sana.

Eca mengerutkan kening sedikit.

“Aku udah mutusin buat tinggal di sini, Bibi. Ngerawat rumah peninggalan Bapak.”

Beberapa ibu-ibu langsung saling melirik.

Bi Lastri sendiri terlihat ragu-ragu, seperti sedang mempertimbangkan sesuatu sebelum akhirnya berkata, “Lah … katanya rumahmu kena daftar penggusuran. Neng Eca belum tahu, ya?”

Sapu di tangan Eca langsung berhenti bergerak.

Pandangannya beralih ke rombongan ibu-ibu yang masih sibuk berbelanja, sesekali berbisik satu sama lain.

”Gimana maksudnya, Bi?”

“Di desa ini mau ada proyek desa wisata,” jelas Bi Lastri. “Jalan mau diperlebar, Neng. Rumah yang dipinggir jalan banyak yang kena.”

Salah satu ibu lain langsung menyela dari dekat gerobak. “Katanya sih ada dana ganti rugi buat rumah yang kena.”

Mendengar itu, Bi Lastri buru-buru menimpali, “Tapi Neng Eca mah susah ….”

Ia menatap rumah itu sebentar.

“Rumahnya sudah lama kosong. Takutnya dianggap sudah bukan warga tetap.”

Perasaan lega yang sempat muncul di dada Eca seketika mengendur lagi.

Baru satu hari ia kembali, dan rumah satu-satunya yang ia miliki sudah terancam hilang.

Sial sekali hidupnya.

“Tapi, coba Neng temuin Juragan Dasim,” kata Bi Lastri lagi, seolah baru teringat sesuatu.

“Juragan Dasim?”

“Iya.” Bi Lastri mengangguk kecil. “Sekarang urusan desa lewat dia. Proyek wisata ini juga dia yang memutuskan.”

Ia menatap Eca sebentar, sebelum menambahkan dengan suara pelan. “Dia pasti bisa bantu … tapi biasanya ada syaratnya.”

Eca terdiam.

Tangannya tanpa sadar menggenggam sapu sedikit lebih erat.

Ia tahu betul siapa Juragan Dasim.

Di desa ini, hampir tidak ada orang yang tidak mengenalnya. Pria kaya raya, disegani, dan nyaris tidak pernah ada yang berani membantah keputusannya.

Dan, sekarang rumahnya yang dipertaruhkan. Mau tidak mau, Eca harus berhadapan langsung dengan pria itu.

“Apa pun itu syaratnya,” katanya akhirnya, “aku akan penuhi, asal rumah ini tidak digusur, Bi.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status