공유

Bab 492

작가: Ayesha
Sesi lelang resmi dimulai. Hari ini, para tamu yang hadir semuanya orang berpengaruh. Untuk mendapatkan barang yang diinginkan, bukan cuma butuh uang, tapi juga kesabaran.

Di atas panggung, pembawa acara memperkenalkan barang lelang pertama dengan penuh semangat. Tak lama kemudian, seorang sosialita kaya berhasil menawarnya. Begitu seterusnya, sepuluh barang sudah berpindah tangan. Kini giliran barang ke sebelas.

"Vas bermotif bunga teratai biru. Harga pembuka 1,2 miliar, silakan menambah sesuka
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Ivan Williams
emang dia yg penuh kepura2an emang suka ga sadar wanita sundal
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mmg tolol semua...Raline pun tolol...asal kamu tau itu vas jg buat nenek Emily..kamu aja dikompor3om sama devina dan lgs telan bulat2
goodnovel comment avatar
Suryat
si valakor ratu drama...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1260

    "Dia masih bisa bertahan?" tanya Raka dengan suara berat."Tim kami sudah berhasil menstabilkan kondisinya, tapi kami juga nggak tahu dia bisa bertahan sampai kapan. Penelitian ini harus dipercepat.""Baiklah, aku sudah tahu." Raka memijat pelipisnya.Dari seberang, Justin terdengar sedikit lega. "Kalau begitu ... aku serahkan Brielle padamu."Setelah telepon ditutup, Raka menoleh menatap pintu ruang istirahat yang tertutup rapat. Sorot matanya dalam.Wajah marah Brielle tadi terasa seperti jarum kecil yang menusuk hatinya. Dia tahu, kepercayaan di antara mereka yang semula sudah rapuh kini semakin hancur setelah kejadian ini.Sepuluh menit kemudian, Raka mendengar pintu ruang istirahat terbuka dari dalam. Brielle sedang menunduk merapikan kerah bajunya dan rambutnya yang sedikit berantakan. Emosinya tampak tenang setelah sempat runtuh, tetapi itu hanya di permukaan. Di matanya masih terlihat jelas kecemasan dan kegelisahan yang pekat."Kepalamu sudah nggak pusing?" Raka segera melangk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1259

    Lengan di pinggang memeluknya dengan kuat, menopang tubuhnya yang hampir jatuh."Ada apa?" Suara rendah Raka terdengar sedikit tegang. "Pusing atau bagian jantung sakit?""Pusing." Brielle memejamkan mata. Suaranya serak karena habis menangis. Sensasi pusing membuatnya merasa langit dan bumi ikut berputar setiap kali bergerak sedikit.Saat ini, Brielle sebenarnya masih ingin mendorongnya menjauh. Namun, dia sadar sekarang bahkan untuk berdiri tegak saja dia sudah tidak punya tenaga.Guncangan emosi yang besar ditambah pekerjaan intens beberapa hari terakhir akhirnya membuat tubuhnya memberi perlawanan.Raka mengernyit. Tanpa banyak bicara lagi, dia sedikit membungkuk, menyelipkan lengannya ke bawah lutut Brielle, lalu langsung menggendongnya."Lepaskan aku ...." Brielle meronta.Namun, Raka sama sekali tidak memedulikannya. Dia menggendong Brielle menuju sebuah pintu tersembunyi yang menyatu dengan rak buku di sisi dalam kantor.Di balik pintu itu ternyata ada ruang istirahat pribadi d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1258

    Melihat Brielle yang emosional seperti itu, alis Raka langsung berkerut rapat. Dia tidak langsung menjawab, melainkan menggandengnya ke sofa, menekan bahunya agar duduk. Kemudian, dia berkata dengan suara berat, "Tenangkan dirimu dulu.""Gimana aku bisa tenang?" Brielle menepis tangan yang menekan bahunya. Air mata akhirnya tak tertahan lagi dan mengalir di wajahnya."Kalian semua tahu, tapi cuma aku yang nggak tahu! Jadi orang yang menunggu diselamatkan oleh proyek yang sedang kuteliti sekarang adalah Niro? Apa dia koma karena luka parah? Atau sudah jadi pasien vegetatif?"Brielle mendongak. Mata merahnya dipenuhi rasa sakit, pertanyaan, dan kemarahan karena merasa dibohongi.Kalau memang begitu, kenapa harus disembunyikan darinya? Kenapa tidak memberitahunya kenyataan sejak awal?Melihat wajah Brielle yang penuh air mata, hati Raka seperti ditusuk sesuatu dengan keras. Dia tahu, semua ini sudah tidak bisa disembunyikan lagi.Raka memejamkan mata sejenak. Saat membukanya kembali, tata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1257

    Brielle duduk di dalam mobil, kedua tangannya mencengkeram kemudi begitu kuat sampai buku-buku jarinya memutih.Dia menyalakan mobil, lalu menginjak pedal gas. Bentley berperforma tinggi itu melesat seperti anak panah yang terlepas dari busurnya, langsung menuju kantor pusat Grup Pramudita.Sekarang hanya ada satu pikiran di kepalanya, yaitu menemukan Raka dan menanyakan semuanya dengan jelas.Sepanjang perjalanan, pikiran Brielle kacau balau. Dia teringat proyek ini memang bertujuan membangunkan pasien koma berat dan vegetatif. Jadi ... orang yang ingin diselamatkan bukan mantan wakil presiden seperti yang diarahkan Raka padanya, melainkan kemungkinan besar Niro yang terluka parah dan koma?Pikiran mengerikan itu terus berputar di kepalanya. Pria yang tanpa ragu mengadang pisau demi melindunginya saat bahaya datang, pria dengan senyuman cerah yang memikul tanggung jawab negara, bagaimana mungkin ....Sesampainya di gedung Grup Pramudita, Brielle langsung memarkir mobil di depan pintu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1256

    Jelas, dia ingin mengantar mereka ke atas.Di belakang, Raline akhirnya menghela napas lega. Brielle bersedia menerima hadiah darinya, itu sudah merupakan pertanda baik.Sesampainya di depan pintu rumah, Raka berhenti beberapa langkah jauhnya dan tidak ikut masuk. Setelah melihat ibu dan anak itu beserta Gaga masuk ke rumah, barulah dia berbalik pergi.Anya memang gadis kecil yang sangat suka membuka hadiah. Dia sudah tak sabar ingin melihat tas baru ibunya.Brielle membuka kotak hadiah itu. Di dalamnya ternyata sebuah tas tangan merek ternama. Memang modelnya klasik dan cukup cocok untuknya."Wah, Mama, tas ini cantik sekali!" seru Anya di sampingnya.Sebenarnya Brielle bukan kekurangan uang, tetapi dia kekurangan waktu untuk berbelanja. Karena itu, barang yang dibelinya biasanya merek ternama dan tahan lama. Tas yang dia pakai sekarang bahkan sudah dua atau tiga tahun belum diganti. Kadang, barang yang sudah nyaman dipakai memang tidak bisa digantikan begitu saja oleh yang baru.Semi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1255

    Raka meletakkan cangkir tehnya. Tatapannya perlahan berubah semakin dalam. Setelah itu, dia mengambil ponsel di sampingnya, membuka nomor Brielle, lalu tanpa ragu meneleponnya."Halo? Ada apa?" Suara Brielle terdengar dari seberang sana."Aku dengar kamu mendapatkan penemuan besar." Raka berusaha menyampaikan dengan nada setenang mungkin. "Selamat.""Dari mana kamu tahu?" tanya Brielle balik."Profesor Derrick baru saja datang menemuiku," jawab Raka jujur. "Soal pengajuan paten, aku akan mengaturnya."Di seberang telepon, Brielle juga tidak menolak. Saat ini dia memang benar-benar tidak punya waktu untuk mengurus hal seperti itu. Lagi pula sekarang dia bekerja di laboratorium penelitian atas nama Raka, jadi memang sudah seharusnya dia melindungi hak paten para penelitinya.Brielle terus bekerja sampai pukul delapan malam sebelum pulang ke rumah. Lastri memberitahunya bahwa Anya dan Raline sedang bermain di rumah Raka di lantai bawah, bahkan Gaga juga ikut turun ke sana.Dengan rasa lel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 662

    Brielle tertawa dingin sambil berbalik. Tatapannya mengandung hawa dingin yang menusuk tulang. "Menebus? Raka, kamu pikir semua hal bisa ditebus begitu saja?"Brielle sebenarnya tidak ingin mengingat kejadian malam itu. Namun pada saat ini, gambaran malam itu muncul begitu jelas. Anya demam tinggi b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 656

    "Brielle memang melahirkan seorang putri, tapi bagaimanapun juga itu tetap darah daging Raka. Kudengar dia sangat menyayangi putrinya itu," Faye berkata. Dia merasa dirinya lebih panik daripada Devina.Dia mengira setelah Brielle bercerai, Devina bisa segera menikah dan masuk ke Keluarga Pramudita,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 653

    Brielle merasakan lengannya dicengkeram kuat oleh Raka. Dia tersentak dan menoleh dengan cepat, lalu berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Raka."Lepaskan aku." Brielle menarik tangannya dengan keras.Raka menatapnya dengan sorot mata yang rumit. Bibir tipisnya tergerak, seolah ingin mengatakan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 683

    "Eh! Aku berencana merayakannya dengan sederhana di rumah," kata Brielle.Harvis tersenyum. "Sama anak?""Iya, temani anak makan kue kecil saja sudah cukup," jawab Brielle.Harvis mengangguk. "Baik. Kalau ada waktu, kita makan bersama."Brielle tersenyum menanggapi. "Oke."Pukul dua siang, Brielle s

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status